Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Melawan Gao Jue dan Gao Hun


Bintang Brahma, Benua Kekacauan


“Bola Awal Kehancuran!”


Duar!


Jie Yan langsung menebaknya qi dan konsep yang membentuk bola yang sangat besar. Kekuatan yang terkandung di dalamnya sangatlah luar biasa karena ia memadatkannya mencapai titik serangan itu ingin meledak kapan saja.


Di dalam istana, enam sosok terlihat.


Xun Li yang sedang bermeditasi, menatap kedatangan salah satu rekannya. Namun, sebelum ia bisa bertanya, wajahnya gelap karena merasakan aura kuat yang ia duga adalah sebuah serangan mendekat.


“Berlindung!” Teriak Xun Li saat ia mengunakan banyak kekuatan untuk bertahan.


Semua rekan Xun Li pun langsung bereaski tetapi ada beberapa dari mereka yang terlambat karena tidak menyadari bahwa serangan yang sangat berbahaya telah ditembakkan.


Duar!


Awan jamur raksasa muncul di tengah hutan. Wilayah dalam radius beberapa km hancur berantakan.


Selain dari itu, istana tempat Xun Li dan rekannya pun hancur bermatakan.


Jie Yan menatap hal itu dengan senyum kecil diwajahnya. Ia perlahan kembali ke bentuk semula dan lompat ke atas pohon menunggu Xun Li dan semua rekannya keluar dari dalam ledakan.


Di tempat yang tidak terlalu jauh dari ledakan, Xun Hai yang sedang mencari lokasi istana pun menatap ke arah kejauhan.


“Di sana!” Batin Xun Hai. Karena adanya aura yang menyelimuti tempat itu, ia tidak dapat melacak Jimat Darah karena itu seperti berada di banyak tempat. Ini adalah trik Xun Li agar Xun Hai tidak membawa kultivator kuat untuk mencari keberadaannya.


Di tempat ledakan berada, Xun Li muncul dari dalam kawah raksasa dengan wajah yang sangat muram.


Tubuhnya mengalami luka walaupun tidak terlalu parah. Matanya yang tampak buta, menatap ke arah tertentu tempat di mana Jie Yan berada.


“Siapa kau?” Xun Li meraung marah saat qi-nya meledak dahsyat. Tiga rekannya tewas oleh serangan dari Jie Yan.


Hanya dua yang tersisa dari rekannya. Ia telah membudidayakan mereka semua dengan susah payah dan akan menjadi tangan kanannya suatu hari nanti. Tetapi tiga diantaranya langsung tewas menjadi debu dalam waktu kurang dari satu detik.


Mata Jie Yan tampak bermartabat saat menatap ke arah Xun Li yang hampir gila karena ia menyerang secara mendadak dari tempat jauh.


Ketika Xun Li meraung gila, dua kultivator muncul di sebelah Xun Li. Keduanya juga memiliki kultivasi tingkat Raja Abadi tahap akhir. Namun kondisi keduanya sangat memprihatinkan. Luka-lukanya sangatlah parah oleh serangan Jie Yan.


“Itu kau...!” ucap sosok yang semula melihat Jie Yan membantai semua binatang roh. Ia tidak menyangka bahwa Jie Yan akan mampu melancarkan serangan sekuat itu. Dan ia sekarang tau bahwa dirinya pasti diikuti oleh Jie Yan.


Xun Li menatap rekanannya dengan mata dingin dan bertanya, “Apa kau mengenalnya?”


“Tidak, tetapi sebelumnya aku melihatnya memasuki hutan. Dan targetnya adalah kau. Aku tidak menyangka bahwa dia bisa mengikutiku tanpa bisa aku deteksi.” ucap pria tersebut dengan wajah muram.


Amarah Xun Li semakin menjadi karena merasa bahwa rekannya terlalu tidak berguna.


Tetapi, karena adanya Jie Yan, Xun Li menahan amarahnya. Ia merasa bahwa Jie Yan tidak sesederhana kelihatannya sehingga ia membutuhkan kedua rekannya untuk membantunya menghabisi Jie Yan.


“Ayo bunuh dia!” ucap Xun Li dingin.


Saat Xun Li dan kedua rekannya ingin menyerang, satu sosok muncul di atas salah satu dahan pohon, menatap ke arah Xun Li dengan dingin.


“Xun Hai! Apakah kau kali ini akan bergabung dengan kami?” Tanya Xun Li dingin saat menatap ke arah pendatang baru.


Untuk Jie Yan, ia hanya menunggu dan menatap apa yang akan terjadi dengan wajah tertarik.


“Xun Li, berhentilah sampai di sini dan buang Jimat Darah itu karena itu hanya akan membuatmu sengsara!” ucap Xun Hai dengan wajah dingin.


“Kau tetap menjijikkan dan sangat naif! Jadi, apakah tujuanmu datang ke sini hanya untuk mengatakan itu?” Tanya Xun Li dingin.


“Aku datang untuk menghentikan kegilaan yang kau perbuat!” jawab Xun Hai.


