
Kekuatan Bhadrika masih tidak berubah, dia melangkah keluar dan tubuhnya semakin dekat dengan Alex saat ini. Tinju yang dia layangkan berubah jadi tinjuan ganda.
Persis seperti palu besar, dia langsung menghantam kepala Alex.
Sebenarnya Bhadrika tidak berencana untuk melawan Alex lagi, jadi ada beberapa perubahan dalam gerakannya sampai akhirnya dia mengeluarkan tinju silang.
Telapak tangan Alex terus membentuk lingkaran untuk menurunkan kekuatan Bhadrika, sementara Bhadrika terus bergerak maju dan menyudutkan Alex.
Alex tidak punya pilihan selain mundur. Kedua mata Bhadrika sudah merah, gerakan kuda-kudanya sudah mulai tidak seimbang, tangannya mundur dan suara ledakan datang dari tubuh Bhadrika.
Ini adalah awal yang khas dari gunung runtuh dua meriam. Alex tahu dengan pasti kekuatan gunung runtuh dua meriam, jadi dia tidak berani gegabah. Setelah membentuk lingkaran dengan kedua tangan, satu tangannya langsung terulur ke depan.
Tinju Bhadrika berubah jadi menggunakan kedua telapak tangan. Lengannya yang ditarik di belakang dengan cepat didorong ke depan, seperti meriam yang meledak ke arah tubuh Alex.
“Serangan ganda!”
Telapak tangan Alex mulai mendekat ke arah lengan Bhadrika dan membentuk lingkaran di sana. Telapak tangannya yang lain langsung digunakan di bagian depan tubuhnya.
Tubuhnya mulai bersandar dengan kaki yang terpaku ke tanah. Tubuhnya hampir saja keluar dari ring.
Pertempuran antara keduanya terjadi dalam sekejap mata.
Alex akhirnya berhasil menekan serangan ganda. Dia meraih tangan Bhadrika sambil tersenyum, “Aku ingat serangan ganda adalah gerakan terkuat di tinju silang”
Bhadrika jelas tidak berpikir bahwa Alex bisa menangkis gerakan semacam ini. Ekspresinya saat ini sangat suram, lalu dia mundur dengan wajah yang masih marah.
Warna merah ini bukanlah warna merah yang biasa.
Saat ini, Bhadrika hanya bisa menarik napas. Tapi saat menarik napas, itu membuat Bhadrika merasa bahwa paru-parunya tersayat oleh pisau.
Alex melihat Bhadrika dengan acuh tak acuh, “Aku pikir pertarungan ini harus berakhir, bagaimana menurutmu?”
“Kamu pikir kamu sudah menang? Nggak! Karena itu, pertarungan ini masih harus dilanjutkan!” Bhadrika menatap Alex sambil menggertakkan giginya.
Alex menghela napas, “Kamu sendiri tahu kondisi fisikmu saat ini. Setelah ledakan serangan ganda, itu pasti membuatmu sulit untuk bernafas. Apakah kamu pikir kamu masih bisa melawanku? Kalau kamu bisa mengeluarkan tinju silang, maka aku akan mengakui bahwa kamu memang kuat.”
Dia tahu dengan baik, jadi dia ingin membuat Bhadrika mengaku kalah dengan sendirinya.
Walaupun duel ini telah mencapai tahap ini, tidak peduli seberapa keras perlawanan Bhadrika, dia tidak mungkin bisa menang.
Bhadrika menggertakkan giginya, dia masih nggak mau mengaku kalah, “Berhentilah bicara omong kosong, apakah kamu pikir situasimu sudah baik sekarang? Aku rasa kamu sama saja denganku!”
Alex menggelengkan kepalanya, lalu dia mulai melangkah. Bhadrika merasa bahwa Alex sudah berjalan menuju dirinya.
Bhadrika ingin mundur, tapi Alex sudah bergerak lebih dulu menggerakkan tangannya.
Dia memukul dada Bhadrika dan kemudian berdiri di samping Bhadrika.
Pff!
Bhadrika langsung memuntahkan darah.
Saat itu, ekspresi semua teman Bhadrika langsung berubah dan mereka langsung bergegas tanpa berencana untuk mengatakan aturan apa pun.
Alex menyipitkan matanya, tapi dia nggak khawatir sama sekali.
“Bhadrika, dia menyakitimu dan kami ingin membalasnya untukmu!” kata Danar yang sudah sangat marah.
“Itu benar, bajingan ini jelas menyerangmu saat kamu mengambil napas. Ini tidak adil sama sekali!” kata Davka yang memiliki janggut itu dengan marah.
