Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Kematian Han Chen


Istana Bawah Laut


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Tubuh Jie Yan memudar dengan kecepatan yang sangat tinggi karena menggunakan teknik yang memiliki basis konsep yang telah sedikit di sentuh olehnya.


“Aku menang!” Di saat Han Chen merasa bahwa kemenangan telah berada di tangannya, ia melebarkan matanya karena ketika ia mengayunkan pedangnya yang memiliki kecepatan jauh lebih tinggi dari pada teknik teleportasi milik Jie Yan, ia seperti menebas udara kosong disaat pedangnya mengenai sedikit leher Jie Yan.


Dung!


Sebuah portal berwana ungu yang memercikkan gelombang elektromagnetik pun muncul dalam sekejap di belakang Han Chen.


Disaat itu juga, satu sosok keluar dari dalamnya, ia tidak lain adalah Jie Yan yang menggunakan salah satu teknik teleportasi tertinggi yang ia miliki. Ketika ia melewati portal dalam hitungan waktu sepersekian detik, ia juga langsung mengayunkan pedang di tangan kanannya yang telah diselimuti oleh qi dan qi Raja sekuat tenaga.


Jika saja Jie Yan tidak memiliki Mata Raja, kemungkinan ia tidak akan bisa berkreasi terhadap serangan Han Chen.


“Seni Rahasia, Bilah Pemisah Ruang!”


Deg! Deg!


Han Chen yang tau bahwa Jie Yan tiba-tiba menghilang dengan kecepatan yang tidak ia harapkan, ia merasakan bahaya yang sangat besar, jantungnya berdetak sangat cepat. Ketika ia menoleh ke arah belakang, ia melihat pedang yang telah mencapai lehernya di jarak beberapa cm lagi.


“Sial!” Han Chen hanya bisa mengutuk Jie Yan dalam hatinya karena ia tidak mungkin bisa menghindar walaupun telah menggunakan teknik terlarang Klan Han.


Sraing!


Pedang Jie Yan pun langsung membelah leher Han Chen. Ia langsung melewati Han Chen dan dibelakangnya, terlihat darah yang menyembur ke arah langit di saat kepala Han Chen melayang ke udara.


Han Chen yang merasa dunianya menjadi gelap memendam kebencian yang begitu besar dalam pikirannya. Tidak ada penyesalan sama sekali. Ini adalah sikap para pemilik qi Raja, bahkan di saat kematiannya tiba, tekadnya pantang menyerah masih ada.


Jie Yan yang baru saja memenggal Han Chen pun perlahan jatuh ke permukaan tanah. Ia merasakan sel-selnya seperti dicabik-cabik karena seharusnya teknik yang ia gunakan sebelumnya untuk memecah ruang menggunakan teknik teleportasi hanya bisa digunakan jika ia telah mempelajari sesuatu yang disebut sebagai konsep, dan teknik teleportasi miliknya berbasis konsep ruang dan waktu.


Kedua bawahannya Han Chen yang sedang bentrok dengan Gu Yuena dan Gu Yin tentu melihat apa yang sedang terjadi. Wajahnya mereka berdua saat ini sangat pucat dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat bahwa Pangeran Kekaisaran Han, Han Chen akan di penggal oleh Jie Yan.


“Kesempatan!” Gu Yuena dan Gu Yin yang melihat bahwa kedua bawahan Han Chen tidak lagi berkonsentrasi pun langsung menyerang sekuat tenaga mereka. Ini adalah kesempatan yang tidak akan datang dua kali.


“Teknik Pedang Es, Lotus Es!”


Di pedang masing-masing milik Gu Yuena dan Gu Yin, terlihat lapisan es yang membentuk banyak bilah tajam dengan pola lotus. Keduanya pun langsung menyerang sekuat tenaga yang mereka bisa.


Kedua bawahan Han Chen yang masih membatu di tempat ketika melihat kematian Han Chen pun tidak dapat bereaksi sama sekali.


Sraing!


Sraing!


Ketika Gu Yuena dan Gu Yin melewati musuh dengan kecepatan yang sangat tinggi, luka tebasan yang mereka berdua berikan langsung membeku dan itu menyebar dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Sial!”


