
Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian
Makam Raja Titan Kuno
“Arrrrrggggh!”
Teriakan banyak sosok terdengar di tempat itu. Di dalam Piramida raksasa, terdapat sebuah ruangan yang sangat luas.
Makhluk-makhluk berwarna hijau terlihat berbaring di sebuah meja yang sangat banyak. Semua dari mereka memiliki selang aneh yang terhubung ke dada mereka.
Jalur selang tersebut menuju ke arah bawah tanah. Terlihat di dalam selang transparan tersebut, aura berwarna hijau yang tidak lain adalah energi kehidupan diserap dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Dua sosok yang tidak lain adalah Zhou Qin dan Zhou Chun menatap hal tersebut dengan senyum lebar di wajah masing-masing.
“Tidak lama lagi rencana yang telah kita susun akan selesai. 33 Surga akan merasakan kekuatan Raja Titan Kuno sekali lagi!” ucap Zhou Qin dengan nada bersemangat.
“Ya. Apakah kau akan bergerak sekarang? Jika kau tidak mengerahkan inti kehidupanmu yang merupakan inti dari Tuan, dia tidak akan bisa bangkit sepenuhnya!” Zhou Chun melirik ke arah Zhou Qin dan berkata dengan nada dingin.
Zhou Qin adalah pemegang inti asli Zhou Tian Cheng. Bisa dikatakan, inti itu ditanam di tubuh Zhou Qin. Jika tidak, kekuatan Zhou Qin tidak mungkin akan mencapai tingkat Jiwa Abadi di dalam Artefak tempat Zhou Tian Cheng dikubur.
Zhou Qin melirik ke arah Zhou Chun dengan tatapan dingin. Ia memang Kloning, tetapi ia memiliki pemikirannya sendiri. Setelah hidup cukup lama, sebenarnya ia tidak ingin menyerahkan inti tersebut karena tau begitu ia melakukannya, maka ia akan tewas.
Tetapi Zhou Chun di sisi lain tidak peduli apakah Zhou Qin rela atau tidak. Ia memegang segel di tangannya agar jika Zhou Qin memberontak, maka ia akan langsung mengaktifkannya yang membuat Zhou Qin mati suri. Di saat itu juga, ia akan melakukan sisanya untuk terus melaksanakan rencana.
Bisa dikatakan, Zhou Peng adalah esensi tubuh Zhou Tian Cheng, sementara Zhou Chun adalah otak dan Zhou Qin adalah inti.
Karena kematian Zhou Peng, kemungkinan kekuatan Zhou Tian Cheng ketika bangkit akan menurun sedikit. Tetapi itu tidak masalah menurut Zhou Chun karena yang paling penting adalah inti yang di bawa oleh Zhou Qin.
“Cepatlah bergerak sekarang juga. Tidak ada waktu lagi!” Perintah Zhou Chun dingin.
Zhou Qin mendengus lalu perlahan bergerak ke arah sebuah meja khusus. Itu adalah tempat untuk dirinya berbaring agar dapat mengerahkan inti yang ada di dalam tubuhnya. Ia tau bahwa ia tidak memiliki pilihan lain karena Zhou Chun sebagai otak dalam perencanaan kebangkitan Zhou Tian Cheng memiliki ribuan cara agar dirinya tidak dapat melawan walaupun dirinya lebih kuat.
Melihat Zhou Qin berbaring di meja khusus, Zhou Chun pun langsung membuat beberapa gerakan khusus lalu beberapa teknologi khusus muncul menutupi tubuh Zhou Qin.
“Jangan kecewa Zhou Qin! Walaupun kau diserap, kesadaranmu akan aktif, jiwamu akan bergabung denganku! Itulah yang akan terjadi! Ini bisa dikatakan sebagai evolusi baru ketika tuan Zhou Tian Cheng bangkit kembali!” ucap Zhou Chun acuh tak acuh.
Zhou Qin hanya mendengus marah. Selama ini, ia telah merencanakan untuk memegang kendali pada tubuh Zhou Tian Cheng ketika bangkit kembali tetapi semua rencananya digagalkan oleh Zhou Chun dengan mudah sehingga ia tidak punya pilihan lain selain menjadi pendukung pada tubuh Zhou Tian Cheng ketika bangkit dari kematian.
Setelah tubuh Zhou Qin perlahan di serap, Zhou Chun pun melakukan sisanya. Ia pun langsung berjalan ke arah sebuah tabung khusus di tengah ruangan. Tabung kaca tersebut berisi cairan yang mengeluarkan kekuatan spiritual yang begitu kuat.
Tanpa membuang waktu, Zhou Chun melompat ke dalam tabung kaca. Sebagai otak asli dari Zhou Tian Cheng, ia harus bergabung dengan sesuatu yang terdapat di dalam tabung kaca tersebut, yaitu jiwa Zhou Tian Cheng.
**
Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang terus bergerak akhirnya tiba di Piramida raksasa di Padang gurun.
“Ini tempatnya! Aku dapat merasakan kekuatan kuat secara samar yang tidak aktif di tempat ini!” ucap Xiao Ziya menatap ke arah Piramida raksasa.
“Sangat besar! Bagaimana cara membangun tempat ini?” Xia Yue'er menatap ke arah Piramida dengan tatapan kagum.
Untuk Jie Yan, ia langsung menggunakan Mata Dewa untuk melihat semua hal yang ada di sana. Tetapi ia terkejut karena ada pesona khusus yang membuat ia tidak bisa melihat menembus Piramida tersebut.
