Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Pelahap Kuno


Bintang Tianyu


“Apa? Apa? Desa itu adalah perwujutan ilusi yang tidak lain adalah binatang roh? Bagaimana mungkin?” Xia Yue'er tidak percaya sama sekali karena ketika ia mencoba melacak sebisanya, ia tidak dapat menemukan masalah sama sekali.


Jie Yan memutar matanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er tetapi ia tidak membalas tentang hal itu. Apa yang menjadi pemikirannya saat ini adalah, apa yang hendak dilakukan oleh binatang roh itu sehingga berdiam diri di tempat itu dalam waktu yang lama?


“Ziya, apakah kau sudah pulih?” Jie Yan yang tidak tau harus melakukan apa saat ini, mencoba menghubungi Xiao Ziya yang tampak bermeditasi dalam waktu lebih dari seminggu.


Xiao Ziya mengatakan bahwa dia akan hibernasi dalam waktu kurang dari dua minggu, jika menghitung waktu, saat ini sudah satu minggu dan empat hari setelah kejadian di Kota Pedang terjadi.


Xiao Ziya yang berada di Ruang Roh, tentu saja mendengar apa yang ditanyakan oleh Jie Yan. Ia memang belum pulih sepenuhnya, tetapi setidaknya ia bisa berkomunikasi untuk saat ini.


“Sekitar dua hari lagi. Apakah kau memerlukan sesuatu?” Tanya Xiao Ziya dalam kepala Jie Yan.


“Ya, aku ingin kau melihat apa sebenarnya makhluk itu.” Balas Jie Yan lalu menghubungkan Mata Dewa miliknya ke Ruang Roh miliknya.


Xiao Ziya yang bermeditasi, membuka matanya lalu menatap ke arah tempat Jie Yan melihat melalui Ruang Roh.


“Hm? Itu..” Bahkan Ziya sendiri terkejut ketika melihat sosok yang pernah ia lihat di masa lalu.


Keterkejutan Xiao Ziya tentu membuat Jie Yan menjadi serius seketika.


“Jie Yan, kau harus menghabisi makhluk itu! Saat ini dia dalam kondisi lemah, binatang roh itu disebut sebagai Pelahap Kuno, seekor makhluk yang hanya tau cara untuk melahap dan menipu.”


“Di masa lalu, jumlah mereka sangat banyak, tetapi mereka bergerak melalui insting mereka dan melahap spesies yang sama sehingga mereka hampir punah.”


“Inti dari bintang roh merupakan sesuatu yang sangat berharga. Asal kau ketahui, sebelum 33 Surga tercipta, binatang roh Pelahap Kuno hidup di ruang hampa diantara Tujuh Galaxy dan Alam Roh!” Xiao Ziya menjelaskan dengan satu nafas, ia sedikit bersemangat ketika melihat makhluk itu.


Jie Yan merasa sedikit aneh karena sangat jarang Xiao Ziya sangat bersemangat.


“Apa yang bisa dilakukan oleh inti binatang roh Pelahap Kuno itu? Dan hal lainnya, jika dia hidup di ruang hampa, kenapa dia tiba-tiba muncul di Bintang Tianyu?” Tanya Jie Yan.


“Jie Yan, inti binatang roh Pelahap Kuno berisi konsep asli 33 Surga, mencakup semua konsep yang ada! Awalnya mereka hanya memiliki konsep Ruang bersama di dalam tubuh mereka, tetapi ketika Tujuh Galaxy terintegrasi, mereka juga ikut menyatu dengan 33 Surga. Dalam waktu yang cukup lama, mereka semua tumbuh dengan melahap konsep di 33 Surga.”


“Selain dari itu, mereka semua melahap jenis masing-masing yang membuat konsep di dalam tubuh mereka menjadi lebih lengkap! Dan alasan kenapa dia tiba di Bintang Tianyu, aku telah menebaknya. Binatang roh Pelahap Kuno itu terluka saat proses melahap jenisnya yang lain, dan karena luka, dia memasuki Bintang Tianyu dan mencoba memulihkan luka dengan cara melahap Bintang Tianyu!”


“Dan kenapa saat ini dia tidak bergerak? dia ingin melahap makhluk hidup lainnya untuk memulihkan daya hidupnya sendiri. Walaupun ini tidak memperkuat dirinya, itu adalah cara efektif untuk memulihkan luka. Karena, jika dia mencoba melahap binatang roh Pelahap Kuno lainnya ketika cidera, kemungkinan tubuh mereka kaan meledak karena tidak dapat menanggung kelebihan konsep!” Xiao Ziya menjelaskan semua yang ia ketahui.


“Oh? Menarik..” Gumam Jie Yan dan ia tentu ingin menghabisi makhluk kuno yang disebut sebagai Pelahap Kuno.


