Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Kematian Tragis


Istana Bawah Laut, Kerajaan Atlantis


“Lubang Teleportasi!”


Saat Jie Yan menggunakan tekniknya, lubang teleportasi tercipta dalam sekejap di lengan kiri Su Yang dan itu langsung menariknya ke dalam dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Su Yang melebarkan matanya karena sangat terkejut. Ia yang awalnya ingin menggunakan teknik lainnya untuk meledakkan Jie Yan di jarak yang sangat dekat tidak mungkin mampu melakukannya lagi karena ia merasakan seluruh tubuhnya di tarik ke dalam lubang aneh yang tercipta begitu saja. Yang pertama adalah lengan kirinya, ia dapat merasakan bahwa lengan kirinya telah terpisah dari tubuhnya.


Rasa sakit seperti itu hampir tidak dapat di tanggung oleh kultivator manapun yang tidak pernah melalui pertarungan hidup dan mati. Dan Su Yang, karena rasa sakit tersebut pun memecahkan konsentrasinya.


“Arrrgggh!”


Su Yang berteriak keras sambil mencoba menahan rasa sakit. Ia mengerahkan semua kekuatannya untuk meloloskan diri dari lubang aneh tersebut. Ia sangat tau jika ia masuk ke dalam tubuhnya akan tercabik-cabik.


Tetapi ketika Su Yang ingin bergerak dengan segenap kekuatannya melarikan diri dari gaya hisapan, sebuah lengan melesat ke arah wajahnya.


Lengan yang diselimuti oleh aura berwana biru pun langsung mengenai tepat di wajah Su Yang. Dan itu adalah lengan kiri Jie Yan.


Bam!


Su Yang yang terkena pukulan pun langsung melesat ke arah lubang dalam sekejap tanpa bisa melawan sama sekali.


“Bajingan!”


Teriakan Su Yang terdengar sangat keras dan di saat itu juga, kabut darah tampak menyemprot keluar tetapi itu kembali di tarik ke dalam teknik Jie Yan.


Para kultivator yang menatap adegan tersebut langsung tau bahwa lubang aneh yang diciptakan oleh Jie Yan adalah lubang penggilingan daging. Siapapun masuk ke dalam pasti akan di cincang menjadi beribu-ribu keping.


Tentu teknik Jie Yan akan memilih efek seperti itu pada orang lain. Jika saja Jie Yan tidak memiliki garis darah unik yang ia warisi dari ibunya, ia tidak mungkin dapat bertahan di dalam lubang aneh yang merupakan celah ruang yang merupakan jenis ruang hampa.


Dari awal hingga akhir, semua gerakan Su Yang telah dapat diprediksi oleh Jie Yan sehingga Su Yang tidak memiliki kesempatan untuk melawan sama sekali. Itu terlihat seperti penindasan mutlak walaupun sebenarnya reaksi Jie Yan terhadap segala serangan Su Yang terlalu cepat sehingga Su Yang tidak mampu menampilkan keunggulan apapun.


“Su Yang terbunuh?” Batin Xiao Bai yang saat ini hampir mencapai salah satu pintu keluar bersama dengan bawahannya, anggota Klan Xiao lainnya.


Bahkan Mu Fengying yang menonton dari samping tercengang ketika melihat Su Yang tidak bisa berkutik sama sekali dihadapan Jie Yan.


“Su Yang tewas?”


“Bagaimana mungkin? Bukankah Su Yang diakui sangat kuat oleh para kultivator puncak?”


Banyak kultivator yang berdiskusi ketika melihat kematian Su Yang. Kejadian ini pasti akan membuat Sekte Cahaya Suci marah besar. Bisa dipastikan bahwa Jie Yan akan menjadi buronan utama Sekte Cahaya Suci terutama untuk Master Sekte yang sangat menghargai potensi Su Yang. Jika mereka tau bahwa Su Xiao juga tewas di tangan Jie Yan, bisa dipastikan bahwa Master Sekte Cahaya Suci akan mengirim pasukan besar untuk menangkap Jie Yan.


“Sungguh mudah. Tampaknya peningkatan kekuatanku membuatku dengan mudah menghabisi seseorang setingkat Su Xiao dan Su Yang.” Batin Jie Yan saat ia perlahan terbang ke arah Gu Yin. Ia melirik ke arah para kultivator dan tidak ada yang berani untuk mendekat ke arahnya karena tentu mereka lebih menghargai nyawa dari pada sumber daya.


