Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 475 Kamu Sudah Tahu Harus Bagaimana, ‘kan?


Rekannya bahkan tidak bereaksi dan dia langsung dipukul oleh Alex, lalu lehernya dilipat menggunakan kedua tangan.


Pembunuh yang dihajar itu langsung tewas di tempat.


Saat itu, pembunuh yang lain tidak lagi menghabiskan waktu untuk tinggal di tempat itu. Meskipun sekarang jumlah mereka masih unggul, tetap saja tidak bisa membunuh Alex sekarang. Jika mereka melanjutkannya sekarang, mereka pasti akan mati.


Saat mereka mengetahui hal itu, mereka langsung memutuskan untuk mundur lebih dulu.


Selain itu, waktu yang ditentukan sudah semakin dekat. Saat mereka datang ke tempat ini untuk membunuh Alex, mereka sudah diberitahu bahwa jika dalam setengah jam mereka tidak bisa membunuh Erika dan Alex, maka mereka harus segera mundur.


Karena jika tidak mundur, hasilnya adalah mereka yang akan dibunuh oleh Biro Red Shield.


Sedangkan, waktunya akan segera tiba.


Mereka juga harus menemukan cara untuk meninggalkan Indonesia. Mereka tidak ingin terus terjerat di tempat ini dan bisa dikatakan bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik.


Semua pembunuh mulai mundur perlahan, tetapi saat itu, sebuah helikopter muncul dan senapan yang dipasang di helikopter langsung menembak para pembunuh itu.


Peluru melewati sisi Alex terus menerus dan peluru bahkan menembus Hummer yang ada di sana.


“Itu adalah Biro Red Shield!” Seorang pembunuh berteriak panik. Tetapi setelah dia selesai berteriak, sebuah peluru langsung menembus lehernya dan membuat lubang besar di sana.


Darah berceceran dan seluruh jalan di sana penuh dengan darah. Saat itu, seluruh jalan tol sudah diblokir.


Semua mobil diparkir pada jarak lima puluh atau enam puluh meter. Pengemudi yang ada di dalam mobil sangat ketakutan karena banyak mobil yang terkena tembakan peluru dan yang lebih penting lagi, mereka semua melihat ledakan itu.


Itu sungguhan!  


Alex menarik napas dalam-dalam dan menatap Roselline yang turun dari helikopter, “Kupikir kalian nggak akan peduli padaku.”


Roselline menggelengkan kepalanya, “Butuh beberapa saat untuk sampai ke sini dan juga jalan sedang macet. Jika pusat nggak mengirimkan helikopter, kami mungkin masih terjebak di jalan sekarang.”


Alex benar-benar tidak habis pikir dengan lalu lintas di Tomohon.


“Tapi semuanya baik-baik saja, setidaknya kamu ada di sini dan menyelamatkanku dari bahaya,” kata Alex sambil tertawa.


Roselline berkata dengan acuh tak acuh, “Setelah menerima kabar tentangmu, kami langsung melacak lokasimu dan mengepung daerah sekitarnya. Beberapa rekan bergegas ke PT. Atish, semua sudah aman.”


Alex menghela nafas lega lalu dia berjalan ke mobil antipeluru dan membawa Erika keluar dari sana.


Kendaraan di belakang diblokir sejauh dua kilometer. Salah satu pemilik kendaraan Hummer menunjukkan ekspresi marah di wajahnya. Setelah dia melihat Alex dari kejauhan, dia langsung menggertakkan giginya, “Bajingan mana yang memberikan tugas itu? Sudah jelas bahwa itu adalah Komandan Alex! Seratus juta pembunuh juga nggak akan bisa membunuhnya!”


Dia juga seorang pembunuh bayaran yang aktif di situs web. Perintah yang dia terima umumnya relatif sulit, tetapi dia sudah mengenal Alex dan tahu identitasnya.


Dia adalah seorang veteran di dunia industri.


Aswin adalah seorang pembunuh yang aktif di dunia pembunuh bayaran, dia termasuk orang yang sangat tertutup. Sampai kemudian, dia menerima tugas yang sudah lama ditangguhkan di situs web. Dia sudah menyelesaikan banyak tugas pembunuhan yang tidak bisa diselesaikan sebelumnya dan hal itu berhasil menarik perhatian banyak orang.


Alasan Aswin dibilang aktif di dunia pembunuhan,  karena para pembunuh lainnya akan sering bertemu dengan Aswin saat mereka sedang mengerjakan tugas. Aswin juga termasuk orang yang ramah dan sering menyapa mereka karena takut orang lain akan tahu bahwa pembunuh ini saling mengenal.


