Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Berikan Penjelasan


Kedua telapak tangannya berubah menjadi sangat kuat, dari lembut menjadi kuat, satu pukulannya pasti akan menerbangkan musuh dan menjatuhkan empat atau lima pemuda di belakang.


Tidak ada yang bisa mendekati Alex untuk sesaat.


Sementara Alex melihat musuh-musuh yang masih berdatangan ini dengan dingin. Dia sedang menunggu, menunggu orang-orang Manado memberikan penjelasan padanya.


Bom!


Saat ini terdengar suara keras, tentara melemparkan gas air mata satu demi satu di belakang musuh-musuh ini dan langsung membuat formasi para preman ini berantakan.


Semua preman berlari ke luar, tapi pemerintah provinsi Sulawesi Utara sudah mengepung, sehingga mereka gagal untuk melarikan diri.


Alex hanya berdiri di tempat dengan ekspresi dingin dan semakin sedikit preman yang bersikeras bertarung, semua preman di luar berbalik dan kabur saat melihat tentara.


Pada akhirnya hanya tersisa tujuh atau delapan preman yang masih memegang senjata, tapi senjata mereka hanyalah lelucon bagi Alex.


Mereka bahkan tidak bisa menyentuh lengan baju Alex, apalagi memukul Alex dengan senjatanya.


Semua mata preman terbelalak dan sudah tidak punya keberanian untuk menyerang.


Ada 30 atau 40 rekan preman tergeletak di bawah dan beberapa dari mereka sudah pingsan, tidak tahu mereka pingsan atau sudah mati.


Para tentara dengan cepat mendekati mereka dan moncong pistol sudah diarahkan ke mereka.


"Turunkan senjata, jongkok dengan kedua tangan memegang kepala, segera menyerah atau akan dibunuh di tempat!" teriak seorang petugas.


Setelah saling melirik, para preman langsung melempar senjata mereka. Mereka tahu walaupun mereka terus menyerang juga hanya ada satu akhir, yaitu dibunuh oleh Alex.


Sementara mereka sama sekali tidak ingin melakukan hal yang tidak berarti seperti ini.


Setelah melihat semua preman sudah ditangkap, Alex baru mengetuk pintu mobil dan meminta sopir membukakan pintu.


Erika langsung memeluknya begitu turun dari mobil dan seluruh tubuhnya gemetar, "Kupikir aku nggak akan pernah melihatmu lagi!"


Alex memeluk Erika, "Istriku berbicara sembarangan, aku nggak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi padamu."


Erika mengangguk dan berkata, "Aku mau pulang, aku nggak mau tinggal di sini."


Alex merasakan ketakutan Erika dan memeluk Erika dengan sedih, "Ya, aku temani kamu pulang."


Dia memerintahkan orang untuk segera membawa Martin ke rumah sakit, kemudian baru memeluk Erika masuk ke dalam mobil anti peluru.


Setelah membawa Erika pulang dan menemaninya sampai keesokan harinya, Alex baru pergi ke rumah sakit. Saat ini masih dini hari, Damian, Marvel dan Markus berdiri di pintu IGD rumah sakit.


Mereka sangat cemas.


Terlebih lagi, mereka sama sekali nggak tahu siapa yang berani menyerang Erika pada saat ini. Sekarang situasi di Manado sudah stabil, walaupun membunuh Erika, juga nggak bisa mencegah PT. Atish masuk.


Namun, dari kejadian kemarin, sudah terlihat bahwa tujuan preman tersebut bukan untuk mencegah PT. Atish tapi memang masih ada pihak yang tidak terima. Kalau Alex benar-benar ingin menyelidiki masalah ini, Manado pasti akan dirombak sepenuhnya.


PT. Atish masuk hanya untuk menjatuhkan Keluarga Japari, tapi nggak merugikan kekuatan lain di Manado, dapat dikatakan lebih banyak keuntungan.


Semua orang bisa terlibat dalam industri-industri yang pernah dimonopoli oleh Richard.


Tapi kalau Alex merombak Manado karena masalah ini, itu akan menjadi kerugian besar bagi mereka semua.


Dia sudah menangkap semua preman yang terlibat dalam masalah ini dan akan menginterogasinya sendiri demi memberikan penjelasan pada Alex.


