
Bintang Tianyu, Hutan Purba
Jleb!
Pedang Jie Yan langsung menembus bagian dalam Golem Magma melalui mulut Golem Magma. Berkat Belitan Qi Raja dan kemampuan peningkatkan serangan dari Xia Yue'er, itu langsung menembus banyak bagian dalam Golem Magma walaupun itu tidak menebus kepalanya sepenuhnya.
Tetapi Jie Yan sudah tau akan hal itu dan telah mempersiapkan serangan lainnya, yaitu teknik Lubang Teleportasi Pemecah Ruang.
“Woaaaaaa!”
Golem Magma meraung keras sambil meronta-ronta karena merasakan ancaman kematian disertai dengan rasa sakit mengerikan yang berada di dalam mulutnya.
“Ledakan Ruang!”
Zhung!
Blar!
Ledakan keras terjadi di dalam mulut Golem Magma yang membuat darah muncrat ke segala arah. Bagian dalam mulut Golem Magma dihancurkan habis-habisan tetapi itu masih belum membunuh Golem Magma.
Jie Yan yang melihat itu tidak panik sama sekali. Ia tau bahwa Golem Magma mungkin ingin menyeretnya mati bersama tetapi ia tidak akan mengijinkan hal itu.
Karena pertahanan Golem Magma telah hancur karena serangan sebelumnya, Jie Yan langsung menarik pedangnya dan menyayat tubuh Golem Magma dari dalam mulut ke arah dadanya sekuat tenaga.
“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”
Sraing!
Jrezh!
Dari arah mulut Golem Magma, pedang Jie Yan langsung merobek tubuh Golem Magma ke arah dadanya dan darah yang sangat banyak muncrat ke arah udara.
Tangan kiri Jie Yan sekali lagi dililit oleh Qi Raja setelah itu ia menusuk ke arah dalam tubuh Golem Magma.
Jleb!
Tubuh Golem Magma meronta-ronta hebat. Siapapun yang menyaksikan itu merasa bahwa daya hidup Golem Magma sungguh keterlaluan.
“Sangat panas!” Jie Yan menggertakkan giginya dengan kuat karena ia merasa tangannya hampir dibakar. Kulitnya perlahan melepuh ketika ia memegang inti Golem Magma.
Jrezh!
Dengan sekuat tenaga Jie Yan menarik inti Golem Magma keluar dari dalam tubuhnya.
Blug!
Kedua tangan Golem Magma terjatuh ke permukaan bebatuan dan tubuhnya berhenti meronta ketika Jie Yan berhasil menarik inti Golem Magma.
“Huft... Huft...” Jie Yan bernapas dengan kasar saat memegang inti Golem Magma di tangan kirinya yang sedikit menghitam dan sedikit gemetaran.
“Dia berhasil...?” Qing Yufeng membatu di tempat karena Jie Yan membunuh Golem Magma dengan tangannya sendiri. Ia tau dengan jelas bahwa ketika Golem Magma menembakkan gelombang kejut sebelumnya, ia merasa bahwa masih lama untuk membunuh Golem Magma.
Bahkan peserta lainnya yang lebih dari setengah telah tumbang ketika melawan bersama dengan Jie Yan terkejut melihat hal itu.
Hal ini membuat para murid yang gagal bereaski memasang wajah muram.
“Bajingan sialan! Berikan inti Golem Magma!”
“Dasar tidak tau malu! Kau pasti telah merencanakan semua hal ini!”
Para murid yang bertarung bersama Jie Yan meraung marah ke udara karena Jie Yan terbang sangat jauh ke langit.
Beberapa murid pun menyerang ke udara dengan putus asa karena upaya mereka dijarah oleh Jie Yan tanpa mereka bisa bereaksi.
Qing Yufeng yang berada di kelompok Jie Yan tidak tau harus berkata apa saat ini. Ia hanya menatap ke arah udara dengan wajah gelap karena Jie Yan memanen hasil akhir.
Lalu, teriakan lainnya terdengar di arah lain saat para murid berteriak ke arah udara.
Saat ini Yun Che juga melakukan hal yang sama yang membuat para murid ingin muntah darah karena di tipu oleh Yun Che. Mereka juga gagal bereaski ketika Yun Che dengan gesit menjarah hasil akhir.
Di kelompok Yun Che, Qing Fei terus-menerus memaki Yun Che di udara. Qing Fei lah yang membunuh Golem Magma tetapi Yun Che dengan lihai menjarah hasil akhir.
