Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Menjadi Kepala Keamanan


Saras bertanya "Mereka itu serombongan, apa kamu yakin bisa melakukannya?"


Alex berkata: "Memangnya kenapa kalau serombongan? Sekarang ini sudah ada hukum, apakah mereka berani mengabaikan hukum? Tidak masalah bahkan jika mereka bertindak seenaknya. Aku punya teman yang bisa mengatasinya."


Saras merasa lega mendengar Alex berkata bahwa dia mengenal teman yang bisa mengatasinya, "Nak, sejak menikah dengan putriku, kamu selalu saja tidak melakukan apa-apa. Sekarang akhirnya berguna. Baiklah, kalau begitu pergilah ke hotel untuk membantuku."


Keesokan siangnya, Erika mengantar Alex ke hotel Emperor dengan BMW x5 yang baru. Meskipun Alex pernah mengunjungi hotel sebelumnya, tapi semua orang di hotel tidak tahu bahwa Alex dan Erika adalah pasangan suami istri .


Erika memanggil asistennya Clara, "Clara, ini Alex Gunawan, mulai sekarang dia akan menjadi kepala keamanan di hotel kita!"


Clara memandang Erika penuh curiga, lalu berkata: "Kak Erika, bukankah dia si pengantar makanan itu? Apakah kamu berencana untuk mengirim dia untuk menghadapi Agus yang datang membuat onar? Apakah dia bisa mengatasinya?"


Alex dulu dipermainkan oleh Erika yang memintanya membawakan makan siang dengan sepeda. Tidak heran jika Clara selalu menganggap dirinya sebagai si pengantar makanan.


Alex berinisiatif menyapa, "Haha, halo Clara, kita akan menjadi rekan kerja mulai sekarang."


Clara mengangguk ke arah Alex.


Erika berkata sambil tersenyum, "Tentu saja dia tidak bisa melakukannya sendiri. Pengawal terbaik dari Perusahaan Jaya Shield akan datang untuk bekerja di hotel kita 2 hari lagi. Aku akan sedikit sibuk di lokasi kontruksi beberapa hari ini. Kamu dan Alex akan bertanggung jawab untuk menyambut mereka saat sudah sudah tiba. Aku sudah membayar mereka gaji selama 2 bulan senilai 217 juta . "


"Baik, kak Erika."


Alex mengikuti Erika ke kantornya. Alex tidak bisa menahan diri untuk bertanya: "Erika, ada apa dengan Perusahaan Jaya Shield?"


Erika berkata: "Agus pasti disuruh oleh seseorang untung membuat masalah di hotel Emperor kita, dan ini hanya langkah pertama mereka. Orang yang menyuruhnya pasti punya cara lain untuk mengganggu kelancaran bisnis hotel Emperor."


"Aku tidak akan pernah mengaku kalah. Dua orang penjaga keamanan dipukuli oleh anak buah Agus Saputra sampai dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu, semalam aku menyewa tiga pengawal terbaik dari Perusahaan Jaya Shield dan membayar uang muka untuk dua bulan dengan total 200 juta. "


“Begitu rupanya.” Alex mengangguk.


Erika berkata lagi: "Alex, ingat untuk tidak bertindak sebelum pengawal Jaya Shield datang jika Agus dan kelompoknya datang untuk membuat masalah, jika tidak kamu akan menderita."


Dia tidak menyangka bahwa Erika akan memikirkan keselamatan dirinya, tetapi sayang sekali dengan uang 200 juta itu. Dengan adanya dirinya, bahkan jika semua gangster di kota Jakarta berkumpul, mereka pasti akan dikalahkan olehnya.


"Erika, jangan khawatir, meskipun tidak ada pengawal Jaya Shield, aku jamin tidak ada yang berani datang membuat masalah di tempat kita, aku akan membuatnya menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur!


Erika berkata: "Dasar pembual!"


Alex berkata dengan serius: "Tidak, aku serius ..."


Begitu selesai bicara, Clara berlari masuk dengan panik, "Kak Erika, gawat. Agus datang lagi!"


Erika memandang Alex, dan berkata dalam hatinya: Ayo kita lihat bagaimana kamu mengurusinya.


