
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
Ribuan akar menyebar di dalam tanah, Yu Mei mengendalikan semua akar itu untuk mencari tempat tersembunyi atau tempat asal semua aura yang ada Tanah Kematian.
Tidak sampai dua menit kemudian, Yu Mei menyipitkan matanya saat menatap ke arah tertentu.
“Apakah kau menemukan sesuatu?” Tanya Jie Yan.
“Akar yang aku ciptakan menggunakan qi tampaknya hancur lebur ketika mendekati tempat tertentu di dalam tanah.” ucap Yu Mei dan langsung melambaikan tangannya dan akar di bawah kakinya muncul, itu langsung bergerak ke arah tempat tersebut.
Jie Yan hanya mengikuti dari belakang. Ia sangat yakin bahwa semua akar yang tampak hidup yang dikendalikan oleh Yu Mei pastilah terbunuh oleh qi Kematian yang sangat pekat.
Beberapa saat kemudian, Yu Mei pun berhenti tepat di atas akar-akar miliknya yang dihancurkan oleh sesuatu.
“Di sinilah tempatnya.” ucap Yu Mei.
Jie Yan menatap ke arah bawah tetapi bahkan dengan menggunakan Mata Dewa, tempat itu tidak berbeda dari tempat lainnya.
“Pantas saja mereka tidak pernah menemukannya. Dengan keahlian yang luar biasa dalam pelacakan pun mungkin tidak bisa menemukannya.” ucap Jie Yan dalam hati.
Jie Yan menyentuh permukaan tanah dan mencoba melacak apa yang ada berada di dalam tanah. Tetapi jaraknya cukup jauh yang membuatnya sedikit bingung.
“Aku akan membawamu ke dalam.” ucap Yu Mei saat ia menyentuh permukaan tanah dengan telapak tangannya.
Drrrrtttt!
Tanah bergetar keras tetapi tidak terjadi apa-apa dalam waktu beberapa menit.
Setelah itu, Yu Mei mengangkat sedikit telapak tangannya dari permukaan tanah lalu mengetuk permukaan tanah.
Bruk!
Jie Yan terkejut saat tubuhnya langsung jatuh ke arah bawah. Ia langsung mengeluarkan sayapnya dan perlahan turun karena sepertinya Yu Mei membuat lubang yang sangat dalam ke tempat sesuatu yang menghancurkan akar-akar tumbuhan milik Yu Mei.
Sementara itu, Yu Mei juga melayang perlahan ke arah bawah. Ia juga sangat penasaran apa sebenarnya yang ada di dalam tanah yang mampu untuk menghancurkan kekuatannya yang memang dikhususkan untuk menjadi penguasa di dalam tanah.
Jie Yan tau bahwa tempat yang merupakan asalnya aura Kematian cukup jauh ke dalam.
Dan tidak sampai lima menit kemudian, Jie Yan dan Yu Mei pun tiba di tujuan, di dalam sana ternyata ada sebuah Gao bawah tanah yang cukup luas.
Akar-akar yang digunakan oleh Yu Mei juga terlihat di permukaan goa itu, telah dihancurkan menjadi kering akibat terkontaminasi oleh aura Kematian.
Untuk Jie Yan dan Yu Mei, keduanya tentu tidak akan bisa terkontaminasi walaupun keduanya paham bahwa untuk siapapun eksistensi tingkat Raja Abadi puncak ke bawah, mereka mungkin akan mati jika masuk ke dalam.
Bahkan untuk tingkat Kaisar Abadi tahap awal dan menengah juga tidak akan mengalami hal yang berbeda jika masuk ke dalam goa itu. Tetapi untuk Jie Yan, ia memiliki tubuh yang sangat kuat dan tidak akan takut dengan aura kematian.
Sedangkan Yu Mei, selain dari basis kekuatannya yang sangat tinggi, konsep Api miliknya akan langsung membakar apa saja efek negatif yang mencoba menyentuh tubuhnya secara otomatis.
Untuk Jie Yan, kekuatan spiritual miliknya memang di tekan, tetapi ia masih bisa melihat dengan jelas di tempat yang sangat gelap dan di tutupi oleh aura kematian yang menghalangi pandangan serta kekuatan spiritual.
Tidak ada makhluk hidup di dalam sana karena Jie Yan dapat memindai semua isi goa bawah tanah menggunakan Mata Dewa. Tetapi, sesuatu yang lain dan sumber asal dari aura Kematian tentu berada di tempat itu, di jarak hampir 100 meter dari lokasinya saat ini.