“Jie Yan, lihat! Ada seseorang yang mendekat ke tempat itu!” Seru Xia Yue'er. Ia tentu mendengar perbincangan antara Jie Yan dan Xiao Ziya sehingga lebih memperhatikan seperti apa sebenarnya wujud sejati makhluk tersebut.


Jie Yan menyipitkan matanya saat menatap kultivator tingkat Emas Abadi tahap awal yang sedang berjalan perlahan ke arah desa kecil.


Saat kultivator tersebut masuk, dipermukaan tidak terlihat apapun yang terjadi. Tetapi dengan Mata Dewa, Jie Yan dapat melihat bahwa kultivator tersebut di pimpin ke arah inti binatang roh tersebut.


Saat mencapai inti, kelautan hidup kultivator tersebut memudar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Setelah hanya sisa sedikit qi dan konsep di tubuh kultivator tersebut, dia tampak dikendalikan layaknya sebuah boneka.


“Ini..” Jie Yan terkejut melihat hal itu. Ia ingat kata-kata Xiao Ziya bahwa makhluk itu sangat ahli dalam hal melahap dan melakukan ilusi. Tetapi seharusnya jika hanya itu, maka binatang roh itu tidak akan sepintar itu untuk mengendalikan manusia.


Bahkan Xiao Ziya yang menatap dari dalam Ruang Jiwa memasang wajah serius.


“Jie Yan, Pelahap Kuno itu telah mengembangkan kecerdasannya! Kemungkinan ini dikarenakan dia melahap otak manusia dan mencoba menggabungkannya dengan fungsi tubuhnya!” ucap Xiao Ziya. Dan apa yang ia katakan sama dengan apa yang diprediksi oleh Jie Yan.


“Jie Yan, cepatlah! Sebelum kekuatannya pulih lebih banyak mencapai tingkat Abadi Emas, kau harus membunuhnya!” Ucap Xiao Ziya buru-buru. Ia sangat ingin keluar tetapi jika ia melakukannya, ia harus hibernasi lebih lama lagi karena serangan balik dari pembatalan proses pemulihan yang tentu saja menggunakan sebuah formasi.


“Yue’er!” Jie Yan berseru keras lalu langsung berubah ke bentuk setengah naga dengan pedang di tangan kanannya. Ia pun mengepakkan keenam sayapnya dan terbang ke arah Pelahap Kuno.


Xia Yue'er juga langsung bereaski dan bergerak mengikuti Jie Yan. Ia juga langsung menggunakan formasi di kedua kepalan tangannya yang mungil untuk menyerang.


“Belitan Qi Raja!”


Jie Yan yang terbang dengan kecepatan tinggi, bergerak ke arah tertentu sesuai dengan instruksi Xiao Ziya. Hal pertama yang harus dilakukan untuk melawan Pelahap Kuno adalah membatalkan ilusi yang diciptakan oleh tubuhnya. Jika tidak, walaupun menggunakan Mata Dewa, serangan yang dilancarkan kemungkinan gagal.


Ini adalah ilusi yang tampak sangat realistis karena jika menyerang ketika ilusi aktif, itu hanya akan menghancurkan bangunan desa, bukan bagian tubuh Pelahap Kuno.


Pelahap Kuno tampak seperti biasa saja ketika kedatangan Jie Yan walaupun ada fluktuasi khusus karena dapat merasakan bahwa ketika ia melahap Jie Yan, maka tubuhnya akan pulih dalam jumlah yang cukup besar.


Ketika mencapai pinggiran desa, apa yang menjadi fokus Jie Yan saat ini adalah, sebuah bangunan bobrok yang merupakan inti dari asal ilusi.


“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”


Sraing!


Blar!


Ketika Jie Yan melewati bangunan bobrok tersebut, kekuatan spiritual tiada tara meledak seketika. Pelahap Kuno yang awalnya tampak biasa saja, langsung menjadi agresif.


Bussssh!


Jie Yan terpental menjauh oleh kekuatan spiritual mengerikan tersebut dan mencoba menyetabilkan tubuhnya di udara.


Sementara Xia Yue'er, ia langsung membuat lingkaran formasi sesuai dengan instingnya.


“Formasi Cahaya, Telapak Tangan Cahaya Buddha!”


Di langit, Buddha Raksasa langsung mengayunkan telapak tangannya ke tempat ledakan spiritual yang terjadi. Di saat Ledakan spiritual mereda, terlihat sosok asli Pelahap Kuno.


Bom!


Telapak tangan Buddha Raksasa yang menghasilkan gelombang kejut pun langsung menghantam tepat di tubuh Pelahap Kuno.


Xia Yue'er yang awalnya merasa senang, menatap ke arah wujud Pelahap Kuno dengan aneh.


“Apa itu?”