
Meskipun Alex tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, dan bahkan terlihat santai, tapi sebenarnya dia sudah mulai waspada. Jika Damian si kaki besi sungguh berniat jahat padanya, maka dia pasti akan melawannya di waktu pertama.
Damian si kaki besi adalah seorang master, oleh karena itu dia bisa merasakan kewaspadaan Alex. Namun, dia tidak menunjukkannya dari luar, lalu melanjutkan perkataannya. “Sekarang hanya Tuan Alex yang mengetahui nama asli Damian si kaki besi di seluruh Sulawesi Utara. Lalu, aku juga punya nama samaran bernama Damir Rinal terhadap orang luar.”
“Oh,” jawab Alex dengan tenang. Saat ini, pelayan mulai menyajikan hidangan sehingga percakapan antara mereka berdua pun terhenti untuk sementara waktu.
Hidangan sudah selesai disajikan, bir juga sudah dituang penuh dan aroma makan memenuhi seisi ruangan.
“Tuan Alex, mari kita nikmati hidangannya sambil berbincang, lagi pula waktu malam ini masih panjang. Haha.” Damian mengangkat gelas bir dan bersulang dengan Alex, “Aku akan menghabiskannya, Anda nikmati saja.”
Alex dapat merasakan ketulusan Damian, lalu dia berkata sambil tersenyum, “Kak Damian, sebenarnya aku juga hebat dalam urusan minum.” Srh! Alex mengosongkan gelasnya dalam sekali teguk, lalu berkata, “Em, bir ini emang asli.”
“Bagus! Tuan Alex, aku jadi ingin berteman denganmu!” Damian mengangkat botol bir, lalu menuangkan bir dengan tergesa-gesa dan terlihat sedikit antusias.
Alex segera memegang gelas dengan kedua tangan untuk menunjukkan rasa hormatnya pada Damian, “Ya, Kak Damian terima kasih.”
Setelah mereka berdua minum tiga gelas bir berturut-turut, Damian pun kembali menuangkan bir lagi dengan mata berkaca-kaca, “Tuan Alex, aku dapat merasakan bahwa kedatanganmu ke kota Tomohon pasti untuk melawan Richard! Richard si bajingan ini sudah melakukan banyak kejahatan di provinsi ini! Entah kamu akan menertawaiku atau nggak, aku tetap akan mengatakan masalahku padamu.”
“Oh? Kak Damian, ingin mengatakan apa?” Alex terlihat tertarik.
Damian mengangkat gelas bir, lalu meminumnya langsung dan lupa untuk bersulang dengan Alex, “Tuan Alex, aku bakal ngomong jujur. Sebenarnya, aku dengan Richard punya dendam! 18 tahun lalu, saat aku baru berusia 12 tahun, pas baru duduk di bangku SMP, sedangkan Richard memaksa orang tuaku sampai mati demi menempati rumah lama kami! Sejak itu, aku bertekad untuk membalas dendam, tapi nggak disangka di sisi Richard muncul Raja Kaki Utara!”
“Sebelum tamat SMA, aku mendaftar menjadi tentara, berharap bisa mempelajari kemampuan di sana. Aku bersumpah harus membunuh Richard meskipun kelak aku harus melakukan kejahatan terlebih dahulu sebelum bisa membunuhnya. Oleh karena itu, aku berlatih lima tahun di militer, dan juga mempelajari banyak taktik perang. Lalu, saat aku berniat untuk membawa pulang sebuah pistol diam-diam, hal itu malah diketahui oleh pimpinanku. Saat itu, pimpinanku menyuruhku untuk pensiun demi melindungiku, barulah aku nggak dihukum.”
“Setelah pensiun dan kembali kemari, aku mencari master di mana-mana untuk mencoba melatih diriku menjadi dewa perang yang hebat. Lalu, kemampuan seni bela diriku meningkat setelah berlatih selama sekitar enam tahun lamanya. Saat itu, aku merasa bakatku memang cukup lumayan hebat, jadi aku bermaksud untuk menyelinap ke dalam rumah Richard di malam hari. Alhasil, aku terluka parah karena satu pukulan dari Raja Kaki Utara. Untungnya aku sempat mempelajari beberapa keterampilan melarikan diri saat masih ada di militer, sehingga aku bisa selamat.”
