
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
“Pertandingan kedua, dimulai!”
Saat teriakan Tetua Pertama jatuh, Jie Yan dan Qing Cao pun langsung mengeluarkan pedang masing-masing lalu menyerang secara bersamaan.
Qing Cao tidak menahan sama sekali dan serangan pertama juga langsung dipenuhi oleh niat membunuh.
Trang!
Bussssh!
Ketika bentrokan pertama terjadi, Qing Cao terkejut dengan kekuatan Jie Yan yang menyamainya. Wajahnya serius seketika dan ia mengerahkan lebih banyak kekuatan pada pedangnya untuk menekan Jie Yan.
“Bocah! Kekuatanmu lumayan, tetapi jika hanya di level ini, kau pasti akan mati!” ucap Qing Cao dingin saat ia menekan pedangnya lebih kuat. Ia juga menggunakan niat pedang terkuat yang ia miliki sehingga tekanannya akan lebih besar.
Jie Yan tetap tenang menghadapi tekanan tersebut. Ia pun tersenyum sedikit ketika tekanan yang ia terima semakin besar.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan mundur sedikit lalu memiringkan pedangnya sedikit kesamping yang membuat Qing Cao langsung menekan ke arah bawah.
Crang!
Ketika pedang tertepis ke samping, Jie Yan langsung menarik pedangnya lalu mengayunkannya sekuat tenaga.
“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”
Sraing!
Kilatan berwarna ungu terlihat seketika di saat Jie Yan melewati Qing Cao.
Tetapi reaksi Qing Cao juga tidak terlambat sama sekali, ia juga menarik pedangnya dan membuat posisi miring sehingga ketika Jie Yan melewatinya, ia langsung menahan tebasan tersebut.
Ketika Qing Cao menahan tebasan Jie Yan, ia dapat merasakan ancama nyata sehingga ia langsung melompat mundur sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga di udara.
“Gaya Pedang Bulan, Tebasan Bulan Sabit!"
Sraing! Sraing!
Ketika tebasan diayunkan, bilah menyerupai bulan sabit berwarna hijau pucat dalam jumlah besar menerjang ke arah Jie Yan yang baru saja membalikkan badannya.
Trang! Trang! Trang!
Dengan mudahnya, Jie Yan menepis semua bilah menyerupai bulan sabit tersebut.
Zhep!
“Mati!”
Entah kapan, Qing Cao muncul di belakang Jie Yan lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga tepat ke arah leher Jie Yan.
“Gaya Pedang Bulan, Kecepatan Cahaya Bulan!”
Tepat ketika Qing Cao hendak mengayunkan pedangnya, wajahnya membeku karena Jie Yan berbalik dan menatapnya dengan senyum kejam yang membuatnya sedikit bergidik.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Zhep!
Jie Yan muncul tepat di belakang Qing Cao lalu mengayunkan pedangnya dengan ganas. Hal ini membuat Qing Cao berkeringat sedikit. Ia masih bisa melacak keberadaan Jie Yan.
“Perisai Bulan!”
Dung!
Niat pedang bercampur dengan konsep Cahaya Bulan meledak lalu menyelimuti seluruh tubuh Qing Cao layaknya bulan purnama.
Melihat itu, Jie Yan yang masih dalam proses mengayunkan pedangnya pun tersenyum kejam. Bilah pedang yang ia pegang tiba-tiba diselimuti oleh petir hitam kemerahan.
“Belitan Qi Raja!”
Sraing!
Jrezh!
Perisai yang dibuat oleh Qing Cao robek seketika dan Qing Cao yang melihat itu buru-buru menghindar ke samping.
Tap! Tap!
Qing Cao melompat mundur beberapa kali dan memasang wajah menyerit karena luka yang ia terima sangat menyakitikan.
“Apa?” Di bangku penonton, Kaisar Shi yang sedang melihat pertandingan langsung berdiri di tempat ketika melihat apa yang dilakukan oleh Jie Yan.
Sementara untuk Qing Long, ia hanya diam karena para Tetua utama sudah mengetahui tentang kemampuan Jie Yan yang bisa mengunakan Belitan Qi Raja.
Untuk Tetua Kelima, ia memasang wajah muram karena saat ini ia tidak mengetahui informasi tersebut. Ia tau bahwa muridnya Qing Cao hanya memiliki kecil kemungkinan untuk menang.
“Saudaraku, dari mana asal murid bernama Jie Yan ini?” Tanya Kaisar Shi dengan wajah serius menatap Qing Long.
“Dari dunia fana yang tidak diketahui.” jawab Qing Long.
Mendengar itu, mata Kaisar Shi berkilat aneh. Ia seolah-olah pernah mendengar informasi khusus tentang pemuda yang memasuki Sekte Pedang dan mampu menggunakan Belitan Qi Raja. Tetapi ia merasa bahwa itu hanya rumor yang dipalsukan, tetapi ia tidak menyangka bahwa informasi itu memang benar.
Dan informasi itu disebarkan oleh Organisasi Gerhana Matahari.
