Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Strategi Pertempuran


Selesai Roselline menghitung barang dan menandatangani surat terima, dia pun berkata pada kapten tersebut, “Kalian pulanglah dulu! Tapi, kamu perlu memakai terbalik kemeja itu dan melepaskan seragam militer di luar.”


“Baik!” Sang kapten memberi hormat, kemudian keluar dari halaman dan masuk ke dalam mobil untuk pergi setelah menjalankan permintaan Roselline.


Begitu truk pergi, ada dua unit mobil Land Rover datang ke arah mereka. Kemudian, tujuh orang pria berpakaian kasual turun dari mobil dipimpin oleh pria kekar yang bernama Andi.


Tatapan Roselline seketika menjadi tajam, dia melihat ke arah Alex, tapi dia tidak memberi respon apapun, sehingga Roselline tahu bahwa orang-orang ini ada di pihak mereka.


“Em, bos, apa ini kekasih barumu?” Tanya Andi sambil membelalakan mata ketika melihat Roselline yang berpakaian seperti wanita desa.


“Jangan bercanda! Dia pembunuh, namanya Roselline.” Alex mengingatkan mereka.


“Apa?” Andi tercengang, “Bu…bukan dia ingin membalas dendam padamu? Mengapa kalian terjerat bersama lagi?”


“Andi, ketua kekuatan di antara 4 raja dunia Gang Beruang Hitam ya? Ternyata begini rupanya.” Meskipun Roselline tidak kenal dengan Andi, tapi dia dapat menebaknya berdasarkan situasi Gang Beruang Hitam yang diketahuinya.


Andi tertawa, “Wanita cantik toh rupanya! Tapi, aku ngak akan keberatan jika kamu ingin menjadi kakak iparku.”


Roselline jadi tidak senang, “Andi! Jangan bicarakan topik ini lagi! Atau, aku akan menghajarmu!”


“Eh eh? Dasar galak.” Andi langsung bersembunyi di belakang Alex ketika melihat Roselline marah, dia juga tetap mengedipkan mata pada Roselline.


Keenam saudara yang dibawanya tidak berani tertawa saat melihat ketua mereka berubah menjadi kekanak-kanakan.


Tapi, mereka juga tahu bahwa Andi hanya akan bersikap seperti ini ketika berada di depan Alex.


Roselline sendiri juga bisa merasakan bahwa setiap saudara yang dibawa Andi adalah ahli tempur yang sangat spesial dan hal ini bisa dilihat dari mata dan aura mereka.


Selain itu, mereka sangat berpengalaman. Mereka sengaja berjalan pelan saat berada di luar halaman seperti orang biasa. Tapi mereka menjadi lincah setelah masuk ke dalam dan memancarkan aura seorang prajurit.


“Pilihlah senjata kalian!” Ucap Roselline sambil melihat kotak-kotak yang dilempar masuk oleh Alex.


“Wow!” Akhirnya Andi dan beberapa saudaranya dapat menggunakan senjata di dalam negeri, jadi mereka berlari ke arah kotak itu dengan senang.


“Senapan ini milikku! Senapan AK 48, ini adalah senjata favoritku! Ngak ada yang boleh merebutnya!”


“Apa hanya ada beberapa senapan ringan? Gudang amunisi kemiliteran dalam negeri sungguh buruk! Emang ngak ada gatling gun?” Andi merasa kecewa ketika melihat semua senjata ini.


Alex berkata, “Pilihlah satu senapan ringan, lalu bawa agak banyak granat dan senjata jarak dekat, mungkin saja nanti akan perang jarak dekat dengan lawan.”


“Oke! Bos, senjata apa yang kamu gunakan?” Andi memikul senapan ringan serta membawa isi peluru, juga mengambil dua pistol serta isi peluru tambahan lagi, serta puluhan granat yang digantung di pinggangnya.


Alex berkata, “Aku juga ambil pistol dan senapan ringan. Mark, kamu adalah penembak jitu, jadi kamu harus mengepung semua musuh dan jangan sampai ada yang lolos.”


“Oke bos!” Pria yang bernama Mark itu adalah pria muda dengan kulit putih bersih, tapi setelah melihat auranya, pasti akan tahu bahwa dia adalah penembak jitu yang baik.