“Setelah itu, aku hidup mengasingkan diri selama lima tahun dan terus bersabar, tapi aku nggak bisa tidur setiap hari! Dendam membuatku benci pada diriku sendiri, tapi mungkin juga karena bakatku yang terbatas. Meskipun telah mencapai tingkat grand master, tapi aku tahu jelas bahwa aku bukanlah lawan Raja Kaki Utara! Mungkin aku nggak akan bisa membalaskan dendam seumur hidupku. Tuan Alex, aku sebenarnya hidup bagai pengecut, tapi nggak ada yang tahu tentang itu.”
Dia berkata dengan enggan setelah mengatakan ini, “Tapi, aku nggak boleh mati, karena dengan hidup, baru ada harapan! Tuan Alex, bisakah kamu memahami pemikiranku?”
Alex berdiri di samping Damian, lalu meletakkan tangannya di bahu Damian sambil menepuk dengan pelan, “Aku ngerti. Perkataanmu terlalu benar, hanya dengan hidup baru kita punya harapan untuk balas dendam. Kak Damian, aku bisa melihat kalau kamu adalah orang yang patut aku percayai, jadi aku nggak takut untuk memberitahumu bahwa kedatanganku ke Tomohon memang untuk melawan Richard, selain itu aku juga ingin dia mendapat hukuman setimpal.”
“Jangan! Tuan Alex, aku hanya ingin balas dendam! Aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri! Kamu nggak tahu kalau dia membunuh ibu dan ayahku di hadapanku! Meski jadi hantu sekalipun, aku juga nggak akan mengampuninya!” Damian berusaha menyeka air mata, tapi air matanya terus bercucuran, “Orang tuaku telah menungguku selama 18 tahun! 18 tahun lho! Aku sudah hidup sia-sia selama 18 tahun!”
Alex merasa kasihan pada pria perkasa yang sedang menangis tulus di depannya, lalu dia meraba bahu Damian sambil membantunya menyeka air mata, “Damian, jika kamu merasa adalah seorang pria, maka hapus air matamu! Jika kamu adalah pria, maka kamu boleh saja mati di medan perang, tapi nggak boleh mati karena ditakuti musuh! Apa kamu masih punya keberanian untuk balas dendam?”
Damian mengangguk, “Tuan Alex, benar katamu! Aku tentu saja punya keberanian untuk balas dendam. Ini juga alasanku mencarimu malam ini.”
Alex memapahnya kembali duduk, lalu duduk di seberangnya dan berkata dengan pelan, “Aku bukan dari orang sini, duniaku juga bukan di sini. Meskipun aku mengalahkan Richard, aku juga nggak akan menetap di sini. Kelak, tempat ini akan menjadi duniamu, apa kamu bersedia?”
“Hah?” Damian tercengang, “Tuan Alex, apa maksudmu? Apa kamu akan pergi setelah mengalahkan Richard? Apa yang ingin kamu lakukan sebenarnya?”
Dia berbicara lagi ketika melihat Alex tidak menjawab, “Tuan Alex, sebenarnya aku sudah bersiap untuk menjadikanmu ketua. Aku bersedia menjadi anak buahmu, asalkan kamu membantuku membalas dendam.”
Alex berjabat tangan dengannya sambil berkata, “Damian, aku tahu kamu adalah pria baik-baik! Tapi, kemampuan apa yang kamu miliki? Aku ingin tahu lebih jelas.”
Damian berkata, “Tuan Alex, sebenarnya aku sudah lama membuat persiapan secara diam-diam. Meskipun aku nggak bisa bersaing dengan Richard, tapi aku juga ada prestasi. Kamu seharusnya tahu PT. Makmur di provinsi ini, kan? Saat ini perusahaan itu berada di peringkat kelima pada peringkat total ekonomi pronvinsi ini, dan aku adalah bos di balik PT. Makmur.”
“Hm?” Alex mengangguk, “Baiklah, Damian, jika kamu memiliki pengalaman seperti itu, maka aku bisa tenang. Kelak, tempat ini akan menjadi milikmu! Tapi, aku berharap kamu bisa membantuku jika aku membutuhkan bantuanmu atau bisa dikatakan, aku berharap kamu nggak seperti Richard. Kamu harus menjadi orang yang berguna bagi negara dan rakyat.”
“Nggak masalah! Tuan Alex, pemikiran kita sama! Sebenarnya aku udah lama nggak suka dengan perbuatan Richard! Jika aku bisa menggantikannya, aku pasti akan menjadi orang berguna dan banyak berkontribusi untuk negara dan rakyat.” Damian berdiri sambil membuat gerakan bersumpah.
“Oke! Damian, aku percaya kamu bisa melakukannya. Mulai sekarang, mari kita berusaha bersama untuk mengalahkan Richard!” Alex menjabat tangan Damian dengan penuh semangat.