
Akhirnya, pak Danur nggak bisa menunggu lagi, dia tiba-tiba berdiri, “Aku ke kamar mandi dulu!”
“Ah! Pak Danur, kamu nggak usah keluar karena di dalam ruangan ada kamar mandi.” Aldi menghadang di pintu dan tidak menggeser ke samping.
Aldi menyadari bahwa Danur sama sekali nggak ke kamar mandi setelah menunggunya dua jam!
Aldi menguap, “Um… pak Danur, kami akan pulang kerja. Apa kamu mau tetap tunggu di sini atau keluar untuk rileks dulu baru balik?”
Danur memarahinya, “Waktuku sangat berharga! Kalian ini sengaja membuang waktuku!”
Aldi menggelengkan kepala dengan senyum, “Pak Danur, sebenarnya waktuku juga sangat berharga, jadi kita sama saja. Gimana kalau kamu tinggalkan nomor teleponmu saja? Aku akan menghubungimu ketika sudah diperbolehkan bertemu Gala”
Aldi hanya bisa menghela nafas ketika melihat Danur menggeleng dengan marah, “Baiklah. Kalau begitu, nanti sore kamu datang lagi untuk menunggunya saja, gimana? Aku ini dipanggil secara khusus dari pekerjaanku yang sibuk untuk menemanimu.”
“Kalian… benar-benar brengsek!” Danur segera berjalan masuk dengan marah.
Aldi tertawa, “Bukan brengsek, melainkan nggak berdaya.”
Kata Aldi memang benar karena Gala dipukul oleh Alex sampai wajahnya bengkak dan kakinya juga patah ketika interogasi tadi malam, sehingga ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu pengacara.
Nova sudah sibuk selama setengah hari, tapi nggak mendapat informasi apa pun dari Gala ketika menginterogasinya. Hanya saja, Nova mendapatkan bukti kejahatan Gala karena Joko dan Gaston si penjaga penjara itu telah menyerahkan diri ke penjara.
Kesaksian mereka bisa membuktikan Gala pernah masuk ke ruang tahanan ketika Rusell dan Rico meninggal.
Setelah memejamkan mata sejenak, Nova pun berangkat ke rumah sakit kota untuk menjenguk Oktavia serta ibunya.
Ibu Oktavia telah menerima perawatan baik sehingga kondisinya semakin membaik, wajah tidak lagi pucat. Dia terus-menerus memuji Nova ketika melihatnya, “Sungguh polisi wanita yang cantik!”
Oktavia diam-diam menarik Nova ke samping sambil bertanya, “Nova, siapa Tuan Alex itu? Dia membayar uang berobat ibuku sebesar satu milyar dan aku nggak mampu melunasinya. Gimana nih?”
Nova tidak membicarakan hubungannya dengan Alex, “Bibi, bibi nggak usah khawatir, Bos Alex itu orang baik. Tentu saja, jika bibi merasa bisa tenang kalau nenek tetap tinggal di rumah sakit dan ada perawatan suster, maka bibi bisa pergi ke perusahaannya untuk melamar menjadi petugas pembersih dan pelan-pelan membayarnya dengan gajimu.”
“Ah? Harus bayar sampai kapan kalau begitu?!” Oktavia menghela nafas, “Aku nggak bisa membalas kebaikanmu dan Tuan Alex. Tapi, aku bisa saja melakukan apapun asal kamu dan Tuan Alex membutuhkanku!”
Nova berkata, “Bibi bisa apa saja?”
Oktavia menggeleng, “Suaraku sudah hancur, mana mungkin ada kemampuan lain lagi? Aku hanya bisa melakukan pekerjaan tingkat rendah.”
“Baiklah. Kalau gitu bibi ikut aku ke PT. Atish untuk mengurus prosedur kerja saja.” Nova mengantar Oktavia ke PT. Atish.
Dia nggak berani memberitahu Oktavia kalau Alex telah membunuh Yudo deminya. Atau, dia pasti akan membuat Oktavia ketakutan.
“Bu Friska, ini adalah Bibi Oktavia, tolong aturkan pekerjaan untuknya ya, terima kasih.” Nova mencari Friska.
Friska melihat Oktavia, lalu mengangguk, “Iya. Pak Alex telah memberitahuku tentang hal ini. Oktavia, kamu bekerja di departemen kebersihan ya. Gaji bulananmu adalah 12 juta, ini hanya gaji pokok, kalau pekerjaanmu bagus, maka ada bonus lagi.”
“Apa? 12 juta?” Oktavia terkejut.
Friska mengangguk sambil tersenyum, “Jika kamu merasa 12 juta terlalu sedikit, maka kita masih bisa membicarakannya lagi.”