Alex segera berdiri, "Aku akanpergi melihatnya."


Mereka bertiga turun ke restoran di lantai bawah, Agus dan sekelompok orang tampak membuat masalah di lobi. Dia menghancurkan dua meja di dekat pintu yang membuat tempat itu terlihat berantakan.


Agus berkata: "Presdir Buana, kamu pasti tahu alasan aku menghancurkan tempatmu."


Erika berkata: "Aku tidak tahu, kamu bisa mengatakannya padaku."


Agus berkata: "Kami ingin makan pangsit goreng, tapi koki di tempatmu tidak mau membuatkannya. Mana mungkin aku tidak marah? Menghancurkan mejamu bukanlah apa-apa, aku bahkan bisa berbuat hal yang lebih serius jika sudah marah."


Erika memarahinya, "Agus, mau menakutiku? Apa kamu pikir aku akan menyerah? Aku tahu tujuanmu! Kamu memang berniat untuk menakuti para tamuku agar bisnisku hancur, lalu memaksaku untuk menjual Hotel Emperor! "


Agus berkata: "Bagus jika kamu mengerti."


Erika berkata: "Aku akan memberitahumu hari ini! Bahkan jika tidak bisa berbisnis lagi, aku juga tidak akan tunduk kepada siapa pun. Tidak peduli siapa itu, tidak ada yang bisa menghancurkan hotelku! Kecuali dia mengendarai buldoser dan menabrakku! "


“Kamu cukup ambisius!” Agus menggertakkan giginya dann berkata, “Bos, kalau begitu jangan salahkan aku! Semuanya, hancurkan tempat ini!”


Para gangster itu ingin melanjutkan tindakan mereka saat Agus memberi perintah. Tepat Saat itu, Alex maju sambil mengulurkan tangannya, lalu berkata, "Tunggu, apa kalian tidak takut hukum?"


Agus memandang Alex, "Siapa kamu? Jangan ikut campur"


Alex berkata dengan serius: "Aku adalah kepala keamanan di sini. Aku menyarankanmu untuk meminta maaf kepada bos kami dan pergi secepat mungkin, kalau tidak jangan salahkan aku."


Agus berkata dengan marah, "Memangnya apa yang bisa kamu lakukan padaku? Lihat dirimu, aku bisa menjatuhkanmu hanya dengan 1 tinjuan, minggirlah jika tahu diri!"


Alex merasa kesal, "Sepertinya kamu tidak mau mendengarkanku?"


Mata Agus membelalak, lalu berkata, “Kurasa kamu memang cari tinjuan!" Setelah selesai bicara, dia menjatuhkan pukulannya ke arah Alex, karena Alex tidak menghindar, jadi pukulan itu tepat mengenai perutnya.


Alex berteriak, tubuhnya jatuh mengenai kursi karena tidak seimbang. Alex bangkit dan berkata, "Kamu bahkan berani memukul orang?"


Erika sangat khawatir Alex akan terluka, bagaimanapun, dia adalah suaminya.


Di saat yang sama, dia juga membayangkan Alex akan bangkit dan meninju Agus yang suka berbuat onar di tempatnya sampai babak belur karena merasa kesal.


Apa itu pahlawan? Pahlawan itu orang yang bisa diandalkan dan membalikkan keadaan dengan kemampuannya sendiri pada saat krisis!


Itu barulah suami idamannya!


Namun, yang diharapkan Erika tidaklah terjadi.


Alex menggosok lengan dan kakinya, lalu berjalan tertarih-tarih, dan berkata kepada Agus: "Kenapa kamu tidak bisa diajak bicara baik-baik? Seorang pria sejati tidak akan asal main tangan, jangan salahkan aku jika kamu masih kurang ajar"


"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan?"


Alex berkata dengan serius: "Aku adalah Alex, penjaga keamanan hotel Emperor! Siapa pun yang berani membuat masalah di sini berarti tidak menghormatiku, ia akan menyesalinya seumur hidup!"


"Enyahlah!” Tubuh Alex terbanting lagi menghadapi tendangan dari Agus.