
Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian
Di sisi lain di Makam Pedang Kematian, Xiao Ziya sedang melancarkan serangan menggunakan teknik formasi miliknya ke arah ratusan binatang roh yang tampak menerjang ke arahnya seperti binatang buas tanpa akal sehat.
“Formasi Kematian, Hutan Tulang Kematian!”
Dung!
Lingkaran formasi yang cukup besar tercipta, di saat itu juga, tulang yang tajam keluar dari dalam tanah mencoba menusuk banyak binatang roh yang bergerak secara membabi-buta.
Jleb! Jleb! Trang! Trang!
Lebih dari sepuluh binatang roh tewas. Banyak dari mereka yang secara refleks menepis tulang-tulang tersebut dengan pedang yang mereka pegang.
“Khaaaa....!”
Puluhan binatang roh menerjang ke arah Xiao Ziya dari semua arah, mengayunkan Senjata masing-masing, mencoba membelah Xiao Ziya dengan niat pedang yang mereka kuasai masing-masing.
Menatap hal itu, Xiao Ziya tetap tenang. Walaupun ia tau sangat sulit membereskan semua binatang roh itu, ia yakin dengan kemampuannya sendiri bahwa ia tidak akan mungkin dikalahkan. Apa yang dipikirkan olehnya saat ini adalah aura supremasi yang mirip dengan milik Jie Yan untuk mengendalikan semua binatang roh tersebut.
“Formasi Kematian, Roh Perisai Kematian!”
Wusssh!
Di sekitar Xiao Ziya, beberapa sosok muncul mengelilinginya, memegang perisai dan langsung mengangkat ke arah atas sedikit mencoba menahan semua tebasan yang dilancarkan ke arah Xiao Ziya.
Trang! Trang! Trang!
Bussssh!
Niat pedang dan konsep Kematian meledak ke segala arah. Perisai yang digunakan oleh Xiao Ziya, memiliki banyak retakan tetapi tidak dapat ditembus oleh serangan para binatang roh.
Kilatan tertentu terlihat di mata Xiao Ziya saat lingkaran formasi muncul tepat di bawah kakinya.
“Formasi Kematian, Mode Dewi Kematian!”
Saat lingkaran formasi naik ke atas atas seperti sebuah cincin di tubuh Xiao Ziya, pakaian tambahan terlihat, bercampur dengan naiknya level kekuatannya.
Zhep!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Xiao Ziya melesat lalu mengayunkan lengannya, di saat itu juga, sabit hitam dengan dua bilah serta tongkat panjang muncul.
“Formasi Kematian, Tebasan Kematian!”
Siang!
Jrezh!
Xiao Ziya melewati kerumunan binatang roh lalu mendarat dengan posisi selesai melakukan serangan.
Beberapa binatang roh terpenggal dalam sekejap, ruang bekas tebasan Xiao Ziya tampak berdenyut, mengeluarkan aura kematian yang cukup ekstrim.
Para binatang roh marah melihat hal itu, tetapi ketika mereka hendak menyerang lagi, Xiao Ziya memiringkan sedikit kepalanya, menatap mereka semua dengan matanya dengan sangat tajam sedikit menyipit.
Deg! Deg!
Para binatang roh secara naluriah berhenti di tempat karena merasakan ancaman kematian hanya dari pandangan intimidasi yang dibuat oleh Xiao Ziya.
Xiao Ziya memang mengeluarkan niat membunuh terkuat yang ia miliki. Sudah pasti makhluk manapun akan merasakan ketakutan karena memang benar bahwa Xiao Ziya telah membunuh makhluk tak terhitung jumlahnya dan mendapatkan gelar Roh Dewi Kematian.
“Hm? Akhirnya kalian tiba. Cukup merepotkan melawan mereka semua seorang diri.” Gumam Xiao Ziya dengan senyum kecil diwajahnya. Di saat itu juga, ia pun langsung mengayunkan sabitnya sekali lagi ke arah permukaan tanah.
Jleb!
“Formasi Kematian, Dunia Kematian!”
Dung!
Semua tempat langsung berubah drastis karena Xiao Ziya menggunakan kemampuan Domain untuk melemahkan mereka semua. Alasan ia tidak menggunakannya sedari tadi, itu dikarenakan saat ini ia sudah menggunakan qi Abadi, untuk membuka domain dengan sedikit qi, ia akan sangat cepat kelelahan.
“Wanita sialan! Apakah kau mencoba unjuk gigi dengan melawan mereka semua sendirian?” Xia Yue'er yang tiba, berkata dengan nada marah. Ia pun menyatukan kedua telapak tangannya lalu lingkaran formasi tercipta di langit-langit goa bawah tanah yang cukup tinggi.
Dung!
Buddha yang cukup besar tercipta di udara lalu mengayunkan telapak tangannya ke arah kerumunan binatang roh yang membeku sesaat karena intimidasi dari niat membunuh Xiao Ziya.
Sedangkan untuk Jie Yan, ia berdiri di atas batu yang cukup besar menatap ke arah Xia Yue'er dengan tatapan kosong karena tampaknya dia marah karena Xiao Ziya melawan banyak musuh seorang diri.
“Khaaaa...” Para binatang roh tampak lebih marah ketika sadar dari ketakutan sesaat, mereka langsung mengayunkan pedang ke arah langit tanpa rasa takut sama sekali.
