Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 542 Masih Ada Musuh Lain


Zaen mengangguk dan menyetujui perkataannya. “Masuk akal. Kalau aku memang ingin tahu kemampuanmu, aku hanya perlu mencoba menerima seranganmu!”


Mereka berdua saling menatap, kemudian melakukan serangan di waktu yang sama.


Zaen membuka kipasnya, di dalam kipas itu terdapat banyak pedang tipis. Kemudian, Zaen melemparkan pedang tipis itu ke arah Alex. Tindakan itu sangat cepat, sehingga hanya meninggalkan bayangan di mata pengawal!


Semua orang segera mundur demi meluangkan tempat yang besar untuk Zaen dan Alex.


Alex mengeluarkan pisaunya untuk menghadang kipas lawan. Pada saat yang sama, mereka juga mengeluarkan serangan mereka. Setelah saling menyerang, ada kekuatan besar yang membuat mereka berdua mundur.


Mereka berdua mundur secara bersamaan. Ketika sudah berdiri stabil, batu di lantai pun retak, mengeluarkan suara yang keras.


Alex masih dengan tenang melihat Zaen, tapi Zaen malah tidak bisa tenang. Dia menyadari kalau kemampuan Alex ternyata lebih kuat darinya.


Energi internal yang aneh bergejolak di dalam tubuhnya, bahkan memaksanya menggunakan kekuatan yang banyak untuk menghilangkan energi internal yang aneh ini.


Seketika dia menjadi bingung, jurus apa sih yang digunakan Alex?


Dia pertama kali bertemu dengan energi internal seperti ini, sehingga dirinya kewalahan dalam mengatasinya.


Alex mengangguk dengan puas. “Tidak banyak orang yang bisa melawanku di Indonesia. Kamu salah satu orang yang bisa melawanku. Tampaknya keluarga Bazel memiliki dua seniman Alam Grandmaster yang hebat.”


Zaen tersenyum. “Bocah, kamu juga membuatku kaget, nggak disangka kemampuanmu lebih hebat dari yang aku bayangkan.”


Alex mengangkat bahu, “Jadi, pertarungan ini masih mau dilanjutkan atau gak? Kalau kamu mau melanjutkan, aku akan menemanimu terus bertarung. Tapi, aku akan bermain serius di pertarungan selanjutnya. Jadi, jangan salahkan aku, kalau aku bertindak kejam.”


Zaen hanya menatap Alex dengan tenang, tapi tak lama kemudian ekspresinya langsung berubah.


Ekspresi Alex pelan-pelan menjadi serius, bahkan Zaen juga dapat merasakan kekejaman di mata Alex. Kekejaman ini, seperti telah melewati banyak pengalaman mengerikan dan tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat.


Zaen sudah tahu kalau Alex benar-benar berencana melakukan pertarungan sengit, selain itu dia merasakan rasa bahaya dari tempat lain.


Lawan masih ada bala bantuan, selain itu bala bantuan itu memiliki kemampuan yang hebat.


Dia tidak menyangka malam ini akan bertemu begitu banyak anak muda yang berpotensi, akhirnya dia memutuskan untuk mengalah. Selain itu, Dondon ada di sini. Kalau mereka benar-benar bertarung dan Dondon terkena masalah, mereka tidak bisa menanggung konsekuensi itu.


Dondon adalah keturunan langsung, juga memiliki posisi yang penting di keluarga, bahkan salah satu calon dari pemilihan kepala keluarga.


Jadi, akhirnya Zaen hanya bisa tertawa, lalu menyimpan kipasnya. “Kali ini, anggap saja aku kalah, bagaimanapun juga kami nggak berharap terjadi sesuatu terhadap keluarga Bazel dan kamu juga nggak berharap orang di luar serta wanita di belakangmu terjadi masalah, ‘kan?”


Alex mengangguk dengan setuju. “Kalau begitu, aku pamit dulu. Sudah malam, aku juga mau pulang dan tidur.”


Selesai bicara, dia melihat Leo. Leo yang penuh luka berjalan ke arah Alex dengan terhuyung-huyung. Roselline pun memapahnya keluar.


Sedangkan Alex hanya tersenyum sambil berjalan keluar. Semua pengawal pun membuka jalan dan menatap Alex serta temannya dengan kaget.