Apa yang ada di dalam sana adalah sebuah batu aneh besar, dengan diameter tiga meter, memiliki bentuk aneh, beberapa lubang yang mengeluarkan uap.
Dan uap itu adalah aura Kematian yang sangat mengerikan, seolah-olah di dalam batu itu telah terjadi kematian sebanyak jutaan kali sehingga dapat menghasilkan aura sekuat itu yang bahkan mampu membunuh eksistensi tingkat Raja Abadi secara instan.
“Ikuti aku.” ucap Jie Yan dan perlahan berjalan ke arah dalam. Diikuti oleh Yu Mei yang langsung memegang pakaian Jie Yan karena ia seperti seorang buta di dalam sana.
Ketika mendekat ke arah batu aneh itu, Jie Yan dapat merasakan aura kematian yang semakin kuat, dan di saat mencapai jarak hampir 10 meter, ia sedikit berkeringat dan merasa sedikit sesak nafas.
“Huft.. Huft.. Huft..” Jie Yan sedikit terengah-engah ketika ia berada di jarak hampir dua meter dari batu aneh itu namun ia masih bisa menahannya setidaknya dalam waktu hampir 10 menit.
Sementara itu, Yu Mei juga menerima sedikit tekanan walaupun tidak sebesar Jie Yan. Ia menatap ke arah batu aneh itu dengan tatapan kosong.
“Jie Yan, aku seperti pernah merasakannya di suatu tempat.” ucap Yu Mei menunjuk ke arah batu itu.
Jie Yan melirik ke arah Yu Mei sekilas karena ia mengingat tentang sesuatu yang penting.
“Bukankah Yu Mei dahulu hidup dengan sebuah pohon di sebuah Dunia? Apakah mungkin batu ini menjadi salah satu alasan kenapa dunia itu hanya memiliki dua makhluk hidup? Tetapi jika hanya ini, itu tidak mungkin. Yang artinya, kemungkinan ini adalah pecahan dari sesuatu yang membuat dunia itu hancur, merenggut semua makhluk hidup, menyisakan Yu Mei dan sebuah Pohon yang mungkin sebuah herbal dengan kelas lebih tinggi.” Batin Jie Yan.
Spekulasi ini langsung dibenarkan oleh Jie Yan karena batu ini mungkin sesuatu yang lain di masa lalu, tetapi menghancurkan makhluk hidup tidak terhitung jumlahnya sehingga menyerap semua aura Kematian dan membuat batu itu sendiri menghasilkan aura Kematian.
Jie Yan perlahan mengarahkan telapak tangannya ke batu aneh itu untuk menyentuhnya. Tetapi ia memasang wajah serius saat menyentuh batu itu.
Dung!
Aura aneh memasuki kepala Jie Yan, kenangan tak terhitung jumlahnya terjadi di depan matanya, seolah-olah ia berada di tempat tersebut.
Dan memang benar, dahulu kala, di sebuah dunia yang sangat indah dengan satu pohon yang disebut sebagai Pohon Kehidupan, sebuah meteor terjatuh menabrak dunia itu.
Dalam waktu hampir satu bulan, meteor itu mengeluarkan aura mengerikan, membunuh semua makhluk hidup di dalamnya tanpa mereka sadari bahwa mereka terkontaminasi oleh aura aneh itu.
Tidak terkecuali untuk tumbuhan dan binatang, manusia juga dihabisi layaknya sebuah penyakit, menyisakan dua kehidupan.
Salah satunya adalah Pohon Kehidupan, dan satu lagi adalah sebuah tumbuhan kecil yang hidup tepat di samping Pohon Kehidupan.
Berkat penolakan kuat dari Pohon Kehidupan, kehidupan kecil itu tidak mati, bahkan hidup dalam waktu yang sangat lama. Jie Yan yang menatap tumbuhan itu, langsung tau bahwa itu adalah Yu Mei.
Di waktu tertentu, dua sosok datang menghampiri meteor aneh yang menjadi penyebabnya punahnya sebuah planet raksasa. Kedua wanita itu langsung menyegel meteor yang mengandung kekuatan tidak terduga.
Tetapi untuk Jie Yan yang melihat pemandangan itu mengetahui dengan jelas siapa keduanya karena itu juga ada di dalam ingatannya.