“Jika seperti itu, maka aku tidak akan sopan lagi! Matilah!” Teriak Xun Li dan ia menerjang ke arah Xun Hai.


Kilatan dingin terlihat di mata Xun Hai. Ia yang telah mengambil keputusan, ia pun menyerang ke arah Xun Li.


Trang!


Keduanya bentrok di udara dan menghasilkan gelombang kejut.


Sementara itu, dua rekan Xun Li ingin menyerang tetapi Jie Yan tentu akan bergerak. Ia pasti akan sulit mengalahkan mereka bertiga sekaligus. Tetapi, jika hanya dua dari mereka, ia tentu tidak akan sulit untuk mengalahkan mereka.


“Akulah lawan kalian berdua.” ucap Jie Yan saat menghalangi kedua rekan Xun Li yang ingin membantu Xun Li.


“Bocah sialan! Kau akan membayar atas penghinaan yang aku terima!” rekan Xun Li yang bernama Gao Jue berteriak marah dan langsung menyerang ke arah Jie Yan bersama dengan saudaranya yang bernama Gao Hun.


Keduanya langsung menghilang dan muncul dari dua arah yang berbeda dari Jie Yan.


Jie Yan menaikkan sudut bibirnya dan langsung mengeluarkan pedang dan Tombak Pembunuh Naga.


Trang! Trang!


Bom!


Kaki Jie Yan tertanam ke dalam tanah karena menahan dua serangan sekaligus.


“Waktu Kilat!”


Saat Jie Yan menepis kedua serangan musuh, ia langsung melesat dan muncul tepat di depan Gao Jue. Ia pun langsung mengayunkan Tombak Pembunuh Naga sekuat tenaga yang ia bisa.


“Sial!” Gao Jue buru-buru mengangkat pedangnya karena kecepatan Jie Yan sangatlah mengerikan menurutnya.


Trang!


Gao Jue di dorong mundur oleh tekanan dari Jie Yan.


Sedangkan untuk Gao Hun, ia ingin mengambil kesempatan untuk menyerang tetapi Jie Yan tentu tidak akan memberikan kesempatan.


“Bola Awal Kehancuran!”


Duar!


Dari Tombak Pembunuh Naga, qi dan konsep Kehancuran langsung meledak lalu menelan Gao Jue, membawanya ke tempat yang sangat jauh.


Di saat itu juga, Jie Yan mengangkat pedangnya untuk menahan serangan dari Gao Hun.


Trang!


Zrrrrt!


Karena Jie Yan baru selesai menyerang sekaligus bertahan, ia pun di dorong mudur.


Untuk Gao Hun, wajahnya sangat muram karena gerakan Jie Yan terlihat tidak ada yang percuma.


Zhep! Zhep! Zhep!


Niat pedang pun langsung membentuk pedang di banyak tempat yang semakin membuat Gao Hun terkejut.


Wusssh!


Semua pedang itupun langsung menyerang ke arah Gao Hun.


“Bajingan!” Gao Hun sangat marah dan langsung menggunakan kemampuan gerakan tubuh.


“Elementalis Darah!”


Jleb! Jleb!


Semua pedang langsung menusuk Gao Hun tetapi dia sama sekali tidak terluka. Di saat itu juga, ia langsung menghindar karena merasakan ancaman bahaya sangat besar dari Jie Yan. Selain dari itu, menggunakan kemampuan elementalis menghabiskan sangat banyak qi dan konsep.


Namun, untuk Jie Yan, ia pun menaikkan sudut bibirnya.


“Teleportasi!”


“Waktu Kilat!”


Zhep!


Jie Yan langsung muncul bersamaan dengan Gao Hun di udara lalu Jie Yan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


“Seni Rahasia, Penghancuran Ilahi!”


Sraing!


Gao Hun yang muncul di udara, sangat terkejut tetapi sudah terlambat untuk bertahan. Ia juga tidak bisa berubah menjadi elemen karena kemampuan itu memiliki jeda wakt.


Blar!


Hamburan petir yang sangat banyak langsung meledak dan mengenai tubuh Gao Hun secara langsung.


“Uhuk..”


Gao Hun terpental sangat jauh. Kesadarannya hampir saja hilang dan ia langsung tau bahwa Jie Yan adalah pengguna qi Raja yang sangat mengerikan.


“Teleportasi!”


Zhep!


Jie Yan muncul di atas Gao Hun dan langsung menusuk tubuh Gao Hun menggunakan Tombak Pembunuh Naga.


Jleb!


Blar!


Jie Yan mendatar di permukaan tanah dengan Gao Hun di bawah kakinya.


Sementara itu, Gao Jue yang baru saja berdiri di tempat yang tidak terlalu jauh, bergetar ketakutan karena kekuatan Jie Yan diluar imajinasinya.


“Berikutnya adalah giliranmu!” ucap Jie Yan saat mencabut Tombak Pembunuh Naga dari mayat Gao Hun. Tatapannya sedingin es yang membuat Gao Jue merasa sedang di tatap oleh bintang purba yang sangat buas.