
“Jadi, maksudmu ingin menghancurkan Keluarga Bazel?” Pada saat ini, beberapa orang masuk dari luar. Orang ini berusia sekitar tiga puluh tahun, tetapi pakaiannya sangat modis, seperti mengikuti cara pakai anak muda.
Alex mengerutkan kening dan menatap orang itu dengan tenang.
“Siapa kamu?” tanya Alex dengan penasaran.
“Sudah membuat kerusuhan di tempatku, masih tanya siapa aku? Apakah kamu nggak tahu Club Sky ini di bawa pengawasanku?” Farrel melihat Alex dengan senyum dingin.
Alex merasa dia pernah mendengar nama ini, lalu dia ingat. Apa Farrel ini adalah orang yang pernah memiliki konflik dengan Andi?
Melihat Farrel masih dalam kondisi sehat, Alex pun tercengang. Situasi ini sangat aneh, kalau Andi benar-benar turun tangan, lawan pasti akan terluka parah.
Tapi, sekarang kaki dan tangan Farrel tidak patah, bahkan berdiri di depannya dengan sehat. Hal ini memang membuatnya kaget.
Selain itu, kedua pengawal yang di belakang Farrel telah mencapai tingkat grandmaster. Dia seorang dikawal dua pengawal tingkat grandmaster, tampaknya status orang ini sangat penting.
Setelah Khasim melihat Farrel, dia pun berteriak, “Tuan Farrel! Orang ini bilang ingin menghancurkan Keluarga Bazel.”
Farrel malah berkata dengan dingin, “Aku sudah tahu. Nada bicaranya sangat sombong, tapi tidak ada yang tahu apakah dirinya bisa keluar dari sini untuk mewujudkan mimpinya.”
Kedua grandmaster di belakang Farrel berjalan ke arah Alex, lalu berdiri di kedua sisinya dan sudah mempersiapkan diri untuk menyerang kapan saja.
Sedangkan Alex hanya mundur setengah langkah, sepasang tangannya juga baru mengumpulkan energi. Kalau lawan turun tangan, mungkin dia tidak bisa menghindarinya.
“Jangan kira kamu bisa semena-mena di depanku karena ada dua grandmaster di sisimu,” kata Alex.
Farrel tersenyum dingin. “Kudengar adik sepupuku yang tak berguna itu dipukul olehmu, ya?” Dia melihat Geya lagi. “Memang wanita genit, wanita semacam ini nggak seharusnya menikah dengan adikku. Anak dari keluarga besar apaan, semuanya hanya kata-kata palsu.”
Ekspresi Geya berubah dan tubuhnya gemetar.
Farrel tertawa sinis. “Tapi nggak apa-apa, adik sepupuku memang nggak ada kemampuan apa-apa, hanya ada sedikit guna.”
Farrel melanjutkan dengan senang, “Orang tak berguna menikah dengan wanita genit, kedengarannya sangat cocok.”
Alex berkata dengan acuh tak acuh, “Nanti aku akan menamparmu.”
Farrel menatap Alex dengan acuh tak acuh, sedangkan kedua grandmaster itu berjalan selangkah ke depan. Mereka sudah berjalan dua meter jauh.
Di bawah jarak, serangan mereka sangat cepat. Kalau melakukan serangan, pasti bisa berhasil memukul lawan dalam seketika.
Alex tidak menaruh terlalu banyak perhatian pada kedua grandmaster itu, karena dia tahu kedua grandmaster itu akan sulit dihadapi, tapi tidak bisa menyakitinya.
Dia hanya ingin menampar Farrel.
Farrel tidak tahu dirinya dalam bahaya. Dia menunjuk Alex sambil berkata dengan tak senang, “Bunuh dia, lalu bawa keluar mayatnya dari pintu belakang!”
Begitu selesai bicara, kedua grandmaster itu turun tangan, satu mengeluarkan tinju, satu mengeluarkan tendangan.
Kecepatan mereka berdua sangat cepat, selain itu serangan yang keluar sangat kuat. Tampaknya mereka sudah melatih seni bela diri eksternal sampai tingkat teratas.
Ketika turun tangan, tubuh mereka bisa mengeluarkan suara ledakan.
