
Naura bertanya dengan bingung, “Maksudnya apa ya? Bisa tolong jelaskan, Tuan Julian?”
Julian berkata, “Sebenarnya, tagihan kali ini sudah kami diskusikan dengan Alex tadi, kalau dia bisa mendapatkan ruangan, maka kami-kami yang akan bayar. Namun, kami juga tidak menyangka kalau Alex beneran dapat ruangan privat, dan juga ruang Starry Jade, biaya di sini setidaknya 2 miliar, kan? Kami-kami juga ngak bisa dapat uang sebanyak itu untuk saat ini, jadi hanya bisa bayar pelan-pelan, maaf sekali ya.”
Dia menyelesaikan kalimatnya dengan perasaan campur aduk. Awalnya dia mengira Naura akan langsung marah-marah, jadi dia menatap wajahnya yang cantik dengan perasaan tegang.
Detik berikutnya, Naura malah tertawa lepas.
Julian berkata dengan canggung, “Manager Naura, cepat katakan, boleh tidak dicicil?”
“Tidak.” kata Naura dengan ekspresi serius. Tepat di saat Julian panik, Naura kembali berkata sambil tersenyum, “Tuan Julian, Anda berpikir terlalu banyak. Karena kalian adalah tamu VIP, maka semua tagihan kalian di Starry Jade hari ini gratis.”
“Gra… gratis?” Julian tertegun, “Manager, kamu yakin? Beneran gratis?”
Naura mengangguk, “Tentu saja benar. Kalau tidak ada yang lain, saya permisi ke tempat Tuan Alex dulu.”
“Tapi, kenapa bisa gratis?” Julian terus bertanya.
Namun, Naura tidak menjawabnya, dia memandang ke arah Alex sekilas.
Meskipun begitu, Julian tetap saja kebingungan: Kenapa kami-kami jadi tamu VIP?
Selain itu, di saat bisnis Starry Jade sangat bagus, Tuan Paijo langsung mempersilakan mereka masuk ke dalamnya hanya karena panggilan telpon dari Alex, ini bukan hal yang biasa!
Setelah keluar dari Hotel Royal, Julian dan yang lainnya melihat Tuan Paijo yang gendut itu mengantar Alex ke dalam mobil dengan mata kepala mereka sendiri.
Julian menghela nafas: Ngak kusangka Erika rupanya menikahi konglomerat! Kalau Alex bukan anak dari keluarga kaya, mana mungkin Tuan Paijo begitu hormat padanya?
Tuan muda dari keluarga kaya yang dapat membuat Paijo menggratiskan tagihannya seharusnya orang dari keluarga Mahari yang ada di Medan, kan? Atau orang yang punya kedudukan sebanding dengan keluarga Mahari.
“Kamu kenal dengan Paijo?” tanya Erika saat sedang bersandar nyaman di dalam mobil sambil melihat Alex.
Alex menyalakan mesin dan berkata, “Ngak.”
“Hm? Lalu kok dia terus-terusan mendekatimu?” Erika merasa ada banyak hal aneh yang terjadi di sekitar Alex.
Alex berkata sambil tersenyum, “Itu hal bagus bagimu kalau ada yang mau menjalin kedekatan dengan suamimu.”
“Hng?” Erika tidak lagi bertanya karena dia tidak ingin menjawab, dia memejamkan mata dan meneruskan, “Tapi para perusahaan itu masih saja cari masalah dengan PT. Atish, kamu harus menangani masalah ini.”
“Siap, Nyonya.” ucap Alex.
Sore harinya, setelah Erika bertemu sebentar dengan seorang klien, dia tiba-tiba melihat Friska dengan wajah pucat, “Kenapa?”
Friska berusaha bangun dari kursinya, saat menelentangkan kedua lengannya, dia tiba-tiba mengerutkan kening dan berkata, “Kok aku ngerasa lemas ya? Kayak… ngak ada tenaga sama sekali! Jangan-jangan aku sakit?”
Ilmu bela diri Friska sangat bagus, jadi tentu saja fisiknya juga bagus, dia hampir tidak pernah sakit biasanya.
Dia berjalan mendekat dan menyentuh kepala Friska, lalu berkata, “Fris, cepat bilang, mana yang sakit? Apa mungkin kecapekan?”