Aswin menarik napas dalam-dalam. Tentu saja dia tidak pernah berpikir untuk bertarung melawan Alex karena dia sendiri tahu bagaimana kekuatan Alex. Hadiah 200 miliar dari Bos Gang Beruang Hitam itu hanya lelucon!


Bajingan itu hanya akan membuat mereka semua terbunuh.


Tepat saat dia akan meninggalkan tempat itu lebih dulu, seorang pria perlahan berjalan ke arahnya lalu membuka pintu dan masuk ke mobil.


“Ada apa, kamu juga menerima tugas ini ya?” Alex memiringkan kepala dan menatap Aswin sambil menunjukkan senyumannya. 


“Komandan Alex, bagaimana mungkin aku menerima tugas seperti itu? Aku datang ke Indonesia hanya untuk berlibur, itu saja.”  Aswin dengan rambut emas dan kulit putih, seperti bintang daging kecil yang segar itu berkata sambil nyengir.


Alex melirik senapan mesin ringan dan parang di kaki Aswin.


“Jadi kamu berlibur sambil membawa senjatamu itu? Bukankah kamu terlalu menghabiskan banyak waktu untuk itu?” Alex menatap Aswin dengan tatapan dingin.


Dahi Aswin sudah penuh dengan keringat dan dia langsung menjelaskan, “Sebenarnya, aku pikir tugas ini sangat sederhana. Bagaimanapun juga, dengan hadiah 200 miliar nggak ada seorang pun yang berpikir bahwa tugas itu adalah untuk membunuhmu. Aku juga nggak tahu bahwa kamu sudah punya istri!”


Alex hanya melihatnya dengan acuh tak acuh, dia juga tidak berbicara sama sekali. Sebaliknya, Aswin terus berusaha untuk menjelaskan dan semakin dia menjelaskan, semakin merasa bersalah pula dia.


“Kamu juga sudah tahu bahwa tugas yang aku terima itu termasuk yang paling sulit, tapi karena kali ini imbalannya adalah 200 miliar, aku jadi sangat tergiur dan langsung menerimanya. Tapi aku sama sekali tidak tahu bahwa Komandan Alex itu adalah kamu!”


“Jika aku tahu itu adalah kamu, aku nggak akan berani bahkan jika kamu memberiku sembilan nyawa juga tetap tidak berani. Kamu juga tahu siapa aku. Aku nggak pernah membohongi orang lain. Kali ini aku benar-benar nggak tahu bahwa orang yang ingin aku bunuh adalah kamu!”


Semakin banyak Aswin menjelaskan, dia semakin bingung dan keringat mulai merembes dari punggungnya. Dia tahu bahwa untuk membunuhnya merupakan hal sederhana bagi Alex.


Selain itu, Biro Red Shield juga ada di depan dan melihat ke arah mereka dengan penasaran. Jika Biro Red Shield tahu identitasnya, maka tanpa berkata apapun, dia pasti akan langsung ditangkap.


Lagi pula, identitasnya adalah seorang pembunuh. Di Indonesia, seseorang yang memiliki profesi pembunuh pasti akan ditangkap, diinterogasi, dan dihukum. Jika terungkap, Biro Red Shield pasti akan jadi yang pertama menemukannya.


Dia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya di penjara yang ada di Indonesia.


“Komandan Alex, katakan sesuatu, kamu ingin aku bagaimana? Jika kamu ingin membunuhku katakan saja. Kalau kamu diam seperti ini, itu hanya membuatku semakin bingung!” Aswin akhirnya menyerah dan pasrah pada takdirnya.


Saat itu, Alex berkata dengan acuh tak acuh, “Kamu tahu bahwa aku bukan lagi Bos Gang Beruang Hitam, kan?”


Aswin langsung mengangguk.


“Kalau begitu kamu juga tahu kenapa keberadaanku nggak pernah ditemukan, kan?” Alex bertanya lagi.


Aswin mengangguk dengan tegas, “Aku tahu, itu karena kamu nggak ingin orang lain tahu keberadaanmu, itu sebabnya kamu belum ditemukan!”


“Kalau begitu kamu pasti sudah tahu apa yang ingin aku katakan padamu kali ini, kan?”


Aswin berkata dengan sangat serius, “Aku tahu, aku nggak akan pernah mengatakan apa-apa tentangmu dan aku bahkan nggak tahu apa-apa tentangmu. Aku di sini hanya untuk liburan. Seperti apa misi ini, siapa targetnya, aku sama sekali nggak tahu!”