Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 535 Menyelamatkan Seseorang!


Demi membuat kediaman mereka terlihat mewah, Keluarga Bazel bahkan membuat sungai artifisial kecil! Hal ini benar-benar sangat mengejutkan!


Ada sebuah jembatan di tengah sungai kecil itu, sedangkan Roselline melewati sungai itu dari bawah jembatan.


Pada akhirnya, dia sampai di area perumahan Keluarga Bazel juga. Tempat ini barulah tempat tinggal seluruh anggota Keluarga Bazel. Saat ini, tempat ini masih terang benderang dan masih ada banyak pekerja yang masih bekerja.


Ada banyak pengawal yang berjaga di depan setiap pintu juga. Sepertinya, pintu-pintu ini dijaga secara bergilir selama 24 jam. Jadi, Roselline tidak mungkin bisa masuk ke dalam area perumahan, kecuali dia menghabisi pengawal-pengawal itu.


Untungnya, Roselline tidak berkepentingan di area perumahan, melainkan di sisi lainnya. Jadi, dia bisa diam-diam melewati area perumahan ini. Namun, tepat di saat itu, ada beberapa pengawal yang tiba-tiba mengerutkan alis dan memandang ke arah Roselline bersembunyi.


“Ada apa?” Ada beberapa pengawal menatap aneh ke arah beberapa pengawal lain yang sedang perlahan-lahan mendekati tempat persembunyian Roselline.


“Sepertinya ada seseorang di sana. Kami melihat ada sedikit gerakan di sana tadi,” kata seorang pengawal.


“Mungkin cuma sesuatu yang ditiup angin?” Pengawal yang lain pun tertawa.


“Aku bisa membedakannya. Lagi pula, aku nggak merasakan ada angin yang bertiup. Jadi, di sana pasti ada seseorang,” kata pengawal itu dengan sangat yakin.


Namun, pengawal yang lain hanya menatap beberapa pengawal itu dengan pandangan tidak percaya. Mereka hanya merasa bahwa beberapa pengawal itu hanya paranoid.


Ini adalah Kediaman Bazel, siapa yang berani menyelinap kemari? Memangnya mereka sudah bosan hidup?


Lagi pula, ada juga pengawal yang sedang berpatroli di tempat lain selain di tempat ini. Kediaman Bazel juga diawasi oleh penembak runduk yang tersembunyi. Jadi, jika ada orang yang menyelinap masuk, mereka pasti sudah tahu dan akan memberi tahu mereka. Sementara para penembak runduk sama sekali tidak menghubungi mereka.


Namun, tiga pengawal yang sedang berjalan maju itu juga tidak memedulikan hal itu. Mereka tetap bergerak mendekati tempat persembunyian Roselline.


Roselline mengeluarkan belatinya dan wajahnya dipenuhi kewaspadaan. Dia tahu bahwa dia akan segera terekspos. Saat dia terekspos, dia bisa menghabisi ketiga pengawal itu. Namun, setelah terekspos, dia akan jatuh ke dalam situasi yang lebih berbahaya.


Setelah menghabisi pasukan tersembunyi terakhir di dalam kebun bunga, Alex menghela napas, "Kamu benar-benar terlalu sembrono! Kalau bukan karena aku bisa merasakan keberadaan mereka, kamu pasti sudah mati!”


Namun, Alex langsung merasa sangat tidak berdaya. Dia menyerbu masuk ke sebuah gedung tinggi, lalu cepat-cepat naik ke atas dan tiba di atap gedung itu.


Penembak runduk yang sedang berbaring di atap itu langsung terkejut saat melihat Alex menyerang ke arahnya. Sebagai seorang penembak runduk yang terlatih, dia bergerak secepat yang dia bisa untuk mengeluarkan belati dari pahanya. Sementara tangannya yang satu lagi meraih pistolnya.


Dia baru saja berbalik dan akan menarik pelatuknya, tetapi Alex sudah muncul di hadapannya dan melayangkan sebuah pukulan ke lehernya. Alhasil, seluruh tubuhnya menjadi lemas dan tangannya yang hendak menarik pelatuk itu juga menjadi tidak bertenaga.


Alex dengan tenang mengambil senapan runduk itu, lalu membidik ke arah beberapa pengawal yang sedang mendekati Roselline.


Dor! Dor! Dor!


Alex menembakkan tiga tembakan berturut-turut ke arah pengawal itu tanpa melihat. Dia tahu bahwa dirinya sudah terekspos. Namun, dia harus melakukan pengorbanan seperti ini agar Roselline bisa pergi ke ruangan itu dengan lancar.


