Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Membalas Dendam


Selain itu, perusahaan ortodoks tidak akan melakukan hal ilegal, tapi perusahaan abu-abu itu berbeda dari keluarga besar. Mereka akan selalu berhubungan dengan beberapa orang yang sangat brutal.


Orang-orang itu akan dirawat oleh mereka, hanya untuk menggunakan mereka melakukan hal yang ilegal.


Meskipun keluarga Geya sangat kaya, keluarga mereka selalu taat hukum. Jadi sama sekali tidak berpikir untuk merawat orang seni bela diri.


Mereka bahkan tidak berpikir untuk melakukan hal semacam ini.


“Aku sekarang sudah tidak berdaya lagi. Aku sudah terjebak.. Kamu juga tahu posisi Keluarga Bazel di kota Kendari. Kalau aku membatalkan pernikahan ini, Keluarga Bazel pasti nggak akan mengampuni PT. Infood, juga nggak akan mengampuni orang tuaku. Selain itu, meski Farraz sangat brengsek, dia sebenarnya sangat baik padaku.”


Geya berusaha menjelaskan dan sebenarnya juga sedang membujuk diri sendiri.


Tapi, menurut Friska, perilaku Geya yang seperti ini sangat memprihatinkan. Bahkan ia merasa Geya masih tidak tahu dirinya sedang menikah dengan orang seperti apa. Farraz itu pria yang banyak masalah dan bisa dikatakan sangat brengsek.


Sebenarnya Geya selalu hidup di dunia yang dikarangnya, selalu enggan melihat kenyataan, karena Geya masih punya harapan pada Farraz.


Friska juga tidak mengatakan apa-apa, karena dia tahu Geya tidak akan mendengarkan pendapatnya. Lalu, masalah ini perlu dipikirkan Geya sendiri.


Tujuan dia kemari untuk mengatakan ini sudah tercapai dan, sisanya perlu diselesaikan oleh Geya sendiri.


Tiba-tiba Geya mengalihkan topik pembicaraan, “Pria yang bernama Alex itu, apa kamu tidak berencana untuk mengungkapkan perasaanmu padanya?”


Friska menjawab dengan marah, “Apaan sih! Aku dengannya nggak ada hubungan apa pun. Kami itu hanya bisa dibilang mitra saja.”


“Alah, nggak mungkin. Kamu kira aku nggak bisa melihat perasaanmu padanya? Bisa-bisanya kamu ingin menutupinya dariku?” Geya tentu saja dapat menebak suasana hati Friska dan begitu pula dengan perasaannya terhadap  Alex.


Hanya saja Friska tidak pernah mengatakan hal ini.


Mereka berdua ngobrol sampai tengah malam, tapi kedua pihak tidak berhasil membujuk satu sama lain.


Esok paginya, Hotel Snow sudah dikepung banyak orang. Ekspresi orang-orang ini juga sangat sombong. Selain itu, mereka bersandar di mobil sendiri sambil berbincang, terkadang akan melirik ke dalam Hotel Snow.


“Semalam aku nggak datang karena ada urusan, tapi aku nggak menyangka Tuan Finn akan mengalami hal seperti ini. Hal ini nggak boleh dibiarkan begitu saja. Semua biaya hidup kita dari PT. Mega. Kalau kita nggak memberi penjelasan pada dirut PT. Mega, kita juga nggak usah terus berada di sini!”


Orang yang berbicara adalah pria botak yang kekar. Saat ini, dia mengenakan pakaian kasual, lalu ada bekas luka pisau di kepalanya dan sangat mencolok.


Selain itu, wajahnya terlihat sangat garang dan ganas, sehingga membuat orang yang melihat tahu dia bukan orang baik.


Pada saat ini, dia sedang berbicara pada orang di sampingnya. Semua orang di sampingnya mengangguk karena setuju dengan ucapannya.


“Bos Farhan, kamu juga tahu kami. Tuan Finn benar-benar sangat baik pada kami. Sekarang Tuan Finn terjadi masalah, kami pasti akan membantunya membalas dendam.”


Wajah pria preman itu menunjukkan senyum dingin.


