
Bintang Tianyu, Kekaisaran Shi
Mata Dewa Jie Yan menatap ke arah pria tua bungkuk tersebut. Ia tidak dapat melacaknya sama sekali, namun ia dapat melihat kekuatan kedua pemuda tersebut yang telah mencapai tingkat Penguasa Abadi tahap menengah. Dari itupun, ia tau bahwa pria tua itu pasti tidak sesederhana kelihatannya.
Namun, yang membuat Jie Yan bingung adalah, kenapa pria tua yang mungkin seorang ahli menjual benda-benda tua di pinggir jalan.
“Pak tua, berapa harga benda ini?” Seorang kultivator berjongkok dan memegang sebuah lempengan aneh yang mengeluarkan sedikit aura misterius.
“Anak muda, yang kau pegang adalah benda peninggalan Kaisar Kuno, aku tidak terlalu tau spesifikasi benda itu. Tetapi karena itu adalah benda antik kuno, harganya adalah 20.000 batu roh kelas atas.” jawab pria tua tersebut.
“Apa? 20.000 batu roh kelas atas? Apakah kau mencoba menipu pembeli?” kultivator itu berteriak marah dan matanya melotot ke arah pria tua tersebut.
“Anak muda, jika kau tidak ingin membeli, jangan marah. Ini hanya perdagangan. Jika kau suka, beli. Jika tidak mampu, jangan beli.” Pria tua tersebut berkata dengan nada serah, tidak memberikan wajah sama sekali.
Kultivator itu hendak meledak marah tetapi ketika melihat kedua pemuda di belakang pria tua menatapnya dengan intens dengan aura yang bocor, kultivator itupun hanya bisa menelan ludah dan menaruh kembali benda yang ia pegang.
“Penjual ini hanya penipu!” ucap kultivator tersebut marah lalu langsung pergi dari kerumunan.
Di sisi lain, Jie Yan tampak santai. Ia tidak lagi memerhatikan pria tua dan mencoba melihat semua benda-benda yang ada dijual.
“Banyak benda-benda ini yang tampak cukup aneh. Semuanya mengeluarkan qi dan konsep tertentu. Tetapi itu sangat lemah.” Batin Jie Yan saat menatap semua benda dengan Mata Dewa.
Lalu tatapan Jie Yan tertuju pada sebuah benda, itu adalah sebuah koin emas dengan permukaan gambar naga. Matanya sedikit menyusut karena tau gambar naga itu.
Jie Yan langsung mengambil koin emas itu dan langsung bertanya, “Benda apa ini pak tua?”
Pria tua itu menatap dengan lemah ke arah Jie Yan lalu menatap ke arah koin emas di tangan Jie Yan. Ia menyipitkan sedikit matanya lalu berkata, “Itu adalah koin emas peninggalan dari sosok legendaris di masa lalu. Aku hanya mendengar rumor tentang fungsinya, dikatakan bahwa koin emas itu juga beredar di seluruh Alam Abadi.”
“Namun, dari berita yang aku dengar, itu dikatakan sebagai sebuah token, melambangkan identitas untuk memasuki tempat tertentu. Jika tidak salah, nama koin emas itu adalah, Koin Jiwa Raja Naga.” ujar pria tua lalu menatap kembali ke arah Jie Yan dengan tatapan aneh.
“Koin Jiwa Raja Naga?” Gumam Jie Yan. Ia menatap ke arah pria tua itu lagi dan bertanya, “Berapa harga benda ini?”
“Karena matamu cukup bagus melihat koin sederhana itu, maka aku akan menjualnya dengan harga...”
“200.000 batu roh kelas atas!” ucap pria tua tersebut.
Semua yang ada di sana hendak muntah darah ketika mendengar harga koin emas yang tampak biasa saja. Banyak dari mereka yang langsung bubar karena merasa bahwa pria tua itu hanya mencoba menipu semua yang ada di sana.
Untuk Jie Yan, ia melihat ke arah pria tua sejenak lalu menatap ke arah koin emas di tangannya. Ia tentu dapat melacak bahwa pria tua itu menatapnya dengan aneh sehingga ia tidak ingin melihatnya lagi. Selain dari itu, karena ia telah bertemu dengan banyak orang di perjalanannya dari kecil, ia menyadari satu fakta bahwa pria tua itu ingin mengujinya dengan harga setinggi langit atau itu disengaja karena harga sebenarnya dari token mungkin lebih tinggi.
“Baik, aku akan membelinya.” Jie Yan tidak terlalu peduli dengan 200.000 batu roh kelas atas dan langsung memberikan cincin ruang berisi batu roh kepada pria tua itu.