“Ini adalah diagram skema tempat musuh bersembunyi, coba kalian lihat dulu.” Roselline mengeluarkan ponsel, lalu memanggil semua orang berkumpul ke tempatnya dan menunjuk di atas skema, “Di sini adalah gunung yang juga merupakan tempat yang cocok untuk menembak. Mark, kamu harus memilih tempat penembak terbaik untuk bisa mengamati keadaan seluruh halaman kecil ini.”


“Baik!” Mark seketika menjadi serius, “Aku akan memasuki tempat penembak jitu dua puluh menit sebelum berperang.”


Mark menganggukkan kepala, “Mengerti!”


Andi membelalakkan mata, “Apa lawan kali ini si Monster? Bagus sekali! Bos, kita harus bisa menghancurkan grup itu malam ini! Haha!”


Roselline menunjuk ke lokasi di ponselnya, “Ini adalah gerbang halaman kecil. Jika pertempuran dimulai, orang-orang Monster seharusnya ngak akan langsung keluar dari gerbang ini, mungkin saja mereka akan menggunakan cara pertahanan. Jadi, jika mau menyerang, maka kita harus mengepung halaman ini.”


Dia melihat Andi dan lainnya, “Meskipun orang kita ngak banyak, tapi aku percaya kalian semua adalah prajurit terhebat dari Gang Beruang Hitam. Jadi kita mungkin saja bisa mengalahkan Monster dengan sedikit orang.”


Andi menganggukkan kepala, “Itu pasti! Oh iya, setelah kita menyerang masuk, setiap 20 akan ada satu orang yang mengepung di tempat itu dan ngak boleh membiarkan siapapun keluar.”


Saudara lain menganggukkan kepala, kemudian Andi berkata lagi, “Monster sering berperang dengan trik aneh, jadi kita harus mewaspadai mereka akan menyerang dari luar ke dalam. Jack, kamu sebagai penembak blokir saja gerbang halaman itu!”


“Oke!” Jack mengutak-atik senapan ringannya, “Aku jamin siapa pun yang keluar dari gerbang halaman akan memakan puluhan bom.”


Kemudian, Andi secara akurat menggambarkan posisi pertempuran untuk setiap saudara dan menjelaskan dengan rinci hal yang harus diperhatikan dalam pertempuran.


Roselline kaget karena menyadari Andi yang terlihat seperti pira kasar bisa begitu masuk akal ketika menjelaskan taktik perang dan pengalaman tempurnya mungkin seimbang dengan Roselline.


Alex yang berdiri di samping hanya bisa melihat penjelasan Andi sambil senyum tanpa menyela, sepertinya dia selaku Komandan Gang Beruang Hitam sama sekali tidak peduli dengan urusan militer.”


Andi akhirnya selesai berbicara, lalu bertanya dengan serius, “Apa kalian semua sudah mengerti?”


“Mengerti!” Jawab enam saudara dengan serentak.


Lalu Andi menatap Alex, “Bos, bagaimana menurutmu? Apa ada yang perlu ditambahkan?”


Alex berkata, “Hal yang perlu aku ingatkan adalah setelah pertempuran dimulai, kita harus memperkuat kerja sama, terutama Mark sebagai penembak jitu harus membantu setiap saudara, tanggung jawab ini sangatlah besar.”


Mark menganggukkan kepala, “Bos jangan khawatir, ini bukan pertama kalinya kok!”


Alex melihat ke arah Roselline, lalu berkata “Begitu terjerumus dalam pertempuran sengit dan Monster tetap bertahan. Kita berdua akan menyerang ke dalam dan mulai membunuhnya.”


Roselline menganggukkan kepala, “Oke!”


Andi berkata, “Bos, aku akan ikut kalian ke dalam!”


Alex mengerutkan kening, “Taati perintah.”


“Iya.” Andi tidak berani melawan.


Roselline sulit membayangkannya, prajurit yang baik seperti Andi, bisa-bisanya mematuhi perintah Alex. Bagaimana Alex bisa melakukannya? Ini bukanlah tingkat kemiliteran nasional, melainkan hubungan atasan dan bawahan yang ketat.


Kalau begitu hanya ada satu kemungkinan yaitu Alex menggunakan kemampuan dirinya dalam peperangan nyata untuk mendirikan otoritasnya sendiri.


Dibandingkan dengan ini, pasukan yang dipimpin Roselline adalah pasukan negara, jadi tentu saja para prajurit harus mematuhi perintahnya, sedangkan dia juga tidak perlu membuktikan dirinya kepada para prajurit itu.


Dia dan Alex sama sekali tidak berada pada konsep yang sama.