Meskipun sekarang dia adalah sekretaris PT. Atish dan juga bawahan Alex, bagaimanapun juga Manado adalah daerahnya. Sekarang Richard sudah jatuh, logikanya dia sudah bisa dibilang bos di Manado.


Tapi dia bahkan nggak menerima informasi seperti ini, dia nggak tahu ada orang yang ingin menyerang Erika, bos macam apa dia.


Dia pasti akan ditertawakan orang-orang kalau masalah ini menyebar.


Jadi dia memutuskan untuk menyelidiki masalah ini sampai jelas dan memberikan penjelasan pada Alex.


Alex sampai ke rumah sakit, begitu berbelok ke koridor, Damian menghampirinya, menundukkan kepalanya dan tampak bersalah, "Tuan Alex …"


"Gak perlu mengatakan apa-apa, aku hanya ingin mendengar hasilnya. Siapa yang memulai pertarungan ini dan siapa dalang di belakangnya. Kuharap kamu bisa menyelidiki hal ini sampai jelas." Alex memandang Damian dengan tenang.


Damian mengangguk, "Aku mengerti, beri aku waktu tiga hari. Kalau aku nggak bisa menyelidikinya, aku akan menemuimu sambil membawa kepalaku!"


Walaupun Marvel dan Markus merasa sumpah tugas Damian terlalu kejam, mereka tahu kalau mereka nggak menunjukkan tekad mereka saat ini, nggak ada yang tahu apakah Alex akan melakukan pembersihan di Manado.


Tepat pada saat ini, dokter keluar dan wajahnya sangat kelelahan, dia mengangguk pada Damian, "Pasien sudah melewati masa kritis, tapi lengan kirinya terluka terlalu parah, kelak dia mungkin nggak bisa menggunakan lengan kirinya dengan normal."


Alex hanya melihat dokter dengan santai, sedangkan wajah Damian berubah drastis, "Dokter, apakah nggak ada cara untuk membuat pasien pulih seperti semula?"


Dokter menggelengkan kepala, "Aku sungguh minta maaf, kami sudah melakukan yang terbaik."


"Dokter, tolong pikirkan cara lagi, kami bersedia membayar berapapun harganya!" Damian memegang tangan dokter, sedangkan dokter hanya menghela napas, "Nggak ada cara, cedera tangannya terlalu parah, terutama lengan kirinya tertusuk dan tulangnya sudah hancur. Kalau bukan karena diantar ke rumah sakit tepat waktu, satu tangannya pasti lumpuh."


Dokter sudah berkata seperti ini, Damian tahu sudah tidak ada cara lain lagi, jadi terpaksa melepaskan dokter.


Dia memandang Alex dengan sangat bersalah dan malu, Alex melambaikan tangannya, "Lakukan tugasmu, aku akan berjaga di sini."


Lalu, Damian baru berbalik dan pergi.


Karena perkataan Alex, Damian menggunakan semua kekuatannya di Manado untuk melakukan penyelidikan jangkauan luas.


Martin dibawa ke ICU, hanya saja masih dalam keadaan koma. Erika juga sudah sampai di rumah sakit saat ini.


Alex melihat Marvel dan Markus yang berdiri nggak jauh. Mereka diutus Damian untuk melindungi Erika karena takut hal yang sama terjadi lagi.


Kalau terjadi lagi, dia benar-benar akan berakhir.


"Bagaimana keadaan Martin?" tanya Erika dengan cemas.


"Sudah melewati masa kritis, seharusnya nggak akan ada masalah, tapi tangan kirinya nggak bisa bergerak normal." Alex menggelengkan kepala nggak berdaya.


Alex sangat berterima kasih pada Martin. Jika saat itu bukan Martin yang maju sendiri untuk menahan serangan begitu banyak preman, walaupun ada mobil anti peluru, juga nggak akan aman sepenuhnya, orang-orang itu bisa membakar mobil anti peluru.


Saat itu, Erika yang berada di dalam mobil hanya bisa menunggu ajal menjempunya.


"Kalau begitu, kelak Martin akan menjadi wakil manajer PT. Atish cabang Manado. Kepala satpam biarkan orang lain menggantikannya." Erika dengan cepat memutuskan pekerjaan Martin kedepannya.


Dapat dikatakan Erika sudah memutuskan untuk membiarkan Martin hidup nyaman ke depannya. Wakil manajer PT. Atish cabang Manado benar-benar seperti pengangguran, tapi gaji dan tunjangan sangat tinggi.