
Brown berkata, “Tuan Dakson, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?”
Dakson menjawab, “Setahuku, di sisi Richard ada seorang master yang disebut sebagai Raja Kaki Utara, Dodo Tamiang. Kemampuan orang ini hampir setara dengan Alex. Hari ini, kalian juga sudah lihat kalau Alex memang hebat, kehebatannya bahkan di luar dugaan kita. Jadi, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mencari master yang dapat bersaing dengan Raja Kaki Utara.”
Brown mencibir sambil mengangguk, “Itu benar, kalau gak, kita mungkin saja akan dibunuh oleh Raja Kaki Utara. Selain itu, mungkin saja Raja Kaki Utara ini adalah master yang membunuh Tuan Borez.”
Dakson mengangguk, “Benar! Makanya kita harus melakukan dua hal ini sekaligus. Di satu sisi, kita harus menghabiskan banyak uang untuk mengundang para ahli. Di sisi lain, kita harus membuat hidup Richard sengsara.”
Brown mengangguk, “Baik! Jenderal Dakson, silakan turunkan perintah!”
Sebelas pria bersenjata yang tersisa kembali bersemangat pada saat ini, “Ya! Jenderal Dakson, tolong beri perintah!”
Dakson melihat mereka dan diam-diam bergumam dalam hati: Kalian itu hanya pantas untuk membantu saja, karena gak ada dari kalian yang bisa diandalkan.
Sebenarnya Dakson tidak tahu jelas mengenai identitas Alex, jika dia tahu kalau Alex adalah bos Gang Beruang Hitam, maka dia tidak akan berpikir kalau orang-orang bersenjata ini tidak berguna.
Ketika Alex kembali ke gedung cabang PT. Atish. Dia melihat Damian, Marvel serta saudaranya yang ditemani oleh Martin dan Andi.
Damian dan yang lainnya sangat senang saat melihat Alex kembali, “Tuan Alex, akhirnya pulang juga! Gimana, kamu baik-baik saja, kan?”
Alex melihat mereka, “Eh! Tumben lengkap? Emangnya apa yang bisa terjadi padaku?”
Andi berkata, “Kalau Dakson si brengsek itu berani turun tangan padamu, maka aku akan menyerang sampai kampung halaman mereka dan membunuh si Barni!”
Alex tertawa, “Dia cuma cari masalah dengan Richard. Kalau Dakson bermusuhan dengan Richard, maka kita bisa lebih santai.”
Damian mengangguk, “Benar! Kata Tuan Alex tepat sekali! Jika kita membunuh Dakson, maka Barni pasti akan datang kemari. Saat itu kita akan membentuk musuh yang lebih kuat untuk kita sendiri. Sekarang Tuan Alex sedang membentuk musuh yang kuat untuk Richard, ini sungguh ide bagus.”
Andi berkata, “Bos, Dakson nggak kenal denganmu, jadi dia pasti mempersulitkanmu, kan?”
Saat ini, semua orang melihat ke arah Alex.
Semua orang tahu jelas dengan sikap Dakson yang kejam, jadi sudah merupakan sebuah keajaiban karena dia membiarkan Alex kembali dengan selamat.
Alex mengatakannya dengan enteng, “Ngak ada apa-apa kok, kami cuma adu tangan saja. Terus Dakson percaya padaku dan tahu bukan aku yang membunuh Borez.”
Damian berkata sambil tepuk tangan, “Bagus kalau gitu! Tuan Alex memang hebat.”
Mata besar Andi terus melirik tubuh Alex, tapi dia tidak bertanya lagi.
Karena dia tahu jelas kalau Alex pasti sudah mengalami hal yang sangat berbahaya!
Damian berkata, “Tuan Alex, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?”
Alex berpikir sejenak, lalu menjawab, “Liat mereka bertarung dulu deh! Tapi, kita harus mengambil tindakan secara diam-diam untuk mempercepat menghancurkan Richard.”
Damian mengangguk, “Oke! Aku mengerti.”
Andi berkata, “Akhirnya ada kerjaan juga! Kemampuan Dakson bikin masalah pasti b aja, jadi aku harus membantunya, lagian aku juga nggak ada kerjaan.”
Martin mengangguk sambil tersenyum, “Ini memang kerjaan bagus.”
Tiba-tiba, terdengar suara pintu terbuka, lalu Erika berjalan masuk dan bertanya dengan senyum, “Kalian lagi bahas apa?”
Alex mengangkat bahu, “Bukan hal penting, kita lagi bahas makan malam hari ini.”
Erika berkata, “Katakan, kalian mau makan apa? Aku akan segera memesannya.”
Martin menjawab, “Bu Erika, kita mana berani merepotkanmu! Aku saja yang memesannya.”
Damian tiba-tiba menepuk kepala, “Aduh! Ponselku kelupaan di dalam mobil, aku pergi ambil dulu! Marvel, ayo sama-sama!”
Marvel dan saudaranya segera berdiri, “Baik Pak! Kami akan menemanimu.”
Begitu mereka bertiga pergi, Andi pun berkata, “Aduh, aku ngantuk, kalian ngobrol dulu ya, aku pamit dulu.”
Martin pun segera berdiri, “Aku antar.”
Seketika semua orang di dalam ruang menghilang.
Erika melihat ke arah pintu yang kosong, “Hmph!”
Alex berkata, “Mereka semua takut padamu.”
Erika menepuk bahu Alex, “Ngomong apa kamu, hah? Emang aku monster? Mereka itu takut padamu!”
Alex merangkul pinggangnya, lalu menghirup wangi di tubuhnya, “Jarang-jarang aku bisa sesantai ini. Sayang, sini cium dulu.”
Erika berkata dengan malu, “Jangan, nanti dilihat orang.”
Alex berkata dengan penasaran, “Ngapain takut dilihat orang? Kita, kan suami istri sah.”
Erika memelototinya, “Meskipun sah juga nggak boleh melakukan hal begini di depan umum.”
“Di depan umum?” tanya Alex dengan ekspresi nakal.
“Sebel deh…”
Sejak malam itu, banyak hal aneh yang terjadi di tempat-tempat hiburan Richard.
Ada yang meledak secara misterius, ada yang terbakar, bisa dikatakan masalah itu membuat heboh.
Lalu ada pelanggan yang bermasalah, seperti dilempar ke bawah gedung, digantung di pintu tanpa memakai celana, bahkan ada yang mati. Penanggung jawab biasanya tidak akan melaporkan hal ini kepada polisi, tapi ini berdampak buruk pada bisnis mereka.
Ada juga pemilik tempat hiburan yang ditelanjangi, lalu digantung di atas pintu. Perbuatan ini benar-benar sulit dilakukan, tapi entah siapa yang membuat onar begitu.
Sebagai premannya Richard, beberapa dari mereka mengalami patah kaki, dan ada juga yang patah tulang belakang, telinga dipotong, alat kelamin dipotong, bahkan ada yang direndam di dalam tangki septik sampai setengah mati… bencana apapun ada.
Tentu saja, di antaranya ada perbuatan anak buahnya Dakson, tapi Andi benar-benar sangat membantu dalam hal ini, sehingga Dakson pun tidak bisa membedakan mana yang diperbuat olehnya sendiri.
“Brengsek! Dakson, beraninya kamu berbuat begitu padaku. Cepat atau lambat aku pasti akan menemukanmu!” Setelah Richard menerima laporan, dia pun merasa sangat kesal.
Rafatar berkata, “Tuan Richard, aku sudah mengutus orang untuk mencari keberadaan Dakson. Jika sudah ditemukan, maka aku akan meminta tetua untuk menghancurkan mereka.”