
Istana Bawah Laut, Kerajaan Atlantis
Jie Yan tersenyum kecil karena kedua roh yang pikirkan untuk cari akan datang ke Istana Bawah Laut juga. Ketika memikirkan hal itu, ia pun merencanakan apa yang akan ia lakukan setelah keluar dari Istana Bawah Laut.
Drrrrtttt!
Getaran kuat tiba-tiba terjadi di tempat tersebut saat formasi yang menyelimuti istana milik Kerajaan Atlantis tampak memudar dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.
Para kultivator yang berada di tempat itu pun bersemangat. Tidak hanya mereka, bahkan para naga yang telah berada di sana tidak sabar untuk masuk ke dalam istana untuk mencari apa saja benda berharga di dalamnya.
Qi dan konsep yang sangat kuat pun meledak ke segala arah di saat formasi tersebut terbuka sepenuhnya. Di saat itu, juga para pemimpin semua kelompok dan para kultivator yang tidak terkait dengan kekuatan besar lainnya pun langsung bergerak ke arah istana.
Untuk Jie Yan, ia hanya tetap diam di tempat karena ia masih menunggu kedatangan beberapa sosok yang telah ia lihat dikejauhan.
“Apakah kita tidak akan masuk lebih dulu?” Tanya Xiao Yuu menatap ke arah Jie Yan.
“Pergilah lebih dulu, Xiao Yuu, Qinzhu. Aku sedang menunggu seseorang yang tidak akan lama lagi tiba.” ucap Jie Yan saat menatap para kultivator yang langsung bergerak ke dalam istana.
Xiao Yuu dan Lan Qinzhu saling memandang lalu keduanya mengangguk. Keduanya pun langsung pergi lebih dulu memasuki istana raksasa tersebut.
Sementara untuk Gu Yin, ia sedikit penasaran siapa yang di tunggu oleh suaminya.
“Suami, siapa yang kita tunggu?” Tanya Gu Yin penasaran.
“Kau akan langsung tau ketika mereka tiba, Yin'er.” jawab Jie Yan dengan senyum kecil.
Gu Yin sedikit cemberut tetapi ia hanya menatap ke arah tempat suaminya melihat karena sangat penasaran siapa yang dikatakan oleh Jie Yan sehingga mereka harus menunggu.
Tidak lama kemudian, Gu Yin yang fokus ke satu titik pun melihat tiga sosok, satu wanita, satu pria dan satu lagi sosok yang tampak sangat mungil. Ia pun terkejut karena tentu mengenal mereka.
“Akhirnya mereka tiba.” ucap Jie Yan dengan senyum kecil diwajahnya.
Wusssh!
Tidak sosok pun berhenti di jarak hampir lima meter dari Jie Yan dan Gu Yin. Ketiganya tidak lain adalah Xiao Ziya, Xia Yue'er dan Dai Mubai.
“Lama tidak bertemu, Ziya, Yue'er, Mubai.” ucap Jie Yan saat menatap ketiganya yang menatapnya dengan tatapan ragu dan sebagainya.
“Kau.. kau..” Xia Yue'er tercengang ketika melihat Jie Yan karena rupanya sedikit berbeda. Walaupun begitu, ia dapat merasakan koneksi Kontrak mereka dengan jelas, ini membuatnya sangat yakin bahwa Jie Yan adalah orang yang sama.
“Itu memang dia!” Suara Jie Yan membuat Dai Mubai berseru. Ia tidak akan pernah lupa dengan suara rekan seperjuangannya.
“Uwaa...” Xia Yue'er langsung percaya tentang identitas Jie Yan ketika ia bahkan melihat Gu Yin berada di samping Jie Yan yang terus tersenyum padanya. Ia langsung menangis lalu menempel erat di pipi Jie Yan.
“Ku kira kau mati! Uwaaaa..”
“Kau tidak tau betapa menderitanya aku karena selalu di tindas oleh wanita sialan itu!”
Xia Yue'er pun langsung mengeluh banyak hal, bukan mengeluh terhadap kehilangan Jie Yan, tetapi karena dirinya yang berpergian bersama dengan wanita menakutkan yang terus menindasnya sepanjang waktu.
“Yue’er, tenanglah..” Jie Yan yang awalnya tersenyum kecut pun kemudian sedikit jengkel karena banyaknya air mata dan ingus yang menempel pada wajahnya. Ia langsung mengambil Roh Peri mungil tersebut dari wajahnya dan mencoba menenangkannya.
