Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Perang Pertama


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


Informasi tentang Klan Naga membuat Jie Yan merencanakan dalam benaknya untuk menciptakan pasukan sediri. Terutama mereka adalah para Naga, bisa dipastikan bahwa para naga tidak akan mengkhianatinya.


Tatapan Jie Yan tertuju kembali ke arah para naga yang sedang bertempur dengan para kultivator di tempat yang cukup jauh.


Mata Jie Yan pun melebar seketika dan disaat itu juga, aura tak kasat mata meledak, menyelimuti 30% Wilayah Pulau yang tersisa.


“Supremasi: Dewa Binatang Buas!”


Bussssh!


Para naga yang sedang bentrok dengan semua kultivator tiba-tiba merasa ketakutan, mundur menjauh dari para kultivator yang mereka lawan.


Jumlah naga tingkat Kaisar Abadi tahap menengah dan akhir di sana mencapai jumlah lebih dari 70 naga.


Saat para naga mundur setelah bentrok singkat dengan semua kultivator, para kultivator yang ada di sana terkejut dan heran.


“Jangan biarkan mereka kabur!” Teriak salah satu kultivator sekuat mungkin dan langsung terbang mengikuti para naga yang mundur ke arah tempat Jie Yan berada.


Kultivator lainnya juga langsung bergegas karena mereka sangat membenci para naga. Ini disebabkan oleh serangan skala besar yang dilakukan oleh para naga sebelumnya dari langit.


Untuk Xiao Chen dan yang lainnya, mereka juga bertahan.


“Ayo pergi! Aku dapat merasakan ledakan perintah yang muncul sebelumnya. Aku tau dari siapa itu berasal!” Xiao Chen langsung terbang saat mengalahkan itu. Ia memiliki darah binatang roh di dalam tubuhnya sehingga ia mengetahui dengan jelas aura apa yang melewatinya sebelumnya.


Jika saja Xiao Chen memiliki garis darah penuh binatang roh, ia pasti akan mengalami nasib yang sama.


Lin Ming dan yang lainnya langsung terbang mengikuti tanpa bertanya.


Untuk Jie Yan dan Yu Mei, keduanya telah naik ke atas kepala naga yang pertama kali di kendalikan oleh Jie Yan dan langsung terbang ke arah tempat Klan Naga berada.


“Jie Yan, apakah kita tidak membereskan mereka semua terlebih dahulu? Lagi pula di atas puncak gunung aku dapat merasakan secara samar herbal luar biasa!” ucap Yu Mei.


Mendengar itu, Jie Yan langsung memerintahkan naga yang ia tunggangi dan bertanya, “Apakah ada sesuatu yang berharga di puncak gunung?”


“Ya Raja, di puncak gunung terdapat Danau Yin-Yang, tempat itu tercipta karena adanya naga kuat yang terkubur di sana. Dia adalah Dewa Naga sebelum Dewa Naga saat ini. Tubuhnya yang sangat kuat, menghasilkan qi melimpah, dan ketika dia mati, itu membuat Danau alami, dan disekitarnya banyak herbal berkualitas tinggi yang tumbuh. Herbal itu disebut sebagai Herbal Peri!” ucap Naga tersebut.


Mata Jie Yan berbinar seketika. Walaupun ia tidak tau apa artinya Herbal Peri, ia tau bahwa itu pasti di atas tingkatan Herbal Abadi.


Saat Jie Yan masih memikirkan tentang herbal di atas gunung, Yu Mei pun berbicara yang membuat Jie Yan tersadar dari lamunannya.


“Jie Yan! Puluhan kultivator mendekat ke arah sini! Tampaknya mereka ingin memburu para naga!” ucap Yu Mei.


Mata Jie Yan berkilat dingin dan berkata sambil mengeluarkan niat membunuhnya, “Ayo bunuh mereka semua agar tidak ada yang mengetahui tentang kemampuan ku mengendalikan binatang roh! Selain dari itu, mereka juga mungkin akan membocorkan tentang sesuatu yang ada di puncak gunung!”