Bhadrika mendengus, “Kalau kalah ya kalah saja, tidak perlu mengelak lagi, keterampilanku memang tidak sebagus dia. Kalian hanya mencoba mencari muka saja. Dalam pertandingan mana ada orang menunggu lawannya menghela napas dulu baru menghajarnya?”
“Kalian semua mencari alasan saja. Dia nggak menyakitiku, dia hanya mencoba untuk mengeluarkan darah yang ada di lukaku.” Bhadrika menatap Alex dan sangat berterima kasih padanya.
Dia menangkupkan tangannya dan berkata, “Saudaraku, aku berhutang budi padamu kali ini. Jika kamu membutuhkan bantuan di masa yang akan datang, katakan saja. Selama itu nggak melanggar prinsipku, aku bisa menemanimu mendaki gunung atau menyeberangi lautan sekalipun.”
Alex tersenyum, “Aku bukan iblis dan nggak perlu naik turun gunung. Kamu harus mendiskusikannya dengan bos perusahaan ini, lagi pula kalian juga memiliki kesepakatan.”
Bhadrika mengangguk, sementara Friska dengan senang hati menandatangani kontrak dengan Bhadrika dan yang lainnya.Wanita itu bahkan sudah menyiapkan kontraknya, dan jelas dia sudah menebak akhirnya akan seperti ini.
Setelah menyelesaikan masalah itu, Friska menarik Alex ke kedai kopi yang ada di bawah.
Di perusahaan, Davka sedikit bingung, dia melihat Bhadrika, “Sebenarnya, pria bernama Alex yang baru saja itu juga sudah mengatakan bahwa dia bukan karyawan di perusahaan ini.”
“Bhadrika, kamu seharusnya sudah mengetahuinya lebih awal, tetapi karena Alex membantumu, kamu jadi nggak mempedulikannya lagi,” kata Danar sambil melihat Bhadrika.
Mereka sama sekali tidak memahami cara berpikir Bhadrika.
Sambil tersenyum dia berkata, “Meskipun Alex bukan dari Perusahaan Jaya Shield, kejadian ini menunjukkan bahwa dia memiliki hubungan dekat dengan wanita itu. Selama kita mengikuti wanita itu, nantinya kita pasti bisa sampai ke sisi Alex.”
Danar tiba-tiba menyadari sesuatu, “Bhadrika, apakah kamu yakin? Rencananya ...”
“Sekarang masih belum yakin. Kalaupun aku mau, belum tentu orang akan menerimanya, kan?” kata Bhadrika dengan tenang.
Mereka semua mengangguk.
Bhadrika melirik lingkungan sekitarnya, “Setidaknya lingkungan perusahaan ini tidak buruk.”
Di kedai kopi, Friska dengan senang hati mengajak Alex untuk minum secangkir kopi yang harganya lebih dari 300 ribu.
“Oh iya, kamu baru saja mengatakan akan melakukan sesuatu ...” Friska khawatir menunda pekerjaan Alex, tapi Alex menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, “Aku hanya mencari alasan untuk segera mengakhiri pertandingan itu saja.”
Friska sedikit tertawa, “Tapi kamu hebat sekali, kamu bisa membuat mereka mengurungkan niat untuk bertanding denganmu.”
Lalu Alex berkata, “Ini sebenarnya sangat sederhana. Meskipun mereka semua nggak bisa mengalahkan kita, tetapi mereka juga baik dan karena Bhadrika sudah menjadi seperti itu, tentu saja mereka nggak berniat lagi untuk bertarung melawanku. Mereka juga tahu bahwa Bhadrika sudah kalah dariku, bahkan jika mereka muncul lagi, mereka hanya akan mencari masalah saja.”
Friska setuju dengan perkataan Alex.
“Apakah kamu berencana untuk tinggal di Manado?” Alex bertanya dengan rasa ingin tahu.
Friska menggelengkan kepalanya, “Aku punya teman sekelas di kota Kendari dan dia akan menikah dalam waktu dekat. Jadi aku akan pergi ke kota Kendari untuk menghadiri upacara pernikahannya.”
Alex sedikit terkejut mendengarnya, “Kamu juga akan pergi ke kota Kendari?”
Jika saat ini Alex nggak memberitahu bahwa dia akan pergi ke kota Kendari, dia akan curiga bahwa Friska pergi ke kota Kendari hanya untuk mengikutinya.
Friska juga sedikit terkejut, “Maksudmu kamu juga akan pergi ke kota Kendari?”
“Iya, ada beberapa hal yang harus aku urus di kota Kendari. Aku bisa meluangkan waktu untuk saat ini,” kata Alex sambil tersenyum.