
Benar saja, Nelson yang berada dalam keadaan kacau balau, bahkan tidak menyadari masuknya Alex.
Kesempatan bagus! Alex tiba-tiba mempercepat langkah, menyerang langsung, dan menusuk jantung Nelson dengan pisau!
Tentu saja, Alex telah melakukan serangan diam-diam dan pembunuhan semacam ini lebih dari sekali, tapi kali ini benar-benar tidak berdaya. Jika waktunya tepat, dia pasti akan memberi Nelson kesempatan duel yang adil, tapi untuk penjahat yang melakukan kejahatan, Alex juga tidak merasa bersalah karena telah menyerang diam-diam. Sebaliknya, ada semacam kebanggaan dalam membantu orang-orang memberantas kejahatan.
Setelah Nelson tertikam pisau, seluruh tubuhnya menjadi kaku, dan Alex menendangnya sejauh 3 meter tanpa darah menyembur keluar.
Kemudian, terlepas dari kenyataan bahwa Tika tidak mengenakan seutas benang pun, Alex bergegas menghampiri dan menutup mulutnya.
Pikiran Tika seketika kosong, dan dia bahkan tidak menyadari apa yang terjadi di depan matanya. Jika dia tahu bahwa Nelson sudah mati, dia pasti akan berteriak keras.
“Jangan bersuara, nanti kamu menyelinap keluar, lalu bersembunyi di sisi dalam gerbang terlebih dahulu, aku akan membawamu keluar sebentar lagi.” Alex diliputi rasa simpati untuk gadis yang dihancurkan secara tragis ini, hatinya terasa sangat sakit.
“Uhm.” Tika mengangguk penuh semangat, matanya yang bulat besar sangat indah, tidak heran jika Nelson menginginkannya, tapi ini malah menjadi bencana bagi gadis ini.
"Ukh, Ukh ..." Nelson yang terkapar di sebelahnya mengeluarkan suara aneh dari tenggorokan, seluruh tubuhnya terpelintir, hanya dalam waktu setengah menit, seluruh tubuhnya mengendur dan dia telah pergi melapor kepada raja neraka.
Alex khawatir Tika akan ketakutan, jadi dia mengabaikan dirinya yang tak berbalut pakaian dan langsung membawanya keluar, kemudian mengambil pakaiannya, "Cepat pakai."
"Ya." Tika sangat berterima kasih mengetahui bahwa kakak ini menyelamatkan dirinya, tapi dia juga tahu kalau tidak semudah itu untuk melarikan diri dari rumah keluarga Mahari.
Setelah mengenakan pakaian, suasana hati Tika menjadi jauh lebih tenang, "Kak, kamu pergi saja, aku tidak akan isa melarikan diri."
Alex berkata dengan suara rendah, "Kamu juga pasti tidak akan bisa hidup jika tetap di sini kalau Nelson mati."
“Ah? Nelson… mati?” Tika gemetar ketakutan, “Benarkah?”
Alex mengangguk, "Jangan khawatir, aku ngak akan menyakitimu. Namun, masih ada beberapa hal yang harus aku lakukan di sini. Kamu perlu menungguku di sini sebentar, apa kamu takut?"
Meskipun Tika sangat ketakutan, tapi dia tahu bahwa apa yang perlu dilakukan kakak itu pasti sangat penting! Dia tidak berhak meminta kakak itu melakukan apa pun untuknya, apalagi menunda urusan penting kakak ini.
Karena itu, dia mencoba yang terbaik untuk mengendalikan rasa takutnya, dan berkata dengan gemetar, "Tidak."
Alex menyentuh kepalanya dan menghela nafas dalam hatinya, "Tik, jangan bersuara ya. Jangan biarkan siapapun masuk kecuali aku kembali."
“Uhm, aku ingat.” Pada saat ini, Tika mengalami kemajuan pesat setelah kejadian malam ini, dan langsung merasa bahwa dirinya telah dewasa.
Tetapi ketika dia melihat Alex pergi, tubuhnya semakin gemetaran, dan ini tidak bisa dikendalikannya.
Alex, yang memiliki persepsi kuat berjalan beberapa langkah keluar dan menyadari situasi Tika, Alex hanya bisa menghela nafas dalam hatinya: Gadis ini telah mengalami terlalu banyak hal!
Dia dengan cepat menuju ke rumah kecil di bagian utama dan mengintai ke sana.
Setelah menggunakan persepsi, meski rumah utama ini tenang di luar, tapi Alex bisa merasakannya. Ada dua aura kuat di dalam. Salah satunya yang lebih kuat adalah Tambo, dan yang lebih lemah seharusnya Kennedy.
