Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Tes Khusus


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


Alat transportasi yang dikendalikan oleh Qing Tao mendarat perlahan tepat di dekat gerbang masuk Sekte Pedang.


Ketika Qing Tao memimpin semua yang ada di dalam Alat Transportasi keluar, beberapa sosok tampak telah menunggu kedatangannya. Sangat terlihat apa yang hendak diambil dari Kota Pedang sebelumnya pastilah sangat penting.


“Qing Tao, apakah ada masalah saat pemindahan biji langka yang tiba-tiba muncul?” Saat Alat Transportasi disimpan oleh Qing Tao, salah satu dari beberapa sosok yang telah menunggu berjalan perlahan sambil berbicara.


“Ya. Seperti ini..” Qing Tao menjelaskan semuanya secara terperinci yang membuat beberapa sosok tersebut memasang wajah gelap.


“Organisasi Gerhana Matahari sialan! Apa yang mereka pikirkan? Apakah karena mereka cukup kuat di Bintang Tianyu sehingga mereka berani memprovokasi Sekte Pedang?” Pria paruh baya yang tidak lain adalah Master Cabang Sekte Pedang berkata dengan nada yang sangat marah.


Kedua tetua lainnya yang berada di sampingnya juga memasang wajah yang sangat muram. Niat membunuh mereka sedikit merembes, jika saja Qing Tao gagal membawa biji langka tersebut, Sekte Pedang utama juga akan mengalami kerugian besar karena sudah pasti biji tersebut telah lama dinanti-nanti oleh Sekte Pedang.


“Lupakan masalah ini untuk saat ini. Jika ada waktu yang tepat, kita akan memberi pelajaran kepada mereka!” ucap Master Sekte Pedang yang bernama Qing Long. Lalu tatapannya tertuju pada Jie Yan dan Yun Che. Tanpa bertanya pun, ia sekilas dapat melihat niat pedang keduanya telah mencapai ranah Esensi Pedang.


“Kedua pemuda ini? Apakah mereka pemuda yang kau rekrut diluar?” Tanya Qing Long kepada Qing Tao.


“Ya Master. Keduanya adalah bakat langka dan aku merekomendasikan mereka berdua untuk mengambil ujian khusus karena persekutuan murid masih akan lama dibuka.” Qing Tao mengangguk kecil dan langsung memperkenalkan Jie Yan dan Yun Che kepada Qing Long.


“Baik, ujian khusus akan dilakukan oleh Tetua Pertama.” ucap Qing Long.


Qing Tao paham apa maksud Qing Long dan langsung memberikan cincin ruang yang berisi biji langka yang akan dikirim ke Sekte Pedang utama.


Karena Qing Long terfokus pada biji itu untuk saat ini, ia pun langsung pergi setelah memberi perintah dengan tatapannya saja kepada Tetua Pertama. Jika itu adalah hari biasa, ia mungkin akan tertarik untuk melihat seperti apa bakat yang dimiliki oleh Jie Yan dan Yun Che.


Tetua lainnya juga pergi dari tempat itu diikuti oleh Qing Tao dan ketiga rekannya menyisakan Tetua Pertama, Jie Yan dan Yun Che.


“Ikuti aku. Karena kalian berdua direkomendasikan oleh Qing Tao, maka kami akan memberikan wajah kepadanya dan aku sendiri akan melihat apakah kalian layak atau tidak untuk menempati posisi khusus.” ucap Tetua Pertama dan perlahan berjalan ke arah dalam gerbang Sekte Pedang.


Jie Yan dan Yun Che hanya perlahan berjalan. Keduanya cukup terkejut bahwa bahkan Tetua Pertama Sekte Pedang akan memberikan wajah kepada Qing Tao. Tampaknya status Qing Tao di Sekte Pedang Cabang cukup tinggi.


Saat Jie Yan dan Yun Che mengikuti Tetua Pertama, banyak pasang mata dari para murid Sekte Pedang yang menatap mereka dengan tatapan penasaran.


Mereka semua juga membungkuk ke arah Tetua Pertama karena tentu saja karena Tetua Pertama dianggap sebagai ahli kuat dalam bidang berpedang. Di Sekte Pedang, keahlian berpedang sangatlah dihormati.


Tidak peduli di mana itu, yang kuat akan selalu dihormati.


Tidak lama kemudian, Tetua Pertama memimpin Jie Yan dan Yun Che ke salah satu bangunan yang cukup besar.


“Karena kalian akan mengikuti ujian khusus, tidak banyak yang akan di tes. Hanya kemampuan berpedang, niat pedang serta semangat yang kalian miliki.”


“Untuk Kategori murid, itu dibagi menjadi tiga. Yaitu murid lingkaran luar, mudir lingkaran dalam dan murid inti. Kalian berdua sudah dipastikan akan memasuki kategori murid lingkaran luar. Tetapi, jika bakat kalian sangat tinggi dalam berpedang, kalian bisa saja menjadi murid lingkaran dalam walaupun Kultivasi kalian tidak mencukupi untuk memenuhi syarat memasuki lingkaran dalam.”