Karena tidak ada yang ingin mencoba untuk merebut Jantung Laut Atlantis lagi, Jie Yan pun melepaskan mereka semua. Tentang berita dirinya menghabisi Su Yang, ia tidak peduli sama sekali. Saat ini ia telah memiliki modal untuk menantang salah satu sekte yang menjadi salah satu Penguasa di Benua Saint.


“Ayo pergi dari tempat ini. Tidak lama lagi Istana Bawah Laut akan ditutup!” Xiao Bai pun langsung berbalik dan pergi ke arah jalan keluar dari istana memimpin semua anggota Klan Xiao lainnya.


Untuk Mu Fengying, ia melirik sekilas ke arah Gu Yin. Ia tentu ingin membawa kembali Gu Yin kembali ke Sekte Istana Salju. Tetapi, ketika Gu Yin menatapnya dengan nada berkedip beberapa kali, Mu Fengying pun paham. Ia tau bahwa tidak mungkin membawa Gu Yin secara paksa. Ia hanya perlu menjelaskan kepada Nyonya Pertama dan Kedua Sekte Istana Salju bahwa Gu Yin saat ini sedang bersama dengan suaminya dan Gu Yuena sedang dalam proses mewarisi warisan Dewi Laut.


“Ayo pergi!” Mu Fengying pun bergerak ke arah jalan keluar memimpin semua anggota Sekte Istana Salju bersamanya.


Para kultivator lainnya juga tidak mau tinggal di sana karena mereka tidak terlalu yakin bahwa Jie Yan akan melepaskan mereka demi membuat siapapun menutup mulut tentang dia menghabisi Su Yang.


Sebelum Jie Yan berbicara ketika ia sampai di depan Gu Yin, sosok mungil muncul tiba-tiba dari dalam tubuhnya dengan wajah cemberut.


“Jie Yan! Kenapa kau tidak memanggilku ketika melawan orang itu?” Xia Yue'er langsung protes begitu ia keluar dari Ruang Roh. Ia tentu dapat melihat apa yang terjadi dari dalam Ruang Roh, ketika ia ingin keluar, pertarungan lebih dulu selesai.


“Yue’er, tenang saja. Setelah ini, mungkin tidak lama lagi kita akan berperang melawan Sekte Cahaya Suci. Sangat banyak kultivator kuat yang ada di sana dan bahkan beberapa dari mereka adalah seorang Spiritualis Dunia yang sangat kuat. Kau akan bisa melawan mereka nanti!” ucap Jie Yan dengan wajah yang sangat serius seolah-olah ia mengharapkan bantuan dari Xia Yue'er yang hebat.


Mendengar kata-kata Jie Yan dan menatap mata Jie Yan yang penuh harap padanya, Xia Yue'er langsung lupa tentang masalah sebenarnya. Matanya berbinar dan ia merasa sedikit bangga pada dirinya sendiri karena ia tentu paham arti tatapan Jie Yan, yaitu memohon bantuannya.


“Jie Yan, tenang saja. Selama Putri ini berada di sini, rencana untuk menjatuhkan Sekte Cahaya Suci akan berjalan dengan lancar.” Xia Yue'er langsung berdiri di bahu Jie Yan sambil berkata dengan gaya dua tangan di pinggang serta kepala sedikit terangkat.


“Sesuai yang diharapkan dari Yue'er! Sangat bisa diandalkan!” Seru Jie Yan dengan sedikit nada antusias. Ia sangat paham tentang cara membuat Roh Peri mungil tersebut melupakan masalah-masalah yang telah lewat.


Xia Yue'er semakin bangga dan ia diam-diam mengangguk kecil karena bangga dengan dirinya sendiri.


Setelah masalah Xia Yue'er selesai, ia pun menatap ke arah Gu Yin lalu mengalihkan tatapannya ke arah Xiao Yuu, Lan Qinzhu dan Dai Mubai yang perlahan mendekat.


“Suami, ke mana kita akan pergi?” Tanya Gu Yin dari samping.


“Tujuan kita selanjutnya tentu sudah diputuskan. Setelah keluar dari Istana Bawah Laut, maka tujuan kita selanjutnya adalah Klan Naga. Dan ini mungkin akan menjadi perang besar antara dua kekuatan besar!” jawab Jie Yan dengan kilatan tertentu di matanya. Ia tentu tidak akan melepaskan Sekte Cahaya Suci karena mereka juga pasti melakukan hal yang sama.


Tatapan Jie Yan pun tertuju ke arah Xiao Yuu dan langsung berbicara, “Xiao Yuu, setelah keluar dari Istana Bawah Laut, bawa aku ke Klan Naga!”