Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Biarkan Orang Terhebat Kemari


“Tadi malam, aku memukul pria bernama Finn. Menurutku kalian pasti bawahannya. Apa PT. Mega berencana membalas dendam?”


Alex menatap Bos Farhan dengan senyum.


Sedangkan Bos Farhan berekspresi masam. “Iya, kamu sudah memukul Tuan Finn hingga masuk rumah sakit. Apa kamu tidak berpikir sebelumnya resiko yang akan kamu tanggung apabila menyentuh Tuan Finn? Dan kamu dengan bodohnya masih berani tinggal di kota Kendari! Kalau tadi malam kamu kabur, maka akan memberikan sedikit waktu untuk hidup karena kami harus mencarimu lagi.”


Alex mengangkat bahu. “Kabur bukanlah kebiasaanku.  Tapi, bila aku ingin kabur sekalipun, kalian nggak ada hak untuk menghalangiku.”


“Sombong sekali dirimu!” Seketika Bos Farhan menatap Alex dengan tak senang, sedangkan Alex hanya mengangkat bahunya. Alex tidak berpikir begitu banyak, lagian musuh sudah di depannya, lawan juga nggak akan membiarkannya pergi, jadi habisi saja mereka.


Hanya saja, dia tidak ingin turun tangan sekarang, karena akan melibatkan Friska dan Geya.


Bos Farhan melihat ke arah Geya, “Geya, sekarang kamu adalah tunangannya Tuan Farraz, tapi beraninya kamu melakukan hal seperti ini. Kamu sebaiknya hati-hati. Reputasimu juga sudah nggak bagus.”


Wajah Geya memucat, dia takut sampai menyandar ke arah Friska.


Bos Farhan tersenyum dingin. Saat ini, Alex malah berjalan menghampirinya sambil menatap Bos Farhan, “Nggak usah banyak ngomong. Kalau mau turun tangan, cepat turun tangan. Kenapa masih banyak ngomong? Apa karena kamu tahu nggak bisa mengalahkanku, jadi melawan dengan mulut?”


Bos Farhan menatap Alex dengan dingin. “Kalau kamu ingin cepat mati, aku akan mengabulkan permintaanmu. Beraninya menyentuh Tuan Finn! Menurutku kamu bisa begitu sial di kehidupan ini, karena di kehidupan lalu kamu telah melakukan banyak kesalahan.”


Alex menarik Friska dan Geya ke belakang sebelum dirinya melangkah maju.


Sedangkan Farhan nggak memedulikan hal lain selain meninju ke arah Alex setelah maju satu langkah.


Serangan tinju yang kuat, selain itu kecepatan lawan sangat cepat.


Alex juga melancarkan tinjunya. Ketika kedua tinju saling bertabrakan, suaranya pun meledak di sekitar.


Saat ini, ekspresi terkejut menghiasi wajah Bos Farhan dan dirinya juga mundur beberapa langkah. Sedangkan Alex baik-baik saja. Hal ini membuat Farhan kaget.


Bos Farhan nggak menyangka kemampuan Alex begitu hebat sampai bisa membuatnya mundur beberapa langkah.


Saat ini, Alex malah tertawa. “Tampaknya dasar keterampilan yang kamu latih cukup baik, hanya saja kurang berbakat. Jadi, sampai setua ini juga hanya bisa mencapai tingkat segini!”


Wajah Bos Farhan menjadi masam serta bercampur marah. Sebenarnya kemampuannya di kota Kendari termasuk sangat bagus, terkecuali dibandingkan dengan master terkenal yang tersembunyi itu. Lalu dia juga termasuk sebagai ketua geng, tapi dia bahkan tidak bisa mengalahkan Alex dengan kemampuannya.


Menurutnya, ini adalah hal yang mengejutkan.


Namun, Bos Farhan tidak akan menyerah karena saat ini banyak orang di sekitar yang sedang mengamatinya. Dia terus maju dan menyerang Alex.


Meskipun tadi Alex menang darinya, peperangan sesungguhnya baru saja dimulai, jadi belum tahu siapa yang menang dan kalah. Terkadang di tengah-tengah pertarungan bisa saja menemukan kekurangan lawan.


Farhan mulai menyerang ke depan dengan gerakan setengah jongkok yang mapan. Sedangkan Alex hanya mengulurkan satu tangannya dengan santai.


