Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Dihadang


“Aku… Kenapa Tuan Richard mau membunuhku?” Jimmy pun ketakutan sampai wajahnya pucat dan tubuh gemetar.


Richard adalah orang terhebat di dunia bawah tanah kota Tomohon, jadi siapa yang berani menyinggungnya? Kalau dia ingin berurusan dengan seseorang, maka riwayat orang itu akan habis!


Nova berkata, “Kamu ikut kami kembali ke biro dulu! Jangan khawatir, pihak polisi akan melindungimu! Richard bisa menindasmu karena hal ini berhubungan dengan ayahmu.”


“Apa? Baik, baik.” Saat ini, Jimmy sangat patuh. Meskipun celananya yang basah membuatnya tidak nyaman, tapi rasa ketidaknyamanan ini bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan nyawanya.


Dalam perjalanan Jimmy dan lainnya ke Biro Keamanan Publik, Nova tiba-tiba menerima laporan, “Kapten Nova, ada sesuatu yang terjadi di sini! Cepat, kami sedang dihalangi!”


“Aksel, jangan khawatir, aku segera tiba!” Nova segera memberi lokasinya pada Aksel, lalu dia membiarkan Alex menggunakan ponselnya untuk melakukan navigasi, sedangkan dirinya menggantungkan lampu polisi di atap mobil sambil mengemudi kencang!


Dia sama sekali tidak perlu memberi tahu polisi lain karena dia tahu jelas kemampuan Alex sepandan dengan satu tim polisi. Selain itu, dia yang hebat ini juga akan membantu Alex.


Darma sudah bercerai selama tujuh tahun. Setelah pulang kerja, dia dengan pacar baru yang berusia tiga puluhan tahun itu jalan-jalan. Sedangkan tim Aksel terdiri dari empat petugas polisi yang berpakaian biasa dan mereka sedang melindungi Darma, tapi Darma tidak mengetahui hal ini.


Ia dan pacarnya hanya menikmati kencan mereka sembari berjalan di antara orang-orang yang mengerumuni alun-alun juga. Lalu, beberapa polisi berpakain biasa itu hanya bisa mengikuti secara dekat sambil mengawasi situasi di sekitar.


Tapi, Darma sudah menjadi sasaran, hanya saja Darma tidak mengetahui hal ini.


Meskipun pengalaman Aksel sangat banyak, juga sudah melihat beberapa orang yang mencurigakan, tapi lawan tidak ada tanda-tanda turun tangan. Sehingga Aksel dan yang lainnya tidak bisa menangkap mereka secara langsung.


Selain itu, ada terlalu banyak orang di sekitar jam sembilan malam. Dalam kondisi ini, meskipun mereka ada pistol, mereka juga nggak berani menggunakannya karena takut melukai orang yang tak bersalah.


Salah satu rekan tim Aksel menatap seorang pria yang bertopi. Lalu dia melihat pria itu mendekati Darma, jadi polisi berpakaian biasa itu pun tidak tahan lagi!


Kedatangan mereka untuk melindungi Darma, jadi mereka tidak boleh membiarkan Darma dalam bahaya.


Oleh karena itu, dia menerkam pria bertopi itu dari belakang!


Temannya yang lain segera mengeluarkan pistol untuk dicondongkan ke pinggang pria bertopi, “Jangan bergerak, kami ini polisi!”


Tapi pria bertopi itu tidak melawan, “Polisi? Ngapain kalian mencariku?” Tingginya lebih dari 1.8 meter, jadi dia sangat menarik perhatian ketika dia mengangkat sepasang tangannya.


“Jangan omong kosong dan periksa tubuhnya!”


Di tengah kerumunan, tindakan kecil ini tidak menarik perhatian banyak orang.


Tapi, teman pria bertopi itu memperhatikan hal ini.


Tak lama kemudian, ada beberapa pria dan wanita yang segera mendekati kerumunan, lalu mereka sengaja memeluk pria bertopi itu, sehingga kerumunan itu tak bisa berdiri stabil.


Ketika Aksel dan satu rekannya memperhatikan kondisi ini, mereka pun segera mendekati Darma. Tapi, ada beberapa pemuda dari sekitar sengaja menghalangi Aksel dan kedua rekannya dengan tubuh!


Aksel menyadari kalau kondisi saat ini semakin memburuk, jadi dia segera menelpon Nova. Selain itu, juga ada orang-orang yang mencurigakan di kerumunan, lalu mereka muncul di dekat Darma! Kemudian mereka semakin mendekat dengan Darma tanpa takut ketahuan karena kerumunan orang-orang di sekitar menjadi dinding pelindung mereka..


“Darma ada bahaya!” teriak Aksel selesai menelpon untuk mengingatkannya.