“Ck, dasar idiot.” Jie Yan berdecak jijik lalu menyerap inti binatang roh menggunakan token. Setelah selesai, ia tercengang karena jumlah poin yang ia pikirkan ternyata lebih banyak.
Golem Magma tingkat Penguasa Abadi memberikan 3.000 Poin yang membuat Poinnya menjadi 5.800 Poin.
Yun Che juga naik ke peringkat kedua dengan Poin 4.450 Poin setelah menyerap inti binatang roh menggunakan token.
“Sialan!” Para murid meraung marah karena Jie Yan dan Yun Che memang tidak bisa ditangkap karena bisa terbang di udara. Oleh karena itu, semua murid lainnya langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Golem Magma tingkat Jiwa Abadi tahap menengah.
Semua murid langsung mengerang bersamaan, melampiaskan amarah mereka pada Golem Magma. Ini adalah kesempatan terakhir untuk mengambil jarahan terbesar.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, Tetua Pertama, Tetua Kedua dan Tetua Ketiga terdiam karena ternyata Jie Yan yang pertama kali menerima hasil jarahan terbesar. Dan Yun Che juga mengambil bagian lainnya yang membuat ketiga Tetua tersebut saling memandang.
Mereka tidak menyangka bahwa murid baru akan menunjukkan taringnya yang membuat murid lama muntah darah karena marah.
“Jie Yan, apakah kita tidak mencoba merebut inti binatang roh Golem Magma terkuat itu?” Tanya Xia Yue'er menatap ke arah Golem Magma yang hampir dikalahkan oleh semua murid.
Jie Yan yang terbang di udara tidak langsung menjawab dan memperhatikan hal itu dengan tatapan tertarik. Beberapa saat kemudian, ia pun menggelengkan kepalanya lalu membalas, “Tidak, inti Golem Magma itu pasti tidak akan diserap oleh siapapun. Pertempuran akan langsung terjadi ketika Golem Magma itu mati. Intinya pasti tidak akan di pegang oleh siapapun karena setiap murid tidak akan membiarkan murid lainnya mengambil inti Golem Magma.”
“Oh...” Xia Yue'er mengangguk sedikit paham. Ia tidak terlalu memikirkannya. Jika Jie Yan berkata seperti itu, maka itu pasti akan terjadi.
Untuk Yun Che yang sangat kelelahan di udara juga memikirkan hal yang sama. Murid yang bertarung bersama dirinya dan Jie Yan sebelumnya pasti akan mengawasi murid lainnya agar tidak menjarah inti Golem Magma. Ia pun hanya melayang di udara dan menonton pertarungan yang terus berlanjut.
Jie Yan dan Yun Che memulihkan kekuatan mereka di udara karena tau bahwa ketika Golem Magma mati, pertarungan yang sebenarnya akan terjadi. Tetapi keduanya telah memiliki ide untuk tidak langsung menyerang, menunggu banyak murid jatuh lalu mengambil piala kemenangan.
Untuk Jie Yan, ia menatap dengan Mata Dewa, mencoba mengambil kesempatan merebut cincin ruang para murid lainnya untuk menjarah Poin mereka. Untuk Yun Che, karena dia tidak memiliki kemampuan seperti Mata Dewa Jie Yan, dia hanya membuat rencana untuk merampok inti Golem Magma yang menjadi perebutan para peserta.
Tetua Ketiga menatap ke arah Jie Yan dan Yun Che yang masih terbang di udara lalu bergumam, “Keduanya memang sangat pintar. Aku tidak menyangka bahwa murid gerakan Jie Yan itu akan mampu menampilkan kemampuan Belitan Qi Raja sedemikian rupa.”
“Ya, sangat disayangkan bahwa dia bukan ahli pedang murni seperti Yun Che. Jika tidak, dia bisa saja menjadi pemimpin masa depan Sekte Pedang.” Lanjut Tetua Kedua.
Tetua Pertama juga setuju dengan analisis Tetua Kedua dan Ketiga. Ia menatap ke arah Yun Che dengan seksama. Apa yang membuatnya penasaran, kenapa seseorang seperti Yun Che tidak menampilkan tanda-tanda pengguna qi Raja.
Jika Yun Che memiliki qi Raja, maka dia memiliki kualifikasi menjadi penguasa. Walaupun begitu, Tetua Pertama masih curiga bahwa Yun Che sebenarnya pasti memiliki qi Raja.