Sebelum ketiga pengawal itu sempat bereaksi, kepala mereka telah ditembus oleh peluru. Sementara pengawal lainnya pun terkejut.


“Benar-benar ada musuh yang berani menyelinap ke Kediaman Bazel! Memangnya dia sudah bosan hidup?” Wajah para pengawal itu dipenuhi keterkejutan.


Roselline menghela napas lega, lalu menoleh ke arah Alex sambil menggigit bibirnya. Dia tahu bahwa Alex melakukan hal ini untuk melindungi dirinya.


“Siapa yang menyuruhmu untuk membantuku!” Roselline sedikit marah, tetapi dia berbalik dan menyelinap ke samping. Dia tahu apa tugasnya sekarang. Jadi, dia akan membicarakan mengenai Alex nanti.


Setelah suara tembakan senapan runduk berbunyi, semua orang pun bangun. Seluruh Kediaman Bazel seperti sudah hidup kembali dan mulai terdengar suara di sekeliling rumah.


Ada suara pengawal yang berteriak, suara anggota Keluarga Bazel yang berdiskusi dan juga suara bisikan orang-orang yang ketakutan.


Alex hanya bersembunyi di satu sudut dengan santai. Dia tahu bahwa sudut ini tersembunyi dan para penembak runduk tidak akan bisa menembak ke lokasi ini. Jadi, dia juga tidak perlu khawatir.


Alex mengangkat senapan runduknya dan membidik ke arah penembak runduk di hadapannya.


Dor!!!


Kecepatan menembak Alex sangat cepat, seolah-olah dia tidak perlu membidik. Saat penembak runduk itu baru akan mengeluarkan senapannya, peluru Alex sudah mengenai senapan penembak runduk itu.


Penembak runduk itu sangat terkejut dan buru-buru bersembunyi di samping. Dia tahu bahwa lawannya adalah seorang ahli!


“Lawan kita sangat tangguh, aku sarankan kalian untuk menerobos dari bawah. Dia sudah mendapatkan senjata Nomor 9, tetapi kami sudah menyudutkannya di atap.” Penembak runduk itu segera melapor.


Sementara pengawal yang lain sudah mulai menyerbu ke arah gedung di mana Alex berada. Mereka semua dilengkapi dengan pistol mitraliur dan pistol biasa. Dalam pertarungan jarak dekat, senapan runduk malah lebih tidak berguna daripada senjata-senjata itu.


Namun, Alex malah tersenyum. Memangnya dia perlu senjata api dalam pertarungan jarak dekat? Tentu saja tidak.


Tepat di saat itu, penembak runduk itu lanjut berkata, “Musuh kita hanya sendiri. Meskipun kita nggak tahu bagaimana dia menyelinap masuk, kami sudah memerangkapnya. Dia nggak terlalu berbahaya!”


“Kita hanya perlu menunggu para pengawal untuk menghabisinya!”


Semua penembak runduk itu menghadapkan senapan mereka ke arah tempat persembunyian Alex. Asalkan Alex menunjukkan badannya, mereka bisa langsung menembaknya.


Sementara saat ini, beberapa pengawal juga sudah sampai di atap. Setelah mendengar kata-kata penembak jitu, mereka sudah mengetahui posisi Alex.


Seorang pengawal mengangkat pistolnya, lalu perlahan-lahan bergerak ke arah Alex. Jarak pandang matanya pelan-pelan meluas, tetapi dia bahkan tidak sempat menembak saat sebuah bayangan melintas di hadapannya. Tenggorokannya langsung digorok belati.


Dia memegang lehernya dengan tatapan yang dipenuhi keterkejutan. Darah segar tidak berhenti menyembur keluar dari lukanya. Sementara pengawal yang lain sangat terkejut dan melangkah mundur.


Pengawal yang digorok itu hanya bisa jatuh ke atas lantai dan tidak berhenti kejang-kejang. Pada akhirnya, dia pun mati.


Dari awal sampai akhir, tidak ada satu pun pengawal lain yang berpikir untuk menyelamatkan pengawal itu.


“Hati-hati! Dia masih di posisi itu dan sangat kuat! Lumpuhkan dia dengan terus meluncurkan tembakan agar dia tidak sempat melawan!!!” kata seorang pengawal dengan marah.


Semua pengawal pun mulai menembak sambil bergerak.