Pria tua tersebut tersenyum lemah saat menerima cincin ruang lalu memberikannya kepada pria muda dibelakangnya untuk dilihat.
Ketika kerumunan mendengar itu, mereka semua menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan mencemooh karena merasa bahwa Jie Yan adalah idiot lengkap karena menghabiskan batu roh dalam jumlah yang sangat besar hanya untuk membeli koin emas sederhana.
“Kau memang memiliki kualitas yang bagus anak muda, jika kau ingin menawar dengan harga sekecil itu, maka aku akan memberikan harga melebihi 10.000.000 batu roh kelas atas.” ucap pria tua tersebut dengan sedikit senyum diwajahnya.
Mendengar itu, para kultivator yang ada di sana hanya bisa mengutuk pria tua tersebut karena merasa dia terlalu tidak tau malu dan hanya bisa menipu seorang pemuda.
Jie Yan tersenyum karena merasa bahwa apa yang dikatakan pria tua itu pasti benar, “Sesepuh, bisakah anda mengatakan siapa nama anda?”
“Yan Di!”
Jie Yan mengangguk kecil saat menghafal nama itu di dalam hatinya. Ia menatap ke arah semua benda lainnya tetapi tidak ada lagi yang menarik minatnya. Ia pun langsung pergi dari hadapan pria tua bernama Yan Di tersebut.
Saat pergi, Xia Yue'er yang penasaran, langsung bertanya, “Jie Yan, kenapa kau membeli benda yang tampak hanya seperti koin biasa?”
“Yue’er, pria tua itu tidak sederhana. Dan Koin Jiwa Raja Naga yang aku beli mengeluarkan aura yang aku kenal. Itu adalah aura yang sama dengan milik Xiao Bai.” ujar Jie Yan saat terus berjalan dan memperhatikan koin emas di tangannya.
“Xiao Bai? Tunggu, bukankah dia yang kau katakan mengajarimu beberapa teknik kuat dan cara untuk mengendalikan darah naga di dalam tubuhmu?” Tanya Xia Yue'er karena tampak mengingat sesuatu.
“Ya, itu dia. Walaupun mungkin benda ini hanya biasa saja, itu tidak masalah sama sekali membelinya karena ini mungkin berhubungan dengan Xiao Bai.” ujar Jie Yan dan terus bergerak di kota tersebut.
Xia Yue'er tidak berbicara lagi karena Jie Yan sudah memutuskan.
Sementara itu, pria tua yang bernama Yan Di menatap ke arah kejauhan dengan senyum diwajahnya. Karena apa yang terjadi sebelumnya, tidak ada lagi yang berminat untuk menawar benda-benda antik yang memiliki harga selangit.
Kedua pria muda di belakang pria tua sebelumnya langsung mengemasi semua benda yang ada di sana dan langsung menghilang membawa pria tua tersebut lalu muncul di tempat tertentu di atas tembok kota.
“Tuan Tua, kenapa anda menjual benda peninggalan berharga itu? Aku pernah mendengar bahwa Koin Jiwa Raja Naga di cari oleh banyak kekuatan besar di Alam Abadi.” ucap salah satu pemuda di belakang pria tua tersebut.
“Cucu kecil, aku sudah hidup terlalu lama. Alasan kenapa aku menjual benda itu kepada pemuda sebelumnya, itu dikarenakan dia mengingatkanku kepada seseorang yang pernah aku layani di masa lalu.” Yan Di berkata dengan nada serak, suaranya tampak seperti seseorang bernostalgia.
Kedua pemuda yang tidak lain adalah cucu Yan Di itupun saling memandang karena mereka tentu tau siapa yang dilayani oleh leluhur tertua Klan Yan mereka.
“Tuan Tua, apakah pemuda itu berhubungan dengan Klan Surgawi Yan?” Tanya salah satu dari pemuda tersebut.
Yan Di tidak menjawab dan menatap ke arah kejauhan. Matanya yang sudah rabun karena usia mencoba melihat ke arah tempat Jie Yan berada lalu tersenyum.
“Jika dugaan ku benar, maka ini seperti yang dikatakan oleh Tuan yang aku layani di masa lalu bahwa suatu hari nanti, seseorang yang membawa darahnya akan datang dan membawa Klan Yan menuju kejayaan kita sekali lagi.” ucap Yan Di saat aura di tubuhnya tampak melemah karena sedikit bersemangat.
Kedua pemuda itu langsung gugup karena Tuan Tua yang merupakan leluhur pertama Klan Yan mereka memang sudah berada diambang kematian. Hanya semangatnya yang membuatnya tetap hidup. Keduanya pun langsung membawa Yan Di pergi karena khawatir kondisinya akan semakin buruk.