Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Membeli Mobil Baru


Setelah memanggil taksi, Alex membawa Erika ke dealer mobil, dealer mobil ini khusus menjual BMW dan Mercedes-Benz. Erika bertanya pada Alex: "Mobil apa yang cocok ya?"


Alex berkata: “Beli mobil apa pun yang kamu suka. Kita tidak kekurangan uang.” Setelah berbicara, dia tersenyum dan menepuk ransel yang penuh dengan uang itu.


Erika berkata: "Kalau begitu kita lihat saja dulu."


Keduanya berjalan mengelilingi toko itu, karena sudah waktunya tutup, sales mobil yang bertanggung jawab juga punya janji dengan pacarnya untuk nonton film malam ini. Melihat dua pelanggan datang untuk melihat mobil, dia segera bertanya, "Tuan dan Nona, berapa budget kalian?"


Erika berkata: "Kami lihat-lihat dulu."


Sales wanita melihat Alex yang berpakaian biasa dan memakai ransel sama sekali tidak terlihat seperti orang kaya. Mobil termurah di toko ini juga membutuhkan 800 juta hingga 1 miliar. Mereka pasti tidak mampu membelinya. Dia mulai merendahkan mereka dan berkata dengan kasar: "Nona, apakah kamu sudah mengetahui harganya sebelum melihat mobil? Sebaiknya tentukan dulu budgetnya, lalu aku akan memperkenalkannya padamu."


Wajah Erika memerah. Dia mengerti bahwa sales wanita ini merendahkan dirinya. Sebenarnya Erika memang tidak ingin membeli mobil semahal itu, tapi Alex tetap ingin datang ke toko dealer mobil ini.


Alex berkata dengan datar, "Berapapun harganya bukanlah masalah, asalkan istriku menyukainya."


Sales wanita itu mencibir, "Huh! Kalau begitu aku akan memperkenalkan BMW x5 terbaik ini kepada kalian. Performa handling mobil ini sangat bagus, bahkan pemula saja bisa mengoperasikannya dengan cepat, dan remnya sangat sensitif. Jika ada keadaan darurat, tidak akan ada situasi di mana mobil tidak bisa berhenti ... harganya 2.4 miliar "


Selesai berbicara, sales wanita itu memandang Alex dan Erika dengan penuh kemenangan, dia berkata dalam hati: "Jangan pura-pura menjadi orang kaya, aku tahu kalian tidak mampu membelinya."


Alex bertanya pada Erika, "Erika, apakah kamu menyukainya?"


Erika mengangguk, lalu berkata dengan ragu-ragu: "Hanya saja mobil ini terlalu mahal!"


Alex bertanya: "Aku beli dengan cash, apa bisa langsung dibawa hari ini?"


Sales wanita itu terkejut, lalu berkata, "Tentu saja, kami juga bisa memberimu plat nomor sementara."


Alex tertawa dan berkata, "Kalau begitu buka bonnya! Kami akan langsung membawanya hari ini."


Sales wanita itu kebingungan: "Kamu benar-benar ingin membelinya?"


Alex berkata: "Lah! Kalau tidak membeli mobil, lalu apa aku datang ke sini untuk makan?"


"Baik, aku akan segera membuat bonnya. Mohon tunggu sebentar." Sales wanita itu sangat senang, awalnya dia mengira keduanya hanya datang untuk melihat-lihat. Tapi tak disangka mereka benar-benar membelinya. Dia bisa mendapat komisi jutaan rupiah jika menjual sebuah mobil.


Sales wanita itu menghela nafas lega saat melihat Alex dan Erika pergi dengan BMW baru, "Untung saja tadi aku tidak mengatakan sesuatu yang terlalu keterlaluan. Jika tidak, aku pasti akan mengacaukan transaksi ini dan mendapat masalah besar."


Saras mengambil inisiatif untuk menyiapkan makan malam hari karena sedang dalam suasana hati yang baik hari ini, tetapi dia tidak menyangka bahwa putri dan menantunya akan kembali dengan mobil BMW senilai miliaran rupiah.


“Erika, benarkah ini mobil yang kamu beli?” Saras mengelus mobil cantik itu dengan hati-hati.


“Mobil ini sangat bagus. Huh, biarkan Satriya iri padamu besok.” Saras tahu bahwa mobil Satriya saat ini hanyalah Audi A6, dan harganya bahkan lebih murah dari mobil BMW ini.


