Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 551 Memaksa Musuh Mengalah


Farrel menggertakkan giginya dan berjalan ke hadapan Gibson, lalu menatapnya dengan tatapan yang sangat ganas, “Aku sudah mengingatmu. Namamu adalah Gibson, ‘kan? Berhubung kamu berani bersikap seperti ini terhadapku, tunggulah akibatnya!”


Gibson hanya melambaikan tangannya pada rekan di sampingnya dengan santai. Belasan pegawai dari pengadilan langsung membawa Farrel pergi.


Hadrian pun bergegas kembali ke kediaman Bazel untuk memberi tahu Harry mengenai masalah ini agar dia bisa menyelesaikannya. Namun, dia tidak menyangka bahwa masalah mengenai Farrel ini sudah tersebar ke seluruh kota. Semua orang sangat terkejut karena tidak tahu kenapa Farrel mengalah.


Selama ini, Farrel tidak pernah memedulikan pihak pemerintah. Dalam menghadapi masalah seperti ini, orang-orang yang datang untuk menangkap Farrel sudah harus bersyukur jika tidak dihajar oleh Farrel.


Namun, ada apa ini? Kenapa Farrel begitu patuh dan mengikuti para pegawai itu pergi ke pusat penahanan?


Hadrian memberi hormat, lalu menceritakan semuanya kepada Harry. Saat ini, Harry bertumpu pada tongkatnya dengan wajah masam, “Sepertinya benar, kali ini pemerintah benar-benar serius ingin bertindak dan bahkan sudah mengerahkan Biro Red Shield.”


Jantung Hadrian berdebar kencang. Dia tahu bahwa menyelamatkan Farrel adalah hal yang paling penting saat ini. Lagi pula, mereka juga tidak bisa ikut campur dalam masalah mengenai Biro Red Shield.


Harry menyipitkan matanya dan bersuara tak lama kemudian, “Berhubung mereka menahan Farrel di pusat penahanan, aku ingin melihat berapa banyak serangan luar yang bisa mereka lawan.”


Dia menatap Hadrian, “Suruh gangster-gangster yang tak takut mati itu bersiap-siap untuk menyerang pusat penahanan nanti malam. Aku ingin orang pemerintah paham akan tekadku. Provinsi Sulawesi Tenggara adalah milik keluarga Bazel, jangan harap mereka bisa menyentuh keluarga Bazel!”


Hadrian menunjukkan ekspresi gembira, lalu menangkupkan tangannya sebelum meninggalkan tempat itu.


Harry hanya menghelakan napas. Dia tahu bahwa keluarga Bazel sedang berada dalam bahaya saat ini. Bagaimanapun juga, Biro Red Shield telah ditugaskan, itu berarti bahwa mereka akan mengambil tindakan terhadap keluarga Bazel.


Dia hanya mempunyai satu cara untuk menghentikan tindakan pemerintah, yaitu dengan membunuh semua anggota Biro Red Shield yang datang ke tempat ini. Dengan begitu, pemerintah baru akan berhenti menyerang mereka.


Namun, menghabisi anggota Biro Red Shield bukanlah hal yang gampang. Setidaknya, dia tahu bahwa semua anggota Biro Red Shield sangatlah kuat dan mereka semua memahami area tertentu dengan sangat baik. Seperti saat internet di kediaman mereka yang sepenuhnya terputus waktu itu. Itu hanyalah hal yang dapat dilakukan oleh master dari Biro Red Shield.


Bagaimanapun juga, pemeliharaan jaringan internet kediaman Bazel dilakukan oleh hacker yang terkenal di jajaran internasional. Orang biasa tidak akan bisa membuat mereka tak berdaya.


Setelah mendengar situasinya dari Roselline, Alex tahu bahwa Farrel sudah dikurung. Namun, meskipun Farrel menolak dan membuat situasinya jadi berbelit-belit, dia juga bisa membuat Farrel langsung hadir di pengadilan pada waktunya.


Akan tetapi, berhubung Farrel sudah berada di pusat penahanan, hal ini pasti akan menyebabkan pertumpahan darah.


Alex berkata pada Roselline, “Pusat penahanan harus melakukan pertahanan terbaik kalau nggak ingin kalah, sebab keluarga Bazel tidak hanya akan tinggal diam.”