Oktavia menjelaskan dengan tergesa-gesa, “Bukan begitu. Bu Friska, maksudku 12 juta terlalu banyak!”
“Iya! Aku pasti akan bekerja dengan tekun, nggak akan malas-malasan,” sumpah Oktavia.
Nova berkata, “Bibi, aku percaya padamu.”
Friska berkata, “Ya, aku tentu saja percaya pada orang yang direkomendasi pak Alex. Oktavia, jika kamu melakukan pekerjaanmu dengan baik, maka kamu bisa naik jabatan.”
“Baguslah! Aku akan berusaha!” Oktavia sangat senang, “Hal-hal apa saja yang perlu kulakukan? Apakah aku harus melakukan kebersihan seluruh bangunan?” Dia sangat semangat, seolah-olah memiliki energi yang tak ada habisnya.
Friska mengerutkan kening sambil berkata, “Oktavia, kamu kira kamu itu robot? Ada ratusan ruangan di seluruh gedung ini, belum lagi koridor. Jalan sekali dalam sehari saja sangat sulit. Kamu hanya perlu bertanggung jawab atas kebersihan satu tingkat saja.”
“Hanya membersihkan satu tingkat? Aku bisa membersihkan empat tingkat!” Oktavia masih bersikeras berkata, “Bu Friska, aku sungguh bisa melakukannya.”
Friska segera menggelengkan kepala, “Oktavia, jika aku membiarkanmu membersihkan empat tingkat, maka aku akan dicurigai menyiksa karyawan. Makanya, aku nggak boleh berbuat begitu.”
Oktavia berkata, “Bu Friska, kamu nggak mengerti maksudku. Maksudku, aku bisa membersihkan empat tingkat! Selain itu, kamu nggak usah menaikkan gajiku, cukup bayar aku 12 juta saja! Sungguh!”
Friska berkata, “Meskipun kamu begitu bersemangat sekali pun, kamu juga hanya boleh membersihkan satu tingkat.”
Oktavia berkata dengan gelisah, “Aku tahu bu Friska sedang menjagaku, maka dari itu aku nggak boleh bekerja sedikit, aku harus bekerja lebih banyak!”
Friska melambaikan tangan, lalu Martin pun berlari kemari, “Bu Friska, ada perintah apa?”
Friska berkata, “Ini adalah pembersih yang direkrut oleh pak Alex, namanya Oktavia. Kamu bawa dia keliling kantor dulu. Ingat, hanya boleh membiarkan dia membersihkan satu tingkat.”
“Oke! Oktavia, ayo ikut aku!” Martin membawa Oktavia pergi.
Nova berkata, “Bibi Oktavia merasa berhutang budi pada Alex, jadi dia bersedia melakukan banyak pekerjaan.”
“Aku tahu, tapi dia akan kelelahan jika mengerjakan banyak pekerjaan. Sedangkan aku nggak memperbolehkan hal ini terjadi.” Friska tersenyum.
Nova menghela nafas, “Mungkin kamu nggak bisa mengendalikannya.”
Friska berkata, “Jangan khawatir, aku akan memperhatikannya.”
Nova kembali ke kantor polisi untuk melanjutkan interogasi terhadap Gala. Tapi, dia menyadari bahwa sama sekali tidak berguna karena bocah ini nggak mau mengakui kesalahannya meskipun sudah ada bukti kuat!
Selain itu, meskipun Nova menyuruh orang mengobati lukanya, tapi dia terus menolak pengobatan itu.
Nova benar-benar tidak punya cara lain untuk menghadapi orang yang begitu keras kepala. Tapi, jika kaki Gala yang patah tidak diobati, maka kakinya tidak akan bisa sembuh lagi.
“Tuan Besar, Gala telah ditangkap oleh polisi. Jika tidak bisa menyelamatkannya, maka dia hanya akan menghabiskan waktunya di penjara.” Ada seorang pria tua berambut putih yang duduk di hadapan Richard. Pria tua ini adalah Dodo Tamiang, si Raja Kaki Utara!
Meskipun dia sudah tua, tapi dia memiliki wajah yang awet muda dan penuh energi. Sepasang matanya memiliki pancaran cahaya yang bersemangat, selain itu dia memutar seutas manik-manik besi di tangannya. Tampaknya seutas manik-manik besi itu memiliki berat sekitar 50 kg!
Tetapi itu terlihat seperti manik-manik yang terbuat dari plastik sehingga sangat ringan ketika dipegangnya.
Terbukti bahwa tingkat bela dirinya sudah sangat tinggi karena dia bisa memegang barang berat dengan santai.