Kedua bawahan Han Chen mencoba untuk bergerak dan membatalkan pembekuan di tubuh mereka tetapi percuma saja karena qi yang mereka gunakan dibekukan juga.


Gu Yuena dan Gu Yin yang telah membekukan masih pun langsung mengayunkan pedangnya sekali lagi saat memutar badan masing-masing.


“Bilah Es!”


“Bilah Es Hitam!”


Sraing! Sraing!


Kedua bilah qi yang sangat besar membentuk es dan es hitam pun melesat ke arah kedua bawahan Han Chen.


Srak! Srak!


Tubuh keduanya pun langsung dibelah, dan di saat itu juga, pembekuan lebih cepat terjadi.


Bruk! Bruk!


Kedua tubuh bawahan Han Chen langsung hancur ketika terjatuh ke permukaan tanah karena keduanya telah membeku menjadi es.


“Keduanya memang tangguh. Jika saja mereka berdua tidak kehilangan konsentrasi, mungkin sulit bagi kita untuk mena-...” Gu Yuena yang ingin berbicara dengan sepupunya pun menghentikan kata-katanya saat menatap Gu Yin yang telah pergi ke sisi Jie Yan tanpa mempedulikan musuh yang telah tewas ataupun dirinya.


Jie Yan saat ini sedang berbaring di permukaan tanah karena rasa lelah dan sakit yang berlebihan di tubuhnya. Ia harus mengakui bahwa jika ia tidak memiliki teknik teleportasi seperti itu, bisa dipastikan bahwa dirinya akan jatuh di tangan Han Chen. Memang benar bahwa perbedaan kultivasi sangatlah berpengaruh di tingkat Alam Sage.


“Suami!” Gu Yin pun langsung memeluk Jie Yan dengan erat dengan mata berkaca-kaca karena akhirnya ia menemukan orang paling berharga di dalam hidupnya. Walaupun rupa Jie Yan sedikit berubah, dia tetaplah suaminya.


“Yin’er...! Biarkan aku bernafas!” Jie Yan berkata dengan susah payah karena kepalanya dibenamkan di dua tumpukan daging kenyal. Ia juga merasakan sakit yang lebih besar saat Gu Yin memeluknya dengan erat.


Mendengar kata-kata Jie Yan, Gu Yin merasa sangat malu lalu menaruh kepala Jie Yan di pangkuannya.


“Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau terluka?” Gu Yin langsung memeriksa semua bagian tubuh Jie Yan dengan cermat untuk melihat semua luka-luka yang ada.


Sebelum Jie Yan berbicara, Gu Yin langsung mengeluarkan banyak pil lalu memasukkannya ke dalam mulutnya dengan paksa. Ia tidak bisa berkata-kata saat ini melihat kelakuan Gu Yin.


“Suami.. kau mengalami banyak luka dangkal! Telah semua pil itu, itu akan membantumu pulih lebih cepat!” Gu Yin dengan wajah yang sangat serius dan perhatian pun berbicara saat selesai memberikan pil pemulihan.


Jie Yan terdiam seketika karena tidak tau harus berbicara apa. Ia hanya menelan pil tersebut dan ia merasakan bahwa tubuhnya sedikit kedinginan tetapi luka-lukanya pulih dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Gu Yuena yang telah tiba di samping Jie Yan dan Gu Yin pun menatap Jie Yan dengan seksama. Ia saat ini masih penasaran bagaimana bisa Jie Yan memiliki rupa yang sedikit berbeda. Tetapi ia yakin bahwa mereka adalah orang yang sama karena tidak mungkin qi Raja bisa dipalsukan.


“Ke mana kau selama ini? Selama dua tahun, kami terus mencarimu karena adanya kabar bahwa kau mati di Dimensi Naga.” ucap Gu Yuena dengan nada tidak puas. Jika Jie Yan masih hidup, kenapa dia tidak datang ke tempat sepupunya yang hampir menjadi gila karena kehilangan suaminya tercinta.


Jie Yan merasa canggung ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Gu Yuena. Ia pun menghela nafas panjang lalu menceritakan semua yang terjadi saat itu, dan bagaimana ia dikatakan tewas di Dimensi Naga.