“Apa yang terjadi padamu selama ini?” Tanya Xiao Ziya penasaran.
Bahkan Dai Mubai juga sangat penasaran karena bahkan rupa Jie Yan berubah, yang paling mencolok dari perubahan tersebut adalah mata dan rambut Jie Yan.
“Aku akan menceritakannya nanti. Saat ini, panggil aku Jie Yan karena suatu alasan. Aku akan menceritakannya ketika kita masuk ke dalam istana itu. Apakah kau akan berada di Ruang Roh atau diluar?” Tanya Jie Yan kepada Xiao Ziya dan Xia Yue'er.
“Aku akan berada di Ruang Roh, kau bisa menceritakan semuanya melalui koneksi spiritual.” ucap Xiao Ziya saat ia melayang perlahan lalu menembus tubuh Jie Yan. Ia langsung masuk ke Ruang Roh karena tempat itu memang tempat istirahat paling nyaman untuknya karena ia telah melakukan Kontrak dengan Jie Yan.
Tatapan Jie Yan tertuju pada Xia Yue'er yang masih menangis walaupun tidak separah sebelumnya.
“Bagaimana denganmu Yue'er?” Tanya Jie Yan walaupun sudah tau apa jawabannya.
“Aku tidak mau bersama dengan wanita berbahaya itu!” Xia Yue'er langsung berhenti menangis lalu memasang wajah marah ketika mengingat tentang Xiao Ziya yang selalu menindasnya sepanjang waktu. Jie Yan bahkan tidak pernah menindasnya, tetapi wanita menyeramkan itu melakukannya.
Jie Yan tidak berbicara lagi dan menatap ke arah Dai Mubai. “Ayo, aku akan menceritakan semuanya ketika kita masuk ke dalam.”
Dai Mubai mengangguk kecil ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jie Yan.
Jie Yan pun langsung bergerak dengan Xia Yue'er yang kini duduk di kursi VIP-nya diikuti oleh Gu Yin dan Dai Mubai.
Ketika sedang bergerak, Jie Yan menceritakan secara singkat pengalamannya.
Mata Xia Yue'er berkaca-kaca ketika mendengar cerita Jie Yan. Tetapi ia merasa bahwa pengalaman Jie Yan tidak sebanding dengan pengalamannya yang selalu di tindas setiap hari.
Ketika memasuki istana, Jie Yan menatap ke arah semua tempat sambil terus menceritakan sedikit sisa pengalamannya.
“Jadi seperti itu. Sungguh tidak terduga bahwa kau akan bangkit dari kematian. Lalu, ke mana kita akan pergi saat ini?” Tanya Dai Mubai saat menatap isi istana yang memiliki banyak ruangan dan jalan masuk seperti sebuah labirin.
“Pergilah, cari peluang untukmu di sini.” ucap Jie Yan.
“Baik kita akan bertemu kembali nanti.” Dai Mubai mengangguk kecil karena ia juga berencana berpisah. Sebab, jika pergi bersama, kemungkinan ada diantara mereka yang tidak akan mendapatkan sumber daya apa-apa.
“Terima kasih karena telah menjaga Yue'er dan Ziya.” ucap Jie Yan.
Dai Mubai berhenti sebentar lalu membalas, “Kita adalah rekan, kau juga pernah membantuku. Tidak perlu berterimakasih tentang hal itu.”
Setelah mengatakan itu, Dai Mubai pun bergerak ke arah tertentu secara acak.
Jie Yan yang menatap kepergian Dai Mubai pun melihat ke semua tempat dengan Mata Dewa miliknya. Ia sedikit heran kenapa istana tersebut dibuat sedemikian rupa.
Banyak pintu ruangan yang telah terbuka di aula istana raksasa tersebut. Setiap kali ia melihat ke dalam ruangan, ia merasakan bahwa tempat tersebut seperti labirin tak berujung.
“Istana ini sangat aneh.” Batin Jie Yan dan menatap ke arah tertentu, itu adalah arah paling banyak mengandung qi dan konsep. Ia pun langsung memutuskan untuk mengambil jalan tersebut karena tempat yang paling banyak mengandung konsep dan qi pasti akan menyimpan sesuatu ataupun mungkin tempat paling berbahaya.