Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 572 Apa pun Bisa


Pada saat ini, Andi menggertakkan giginya, “Adik Ruby mau keluar, kamu jangan begitu tidak tahu diri!”


Zaen menarik napas dalam-dalam dan terus menyerang. Tujuannya adalah Ruby karena dia tahu bahwa Ruby hanya orang biasa dan akan mati dalam satu tamparannya saja.


Dia bisa menghindari pertarungan antara Andi dan membunuh Ruby.


Tugasnya adalah membunuh Ruby.


Sedangkan Harry juga tidak bilang mengenai pertarungan dengan Andi, jadi dia tidak perlu bersikeras untuk bertarung dengan Andi.


Saat memikirkan ini, Zaen berdeham dan menyerang Ruby lagi.


Hanya saja, Andi seperti telah mengetahui gerakan Zaen. Tidak peduli jurus apapun yang Zaen keluarkan, semuanya ditangkal oleh Andi pada akhirnya.


Sedangkan Ruby hanya menutup kupingnya dan menjerit.


Setelah membuat Zaen mundur, Andi segera menarik tangan Ruby dan berkata serius padanya, “Kamu hanya perlu terus berlari ke depan saja dan serahkan semua masalahnya padaku. Apakah kamu percaya padaku?”


Saat melihat tatapan Andi yang tulus, Ruby menganggukkan kepalanya.


Andi menunjukkan senyuman, “Benar, ini baru benar. Kalau begitu kamu terus berlari ke luar. Ingat, jangan pernah berhenti dan memalingkan kepala, kecuali kamu sudah lolos dari terowongan ini.”


Ruby menganggukkan kepalanya dengan sangat yakin dan mulai berlari ke luar.


Zaen mendengus, “Apakah kamu benar-benar menganggapku tidak ada? Benar-benar cari mati!”


Andi menghadang di depan Zaen dan menonjok ke arah Zaen. Andi tahu jika ingin menghadang Zaen maka dia harus membiarkan Zaen sadar kalau Zaen tidak mengerahkan semua kemampuannya untuk bertarung dengannya, maka Zaen akan mati.


Dengan begini, Zaen baru bisa melepaskan Ruby sementara waktu.


Ekspresi Zaen berubah dan tidak menyangka Andi begitu kuat bahkan sudah mencapai titik bisa melukainya.


Dia merasa usia Andi juga tidak sampai tiga puluh tahun.


Andi bahkan memiliki kemampuan ini pada usia seperti ini. Bakat seperti apa yang dimiliki Andi?


Namun Zaen lupa bahwa Alex juga berusia seperti Andi dan kemampuannya juga lebih kuat darinya.


Andi melihat Zaen dengan acuh tak acuh. Tinjunya juga terus menghantam ke titik vital dan tidak melakukan pertahanan apa pun. Zaen tahu bahwa Andi memiliki banyak titik kelemahan sekarang, tetapi dia tidak memiliki kesempatan untuk menyerang titik kelemahan Andi.


Kekuatan tinju Andi sangat kuat saat ini dan setiap pukulannya tertuju pada titik vital Zaen. Zaen harus berani melepaskan pertahanan untuk menyerang Andi. Pada akhirnya, mereka berdua akan terluka parah dalam waktu bersamaan.


Zaen tentu saja tidak ingin mengambil resiko ini. Tugasnya sekarang adalah membunuh Ruby. Bagaimana dia bisa terus melaksanakan tugasnya jika dirinya terluka parah?


Oleh karena itu, Zaen bahkan tidak bisa menyingkirkan pukulan sengit dari Andi dalam sementara waktu.


Boom!


Setelah tinju Andi membuat sebuah mobil mundur sejauh setengah meter, dia baru menarik napas dalam-dalam. Dia melihat Zaen dengan tersenyum, “Sepertinya tingkat Alam Dewa Perangmu biasa saja, bahkan lebih buruk dari anjing yang biasa berkelahi denganku.”


Oleh karena itu, Zaen hanya menghempaskan telapak tangannya dengan santai, “Bocah, karena kamu begitu ingin mati, maka aku akan mengabulkannya!”


Andi melambaikan tangannya, “Jangan mengatakan hal yang tidak berguna seperti ini. Kamu pikir aku tidak tahu kemampuanmu? Aku rasa kamu tidak akan bisa membunuhku dalam seumur hidupmu ini.”


Zaen menghentakkan kakinya dan tubuhnya segera menerjang ke depan Andi. Sedangkan, Andi mengepalkan tangannya dengan erat. Dia mulai mengerahkan jurusnya dan berani bagaikan dewa perang yang turun ke dunia.


