
Rupanya, Alex telah mempersiapkan pistol untuk Hengky, Rega dan Martin secara khusus demi rencana perlindungan kali ini. Bagi Komandan Gang Beruang Hitam, mendapatkan beberapa pistol terlalu mudah.
Suara tawa Tambo bergema di dalam kabut seperti kedatangan mendadak seorang dewa.
Saat Hengky dan yang lainnya melihat Tambo yang tiba-tiba muncul di sisi Alex seperti bayangan dan bertarung sengit dengan Alex, mereka hanya dapat memegang senjata dan melihat semua itu dengan bengong tanpa sempat menembak, mereka seketika tidak tahu harus berbuat apa.
Tambo juga memang tidak menganggap Hengky dan yang lainnya, dia dan Alex seperti dua pusaran angin puyuh yang bergelut bersama, kecepatan mereka telah melebihi imajinasi Hengky dan yang lainnya.
Hingga detik ini, Hengky baru sungguh-sungguh mengerti, rupanya jarak antara dirinya dan Alex tidak dapat dihitung dalam ribuan mil!
Dia panik di dalam hati : Kalau dirinya bertemu lawan sekuat Tambo, dia pasti akan K.O dalam 1 jurus!
Lawannya bisa menghancurkannya jadi daging cincang dengan 1 pukulan! Namun, Alex malah terlihat seri dengan pihak lawan!
“Bagus.” Sosok Tambo mendarat 10 kaki jauhnya di depan Alex, dia menatap Alex dengan gaya anggun.
Alex berkata sambil tersenyum, “Tambo?”
Tambo mengangguk, “Alex?”
Satu tua dan satu muda membuat perbedaan diantaranya terlihat begitu jelas.
Alex menghela nafas, lalu berkata, “Huft, sebelum datang ke Medan aku sangat mengagumi Anda. Rumor mengatakan kalau Anda mengarungi lautan dan punya kekuasaan yang menggemparkan Medan, dapat dijuluki sebagai pilar utama keluarga Mahari. Selain itu, rumor mengatakan Tambo si dewa laut dikagumi oleh para nelayan kota Medan, bahkan sampai dipuja sebagai dewa sungguhan. Tapi, aku benar-benar kecewa begitu bertemu hari ini!”
Tambo menyeringai, “Alex, jaga mulutmu.”
Alex membuka kedua tangannya, “Padahal aku mau menghadiri acara tender. Eh kamu ini malah menyerangku di tengah jalan, sungguh bikin image mu hancur di depanku.”
“Terima ini!” Tambo melompat dan sampai ke hadapan Alex dalam sekejap. Kedua tangannya bergerak cepat seperti ada ribuan lengan dan menyerang ke arah Alex!
“Buset! Jurus ini sama saja dengan seribu tangan! Julukan Tambo sang dewa laut berlengan delapan sepertinya terlalu merendahkannya.” ujar Hengky takjub.
Para satpam PT. Atish lainnya juga tercengang, “Astaga! Orang ini sungguh sesuai dengan julukannya sebagai dewa laut!
Keduanya kembali bertarung sengit, Tambo melayangkan tendangan kuatnya ke arah Alex sambil berputar di udara!
Alex mengubah posisinya, hanya dalam sekejap dirinya telah berada 10 meter jauhnya.
Buk! Tendangan Tambo mendarat dengan kokoh pada tebing di belakang Alex.
Syut! Tambo menghentakan kedua kakinya di dinding tebing dan kembali melayang di udara seperti seekor elang yang sedang mencari mangsa dan kembali menerjang ke arah Alex.
Gerakannya membuat Hengky dan yang lainnya terkagum-kagum dan terpesona.
“Hyaa! Rasakan ini!” Semangat tempur Alex juga terbangkitkan, dia menstabilkan kuda-kudanya, mengumpulkan tenaga terkuatnya di kedua lengan dan mendorongnya lurus ke depan!
Buk! Sepasang kaki Tambo bertabrakan dengan sepasang telapak tangan Alex tanpa perlu diragukan.
Duar! Duar! Duar! Terjadi ledakan besar beruntun di udara yang mengakibatkan gendang telinga Hengky dan yang lainnya kesakitan, yang bisa mereka lakukan adalah menutup telinga dan mengabaikan bidikan pistol.