Tambo adalah ahli dengan tingkat yang sama dengan dirinya. Jika Alex menyelinap masuk, dia pasti akan ketahuan langsung oleh Tambo. Begitu pertarungan dimulai, khawatirnya tidak akan ada kesempatan untuk membawa pergi Tika.
Alex menimbangnya berulang kali, dan akhirnya memutuskan menemukan cara untuk melarikan diri dari sini!
Jadi, dia muncul di sebelah Tika seperti hantu lagi, dan segera menutup mulutnya, "Dek, bersiaplah untuk pergi."
Tidak peduli siapa kakak ini, yang penting dia sudah menyelamatkan hidupnya! Dirinya di masa depan juga tidak akan mampu membalas budinya meskipun menghabiskan seluruh hidupnya.
Dia bisa merasakan keengganan Alex saat ikut di sisinya, tapi Alex tidak meninggalkannya!
Di depan ada tim patroli, Alex memeluknya dan berlari lebih dari 10 meter, lalu bersembunyi dalam kegelapan.
Dia tidak berani menghela nafas berat dan menggertakkan giginya kuat-kuat karena takut menimbulkan suara. Sekali ketahuan, mereka mungkin tidak bisa keluar lagi.
Pelukan kakak ini begitu hangat.
Dia ingin tinggal dalam pelukan hangat kakak ini selamanya, tapi dia tidak berani berharap tinggi.
Setelah menghindari tim patroli, Tika merasa dirinya digendong oleh Alex dan melayang ke udara!
Dia terus menggertakkan giginya sekuat tenaga, kengerian di hatinya hampir membuatnya pingsan.
Ketika Alex memeluknya, memanjat dinding dengan kemampuan di luar orang biasa, dan melayang di luar villa, Tika sudah sangat gugup hingga mati lemas, sekujur tubuhnya dibasahi oleh keringat!
Setelah meninggalkan dinding villa sejauh beberapa ratus meter, Alex akhirnya menurunkan Tika.
Tika langsung bersujud ketika dia berbaring di tanah, "Kak, kamu adalah penyelamatku, dan aku akan mengikutimu seumur hidup dan bersedia melakukan apa saja untukmu!"
“Cepat bangun! Bocah bodoh, kamu masih muda, dan kamu harus melanjutkan sekolah.” Alex dengan cepat membantunya berdiri, “Tempat ini masih berbahaya. Ayo jalan lagi. Kamu bisa jalan?”
“Ya.” Meskipun Tika baru saja dilecehkan oleh Nelson, tapi dia benar-benar anak yang kuat. Selain itu, dia telah digendong sejauh ini oleh Alex, dia merasa kakak ini pasti kelelahan.
Keduanya berjalan keluar sekitar 1 kilometer, Alex melihat Tika sudah tidak kuat secara fisik, jadi setelah memastikan keselamatannya, dia menelpon Martin dan menyuruhnya untuk mengendarai mobil untuk menjemputnya tanpa menyalakan lampu.
“Siapa dia?” Martin datang tanpa cahaya lampu mobil, dan ketika dia melihat gadis kecil itu, dia tiba-tiba terkejut.
“Kita bicarakan nanti.” Alex menyeret Tika ke dalam mobil, dan Martin segera menyalakan mobil dan pergi.
Alex diam-diam mengedit pesan teks di dalam mobil, secara singkat menceritakan hal yang dialami Tika kepada Erika, dan memintanya untuk merawat gadis kecil yang malang ini.
Erika segera menjawab: Jangan khawatir! Aku akan merawatnya.
Ketika Tika bertemu dengan Erika, Jasmin dan Friska, dia sangat ketakutan sehingga tidak berani berbicara.
Bagaimanapun, Jasmin pernah menjalani kehidupan orang tingkat rendah. Segera penghalang psikologis Tika ditangani dengan cara yang lembut. Baru saat itulah dia tahu bahwa orang tua Tika diancam oleh anak buah Nelson, jadi dia mengirim Martin untuk menjemput orang tua Tika kemari.
Setelah sekeluarga itu bersatu kembali, mereka menangis.
Alex berkata, "Keluarga Tika ngak bisa muncul begitu saja sekarang, jika tidak mereka mungkin akan menderita balas dendam dari keluarga Mahari. Ka, tolong bantu urus mereka ya! Setelah masalah ini berlalu, baru kita pikirkan cara untuk carikan Tika sekolah."
"Oke." Erika mengangguk dan mengajak Tika untuk mandi dan berganti pakaian.
Jasmin datang ke kamar Alex, "Tuan Alex, apa yang kamu lakukan di villa keluarga Mahari?"