
Bintang Tianyu
Lebih dari seribu murid terlihat berlari dengan kecepatan tinggi di permukaan tanah ke satu arah tertentu. Ketika mereka melewati hutan, mereka semua langsung melompati dari satu dahan pohon ke dahan lainnya agar mereka lebih cepat tiba di tujuan.
Sementara itu, Jie Yan yang terbang di udara, mengetahui bahwa Yun Che tepat berada di belakangnya. Selain dari itu, banyak murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak yang segera menyusul karena walaupun ia dapat terbang, kecepatan kultivator selevel itu lebih tinggi dari pada dirinya walaupun mereka bergerak di permukaan tanah.
“Jie Yan, sudah lebih setengah hari kita terbang. Bisa dipastikan bahwa dalam waktu beberapa jam lagi, akan banyak orang yang mengejar kita.” Xia Yue'er yang berdiri dengan tangan terlipat berkata dengan nada serius seolah-olah ia adalah bos saat ini.
“Aku tau, itulah sebabnya aku membutuhkan bantuanmu Yue'er.” ucap Jie Yan dengan senyum jahat.
“Apa yang kau butuhkan?” Tanya Xia Yue'er bersemangat saat menatap senyum jahat Jie Yan. Ia tau bahwa itu pasti sesuatu yang menyenangkan.
“Karena ini adalah kompetisi berbasis eliminasi, maka kita akan membantu Sekte Pedang mengeliminasi murid yang tidak layak.” ucap Jie Yan dengan senyum jahat. Ini juga agar pesaing kompetisi berkurang sangat banyak. Ia termasuk dalam kategori murid lemah saat ini, alangkah baiknya jika pesaing semakin sedikit.
Walaupun Jie Yan tidak tau apa hadiah dari kompetisi, ia akan mencoba menjadi pemenang. Ia tau bahwa kompetisi babak pertama tidak sesederhana kelihatannya. Pasti akan ada kejutan ketika mencapai Hutan Purba.
Mata Xia Yue'er berbinar. Ia langsung bersemangat untuk membuat banyak jebakan disepanjang jalan saat ini.
“Serahkan padaku! Putri ini akan memberikan mereka hadiah yang luar biasa!” Xia Yue'er menepuk dadanya berjanji seolah-olah hadiah yang ia berikan akan diterima dengan senang hati oleh murid Sekte Pedang lainnya.
Jie Yan terkekeh kecil lalu terbang agak rendah kali ini agar Xia Yue'er memasang banyak jebakan di jalan.
“Formasi Cahaya Bulan, Bayangan Sinar Bulan!”
Xia Yue'er langsung menciptakan lingkaran formasi. Ini adalah teknik yang ia temukan secara tidak sengaja saat mencoba-coba konsep Cahaya Bulan. Alasan ia sangat memperhatikan teknik itu dibandingkan dengan teknik turun-temurun dari Kerajaan Roh Peri, itu dikarenakan penggunaan konsep Cahaya Bulan di teknik formasi sangat unik.
Karena sifatnya yang mendekati unsur Yin, jika digabungkan dalam formasi itu dapat menjadi formasi tersembunyi. Apa lagi bila itu diletakkan di tempat yang hanya sedikit mengandung cahaya.
Xia Yue'er terkikik bahagia. Ia langsung menempel formasi di belakang pohon tertentu yang posisinya berlawanan dengan arah cahaya datang. Ia menggunakan banyak formasi yang sama di banyak tempat di sepanjang jalan.
Sementara itu, Yun Che yang tidak jauh di belakang Jie Yan tentu tau apa yang dilakukan oleh Xia Yue'er. Ia terdiam beberapa saat lalu menghela nafas panjang karena tau bahwa pemikirannya masih lebih dangkal dari pada Jie Yan.
Yun Che sudah tau bahwa ini adalah kompetisi eliminasi, lebih sedikit peserta akan meningkatkan persentase kemenangan. Lagi pula, setelah ia berpikir kembali, ia merasa bahwa ada penilaian tertentu dalam perjalanan ke Hutan Purba.
Sambil terus mengendalikan Pedang Awan Abadi, Yun Che menatap ke arah belakang lalu menemukan lebih dari sepuluh murid yang sudah sangat dekat dengannya. Ia juga paham bahwa tingkat kultivasinya saat ini membuat murid lainnya dapat mengejarnya jika diberikan waktu yang cukup.
“Tampaknya aku akan ikut bermain.” Batin Yun Che lalu ia menggunakan niat pedang miliknya membentuk banyak pedang kecil.
“Niat Pedang, Pisau Pemotong!”
Wusssh!
Saat Yun Che melambaikan tangannya, semua pisau pendek yang terbuat dari niat pedang melesat ke arah permukaan tanah. Pisau berukuran jari-jari manusia tersebut menyebar ke segala arah dalam ruang lingkup yang cukup luas.
Ketika semuanya tertanam di tanah dan di beberapa pohon, Yun Che meningkatkan kecepatannya sekali lagi.