Bos Farhan juga tersenyum. “Masalah ini nggak terlalu serius, aku meminta kalian datang untuk memberiku semangat. Sebenarnya aku seorang sudah bisa membunuh bajingan itu, kalian hanya perlu berdiri di belakang dan melihatnya saja.”


“Bos Farhan sangat hebat, jadi nggak usah turun tangan untuk mengatasi orang tak berguna itu. Kami saja yang lakukan. Bos Farhan biarkan saja kami yang melawan bocah itu! Kami pasti akan membuatmu puas!”


“Benar, semalam Bos Farhan baru selesai menyelesaikan masalah sendiri, dan segera datang kemari tanpa istirahat. Pasti sangat lelah, jadi biarkan kami saja yang mengatasi hal kecil ini!”


Bos Farhan sangat puas dengan hal semacam ini, tapi sebenarnya dia tahu bukan hal mudah untuk mengalahkan orang yang memukul puluhan pengawal itu.


Meskipun preman di sampingnya memiliki seni bela diri yang baik, kemampuan mereka masih kurang hebat dari pengawal itu. Jadi tidak mungkin mengalahkan orang itu.


Selain dia menggunakan jurus laut.


Sekarang ada ratusan orang berkumpul di sini. Jumlahnya termasuk banyak, tapi terhadap beberapa master, ratusan orang ini hanya hidangan saja.


Terutama mereka yang dapat menemukan beberapa ruang sempit untuk bertarung, pada dasarnya orang seperti itu tidak akan pernah mendapatkan keuntungan dari segi jumlah.


Bos Farhan tahu hal ini, jadi kedatangan dia kali ini untuk mencegah PT. Mega dipermalukan lagi.


Hal Tuan Finn dipukul orang sudah tersebar, juga banyak orang yang sedang menantikan balasan dari PT. Mega.


Pada saat ini, tiga orang berjalan keluar dari lift dengan santai. Seketika mata Bos Farhan berbinar, dia sudah menemukan tujuannya.


“Inilah orang yang memukul Tuan Finn. Aku sudah mencari tahu, namanya Alex,” ucap seorang preman kepada Bos Farhan.


Bos Farhan mengangguk, “Aku tahu, kepung dulu mereka, jangan biarkan mereka pergi begitu saja. Tapi, di antara mereka ada Geya, tampaknya hal ini akan sangat menarik.”


Puluhan preman segera masuk ke dalam Hotel Snow, lalu mengepung Alex. Ekspresi mereka sangat galak, tangan mereka juga memegang senjata.


Beberapa preman datang ke meja resepsionis. Dia menggunakan baja menunjuk pelayan, kemudian berkata dengan marah, “Nggak usah ikut campur. Kami dari PT. Mega, aku peringati kalian nggak usah ikut campur. Kalau gak kalian pikir saja apa masih bisa mencari nafkah di kota Kendari.”


Seketika ucapan ini membuat orang-orang di resepsionis nggak berani bergerak. Para karyawan itu sangat membutuhkan uang untuk kelangsungan hidup mereka. Sekarang setelah mendengar ucapan mereka, mereka juga tahu diri mereka tidak sanggup menyinggung PT. Mega, jadi mereka hanya bisa mengangkat sepasang tangan.


Sedangkan preman itu menatap ke meja resepsionis dengan puas, lalu dengan santai mengamati situasi di depan.


Sekarang Alex dan kedua temannya sudah dikepung, sedangkan Alex menatap para preman itu dengan kaget.


“Apa? Bagaimanapun juga, PT. Mega adalah perusahaan besar di kota Kendari, kok sedikit banget orang yang kemari, selain itu kemampuan orang-orang ini juga di bawah rata-rata. Atau kalian memandang rendah diriku, merasa puluhan preman ini bisa mengalahkanku?"


Alex hanya mencibir, sebenarnya dia tahu ada banyak orang di luar Hotel Snow, selain itu ada beberapa master di dalam.


Jadi ucapannya tadi hanya untuk membuat para master itu keluar.


Dia benar-benar tidak tertarik untuk mengalahkan para preman ini, selain itu dia juga tahu kedatangan mereka hanya untuk menghebohkan situasi saja. Sementara itu, yang akan berurusan dengannya adalah para master itu.


Bos Farhan berjalan kemari pada saat ini, lalu menatap Alex dengan dingin. “Apa kamu tahu siapa kami?”