Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Pertarungan Antara Ratusan Orang


“Apa? Mungkinkah orang yang mengalahkan Tuan Finn tadi malam adalah pemuda ini?”


“Tapi nyalinya sungguh besar! Sudah tahu dirinya menyinggung PT. Mega, namun masih tetap berada di Kota Kendari. Di sini nggak ada orang yang berani menentang PT. Mega.”


“Siapa yang tahu? Kamu juga tahu sikapnya Tuan Muda Finn. Mungkin ada orang hebat dari luar kota yang kemari, alhasil dilihat oleh Tuan Finn, jadi berencana memberinya pelajaran. Nggak disangka, pria muda itu memiliki kemampuan seni bela diri.”


“Sudahlah, nggak usah terlalu banyak gosip. Kita hanya perlu melihat perkelahian mereka, sayangnya pria muda ini pasti akan dipukul mati oleh orang-orang ini.”


“Nggak ada lagi yang bisa dilakukan. Sekarang PT. Mega berkembang pesat di kota Kendari, kudengar karena dia bekerja sama dengan Keluarga Bazel. Mungkin mereka berencana bekerja sama untuk menelan semua perusahaan di kota Kendari.”


Alex berdiri di jalan, sedangkan Owen melambaikan tangannya pada preman lain dan menunjuk ke arah Alex, “Orang inilah yang memukul Tuan Finn hingga masuk rumah sakit, menurut kalian harus bagaimana menghukumnya?”


“Bunuh! Bunuh!”


Kata-kata seperti itu bergema di jalanan. Saat ini, ada beberapa orang di jalan mengeluarkan ponsel mereka dan berencana melapor polisi


Tapi, pada saat yang sama, senjata para preman itu mengarah ke orang-orang itu begitu melihat mereka berniat melapor polisi.


Salah satu preman berteriak, “Kalau nggak ingin mati, pergilah dari sini. Kalau aku tahu ada orang yang melapor polisi, aku akan membunuh kalian!”


Seketika pejalan kaki di sekitar buru-buru meninggalkan tempat itu. Meskipun mereka berniat membantu Alex, tapi reputasi PT. Mega di kota Kendari sangat besar.


Semua orang tahu kalau mereka menyinggung PT. Mega, mereka pasti akan berakhir sengsara.


Sikap pejalan kaki membuat para preman itu merasa puas.


Sedangkan Owen tersenyum sambil melihat Alex. “Sekarang giliranmu!”


“Iya, sudah waktunya aku turun tangan!” Alex mengangguk dan menatap Owen dengan dingin.


Saat ini, Bos Farhan yang meninggalkan hotel, mencari tempat untuk duduk sambil tertawa sinis dengan tatapan yang mengerikan.


“Karena kamu nggak mau mendengar perintahku, maka tunggu mati saja. Siapa yang nggak tahu kalau kamu sudah lama menginginkan jabatanku. Kalau kamu mau, sekarang aku akan berikan padamu.”


Owen mengangkat senjatanya. “Semuanya, bunuh dia!”


Selesai berbicara, Alex berjalan ke depan Owen. Pada saat ini, Owen belum merespon, senjata di tangan juga belum diturunkan.


Tapi tinju Alex sudah mendarat di dada Owen.


Krak!!!


Suara patah tulang yang renyah terdengar, tubuh Owen pun terbang keluar sampai menjatuhkan beberapa preman, lalu terkapar di tanah, saat ini semua orang pun terkejut.


Para preman tidak menyangka Owen yang memimpin mereka sudah terkalahkan, tapi dengan cepat semua preman menyerang ke arah Alex sambil berteriak keras. Karena Alex hanya satu orang, mereka yang banyak pun bisa mengalahkan Alex jika menyerang bersama-sama,


Tadi kekalahan Owen pasti hanya sebuah kecelakaan!


Saat ini, Owen menunjukkan ekspresi sakit, tapi tidak mati. Kenyataannya, dia tidak bisa berdiri dari lantai, karena dia menyadari jantungnya sangat sakit begitu dia bergerak.


Alex melihat preman di sekitar yang lekas menyerang ke arahnya, lalu Alex menendang parang Owen yang jatuh di lantai ke atas dengan kaki.


Kemudian terdengar jeritan sakit.


Hanya saja, Alex bertindak seolah-olah dia tidak mendengarnya, lalu menendang terbang preman itu.


Pada saat ini, dia memungut tongkat preman itu, lalu menggenggam dengan dua tangan seperti dewa perang yang sedang bertarung.


Parang dan tongkatnya memukul tepat ke tubuh preman, setiap kali turun tangan pasti akan membuat satu preman jatuh.


Serangan Alex sangat cepat, bisa dikatakan dia sudah mengalahkan para preman sebelum preman itu sempat bergerak.


Selain itu langkah kakinya tidak bisa ditebak orang. Hal ini membuat para preman tercengang, entah kenapa setiap kali Alex bisa menghindari serangan mereka.


Tapi, mereka tidak ada acara untuk menghindari Alex.


Namun, beberapa menit kemudian, dua hingga tiga puluh preman sudah tergeletak di lantai. Pada saat ini, masih ada tujuh hingga delapan puluh preman mengepung Alex.


Tentu saja Alex tidak merasakan ada bahaya, serangan para preman ini tidak beraturan, selain itu tidak mengerikan.


Kecepatannya juga biasa saja. Meskipun ada begitu banyak preman, tidak ada cara untuk menyerangnya.


Menurut Alex, keunggulan dalam jumlah orang hanyalah lelucon.


Beberapa menit kemudian, sudah ada hampir lima puluh preman terbaring di lantai. Pada saat ini, para preman melihat Alex masih bersih tanpa luka, sedangkan jumlah mereka telah berkurang setengah.


Meskipun masih bisa mengepung Alex, jurus laut ini seolah-olah tidak memberi dampak apa-apa. Hal ini membuat mereka sangat kaget.


Selain itu, mereka sudah berencana untuk mengalah.


Sekarang satu jalan ini sudah dipenuhi dengan darah, juga terdengar jeritan sakit. Benar-benar sebuah adegan yang mengerikan.


Parang di tangan Alex sudah banyak lubang, sedangkan tongkatnya juga sudah bengkok dan berlubang.


Tapi, tampang seperti inilah yang membuat para preman itu takut. Apa lagi tubuh Alex saat ini penuh dengan darah, wajah juga ada darah.


Semua preman mengepung Alex, tapi tidak ada yang berani maju. Tangan Alex memegang senjata sambil menatap preman-preman itu dengan dingin. “Jadi, apa kalian masih berencana bertarung? Kalau nggak, pergilah dari sini!”


Semua preman saling menatap, mereka tidak ingin lagi melanjutkan pertarungan ini. Setelah melihat teman mereka di tanah, mereka semakin takut.


Selain itu, Owen yang memimpin mereka juga sudah duluan dikalahkan, jadi mereka tidak ada pemimpin lagi.


Juga tidak ada lagi yang memberi mereka semangat, jadi seketika mereka pun ragu.


Ketika Alex berjalan selangkah, preman paling depan langsung melempar senjata ke tanah dan berlari keluar.


Situasi ini menyebabkan para preman itu pergi bersama dengan preman yang melarikan diri.


Yang tersisa di jalan hanyalah beberapa preman yang tidak bisa lari karena terluka.


Alex hanya melemparkan dua senjata ke tanah dengan acuh tak acuh, kemudian berjalan ke Hotel Snow. Dikarenakan tubuhnya penuh dengan noda darah, jadi dia perlu mandi dulu.