“Bajingan! Apa kau pikir dapat membodohi kami?” satu kelompok beranggotakan tiga murid dengan tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap puncak, sedikit marah ketika melihat jebakan yang dibuat oleh Yun Che.
Ketiganya menggunakan metode tertentu untuk melesat di udara dalam waktu sekitar lima detik yang membuat mereka langsung melangkahi jebakan yang dibuat oleh Yun Che.
Sraing!
Ketika salah satu murid menginjak dahan pohon yang ditanam dengan niat pedang, itu langsung meledak lalu menyayat ke satu arah tertentu.
Srak!
Murid tersebut terkejut dan menerima luka. Darah yang cukup banyak mengalir yang membuatnya pasti akan tertinggal jika luka itu tidak diatasi.
Kejadian itu tentu disaksikan oleh sangat banyak murid yang membuat mereka semua waspada. Tetapi mereka tidak mampu melacak dimana jebakan berada. Hanya beberapa dari mereka yang memiliki niat pedang luar biasa sehingga bisa merasakan secara samar letak jebakan yang dibuat oleh Yun Che.
“Dasar bodoh!” Ketiga murid yang paling dekat dengan Yun Che mendengus ketika melihat banyak jebakan yang aktif dan melukai murid-murid yang sudah pasti akan membuat mereka terhenti dalam waktu lama hanya untuk mengobati luka.
Luka yang diciptakan menggunakan niat pedang tidak sederhana. Itu akan membuat luka terus melebar jika tidak ditangani. Itulah sebabnya jebakan Yun Che sebelumnya telah menghentikan puluhan murid tingkat Jiwa Abadi tahap akhir dan ada satu tingkat Jiwa Abadi tahap puncak yang tertahan juga.
Ketiga murid yang berada di belakang Yun Che mendarat. Tetapi, ketiganya langsung muram karena sebuah lingkaran formasi tercipta begitu saja dari udara tipis.
Ini adalah formasi jebakan yang dibuat oleh Xia Yue'er. Ketika seseorang masuk ke dalam jangkauan formasi, itu akan langsung aktif. Beruntung bagi Yun Che berada di udara, jika tidak, mungkin dia akan langsung gagal karena jebakan murahan Xia Yue'er.
Duar!
Ledakan cahaya membentuk sebuah bulan purnama pun terlihat. Ledakan itu membentang sekitar lebih dari sepuluh meter dan daya ledak juga tidaklah lemah.
“Ha-ha-ha!” Xia Yue'er tertawa sambil menunjuk ke arah ledakan tersebut karena merasa hanya orang idiot yang bisa masuk ke dalam jebakan seperti itu.
“Jie Yan, ayo kita buat lebih banyak jebakan agar semua murid gagal mencapai tempat itu!” ucap Xia Yue'er bersemangat.
Jie Yan memutar bola matanya karena itu pasti sesuatu yang mustahil. Ia yakin bahwa ketiga murid yang terkena jebakan diawal hanya terluka sedikit, itu hanya menunda mereka selama lebih dari sepuluh detik saja. Jika mereka mengobati luka, jarak tempuh akan melebar sebanyak 10 menit.
“Ya, tetapi hemat qi dan konsep milikmu karena dalam waktu satu hari lagi dipertengahan waktu kompetisi, pasti akan banyak musuh yang menghadang di depan. Dan mereka semua adalah binatang roh!” ucap Jie Yan serius.
“Oh? Tampaknya ini menarik.” Xia Yue'er langsung setuju lalu langsung membuat jebakan secara berkala agar konsumsi qi dan konsep miliknya tidak terlalu besar karena itu pulih sedikit di jeda jebakan yang ia ciptakan.
Bom! Bom! Srak! Srak! Srak!
Semua jebakan Xia Yue'er dan Yun Che meledak secara langsung jauh di belakang karena banyak murid yang tidak memerhatikan hal tersebut.
Sementara itu, tiga kultivator tingkat Jiwa Abadi tahap puncak yang baru saja keluar dari ledakan memasang wajah muram.
“Itu dia, Jie Yan sialan! Guru memerintahkan kita untuk menghabisinya!” ucap murid pertama.
“Tidak, kompetisi ini ada larangan untuk membunuh sesama murid. Lebih baik melakukannya di Hutan Purba!” murid kedua menambhakan.
“Ya, itu betul! Kita akan menahan diri saat ini. Tetapi, jika itu hanya melukainya, kita tidak akan dihukum!” Lanjut murid ketiga.
Ketiganya pun sepakat untuk melukai Jie Yan dengan parah tetapi membiarkannya lolos kompetisi tahap pertama agar bisa menghabiskannya di kompetisi tahap kedua.
Jie Yan tidak tau bahwa dirinya telah diincar. Walaupun ia tau, ia tidak peduli sama sekali karena ia memiliki sayap untuk terbang dan itu bukan sesuatu yang bisa dilawan oleh kultivator yang hanya berada di tingkat Jiwa Abadi.
Jika Jie Yan tidak berinisiatif untuk mendarat ke permukaan tanah, maka mereka ditakdirkan untuk hampir tidak memiliki kemungkinan menyentuhnya.