Roselline mengangguk, “Aku juga berpikir begitu. Aku nggak tahu berapa banyak orang yang akan datang menyerang, tapi aku sudah mengatur posisi semua orang. Leo dan yang lainnya juga sudah bersiap-siap. Kalau ada orang yang berani menyerang pusat pertahanan, kerugian mereka pasti akan sangat besar!”


Roselline mengangguk, “Apa boleh buat. Bagaimana kalau orang yang datang sangat banyak? Kalau aku nggak mengerahkan Rowan, kami nggak akan bisa melawannya. Lagi pula, orang dari pusat penahanan juga nggak akan bisa menahan serangan lawan.”


Alex tahu bahwa ini bukanlah saatnya dia bermurah hati karena musuh mereka juga tidak akan mengasihani mereka dan akan langsung membunuh siapa pun yang mereka lihat.


Alex hanya bisa menggeleng, lalu tersenyum pahit, “Aku tahu. Baiklah kalau begitu, habisilah mereka semua.”


Namun, saat melihat ke arah kota dan berpikir, Alex merasa bahwa sebaiknya hal ini tidak terjadi. Terutama karena dia tidak tahu ada berapa nyawa yang akan hilang akibat serangan kali ini.


Alex mengeluarkan ponselnya dan menelepon Andi. Dia berharap Andi bisa mencegah terjadinya hal ini. Dia sudah mendapatkan sebuah cara.


Pada malam hari, di halaman kediaman Bazel. Ratusan gangster sedang mempersiapkan senjata api di tangan mereka. Mereka tahu apa yang harus dilakukan mereka kali ini. Hidup dan mati dalam peperangan sangatlah wajar, tetapi uang yang ditawarkan keluarga Bazel sangat menggiurkan. Jika mereka tidak mati, mereka akan mendapatkan bayaran yang sangat besar. Sementara jika mereka mati dalam peperangan, kompensasi yang akan diberikan untuk keluarga mereka malah lebih besar lagi. Itu sudah cukup.


Banyak dari gangster-gangster itu yang mengkhawatirkan keluarga mereka. Jadi, saat keluarga Bazel mengatakan bahwa keluarga Bazel akan membantu keluarga mereka, mereka pun langsung setuju.


Namun, pada saat mereka hendak berjalan keluar, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Penembak runduk di sekitar sangat terkejut lantaran orang itu menembak ke arah mereka. Seorang penembak runduk langsung tertembak di kepala, sedangkan penembak runduk lain tidak tahu dari mana datangnya arah tembakan itu.


Tepat di saat semua orang kebingungan, sebuah peluru menghabisi seorang penembak runduk lagi. Kali ini, para penembak runduk baru menyadari lokasi musuh.


“Di bagian barat. Mereka berada di atas menara barat!” teriak seorang penembak runduk. Penembak runduk lainnya pun berangsur-angsur mengalihkan pandangan mereka ke atas menara itu.


Mereka mengangkat senapan runduk mereka, tetapi karena langit sudah gelap, mereka tidak bisa melihat terlalu jelas. Menara itu sangat gelap dan mereka juga tidak tahu musuh bersembunyi di mana.


Andi berkata ke arah alat komunikatornya, “Mark, posisimu sudah terekspos. Sudah saatnya kamu mundur.”


Mark berkata dengan santai, “Tenang, Bos! Tempatku ini sangat gelap. Mereka nggak akan bisa menemukanku. Aku bahkan masih bisa menembak mati satu orang.”


Andi malah berkata dengan cuek, “Tujuan kita adalah untuk mengulur waktu mereka, bukan benar-benar berperang.”


Mark baru terkekeh, “Kalau begitu, aku akan turun sekarang. Tapi, apakah Zen sudah selesai mengatur posisi ledakan? Belum ada kabar dari dia sejak dia menyelinap masuk. Jangan-jangan dia sudah tertangkap?”


“Berhenti bicara omong kosong! Meskipun kamu sudah tertangkap, aku juga nggak akan tertangkap!” Tepat di saat itu, terdengar suara makian yang kasar. Zen adalah pemuda yang kekar, tetapi dia malah melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian penuh seperti memasang bom.