Sosok keduanya bergelut untuk sesaat, kemudian berpisah dengan cepat dan masing-masing menjauh sekitar 5-6 meter.
“Hebat juga nak, bela dirimu boleh juga!” teriak Tambo sambil menengadah ke langit, ini juga sinyal yang dikirimkannya kepada Kennedy, artinya adalah: Tuan, bersiap untuk menembak!
Alex awalnya tidak menyadari kalau akan ada penembak hebat dari pihak lawan yang bersembunyi dalam kegelapan.
Dia bahkan berulang kali sengaja memperlihatkan kekurangannya untuk menarik Alex ke tempat terbuka.
Pada saat Alex mengejarnya ke sana, tentunya Alex menangkapnya dan tidak memberinya kesempatan untuk istirahat, hal ini juga membuat Kennedy yang berada di tempat tersembunyi tidak punya kesempatan menembak.
Namun, ini bukan tindakan yang disengaja oleh Alex, dia hanya merasa dirinya sudah perlahan unggul setelah 500 an jurus yang dilayangkannya saat bertarung dengan Tambo.
Kennedy sudah cemas, “Tam, minggir! Kalau kalian gini terus, gimana aku bisa menembak!”
Saat dia menerima sinyal dari Tambo, dia langsung mengerti kalau Tambo tidak yakin bisa menang melawan Alex.
Dan, ilmu Kennedy sendiri juga bukan kaleng-kaleng, selama 60 tahun berlatih, kini dia juga telah mencapai tingkat teratas.
Jadi, dia masih bisa paham kalau saat ini Tambo hanya bisa menghadangnya, tapi tidak bisa menyerang balik.
Dengan persepsi dan penilaiannya, jika Alex berada di tempat terbuka, maka Kennedy pasti bisa membunuhnya dengan satu tembakan!
Namun, sekarang Alex dan Tambo bergelut bersama, meskipun penembak hebat seperti Kennedy sekali pun juga tidak yakin bisa menembak dengan akurat, karena perubahan jurus keduanya terlalu cepat sehingga menyerupai kilatan petir yang membuat orang tidak sempat mengedipkan mata.
“Kak Heng, menurutmu, tuan Alex sudah hampir mendekati dewa, kan?”
“Iya, orang seperti tuan Alex sudah ngak bisa dihitung manusia biasa lagi, kan?”
Hengky memelototi mereka, “Ngomong apa kalian? Kak Alex tentu saja manusia.”
“Manusia? Kak, mereka berdua hebat sekali lho.”
“Bener tuh, Tambo sudah kayak dewa dalam legenda di kota Medan. Tuan Alex bisa-bisanya seri melawannya, mereka dua pasti dewa.”
“Seri? Kok aku ngerasa tuan Alex yang unggul!”
“Bener! Aku juga ngerasa begitu, Tambo pasti bakal kalah.”
Hengky sungguh tak bisa berkata-kata, “Kalian ini bisa fokus dikit ngak sih, lihat baik-baik gerakan kak Alex, pelajari noh.”
“Kak, jangan bercanda deh. Kami yang kayak semut ini mana mungkin bisa menguasai ilmu tuan Alex.”
“Iya, tuan Alex itu bagaikan burung rajawali yang terbang di langit, sedangkan kami hanya cacing tanah, sama sekali ngak selevel.”
Hengky akhirnya memilih untuk diam, orang-orang ini jadi banyak omong setelah kembali tenang.
“Hya——” Alex berteriak, lalu tubuhnya melompat setinggi 1 kaki ke atas dan menerjang ke arah Tambo seperti peluru misil.
Di tengah jalan, postur Alex berubah, kedua kakinya berada di depan dan dalam posisi terbuka menyerupai gunting.
Yang akan dilakukannya sekarang adalah sebuah jurus jitu yang sangat hebat bernama cekikan buaya!
Walaupun jurus ini bisa digunakan oleh semua ahli tingkat guru, tapi bila dilakukan oleh Alex yang berada di tingkat dewa perang, entah dari segi kehebatan maupun kekuatan, dan keakuratan, semuanya bukan berada di level yang sama.
Kalau ahli tingkat guru yang melakukannya, maka Tambo tidak perlu khawatir, dia bisa membuat lawan terjungkir balik dalam satu hempasan.