Di bangku penonton lainnya, Jian Xu yang menatap itu menyipitkan matanya.
Sedangkan untuk Huoyun Ying'er, ia langsung berdiri di tempat. Ia tanpa sadar melepaskan aura tertentu dan itu adalah qi Raja.
Walaupun itu sangat samar, semua orang disekitar Huoyun Ying'er dapat merasakannya.
“Belitan Qi Raja! Dari mana asal Jie Yan itu? Apakah dia berasal dari keluarga penguasa Wilayah Barat?” Batin Huoyun Ying'er. Hanya itu yang ia pikirkan saat ini karena metode Belitan Qi Raja hanya diwariskan kepada individu yang memiliki status tinggi. Selain dari itu, mereka semua berasal dari keluarga penguasa.
Sedangkan di kursi penonton, peserta lainnya sudah tau bahwa Jie Yan memiliki kemampuan itu.
Untuk Yun Che, ia hanya menatap Jie Yan dengan tatapan bermartabat. Ia mencengkram gagang Pedang Awan Abadi di pinggangnya.
“Guru, metode itu telah hilang. Jika aku ingin mengambilnya, aku harus melawan mereka! Aku tidak akan mempelajari metode Belitan Qi Raja yang tidak aku kenal!” Batin Yun Che. Percikan petir putih samar keluar dari telapak tangannya yang memegang gagang pedang. Dan itu adalah kekuatan yang ia sembunyikan sedari dulu, yaitu qi Raja.
Alasan mengapa Yun Che memasuki Sekte Pedang, itu dikarenakan informasi musuh yang membunuh Gurunya demi Metode Belitan Qi Raja hanya diketahui oleh Sekte Pedang. Itulah yang dikatakan oleh Gurunya sebelum kematiannya.
Jika para eselon atas dan bahkan Jie Yan mengetahui bahwa Yun Che memiliki qi Raja, mereka semua akan terkejut.
Bahkan diantara murid inti, ada satu yang memiliki qi Raja, yaitu Huoyun Ying'er.
“Kekuatan ini..” Qing Cao menggertakkan giginya dengan kuat. Ia dapat merasakan ancaman kematian dari serangan Jie Yan sebelumnya.
Tetapi sebelum Qing Cao berpikir hal lainnya, Jie Yan langsung menyerang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia langsung menepis pikirannya dan menyerang balik menggunakan semua kekuatannya.
Trang! Trang!
Keduanya terus-menerus bentrok di arena. Ketika Jie Yan memperlihatkan niat pedang terkuat yang dia miliki, para Tetua dan Qing Long terkejut melihatnya.
Mereka semua saling memandang karena mereka memang memberikan dua sumber daya istimewa pada Jie Yan dan ingin melihat sumber daya mana yang akan digunakan.
Tetapi melihat kultivasi serta niat pedang Jie Yan yang telah meningkat drastis, mereka seolah-olah melihat monster Kultivasi karena mereka tidak akan percaya jika seseorang mampu meningkatkan keduanya dalam waktu seminggu.
Apa lagi tentang pemahaman niat pedang, mereka semua tau bahwa Jie Yan bukan Yun Che dan Huoyun Ying'er yang terlahir dengan bakat pedang tiada Tara. Tanpa adanya Guru, mereka mampu mencapai puncak niat pedang.
Namun, Jie Yan yang bukan ahli pedang murni memiliki kecepatan Kultivasi niat pedang sama dengan mereka yang membuat siapapun terkejut.
Sraing!
Jie Yan sekali lagi menggunakan Belitan Qi Raja saat ada kesempatan ketika Qing Cao memberinya celah untuk menyerang dengan bebas.
Srak!
Qing Cao sekali lagi terkena tebasan Jie Yan dan langsung menjaga jarak. Wajahnya sangat muram saat ini karena tidak menyangka bahwa ia akan di tekan oleh murid baru yang ingin ia bunuh.
“Kau yang memintanya bocah!” Teriak Qing Cao saat niat pedang bersamaan dengan Konsep Cahaya Bulan meledak dari tubuhnya.
“Teknik Pedang Bulan Terlarang!”
Ketika Qing Coa menggunakan semua kekuatannya dan mencoba menyerang menggunakan teknik terlarang, konsep Cahaya Bulan dan niat pedang menutupi seluruh arena yang sangat luas.
Di Bangka penonton, Tetua Kelima memasang wajah muram ketika melihat Qing Cao menggunakan teknik tersebut tetapi ia tidak mencoba menghentikannya. Itu dikarenakan ia ingin Jie Yan mati.
Ketika melihat Qing Cao meledak dengan kekuatan yang sangat besar, ia tau bahwa Qing Coa ingin membunuhnya dengan satu gerakan. Tetapi ia tidak panik sama sekali, malahan ia saat ini tersenyum kecil.
“Ayo datanglah, dan itulah saat kematianmu!” Batin Jie Yan dengan senyum kejam diwajahnya saat ia mulai mengumpulkan konsep Kehancuran untuk memulai tekniknya.