
Saat semua orang tidak berpendapat, James adalah orang pertama yang bersuara, “Aku nggak memiliki kemampuan apa-apa, tapi aku sangat pintar menilai orang. Lagi pula, aku sangat menyukai sifat Pak Alex. Kalau memang sudah waktunya, seorang pria sejati sudah seharusnya langsung bertindak tanpa menunda-nunda.”
James adalah orang pertama yang menyetujui proposal aliansi itu. Setelah ada orang yang bersuara, kewaspadaan pengusaha lain juga pelan-pelan roboh. Terutama karena Aston juga berada di sisi Alex dan ini adalah rapat yang diadakan oleh Aston. Mereka sangat memercayai karakter Aston.
Dari awal Aston membangun usahanya sampai sekarang, dia selalu bersikap jujur dan memiliki prinsip moral yang kuat. Jadi, mereka juga sangat mengagumi Aston. Bagaimanapun juga, mereka tahu bahwa tidak ada pengusaha yang benar-benar jujur. Akan tetapi, Aston sudah berhasil melakukannya.
Aliansi ini sudah berdiri, maka selanjutnya, sudah waktunya Alex menyerang PT. Zrank.
Keesokan harinya, Alex langsung meregistrasikan Perusahaan Jaya Shield di Provinsi Sulawesi Tenggara. Lokasi perusahaan ini berada tepat di gedung yang ada di seberang PT. Zrank. Meskipun mereka hanya menyewa dua lantai gedung itu, itu juga sudah cukup.
Saat Perusahaan Jaya Shield mengadakan upacara pembukaan, Morgan dan Trevor hanya memandang dari kantor mereka sambil tersenyum dingin.
“Memangnya mereka perlu mengadakan upacara pembukaan? Aku benar-benar nggak mengerti, memangnya siapa yang bisa mereka undang di Provinsi Sulawesi Tenggara ini?” kata Morgan sambil tersenyum mengejek.
“Siapa tahu? Mungkin Alex sendiri yang akan memotong pita peresmian bersama eksekutif perusahaannya.” Trevor mengangkat bahunya.
Namun, Trevor mengakui bahwa Alex benar-benar sangat hebat. Alex berani membuka perusahaannya di seberang perusahaan mereka, seolah-olah mengumumkan bahwa dia ingin melawan mereka secara langsung.
Akan tetapi, PT. Zrank sudah beroperasi bertahun-tahun di Provinsi Sulawesi Tenggara dan merupakan perusahaan keamanan yang terkenal. Reputasi mereka juga sudah tersebar ke luar, sehingga semua orang sudah mengetahui PT. Zrank tanpa mereka perlu melakukan banyak publisitas.
Berbeda dengan PT. Zrank, Perusahaan Jaya Shield memang sangat terkenal di Kota Manado, tetapi tidak ada yang mengetahui tentang mereka di Provinsi Sulawesi Tenggara. Hambatan dalam aspek wilayah sangatlah serius.
“Aku malah ingin melihat betapa memalukannya mereka kalau orang yang menggunting pita peresmian adalah bos perusahaan mereka sendiri,” ejek Morgan.
Namun, tepat di saat itu, ada sebuah mobil yang berhenti di depan Perusahaan Jaya Shield. Orang yang turun dari mobil adalah Aston. Saat ini, meskipun Aston sudah menjual semua sahamnya, perusahaan tersebut masih berada di bawah nama Aston.
“Huh! Sepertinya Aston sudah menentang Keluarga Bazel secara terang-terangan dan malah menyokong Alex. Aku ingin melihat apa yang akan dilakukannya nanti setelah Keluarga Bazel menghabisi Alex!” kata Morgan dengan meremehkan.
Tepat di saat itu, para pengusaha yang sudah beraliansi dengan Alex juga satu per satu tiba di depan Perusahaan Jaya Shield.
“Mereka semua hanyalah pengusaha-pengusaha kecil yang sudah diawasi Keluarga Bazel, tentu saja mereka memilih untuk mati bersama. Kita nggak perlu memedulikan mereka.” Trevor hanya berkata dengan acuh tak acuh.
Morgan mencibir, “Mereka sudah nggak punya bantuan bantuan apa-apa. Pada dasarnya, Keluarga Bazel memang juga sudah nggak menyukai mereka dan sedang mencari alasan untuk menghabisi mereka. Sekarang, Keluarga Bazel akhirnya mendapatkan alasannya. Siapa suruh mereka cari mati!”
Tiba-tiba, ada seseorang yang keluar dari sebuah Volkswagen hitam yang berhenti di depan Perusahaan Jaya Shield. Kemunculan orang itu langsung membuat Morgan dan Trevor membelalakkan mata mereka.