"Erika, ibu akan pulang ke rumah nenekmu dalam dua hari, kamu harus meminjamkan mobilmu ini untukku ya."


Erika tersenyum dan berkata, "Bu, mobilku juga adalah milikmu."


Saras tiba-tiba bertanya: "Dari mana kamu mendapatkan uang itu?"


Erika terdiam saat ditanyai, dia ingin mengatakan bahwa hari ini adalah kecelakaan mobil dan menabrak Bugatti Chiron, lalu dia memberi kami kompensasi lebih dari 4 miliaran. Tapi, siapa yang percaya itu?


Dia berpikir sebelum berkata, "Bu! Bukankah aku baru saja mendapatkan bonus 400 juta? Selain itu, aku juga masih punya sedikit tabungan."


Saras merasa sedikit sedih saat mendengar putrinya membeli mobil dengan sisa tabungannya "Erika. Bisnis hotel Emperor akhirr-akhir ini tidak berjalan baik. Pamanmu baru-baru ini juga punya pacar dan bilang ingin meminjam uang dariku untuk membeli rumah pernikahan, tapi aku bahkan tidak meminjamkannya."


Erika seketika merasa sedih ketika ibunya mengungkit tentang Hotel Emperor.


Awalnya, setiap bulannya akan ada pendapatan puluhan juta saat bisnis hotel Emperor berjalan baik. Namun, beberapa waktu yang lalu, sekelompok gangster kecil datang ke hotel. Pemimpinnya bernama Agus Saputra, mereka membuat masalah sehingga hotel tidak bisa beroperasi secara normal.


Erika menduga Agus ini pasti dikirim oleh Eric Chandra untuk membuat onar, tujuannya untuk menjatuhkan bisnisnya, sehingga Eric bisa mengakuisisi hotelnya dengan mudah.


Akan tetapi, keluarga Chandra sudah bangkrut dan pergi dari kota Jakarta, lalu Agus juga seharusnya tidak akan muncul lagi. Tapi siapa sangka jika orang ini masih saja selalu datang untuk membuat onar. Erika sudah menahannya untuk waktu yang lama, dan akhirnya bertanya pada Agus apa yang dia inginkan?


Agus malah meminta Erika untuk membayar biaya perlindungan bulanan sebesar 40 juta. Sudah zaman apa ini masih menangih biaya perlindungan? Erika tentunya menolak untuk membayar, tetapi Agus semakin sering membuat masalah akhir-akhir ini. Dia bahkan hampir tinggal di hotel Emperor dalam dua hari terakhir. Dia akan bertengkar dan berkelahi dengan para tamu yang datang untuk makan.


Tidak ada gunanya bagi Erika untuk memanggil polisi. Polisi datang dan membawa Agus untuk diinterogasi. Tapi dia akan datang lagi keesokan harinya setelah keluar dari kantor polisi.


Siapa yang menyuruh Agus melakukan ini? Selain keluarga Chandra, siapa lagi yang menargetkan Hotel Emperor?


Erika tidak akan pernah mengira bahwa orang yang menugaskan Agus adalah Satriya Buana. Satriya hampir menggila setelah neneknya mengganti penanggung jawab proyek Teluk Indah lagi. Dia menekan Agus dan menaikkan upahnya dari 100 juta menjadi 200 juta.


Alex, Erika, Saras, dan Ferdi duduk bersama untuk makan malam. Erika berkata, "Bu, hari ini aku membicarakan masalah proyek Teluk Indah dengan Presdir Wibowo. Pekerjaan di lokasi konstruksi semakin sibuk, aku sedikit kewalahan mengurus Hotel Emperor. Aku berencana untuk meminta bantuan Alex. Mulai sekarang, dia tidak akan bertanggung jawab untuk memasak di rumah lagi. "


Saras memandang Alex, lalu berkata, "Apa yang bisa dia lakukan? Apa mungkin menyuruhnya membantu di dapur?"


Alex tersenyum dan berkata, "Bu. Aku mendengar dari Erika bahwa ada orang-orang yang sering membuat masalah di hotel akhir-akhir ini. Aku akan menjadi penjaga keamanan di hotel dan bertanggung jawab menangani orang-orang itu. Selain itu, aku juga bisa menjadi koki, lalu mengajari mereka membuat masakan yang enak untuk mendapatkan lebih banyak tamu. "


Erika terhibur dengan kata-kata Alex.