Bisa-bisanya ketiga orang ini keluar dengan selamat setelah menerobos ke kediaman Bazel?


Ketika Dondon ingin menghalangi Alex dan temannya, Zaen malah menghentikan gerakan Dondon dan berkata, “Sudahlah, kali ini biarkan mereka pergi.”


Ekspresi Dondon menjadi masam. “Mau ditaruh mana muka kita? Bisa-bisanya mereka datang dengan lancar dan pergi dengan selamat!”


Sedangkan Zaen hanya menghela napas. “Aku melakukan ini demi keselamatanmu, selain itu kita hanya melepaskan dia pergi, bukan mengampuni mereka. Asal mereka ada di kota ini, maka kesempatan kita untuk membunuh mereka masih banyak!”


Dondon sangat marah. “Bukan itu masalahnya! Ingat, mereka itu orang pemerintah dan sudah sangat jelas kalau bagian pemerintah memang ingin memusnahkan keluarga Bazel sekarang. Kalau begitu, sebaiknya kita duluan yang beraksi. Kita harus membunuh semua orang yang mereka utus. Dengan begitu, mereka akan takut pada kita!”


Zaen tahu apa yang dikatakan Dondon benar, tapi dia tetap menjelaskan, “Sebenarnya tadi masih ada master di sekitar sini yang juga bekerja sama dengan mereka. Kalau aku terus turun tangan, bala bantuan yang di luar pasti akan turun tangan. Kemampuan mereka lumayan hebat!”


Dondon tercengang. “Masih ada musuh?”


Zaen mengangguk. “Iya, ketika aku bertarung tadi, aku sudah merasakan keberadaan musuh itu. Mereka membuatku merasakan bahaya, jadi kalau aku turun tangan, mereka mungkin akan turun tangan juga. Mereka seharusnya sudah siap untuk membunuh kita semua!”


Dondon sangat kaget. “Bagaimana mungkin? Ini adalah kediaman Bazel, bagaimana mereka bisa melakukan hal itu?”


Zaen meggeleng. “Aku nggak tahu, tapi firasat ini telah menolongku beberapa kali, jadi aku selalu percaya dengan firasat bahaya itu.”


Akhirnya Dondon hanya bisa menyuruh orang untuk membereskan sisa masalah yang tertinggal, sedangkan dirinya kembali ke kediaman.


Dia tahu kali ini mereka gagal dalam melakukan pertahanan, karena mereka tidak berhasil menangkap satu musuh pun. Selain itu, mereka masih melepaskan musuh mereka dari kediaman Bazel.


Ini benar-benar hal memalukan bagi keluarga Bazel.


Kalau hal ini diketahui orang, pasti akan ditertawai!


Saat ini, Alex membawa Roselline dan Leo keluar, lalu melihat pengawal yang memeriksa di luar kembali. Ketika para pengawal itu melihat mereka bertiga, para pengawal pun tercengang.


Tak lama, mereka menunduk sambil berjalan ke depan, akhirnya masuk ke kediaman Bazel.


Lalu, Angel dan lainnya datang ke sisi Roselline dengan ekspresi waspada. Ketika melihat Leo yang terluka, mereka segera mengobati luka Leo.


Sedangkan Roselline hanya melihat orang-orang ini. Ketika memastikan semua orang baik-baik saja, dia baru menghela napas, lalu memuntahkan seteguk darah.


Saat pertarungan tadi, dia terus menahan untuk tidak muntah darah. Sekarang sudah meninggalkan kediaman Bazel, jadi dia memuntahkan darah di dalam mulutnya.


Alex menarik Roselline dan berkata dengan tak berdaya, “Aku sudah bilang padamu, pertahanan kediaman Bazel nggak sesederhana itu. Apa sekarang kamu sudah tahu?”


Dia segera mengobati Roselline.


Roselline hanya berkata dengan tenang, “Tapi kali ini, kita mendapat hasil yang banyak. Aku juga sudah memastikan letak ruangan itu dan tngkat kepentingannya. Ruangan itu dilengkapi dengan pintu pengaman tingkat tinggi yang membutuhkan kata sandi serta scan mata, baru bisa terbuka.”


Setelah mendengar ini, Alex mengerutkan dahi. “Jadi, maksudmu kamu nggak berhasil masuk ke ruang itu?”