Sraing! Sraing! Sraing!
Blar!
Ledakan besar terjadi saat serangan Xia Yue'er dan para binatang roh bentrok di udara.
Jie Yan menatap hal itu dengan mata menyipit. Apa yang ia pikirkan saat ini adalah apa yang ia lihat sebelumnya, yaitu ketika Xiao Ziya mengeluarkan niat membunuh yang cukup ekstrim dan para binatang roh tampak ketakutan.
“Seliar apapun mereka, tetap saja mereka masih memiliki rasa takut dihatinya, dan itu disebabkan oleh pemimpin mereka sendiri yang membuat semua binatang roh tersebut mengembangkan rasa takut itu sendiri!” Gumam Jie Yan dengan senyum kecil diwajahnya.
“Yue’er, Ziya, habisi mereka semua dengan satu serangan saat aku memberikan tekanan kepada mereka!” Jie Yan mengirim telepati kepada Xiao Ziya dan Xia Yue'er saat ledakan akibat Bentrokan teknik Xia Yue'er dan para binatang roh belum pudar.
Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang menerima pesan itupun langsung membuat persiapan melancarkan serangan skala besar dan kuat untuk menghabisi semua binatang roh hanya dengan satu serangan saja.
“Kalian semua akan mati di sini!” ucap Jie Yan saat qi Raja meledak dari tubuhnya, mencoba menekan semua binatang roh yang ada di sana.
“Supremasi : Dewa Binatang Buas!”
Campuran antara teknik eklusif garis darah Naga Hitam Kehancuran dan qi Raja, membuat tekanan yang dihasilkan oleh Jie Yan semakin besar.
Wusssh!
Debu perlahan menebar ke segala arah, para binatang roh yang awalnya tampak liar, langsung mencengkram erat kepalanya masing-masing. Teriakan kesakitan terdengar dari semua binatang roh tersebut.
Ini membuat semua binatang roh tidak akan mampu melawan kecuali pemimpin mereka menggunakan kemampuan yang mirip dengan Jie Yan untuk menekan qi Raja dan teknik Supremasi : Dewa Binatang Buas.
Di kejauhan, sosok yang menjadi pemimpin binatang roh tentu saja mengetahui apa yang terjadi. Dia pun langsung menggunakan teknik Supremasi miliknya untuk membatalkan tekanan yang diberikan oleh Jie Yan kepada semua bawahannya.
Tetapi, sebelum kemampuan itu menekan kemampuan milik Jie Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang telah mempersiapkan teknik formasi sebelumnya pun langsung menyerang ke arah para binatang roh yang masih berteriak kesakitan di permukaan tanah.
“Formasi Cahaya, Seribu Pedang Cahaya!”
“Formasi Alam, Pohon Kehidupan!”
“Formasi Kematian, Tangan Roh Kematian!”
“Formasi Pembantaian, Pasukan Pembantaian!”
Dung! Dung!
Lingkaran formasi besar berlapis-lapis tercipta di tempat tersebut. Apa yang muncul pertama kali adalah pohon besar yang meledakkan banyak akar lalu meliliti semua binatang roh, menyerap Vitalis mereka. Dan disaat itu juga, tangan tangan hitam memegang erat para binatang roh, mencoba membawa mereka ke dalam kematian.
Hal ini membuat semua binatang roh tidak mampu melawan lagi. Dan disaat itu juga, ribuan pedang cahaya bersamaan dengan sosok kabur yang cukup banyak muncul.
Pedang pedang cahaya tersebut langsung menusuk semua binatang roh tersebut lalu sosok buram aneh yang memegang tombak bergerak dengan kecepatan tinggi ke banyak arah acak sambil mengayunkan tombak mereka.
Jleb! Jleb! Jleb!
Darah yang sangat banyak berceceran di banyak tempat, hal itu disaksikan oleh Jie Yan dengan senyum kecil diwajahnya karena dengan kerja sama mereka bertiga, ia yakin bahwa tidak akan ada binatang roh yang mampu lolos dari cengkraman kematian.
Di tempat lainnya, sosok yang menjadi pemimpin binatang roh itupun terkejut karena ia memiliki koneksi dengan semua bawahannya. Ia tidak menyangka mereka semua akan tewas dalam waktu hampir bersamaan.
“Bajingan! Siapapun kalian, kalian harus membayarnya karena menghancurkan jerih payah yang aku lakukan selama ini!” Sosok tersebut meraung keras ke arah kejauhan, qi Raja berwarna hijau bercampur emas meledak ke tempat yang sangat jauh.
Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya langsung menatap ke arah sumber ledakan yang tidak lain adalah qi Raja tersebut dengan tatapan sangat serius.
“Qi Raja! Siapa dia? Qi Raja ini cukup tinggi, siapapun pemiliknya pastilah seseorang yang sangat mengerikan. Dia juga mampu mengendalikan banyak binatang roh!” ucap Jie Yan dengan mata menyusut tajam. Ia tau bahwa jika ia bertarung secara langsung dengan sosok seperti itu, ia tidak yakin bisa bertarungnya dengan seimbang apa lagi menang jika pertarungan satu lawan satu.
Ini juga dikarenakan di qi Raja yang meledak itu, Jie Yan merasakan tingkat kultivasi sosok tersebut yang telah mencapai tingkat Emas Abadi tahap akhir, mendekati tahap puncak.