Setelah ratusan ronde, Zaen terengah-engah. Dia melihat Andi berdiri di depannya dengan santai tanpa sedikit luka pun. Zaen merasa terkejut.


Zaen tahu bahwa kemampuannya sendiri sudah berada Alam Dewa Perang. Orang yang bisa bertarung seperti ini dengannya juga pasti tingkat Alam Dewa Perang, sedangkan dia merasa kemampuan Andi telah mencapai Alam Dewa Perang tingkat menengah dan kekuatannya sulit diprediksi.


Dia bahkan merasa terkejut, kenapa anak-anak muda ini bisa meningkatkan kekuatannya hingga Alam Dewa Perang dengan begitu mudah?


Situasi seperti ini benar-benar seperti suatu keajaiban dunia.


“Sudahlah, aku juga tidak punya begitu banyak waktu untuk bermain-main denganmu lagi. Aku mau bergerak dengan cepat.” Setelah melihat waktu, Andi merasa Alex pasti punya rencana lain, jadi dia harus segera meninggalkan tempat ini dan menyusul Ruby.


“Aku tidak boleh menunda masalah Kak Alex,” ujar Andi dengan serius.


Andi mengepalkan tangannya dengan erat. Setiap tinjunya memiliki kekuatan yang sangat kuat dan tubuhnya juga bergerak dengan cepat. Dia menggunakan Langkah Tujuh Bintang yang diajarkan Alex, jadi kecepatannya sangat cepat dan aneh. Seketika, Zaen bahkan tidak bisa mendeteksi gerakan Andi.


Ekspresi Zaen terkejut dan tidak tahu bagaimana Andi melakukannya? Andi jelas-jelas memiliki kekuatan yang sangat kuat, tetapi dia bahkan memiliki jurus Negara Indonesia.


Setelah melihat jurus Langkah Tujuh Bintang, Zaen tahu bahwa ini adalah jurus yang diturunkan dari Indonesia.


“Bocah, siapa gurumu?” Zaen mundur ke belakang dan berjaga jarak dengan Andi.


Andi mengangkat bausnya, “Kalau ini aku tidak tahu. Pada saat itu, ada seorang pengemis yang bilang tulangku sangat luar biasa dan cocok untuk melatih jurus yang unik. Setelah menyuruhku memberinya dua puluh ribu, dia memberiku sebuah buku. Aku melatihnya sesuai yang ada di dalam buku dan segera memiliki hasil.”


Zaen tentu saja tidak percaya dengan omong kosong Andi. Dia mendengus, “Tidak ingin mengatakannya ya sudah. Tidak peduli siapa gurumu, dia pantas mati di luar setelah berlatih di luar!”


Andi melambaikan tangannya, “Pak Tua, aku benar-benar tidak tahu kamu memiliki keberanian dari mana hingga berani mengatakan ucapan yang begitu tidak tahu malu. Apakah kamu bisa melukaiku hingga sekarang? Kamu bahkan tidak bisa melukaiku, masih bilang ingin membunuhku? Kamu sedang takuti siapa?”


Pada saat ini, wajah Zaen menjadi memerah karena dikesali.


Namun. Zaen juga tahu bahwa apa yang dikatakan Andi itu benar. Dia memang tidak melukai Andi hingga sekarang.


Sebelumnya, dia sudah bertemu dengan Alex yang memiliki kekuatan yang menakjubkan di Kediaman Bazel. Sekarang dia bertemu dengan Andi lagi. Meskipun kekuatan Andi tidak begitu menakutkan seperti Alex, itu juga sudah cukup membuat Zaen merasa ngeri.


Namun, pertarungan terus dilanjutkan. Meskipun Zaen ingin melarikan diri juga tidak bisa karena serangan Andi sangat cepat dan jurusnya juga sangat kuat, ditambah Langkahan Tujuh Bintang yang aneh, dia tidak berani melarikan diri. Kalau mau melarikan diri, maka dia harus tiba-tiba menyerang Andi dari samping.


Oleh karena itu, dia tahu hal yang bisa dia lakukan sekarang adalah membunuh Andi dulu.


Meskipun ini adalah hal yang sangat sulit, dia juga harus melakukannya!


Kedua orang terus menyerang. Seketika, mobil-mobil di sekitar menjadi korban mereka. Setelah ratusan ronde, Andi akhirnya menemukan titik kelemahan Zaen dan langsung meninju lurus membuat Zaen mundur.


Zaen tidak bisa mengatur napasnya dan hanya bisa melihat Andi menepuk ke tubuhnya, membuatnya terbang ke belakang, lalu memuntahkan darah.