Naga yang di tunggangi oleh Jie Yan dan Yu Mei pun langsung terbang berbalik ke arah para kultivator datang.


“Khaaaa....” Para naga yang awal mulanya mundur, langsung berbalik dan mengumpulkan qi dan hukum dalam jumlah yang sangat besar di rahang masing-masing lalu langsung menembakkannya.


Duar!


Para kultivator yang melihat itu, memasang wajah sedikit muram. Tetapi mereka tidak terlalu khawatir karena diantara para naga, tidak ada naga yang mencapai level Kaisar Abadi tahap puncak.


“Bertahan!” Teriak salah satu kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap puncak dan menggunakan teknik pertahanan.


Kultivator lainnya juga melakukan hal yang sama dan membuat teknik pertahanan mereka masing-masing.


Untuk Xiao Chen yang berada di belakang, matanya berbinar karena tebakannya memang benar bahwa Jie Yan lah yang mengendalikan semua naga.


“Ikuti aku!” Teriak Xiao Chen saat ia melesat ke arah samping. Ia harus memberitahu Jie Yan tentang keberadaannya agar para naga tidak menyerang mereka.


Lin Ming dan yang lainnya langsung mengikuti Xiao Chen sambil menatap semua serangan dari para naga yang hampir menabrak teknik pertahanan para kultivator.


Duar!


Ledakan besar terjadi seketika yang membuat bagian pulau yang mulanya hancur semakin mengecil.


Jie Yan yang menunggangi naga, tiba di depan semua naga. Ia menatap ke arah debu yang perlahan menghilang.


Namun, tatapan Jie Yan kebetulan tertuju pada arah tertentu dan matanya berbinar terang.


“Kakek!” Seru Jie Yan saat menatap Xiao Chen, Lin Ming dan yang lainnya berada di tempat yang cukup jauh. Tentu saja dengan visi Mata Dewa ia dapat melihat ke arah tertentu dengan jelas.


Jie Yan pun sekali lagi mengaktifkan teknik Supremasi Dewa Binatang Buas agar semua naga tidak menyerang kelompok Xiao Chen dan Lin Ming.


Ketika debu menghilang, para kultivator yang bertahan terkejut ketika melihat Jie Yan dan Yu Mei yang berdiri di atas kepala salah satu naga.


“Mereka semua terdiri dari semua kekuatan di Pegunungan Para Raja! Tampaknya kita tidak bisa membiarkan satupun dari mereka yang lolos! Yu Mei, bunuh secepat mungkin para kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap puncak! Kau akan berkerja sama dengan dua anggota Klan Xiao di tingkat yang sama denganmu agar kau tidak kerepotan!” ucap Jie Yan.


“Ya.” Yu Mei hanya mengangguk dan langsung melesat seperti sebuah meteor ke arah para kultivator.


Untuk Jie Yan, dengan kekuatan spiritualnya, ia langsung mengirim telepati kepada Xiao Chen, Lin Ming dan yang lainnya.


“Kakek, kalian bantu Yu Mei, untuk Xiao Zun dan Xiao Fang, kalian berdua bereskan para kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap puncak.” Jie Yan mengirim telepati.


Xiao Chen, Lin Ming, Xiao Zun, Xiao Fang dan Xiao Yang langsung mengangguk dan menyerang ke arah para kultivator dari belakang tanpa mereka sadari. Ini akan membuat pasukan kultivator yang terdiri dari gabungan banyak kekuatan tidak akan menyadari segarang diam-diam dari belakang.


“Bunuh dia! Manusia itu berkerja sama dengan binatang roh! Sungguh tidak termaafkan!” Teriak para kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap puncak.


Jie Yan juga mengangkat tangannya lalu melambai ke depan tanda untuk para naga menyerang.


“Bunuh! Jangan biarkan satupun dari mereka yang lolos!” Perintah Jie Yan dan semua naga pun bergerak ke arah para kultivator.