Tapi suara kerumunan sangat keras sehingga Darma hanya mendengar ada orang yang memanggil namanya.


“Apa?” Dia memapah tangan pacarnya sambil melirik sekitar. Tapi karena dia sangat pendek, pandangannya jadi mudah terhalangi ketika berdiri di dalam kerumunan orang-orang.a.


Aksel dan temannya terjebak. Mereka tidak bisa bergerak mendekat.


“Minggir sana!” Polisi yang berpakaian biasa segera mendorong pria bertopi itu.


“Hei, kamu yang asal menangkap orang, lalu memeriksa tubuh orang. Apa perbuatanmu ini nggak keterlaluan?” Pria bertopi itu pun marah sambil menarik polisi berpakain biasa, “Aku nggak bersalah, kenapa kalian menangkapku? Apa polisi bisa menangkap orang sesuka hatinya? Aku adalah warga yang taat hukum!”


Sebenarnya, warga yang taat hukum tidak akan memiliki reaksi yang begitu besar.


Apa yang dilakukan pria bertopi itu justru sedang menutupi kejahatan yang dilakukan rekannya terhadap Darma.


Apa hebatnya seorang polisi? Meskipun mereka melakukan kejahatan di Sun Plaza yang ramai ini, mereka juga bisa pergi tanpa ketahuan! Itu sebabnya mereka memilih tempat ini.


“Um!” Meskipun seorang polisi sudah terlatih sebelumnya, ia juga tidak bisa menyadari semua bahaya di sekitarnya. Polisi berpakaian biasa yang memeluk pria bertopi tadi ditikam di dalam kerumunan. Dia segera menutupi luka di pinggangnya, tapi ketika dia menoleh ke belakang, dia sama sekali nggak tahu siapa yang menusuknya! Pisau masih tertancap di pinggangnya dan tangannya penuh dengan darah!


“Burma!” Aksel yang masih di kerumunan dan berusaha mendekati Darma pun memperhatikan situasi Burma, lalu dia berteriak keras, “Kenapa kamu? Bicara ya!”


Lalu Burma jatuh ke tanah! Sedangkan orang-orang di kerumunan itu segera menghindar dan mengosongkan tempat itu.


“Burma!” Aksel berteriak, juga segera berlari ke sana sambil menelpon panggilan darurat.


Aksel berjongkok di samping Burma sambil membujuknya, “Burma tahanlah, sebentar lagi ambulans akan datang.”


“Pistolku…” kata Burma dengan sulit dan matanya sudah sulit dibuka.


“Apa?” Aksel tercengang, “Pistolmu? Di mana?”


Burma melihat ke kerumunan, “Ketika aku terluka…” Burma memiringkan kepalanya, lalu dia meninggal!


Aksel menggeledah tubuhnya, tapi tidak menemukan pistolnya! Kehilangan senjata bukan hanya tanggung jawab besar, tapi juga merupakan resiko yang dapat berujung pada bahaya keamanan.


Aksel sangat sedih, juga sangat panik. Tapi dia merasa tak berdaya ketika melihat ke sekitar.


Bang! Burma menembak ke atas langit, “Kami adalah polisi, tolong kalian bekerja sama dengan kami!”


Sayangnya, keadaaan di tempat terlalu kacau. Ada suara berbagai musik dan permainan yang keras, jadi suara tembakan di dalam kerumunan ini seperti suara tembakan di dalam permainan.


Tapi, para pelanggan yang berjarak belasan meter telah memperhatikan kondisi di sini dan banyak orang yang berdiri diam di tempat.


Saat ini, pria bertopi sudah menghilang, ternyata kemunculan orang ini hanya untuk menarik perhatian polisi yang berpakaian biasa!


“Darma, di mana kamu?” Aksel melihat ke lokasi di mana Darma berdiri tadi. Lalu dia menyadari Darma dan pacarnya tidak ada di sana lagi, jadi dia pun merasa kaget, “Cepat, cepat cari Darma!”


Di sini adalah area makan di lantai empat, jadi ada banyak orang yang berjalan lalu lalang. Hal ini pun membuat mereka sulit mencari Darma.


“Di sana! Astaga, ada orang yang bunuh diri!”


“Ada apa? Kenapa ada yang bunuh diri?”


“Dia pasti didorong sampai jatuh, sepertinya masih sangat muda.”


Aksel segera berlari ke pembatas di samping sambil melihat ke bawah. Meskipun jaraknya puluhan meter, tapi orang yang jatuh ke lantai satu itu adalah anak buahnya, Denny.


Mata Aksel memerah, “Brengsek! Beraninya menyerang polisi, sungguh arogan!” Tapi, ada begitu banyak orang di sekitar, jadi dia tidak punya cara terbaik untuk menemukan pembunuh itu!