Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Rukun


“Aku kenapa? Kok lemas gini?” Ini adalah kalimat pertama yang diucapkan Friska setelah bangun.


Jasmin berkata, “Kamu kena tipu muslihat musuh! Tapi, Tuan Alex sudah menyelamatkanmu, baguslah!”


“Kamu siapa ya?” tanya Friska karena tidak mengenal Jasmin.


Jasmin buru-buru memperkenalkan dirinya, saat ini Alex terduduk lemas di sebelah, dia ketakutan setengah mati di dalam hati, “Gimana kalau efeknya malah sebaliknya, bisa menyesal seumur hidup aku! Gimana aku mau berhadapan dengan Friska coba!”


“Tuan Alex, Anda kecapekan ya? Kalau begitu istirahat saja dulu.” Jasmin melirik sekilas kondisi Alex yang kurang sehat, dia segera menopang Alex dan memintanya berbaring di ranjang kosong di sebelah Friska.


Seutas tatapan aneh terlintas di mata Friska saat melihat Jasmin yang sedikit merangkul Alex.


Friska sendiri tahu jelas kalau “menantu sampah” yang hebat seperti Alex akan selalu memancarkan cahayanya sendiri entah kemanapun dia pergi, jadi didekati oleh para wanita adalah hal yang wajar.


Ini bukan hanya masalah disukai wanita, bahkan Friska sendiri pun saat ini juga sangat mengagumi Alex, dan perasaan itu telah melampaui rasa suka.


Setelah mengatur pernapasannya, barulah Alex kembali duduk, “Aku lihat Hengky dulu.”


“Hengky? Kenapa dia?” Friska tidak tahu kalau Hengky juga terkena serangan ilmu yang sama dengannya, makanya dia bertanya.


Alex tersenyum padanya tanpa menjelaskan, lalu berbalik pergi.


Berbeda dengan Jasmin yang menjelaskan pada Friska dengan ramah, dia juga menghibur Friska kalau Alex menyembuhkannya hanya dalam waktu 3 hari saja, jadi dia juga pasti bisa menyembuhkan Hengky.


“Dia menguasai Kitab Aliran Elang hanya dalam waktu 3 hari?” tanya Friska sulit percaya.


“Uhm, aku juga ngak tahu pastinya. Tapi, Tuan Alex tadi bilang kalau dia cuma fokus pada ilmu tertentu.” Jasmin mengatakan semua yang dia ketahui, “Aku rasa, tadi pas menyembuhkanmu, tuan Alex sangat serius. Sepertinya posisimu di hatinya sangat penting.”


“Oh ya?” ujar Friska tak yakin.


“Tentu saja! Kamu sih ngak tahu, setelah tuan Alex menangkap si Larry….” Jasmin berkata panjang lebar karena jarang ada yang bisa berbicara dengannya seperti ini.


“Larry?” Jelas Friska tidak tahu kenapa Alex menangkap Larry.


“Larry kan salah satu pewaris Aliran Elang. Pas kamu dan Hengky diserang, yang kalian kena itu ilmunya…” Jasmin dengan cepat menjelaskan seluk beluk kejadiannya.


“Kenapa dia mau Larry menyelamatkan Hengky duluan?” Friska sedikit sakit hati, Emangnya posisiku tidak sepenting Hengky di hatinya?


“Pas tuan Alex memutuskan hal itu, bukan hanya aku yang ngak ngerti, tapi Rega sama Martin juga ngak paham, kondisi saat itu sangat kacau…” Jasmin menjelaskan kondisinya, “Akhirnya terbukti kalau keputusan tuan Alex tidak meminta Larry menyelamatkanmu dulu itu benar, dia benar-benar perhatian padamu!”


Selesai mengatakannya, rasa kagum dan suka Jasmin pada Alex tidak lagi dia sembunyikan.


“Oh, aku capek, pengen istirahat dulu.” Friska tahu kekaguman Jasmin terhadap Alex, jadi dia memilih untuk menutup mata.


“Oke, makasih.” meskipun Friska sangat sopan, tapi nada bicaranya masih lemas.


“Mau makan apa?” tanya Jasmin dengan hati-hati. Dia tahu Alex sangat baik terhadap Friska, dan Friska juga jelas punya maksud pada Alex!