Bos Farhan tidak bisa menemukan kekurangan dari gerakan yang santai ini. Alex hanya berdiri di sana, tapi Bos Farhan malah menyadari Alex bisa menghadangnya, mau dia menyerang dari arah manapun.


Hal ini membuatnya terkejut, tapi karena dia sudah mulai berkelahi, jadi dia hanya bisa melanjutkannya.


Lalu terdengar suara yang renyah, tinju Bos Farhan tampaknya lebih cepat.


Sedangkan tinju Alex meninju ke sisi Bos Farhan, lalu mulai menekan ke bawah. Kemudian, dirinya mengikuti kekuatan ini untuk untuk membalikkan Bos Farhan.


Jadi serangan Bos Farhan tentu saja gagal.


Para preman di sekitarnya tercengang, mereka tidak menyangka bahwa Alex bisa menghindari serangan dari Bos Farhan.


Bos Farhan lebih tidak menyangka kalau Alex bisa menghindari serangannya yang sangat cepat dan kuat dengan santai.


Baru saja, telapak tangan Alex melekat pada tinjunya, kalau diganti menjadi orang biasa, pasti sudah terkejut oleh energi itu dan telapak tangannya akan mati rasa.


Tapi Alex tidak merasa begitu, Alex malah memanfaatkan kekuatannya untuk menghindari serangannya.


Setelah dia gagal menyerang. Farhan berbalik badan lagi, lalu tangan kekarnya menggambar satu lingkaran dan melemparkannya ke leher Alex.


Tinju Farhan semakin cepat, lalu luas serangan kali ini lebih besar daripada sebelumnya. Ketika Bos Farhan melihat Alex tidak mundur dengan cepat, seketika dia pun tahu dirinya bisa menyerang Alex.


Saat ini, Farhan menunjukkan ekspresi bangga.


Asalkan dia berhasil memukul Alex, dia percaya Alex tidak akan bisa menghadang serangannya. Dengan begitu, dia bisa mengalahkan Felix dengan satu serangan.


Kedatangan dia kali ini untuk membunuh Alex.


Tampaknya kalau dia berhasil melakukannya, dia bisa pulang lebih cepat!


Tapi Alex malah mengulurkan satu tangan untuk menangkap tinjunya, kemudian dia menatap Bos Farhan dengan tenang. “Kalau kemampuanmu hanya begini saja, kamu sebaiknya pergi sekarang. Aku mau sarapan, jadi nggak ingin membuang waktuku.”


Bos Farhan tercengang, ketika melihat lengannya dipegang, dirinya pun membeku. Meskipun dia ingin menarik balik tangannya dengan kuat, juga tidak bisa.


Dia sangat kaget. “Seberapa kuat kekuatan orang ini?! Bisa-bisanya mengalahkannya dengan satu tangan!”


Bos Farhan paham akan kemampuan dirinya dan tahu seberapa hebat jurusnya. Bagaimanapun juga, ini adalah seni bela diri eksternal, sedangkan jurus ini memperhatikan tinju yang Tangguh.


Tapi sekarang Alex menghadang serangannya dengan mudah. Jadi di dalam ini hanya ada satu penjelasan, yaitu Alex adalah master seni bela diri internal.


Dia menggertakkan gigi. Kalau benar Alex berlatih seni bela diri internal, dia tidak akan ada cara untuk mengalahkan Alex. Bagaimanapun juga, seni bela diri eksternal tidak akan pernah bisa mengejar kemampuan seni bela diri internal.


Kemampuan seni bela diri internal bisa membuat mereka merasa rendah diri.


Jadi, Bos Farhan hanya bisa menyimpan ekspresi galaknya. Dari tatapannya juga terlihat rasa takut untuk bertarung dan ketakutannya itu telah terlihat oleh Alex.


Dia melepaskan Bos Farhan dengan senyum, kemudian mengangkat bahu. “Seharusnya PT. Mega jangan terlalu meremehkanku. Kalau mau melawanku, panggilah orang terhebat di PT. Mega kalian kemari. Kalau bukan yang terhebat, itu semua akan menjadi lawan biasa, bahkan bisa dibilang penyiksaan sepihak!”


Setelah Bos Farhan mendengar ini, ekspresinya berubah, tapi dia tidak berani membantah. Dia mengakui kalau kemampuan Alex lebih hebat dari dirinya.