“Inilah keunikan dari Sekte Pedang, semuanya tergantung pada keahlian berpedang. Banyak diantara murid yang tidak memiliki bakat tinggi tetapi kerja keras mereka membuat mereka menjadi ahli pedang ternama. Dan Sekte Pedang tidak hanya menghargai bakat, tetapi kerja keras!” ucap Tetua Pertama dengan nada serius.


Jie Yan yang mendengar itu, menaikkan sedikit alisnya karena langsung tau bahwa Sekte Pedang pasti memberikan kesempatan kepada kultivator yang tidak memiliki bakat apapun dan mengolah mereka dalam waktu tertentu. Jika mereka dapat menaikkan ilmu pedang, Sekte Pedang akan selalu mengolah mereka.


Hal ini membuat Jie Yan menjadi sedikit tertarik karena Sekte Pedang tampaknya tidak seperti Sekte Naga Langit yang pernah ia masuki, yang hanya menghargai bakat dan koneksi.


Ketika memasuki ruangan tertentu yang tampak seperti sebuah lapangan, Tetua Pertama berinti di depan sebuah alat aneh yang tampak seperti kumpulan boneka jerami.


“Ini adalah boneka jerami yang ciptakan khusus oleh Sekte Pedang. Hanya dengan niat pedang boneka jerami ini dapat di potong. Aku sudah menebak bahwa kalian berdua memiliki niat pedang Esensi Pedang. Maka kalian akan memulai dari boneka jerami tingkat kedua. Niat pedang kalian dapat diukur setelah kalian menyerang boneka jerami ini. Aku harap kalian menggunakan semua kemampuan niat pedang kalian untuk mengetahui seberapa tinggi niat pedang kalian.” ucap Tetua Pertama saat menatap ke arah Jie Yan dan Yun Che.


Beberapa anggota Sekte Pedang yang ada di sana juga penasaran karena sangat jarang ada calon murid yang mengikuti ujian khusus, apa lagi di pimpin oleh Tetua Pertama.


“Namamu Yun Che bukan? Cobalah niat pedang milikmu. Gunakan seluruh kemampuanmu untuk membelah boneka jerami tingkat kedua ini.” ucap Tetua Pertama saat menatap ke arah Yun Che.


Mendengar itu, Yun Che tidak membuang waktu sama sekali. Ia mencabut pedang miliknya dari sarungnya, ia cukup unik karena tidak seperti kultivator lainnya menyimpan pedang di dalam cincin ruang.


Ketika Yun Che menari pedangnya, Tetua Pertama menyipitkan matanya. Semula ia tidak dapat mendeteksi pedang Yun Che ketika berada di dalam sarung pedang. Kali ini, ia dapat mendeteksi level dari pedang yang di pedang oleh Yun Che.


“Pedang ini.. apakah ini Pedang terkenal yang bernama Pedang Awan Abadi? Apakah dia penerus dari ahli pedang yang dikabarkan telah lama menghilang?” Batin Tetua Pertama. Ia sedikit bersemangat saat ini. Jika Yun Che memang benar penerus dari ahli pedang yang memegang Pedang Awan Abadi, maka bisa dipastikan bahwa Yun Che adalah bakat kelas tertinggi karena ia tau temperamen pemilik pedang sebelumnya yang sangat pemilih jika menyangkut tentang penerus.


Jie Yan mundur sedikit untuk memberi ruang bagi Yun Che melakukan tes. Ia juga sangat penasaran dengan Yun Che dan juga pedang yang dipegang oleh Yun Che.


Hanya dengan melihat sekilas, ia tau bahwa pedang Yun Che memiliki tingkat yang sama dengan miliknya yaitu pedang yang belum pulih. Walaupun begitu, kualitas pedang setinggi itu pasti hanya sedikit bahkan di seluruh Alam Abadi.


Juga, Jie Yan sangat paham kenapa pedang itu masih terus ada bersama dengan Yun Che. Tentu sebuah pedang selevel Artefak Abadi tingkat menengah akan memilih seseorang yang layak menggunakannya. Sama seperti pedang miliknya, jika itu orang lain yang menggunakannya, sudah pasti pedang itu hanya terlihat seperti pedang biasa dengan sedikit kekuatan.


Aura Yun Che tampak berubah saat niat pedang level Esensi Pedang miliknya meletus. Ia pun langsung membuat kuda-kuda sederhana lalu mengayunkan Pedang Awan Abadi ke arah boneka jerami.


“Pedang Awan Abadi, Tebasan Ringan!”


Sraing!


Srak!


Di bawah pengawasan Tetua Pertama, ia menyaksikan bahwa niat pedang Yun Che memang sangat tinggi di level Esensi Pedang. Selain dari itu, hanya dengan gerakan itu saja, Tetua Pertama dapat memastikan bahwa pencapaian Yun Che dalam teknik berpedang mencapai ambang kesempurnaan.


“Dia memang benar penerus sejati Awan Abadi, salah satu ahli pedang puncak di Alam Abadi!” Batin Tetua Pertama dengan Kilatan tertentu di matanya. Ia sangat ingin membawa Yun Che menjadi muridnya, tetapi ia tau bahwa itu tidak mungkin karena kemungkinan Yun Che akan menolak untuk mengambil guru kedua dalam hidupnya.