Ada apa ini? Kenapa kepala kantor polisi bisa menghadiri acara seperti ini?
Orang itu adalah Max yang berpakaian kasual. Hari ini kebetulan adalah hari liburnya, jadi saat mendengar bahwa Alex membuka sebuah perusahaan di Provinsi Sulawesi Tenggara, dia buru-buru datang untuk meramaikan acara.
Lagi pula, dia menebak bahwa perusahaan ini adalah perusahaan yang dibuka atas perintah Biro Red Shield untuk melawan Keluarga Bazel. Saat ini, Max sudah sepenuhnya memihak Alex. Lebih tepatnya, memihak presiden karena dia tahu bahwa Biro Red Shield hanya menerima perintah dari pemimpin tertinggi.
“Pak Max, aku nggak menyangka kamu punya waktu untuk hadir hari ini,” kata Alex sambil tersenyum.
Max sudah datang untuk memberinya muka, jadi Alex tentu saja harus bersikap sopan meskipun dia tahu kedatangan Max adalah karena Biro Red Shield dan bukan PT. Atish. Namun, itu juga sudah cukup karena orang luar tidak mengetahuinya!
Setelah kehadiran Max, ada beberapa mobil pemerintah yang juga tiba di depan Perusahaan Jaya Shield. Dalam sekejap, gerbang perusahaan dipenuhi oleh suara tawa dan obrolan orang-orang.
Aston yang berdiri di samping mengira bahwa kedatangan para pengusaha yang sudah beraliansi dengan Alex sudah cukup meramaikan acara. Dia tidak menyangka bahwa ternyata mereka hanyalah tokoh kecil. Saat berada di hadapan tokoh-tokoh besar ini, mereka bahkan tidak berani berbuat apa-apa.
Orang-orang ini mewakili seluruh pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan bisa mengubah situasi di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan hanya beberapa kata. Jika semua orang ini berkumpul, mereka juga bisa membuat Keluarga Bazel kewalahan.
Saat melihat bahwa ada begitu banyak orang pemerintah datang ke tempat ini, Aston dan yang lainnya sudah mulai percaya pada aliansi ini. Sepertinya, mereka sudah terlalu meremehkan Alex!
Perusahaan Jaya Shield sudah resmi dibuka. Hal ini langsung menarik perhatian orang-orang di sekitar. Hanya saja, perusahaan keamanan Alex relatif asing bagi mereka.
Tepat di saat itu, ada beberapa bos besar yang datang ke PT. Zrank. Saat melihat Morgan dan Trevor sedang berdiri di depan pintu, mereka langsung tersenyum. Hasan Vixon, salah satu orang yang berada di antara orang-orang itu bertanya dengan penasaran, “Pak Morgan, Pak Trevor, ada apa ini?”
Morgan tersenyum karena tahu bahwa bisnis mereka masuk lagi. Orang-orang ini datang untuk memperbarui kontrak mereka.
“Kami hanya sedang menonton pertunjukkan lawak,” kata Morgan sambil tertawa mengejek.
Beberapa orang itu menoleh dan melihat ke arah Alex. Saat membaca nama perusahaan itu, mereka langsung tertawa.
“Kelihatannya ada orang yang ingin bersaing dengan kalian, ya!” Hasan tersenyum.
Morgan berkata dengan meremehkan, “Bersaing dengan PT. Zrank? Memangnya mereka sanggup?”
Sementara Trevor hanya tersenyum pada Hasan dan yang lainnya, “Ayo, kita bicarakan di dalam. Tuan-tuan sekalian datang untuk memperpanjang kontrak keamanan, ‘kan?”
Beberapa orang itu mengangguk. Mereka cukup puas dengan fasilitas keamanan dan personel yang ditawarkan PT. Zrank.
Namun, tepat di saat itu, ada beberapa mobil yang berhenti di depan PT. Zrank lagi. Alhasil, senyum di wajah Morgan bertambah cerah. Dia berpikir dalam hati, ‘Hari ini benar-benar adalah hari bagus! Begitu banyak orang yang sekaligus membutuhkan pengawal! Kita bisa untung besar, nih!’
Akan tetapi, orang-orang yang baru tiba itu langsung berjalan ke hadapan Morgan dan Trevor, lalu mengeluarkan secarik kertas.
“Morgan, Trevor, kami menemukan bahwa PT. Zrank sudah melakukan penggelapan pajak. Silakan ikut kami!” kata orang itu dengan acuh tak acuh.
Morgan dan semua orang yang berada di sana langsung tercengang. Mereka tahu bahwa orang yang baru datang ini berasal dari Biro Pajak.