
Hans menjadi panik dan berpura-pura tenang, “Dokumenku ketinggalan di rumah, jadi aku berencana pulang untuk mengambilnya.”
Rega tertawa, “Ketua Hans, aku baru saja mendapat perintah dari Bu Friska, katanya kamu perlu ke atas dulu, mari.”
“Ngak mungkin! Bu Friska ngak mungkin menelponmu! Aku baru saja keluar dari kantornya…” Semakin berbicara, suaranya pun semakin kecil.
Saat ini, dua orang satpam PT. Atish muncul, Rega menunjuk ke arah PT. Atish, “Pak Hans, kamu ngak perlu buru-buru pulang, ayo naik dulu.”
Hans pun putus asa, bulir-bulir keringat sudah mulai membasahi keningnya, dia mau tak mau mengikuti Rega kembali ke area kantor.
Sesuatu telah terjadi pada Bu Friska, dan dia telah dilarikan ke rumah sakit!
Berita ini langsung tersebar dalam sekejap!
“Semuanya jangan panik! Bu Friska baik-baik saja, itu cuma penyakit biasa!” Erika langsung mengklarifikasinya, dia juga melirik Hans, “Kamu datang ke kantorku.”
Pikiran Hans menjadi kosong, dia tahu dirinya punya hubungan dengan masalah ini, jadi mengikuti Erika dengan pasra. Tak lama kemudian, Jasmin pun kemari.
Di dalam ruang kantor tiga CEO ini sudah tidak ada lagi Friska, tapi Erika dan Jasmin tetap duduk di posisi mereka masing-masing. Sedangkan Rega dan Martin juga ikut masuk, lalu berdiri di sisi Hans sehingga membuatnya merasa tertekan.
Buk! Hans tahu masalahnya telah terungkap, jadi dia langsung berlutut di depan Erika, “Bu Erika! Maaf, aku bukanlah manusia, aku yang mencelakai Bu Friska! Huhu…” Pada saat ini, dia merasa bahwa dirinya lah yang membunuh Friska, oleh karena itu dia merasa sangat sedih!
Wajah Erika dan Jasmin langsung muram, Rega bersuara, “Brengsek, cepat katakan, apa yang kamu lakukan pada Bu Friska? Katakan dengan jujur!”
Jasmin melambaikan tangan, “Rega, jangan begitu galak. Hans, katakanlah dengan jujur.”
Hans berkata, “Aku menaruh racun di minuman Bu Friska, aku biadab! Maaf! Maaf!”
Bam! Rega langsung menendang pantatnya dan berkata dengan galak, “Kamu memang brengsek! Kubunuh kamu!”
Martin juga ikut berteriak, “Hans, mana hati nuranimu, seberapa baik Bu Friska padamu? Kenapa kamu tega berbuat begitu? Aku harus memutuskan tanganmu!”
Hans menangis, “Iya iya, aku memang brengsek, aku bukan manusia.”
Jasmin melambaikan tangan, “Rega, Martin, kalian keluar dulu. Bagaimanapun Hans adalah karyawan PT. Atish, jadi biar kami yang berbincang padanya.”
Saat ini, Alex masuk ke dalam, jadi Rega dan Martin bisa keluar dengan tenang.
“Hans, istri dan anakmu ada di tanganku.” Alex menarik kursi untuk duduk dan menatap Hans yang sedang berlutut di lantai.
Hans berteriak, “Pak Alex, jangan! Tolong, lepaskan mereka!”
Alex berkata dengan tenang, “Kamu ngak perlu khawatir, karena istri dan anakmu ngak terlibat dalam urusan ini, jadi aku ngak akan melukai mereka.”
“Ah? Terima kasih, terima kasih Pak Alex.” Hans bersujud.
“Katakanlah, apa nama organisasimu dan siapa atasanmu? Lalu, bagaimana kalian saling menghubungi?” ucap Alex dengan tenang.
Ketika ditanya, Hans baru tahu bahwa dirinya tidak tahu cara menghubungi atasannya, tetapi bila ada keperluan, maka atasannya akan menyuruh anggota tikus untuk memberinya informasi dan misi.