Mereka berdua sangat mahir dalam seni bela diri eksternal, mereka menggunakan tinju menyerang ke bagian terpenting Alex.
Sedangkan yang satu lagi menggunakan kakinya menendang kepala Alex.
Tinju menghalangi pandangan Alex, sedangkan serangan kaki adalah pembunuh sebenarnya.
Sepasang tangan tinju lawan telah dilemaskan dengan gambaran lingkaran.
“Waktunya aku menunjukkan kemampuanku!” Alex tersenyum sambil menepuk tangan. Meskipun jurus yang Alex pakai terlihat tak berguna. Ketika kedua grandmaster itu melihat jurusnya Alex, ekspresi mereka langsung berubah.
Mereka tidak sempat mundur lagi, karena kebiasaan mereka menyerang selalu melangkah maju, jadi mereka sudah di sisi Alex.
Akhirnya mereka memilih menghalangi.
Bang, bang!!!
Kedua orang itu terbang keluar hingga menabrak tembok. Pada saat ini, Alex berjalan menghampiri Farrel ketika Farrel masih melamun.
Mata Farrel membelalak, dia tahu betul kemampuan kedua pengawalnya, namun tidak ada yang bisa mengalahkan Alex.
“Kamu!” Farrel menahan amarahnya.
“Plak!”
Alex menampar wajahnya Farrel, kekuatan tampar itu bisa membuat Farrel berputar di tempat, kemudian mundur hingga ke pintu.
Alex menatap Farrel dengan senyum. “Aku sudah bilang, aku ingin menamparmu. Kataku sudah terkabulkan, kalau kamu masih berani bicara, aku akan membunuhmu.”
Seketika Farrel tidak mampu berkata apapun, karena tidak berani bertaruh.
Kemampuan yang Alex tunjukkan padanya sudah membuatnya sangat kaget. Kedua pengawalnya berada di tingkat grandmaster, bahkan kedua pengawalnya ini bisa menghadang serangan dari Sulawesi Tenggara.”
Mengenai pembunuh bayaran itu, itu juga mudah diatasi. Mereka berdua telah menjalani pelatihan yang sangat ketat, dengan begini kemampuan mereka sangat hebat.
Akan tetapi, kedua grandmaster yang hebat ini malah dikalahkan oleh Alex.
Ini benar-benar hal yang menakjubkan!
Para tuan yang tadinya berteriak di ruang VIP, sekarang hanya membelalak mata untuk melihat Alex dan Farrel. Bahkan Farrel saja tidak bisa mengalahkan Alex, jadi kalau tangan mereka patah, apa itu tidak memalukan.
Hanya saja mereka masih tidak bisa percaya Alex berani melakukan hal seperti itu, jadi hanya membelalak mata dan melihat.
Benar-benar cari mati?
Farrel menggertakkan gigi, tapi dia tahu dirinya sudah tidak dapat melakukan apapun lagi. Awalnya dia mengira membawa kedua pengawal kemari sudah bisa menyelesaikan semua masalah.
Dia tahu kejadian ini, karena melihat Adit berlari keluar sambil memegang pergelangan tangan. Tetesan darahnya pun menyebar ke mana-mana. Dari situ dia baru tahu kalau ada masalah yang terjadi di ruang VIP.
Setelah memeriksa CCTV, mereka melihat hanya Alex dan Friska yang masuk ke ruang VIP, jadi dia membawa kedua pengawalnya kemari.
Alex melihat Friska, “Ayo, kita pergi dari tempat ini dulu, tampaknya masalah ini sudah selesai.”
Farrel tidak berani menghadangnya. Dia tahu ruang VIP ini ada pengedap suara, jadi orang di luar tidak akan mendengar apa-apa, meskipun itu jeritan.
Sekarang satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah menyingkir, lalu membiarkan Alex dan yang lain keluar dari tempat ini!
Dengan begitu, dia baru bisa hidup!
Friska mengangguk, lalu menggendong Geya berjalan keluar. Ketika tiba di depan Farrel, Alex melihat Farrel tidak berniat menghindar, jadi menamparnya sekali lagi.
Sekarang, kedua pipi Farrel bengkak!