Dia tidak berani bersikap buruk pada wanitanya Alex, kalau tidak, akan rugi sekali jika dibenci oleh Alex.


“Apa saja boleh yang penting mudah dicerna. Ketua Jasmin, ngak perlu sopan begitu, aku tidak selemah itu.” Walau masih lemah, tapi Friska tetap bersikap sopan.


Setengah jam kemudian, Hengky juga bangun, meskipun masih lemah, tapi Hengky bukanlah orang yang terbiasa dilayani, jadi dia memaksakan diri untuk berdiri dan meregangkan tubuh, lalu makan seadanya.


Dan, Alex segera menyadari kalau Jasmin dan Friska justru terlihat seperti teman yang sudah sangat akrab!


Selain itu, Friska juga tampak semakin membaik di bawah perawatan Jasmin.


“Tuan Alex, aku dapat kabar penting, pelabuhan kota Medan akan dibangun kembali, ini merupakan proyek yang besar! Kota Medan saat ini sedang menyiapkan acara tender, aku rasa kita perlu berpartisipasi.” ujar Jasmin dengan ekspresi serius segera setelah melihat kedatangan Alex.


“Hm? Seberapa besar proyek ini? Perusahaan mana saja yang ikut tender? Berapa besar kemungkinan kita berhasil?” tanya Alex bertubi-tubi.


Friska tiba-tiba berkata, “Tadi ketua Jasmin sudah mengatakannya padaku, pembangunan kembali pelabuhan memang sebuah proyek besar, proyek yang termasuk di dalamnya juga banyak, bidang yang terlibat juga sangat luas, investasi modal tahap awal setidaknya ada sekitar beberapa triliun, kalau ngak, proyek ini sama sekali tidak mungkin bisa diambil.”


“Oh.” Alex mengangguk, “Beberapa triliun ya… ngak sulit sih.”


Friska berkata, “Yang terpenting, keluarga Mahari sebagai keluarga nomor satu di Medan, dan Kennedy sebagai Ketua Kadin Medan pasti akan ikut tender proyek sebesar ini.”


“Hm?” Alex jadi tertarik, “Kalau gitu kita harus mendapatkan proyek ini apapun caranya! Tidak demi yang lain, hanya demi dapat mengangkat kepala kita di depan keluarga Mahari.“


“Bagus kalau begitu! Sudah kuduga kamu akan berkata begitu.” Friska menjentikkan jarinya, “Oke, deal kalo gitu!”


Alex berkata, “Fris, hal ini sangat penting, kurasa kamu masih perlu merundingkannya dengan Erika, akan lebih baik kalau keputusannya sama.”


“Oke, aku akan segera menelpon Erika.” Friska tahu betul kalau Erika adalah wanita terpenting di hatinya Alex! Yang lain tidak mungkin punya tempat di hatinya.


“Friska? Ini beneran kamu? Kamu udah bangun? Baguslah kalau gitu!” Erika sangat terkejut saat menerima panggilan telepon dari Friska, dia sama sekali tidak mendengar penjelasan Friska.


“Kamu dengar dulu, gini…” setelah menekan kalimat yang sama sebanyak 3 kali, akhirnya Erika bisa tenang dan mulai mendengarkan cerita Friska.


Friska merasakan kesenangan Erika saat mendengar dia bangun, dia juga tahu kalau Erika memang sangat baik padanya.


Setelah mendengar proyek pembangunan kembali pelabuhan yang dikatakan oleh Friska, Erika tampaknya langsung mengerti bisnis yang ada di dalamnya, “Fris, bener banget yang kamu bilang! Kita harus merebut proyek ini dari tangan keluarga Mahari bagaimanapun caranya! Jika kita bisa mendapatkan proyek ini, itu sama saja kita bisa menginjakkan kaki dengan teguh di sini, sama artinya dengan menunjukkan kemampuan kita yang sesungguhnya di dunia arsitektur Medan! Namun, pasti bukan hal mudah untuk bisa mengalahkan keluarga Mahari. Gimanapun, perusahaan konstruksi yang dimiliki keluarga Mahari lebih luas.”