Selain itu, Hans sama sekali tidak mengenal Darren dan kedua belah pihak tidak ada hubungan apa-apa.
Jasmin melihat ke arah Alex, “Hans mau diapakan?”
Hans terus membenturkan kepalanya ke lantai, “Bu Jasmin, Bu Erika, aku tidak memohon pengampunan kalian, aku hanya memohon kalian untuk mengampuni istri dan anakku!”
Alex berkata dengan dingin, “Hans, meskipun kami mengampuni anak dan istrimu, tapi apa organisasi tikus akan mengampuni mereka?”
“Ah…” Hans pun tercengang, dia diam-diam menghela napas, dirinya sudah salah satu langkah, jadi setiap langkah akan salah dan dia juga menyesal akan kesalahan yang diperbuatnya.
Alex berkata, “Hans, karena kamu sangat rajin saat bekerja di PT. Atish, jadi aku sudah melindungi keluargamu. Kamu tenang saja, organisasi tikus ngak akan bisa melukai mereka.”
“Terima kasih! Terima kasih Pak Alex, terima kasih!” Hans menangis sedih, tapi tidak ada yang kasihan padanya.
Alex berkata, “Hans, sekarang yang perlu kamu lakukan adalah bekerja sama dengan kami untuk berakting.”
“Berakting? Baik! Pak Alex, aku akan melakukan apapun yang Anda minta! Anda adalah penolongku!” Hans benar-benar bekerja sama dengan baik.
Jasmin berkata dengan marah, “Apa gunanya kamu kerja sama sekarang? Kamu sudah meracuni Bu Friska sampai mati!”
Hans menampar dirinya puluhan kali, Alex pun berkata, “Sudahlah, jangan pukul lagi.”
Darren mendapat perintah dari raja tikus lagi, dia membawa tikus giok putih ke tempat tinggal Hans dan menunggu Hans pulang kerja.
Keano dan Hengky menghampiri Darren, Darren tidak kenal dengan mereka berdua. Oleh karena itu, dia menghindar ke sisi jalan dengan hati-hati ketika melihat Keano yang kekar.
Tapi, Hengky sudah melakukan persiapan, dia langsung memegang tangan Darren, sedangkan Keano yang di sebelah juga lekas menangkap tangan Darren yang satunya!
“Gawat!” Darren tahu bahwa dirinya sudah ketahuan! Jadi, dia mengatupkan mulutnya rapat-rapat dan bersiap untuk menggigit racun di mulut untuk bunuh diri.
Tapi, tiba-tiba dia merasa mulutnya sakit, Hengky menggunakan teknik yang sangat istimewa sehingga membuat dagunya terkilir.
Alhasil, Darren sama sekali tidak bisa berteriak, dia ditangkap oleh kedua orang itu dan dibawa keluar dari tempat tinggal Hans dengan pasrah.
Darren memang pandai bela diri, tapi dia sama sekali bukanlah tandingan Keano dan Hengky.
Setelah masuk ke dalam mobil, mata Darren ditutup, mobil pun berputar sejenak di dalam kompleks sebelum melaju keluar dari kota. Darren sama sekali tidak bisa mengetahui arahnya, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.
Tak lama kemudian, Darren dibawa turun dari mobil, kemudian sampai di sebuah ruangan gelap. Kain hitam di matanya dibuka sehingga dia bisa melihat senyum di wajah Alex.
Alex menghampirinya, lalu membuka mulutnya untuk mencabut gigi beracun itu, kemudian menamparnya sehingga dagunya yang terkilir itu pulih.
“Apa kalian sedang menculikku? Mau uang atau apa?” Darren masih merasa sakit sehingga tidak dapat berkata dengan lancar.
“Ngak perlu berpura-pura lagi, Raja Tikus, anak buahmu Hans telah ditangkap,” ucap Alex.
“Aku bukan raja tikus! Siapa kalian?” Darren terus menyangkal.
Hengky menendang lututnya sehingga Darren berlutut di depan Alex. Keano pun mengulurkan tangannya yang besar untuk menekan bahu Darren dengan kuat, “Katakan yang Jujur!”
Alex memberi ponselnya kepada Darren, “Lihat baik-baik, Hans yang menerima perintahmu telah ditangkap oleh kami.”