“Aku ngak ngerasa apa-apa kok, cuman ngak bertenaga saja, pengen tidur gitu.” Friska menggelengkan kepalanya dengan pelan, lalu kembali berkata, ”Jangan panik, pasti ngak kenapa-napa kok, tubuhku sehat.”
Erika menatap raut wajah Friska dengan cermat, lalu menggelengkan kepala dan berkata, “Ngak, ada yang ngak beres sama kondisimu! Aku juga ngak tahu kenapa, tapi rasanya ada yang salah! Ayo, kita ke ruang medis dulu.”
“Ngak usah, aku cuman capek doang, tubuhku sehat gini kok, pilek saja ngak pernah, bisa apa coba?” meskipun Friska berkata begitu, tapi dia bahkan tidak punya tenaga untuk memutar bola matanya.
Tentu saja Erika dan Friska tidak akan pernah berpikir kalau yang dialami oleh Friska secara mendadak, bukanlah semata-mata karena sakit!
Dengan demikian, Erika memapah Friska ke ruang medis di dalam gedung PT. Atish.
Dokter yang berada di ruang medis memeriksa dengan sangat serius untuk waktu yang sangat lama, dia merasa Friska hanya kelelahan, jadi dia memberikan resep obat penambah darah, serta berpesan kepada Friska untuk makan lebih banyak untuk menambah nutrisi, tidak pilih-pilih makanan, dan sebagainya.
Setelah kembali, Friska berkata dengan berat, “Aku ngak pernah tuh pilih-pilih makanan, dasar dokter gadungan.”
Erika yang sedang membawa obat berkata sambil mengeryitkan dahi, “Sudah, sudah. Mau dokter gadungan atau bukan, yang jelas dia bisa mengobati penyakitmu. Cepat minum obat, terus istirahat! Oh iya, mau makan apa nanti malam? Jangan sampai kamu beneran kenapa-napa.
“Tenanglah, aku ngak bakal kenapa-napa kok. Kamu sibuk saja sana, aku mau rebahan bentar.” kata Friska dengan pasti, tapi tampangnya yang tidak bertenaga sama sekali benar-benar membuat orang khawatir.
Namun, setengah jam kemudian, saat Erika meninggalkan pekerjaannya untuk kembali memeriksa keadaannya, Friska sudah pingsan!
Erika memanggilnya dengan panik untuk waktu yang lama, barulah dia sadar, tapi kondisinya semakin memburuk.
Meskipun Erika tidak punya pengalaman, tapi dia juga bisa melihatnya dengan jelas saat ini kalau ada yang tidak beres dengan tubuh Friska!
Alex yang sedang menyelidiki suatu perusahaan di luar, segera bergegas kembali saat mendengar berita mengenai Friska, “Ada apa sebenarnya?”
Alex sangat panik melihat kondisi Friska, dia mencoba menyentuh kening Friska, dan memastikan kalau dia tidak demam, tapi wajahnya sangat pucat, dan terlihat tidak punya sedikitpun tenaga!
“Rumah sakit! Cepat ke rumah sakit!” Alex sangat khawatir, Friska punya perasaan terhadapnya, meskipun dia tidak berani menerimanya, tapi dia tetap saja mengkhawatirkannya!
Selain itu, seperti yang dikatakan Friska, dia sangat sehat, jadi hal ini sungguh aneh!
Kondisi seperti ini juga entah mau berobat ke spesialis apa, jadi mereka langsung ke UGD.
Alhasil, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada Friska, dia masih saja dalam keadaan koma, sedangkan hasil pemeriksaan baru keluar satu per satu pada tengah malam, hasilnya adalah: Tidak ada kejanggalan apapun pada tubuh Friska!
Namun, pihak UGD masih akan tetap memberinya infus cairan glukosa untuk menambah nutrisi dengan harapan dia bisa cepat kembali sadar.
Namun, Friska terkadang sadar, dan terkadang lagi linglung, kondisinya ini membuat Erika, Alex, Hengky serta yang lainnya bertambah khawatir.
“Tuan Alex, aku rasa Nona kami sepertinya kerasukan.” kata Hengky dengan hati-hati.
“Kerasukan?” Alex sulit mempercayainya, “Dia begitu sehat, kok bisa kerasukan? Jangan sembarangan ngomong soal hal yang ngak pasti.”