“Aku tidak dapat melihat ke dalam! Tetapi aku menemukan jalan untuk masuk!” ucap Jie Yan menatap ke arah salah satu Piramida kecil seukuran bangunan raksasa di tengah Piramida raksasa tersebut.
“Ayo kita masuk!” Jie Yan yang ingin mengetahui isi dari Piramida tersebut, langsung mengepakkan sayapnya lalu terbang ke arah jalan masuk diikuti oleh Xiao Ziya.
Ketika mencapai jalan masuk, terdapat formasi khusus yang cukup kuat agar siapapun tidak bisa masuk ke dalam sana. Tetapi itu tidak akan berfungsi bagi kelompok Jie Yan yang ahli dalam bidang formasi.
“Formasi ini cukup kuat, tetapi tidak cukup untuk menahan kita.” ucap Xiao Ziya saat lingkaran formasi muncul di telapak tangannya lalu ia menghantam ke arah segel yang ada di pintu masuk.
Segel tersebut hancur seketika dan jalan masuk pun terlihat secara langsung.
Namun, Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya langsung terkejut. Raut wajah ketiganya berubah secara langsung karena ketika segel dibuka, kekuatan yang sangat dahsyat terpancar keluar.
“Jie Yan, kekuatan ini tidak salah lagi adalah kekuatan yang sangat tinggi!” ucap Xiao Ziya muram.
Xia Yue'er yang merasakan aura tersebut sedikit terengah-engah lalu berkata, “Kekuatan ini sangat dekat dengan kekuatan ayahku!”
Mendengar kata-kata Xia Yue'er, mata Jie Yan menyusut tajam. Ia tau dengan jelas dari cerita Xia Yue'er bahwa Raja Roh Peri adalah salah satu yang terkuat di Alam Roh walaupun bukan di peringkat teratas. Tetapi itu cukup untuk menekan setengah dari Alam Roh agar tidak berani memprovokasinya.
Karena segel telah terbuka, Jie Yan langsung mengaliri qi-nya dalam jumlah besar ke dalam matanya, ia juga mengalirkan konsep Ruang agar dapat menembus semua hal yang ada di dalam sana.
“Itu... Semua makhluk hijau itu tampak sedang diserap Vitalis mereka! Dan arah penyerapan adalah kedalaman bawah tanah tempat ini!” ucap Jie Yan dengan wajah gelap.
“Apakah tidak ada yang berjaga-jaga?” Tanya Xiao Ziya buru-buru.
“Tidak!” Balas Jie Yan.
“Ayo pergi! Kita harus menghancurkan semua yang ada di sana karena sudah pasti mereka telah memulai proses pembangkitan!” Teriak Xiao Ziya dan ia langsung terbang dengan kecepatan penuh ke arah dalam. Ia tau bahwa begitu Zhou Tian Cheng bangkit, mereka tidak akan selamat.
Jie Yan pun langsung terbang mengikuti dan mencoba bertahan dari aura yang sangat kuat yang terus memancar.
Ketika mencapai ruang utama tempat pembangkitan, apa yang mereka lihat secara langsung membuat ketiganya memasang wajah muram.
“Terlambat! Semua energi kehidupan makhluk hijau ini telah diserap habis!” ucap Xiao Ziya.
Untuk Jie Yan, ia langsung melihat ke arah tenaga ruangan dan melihat tubuh Zhou Chun yang perlahan mengering.
Dan apa yang membuatnya merasa ngeri adalah, sosok yang ada di dalam tabung tersebut. Itu adalah sebuah jiwa yang tampak bekerja menyerap semua yang ada pada Zhou Chun.
“Ziya, Apa itu?” Tanya Jie Yan dengan nada sedikit gemetaran saat menunjuk ke arah jiwa yang ada pada tabung.
Xiao Ziya menatap ke arah Zhou Chun dan menyipitkan matanya. Ia tidak dapat melihat jiwa tersebut seperti yang dilakukan oleh Jie Yan.
“Formasi Kematian, Jiwa Kematian!”
Wusssh!
Di belakang Xiao Ziya, sosok dirinya yang lain dalam bentu kekuatan spiritual keluar secara langsung lalu membuat beberapa gerakan.
Dung!
Kekuatan spiritual yang sangat dahsyat meledak lalu jiwa Xiao Ziya yang mencoba melacak segala sesuatunya di dalam tabung langsung terkejut.
“Jie Yan! Hancurkan tabung itu!” Teriak Xiao Ziya sekuat tenaga saat jiwanya langsung masuk kembali ke dalam tubuhnya. Ia pun langsung mengeluarkan sabitnya lalu melemparnya sekuat tenaga ke arah tabung.
Untuk Xia Yue'er, dia juga langsung bereaski lalu menyerang sekuat tenaga menggunakan formasi.
Dan untuk Jie Yan, ia langsung menggunakan kemampuan unik darah Naga Hitam Kehancuran, yaitu teknik Bola Awal Kehancuran.
Serangan jarak jauh ketiganya langsung melesat ke arah tabung kaca dengan kecepatan tinggi.
Jiwa yang ada di dalam tabung tersebut yang tidak lain adalah jiwa Zhou Tian Cheng menatap ke arah tiga serangan yang mengarah padanya.
“Semut pengganggu!” ucap jiwa tersebut lalu ia membuat beberapa gerakan khusus.
Bom! Bom! Bom!