
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
Saat ini suasana di Sekte Pedang sedang sibuk karena sedang mempersiapkan tahap ketiga kompetisi.
Selain dari itu, di bangunan tertentu di Sekte Pedang yaitu arena raksasa, sebuah layar terbuat dari teknologi aneh menggunakan energi qi terlihat dengan jelas di mata banyak murid Sekte.
Itu adalah papan peringkat kompetisi tahap kedua yang baru saja berlangsung. Di layar tersebut, terdapat dua puluh nama, nomor peserta dan jumlah Poin yang mereka miliki.
“Lihat! Kompetisi Tahap Kedua sudah dimulai!”
Salah satu murid berteriak keras sambil menunjuk ke arah layar. Semua murid yang ada di sana juga langsung menatap ke arah layar.
Walaupun jumlah murid yang ada di sana belum banyak karena kompetisi tahap kedua baru saja dimulai, tetap saja itu sudah cukup banyak. Dan juga, di pinggiran tertentu di arena raksasa tersebut terlihat beberapa meja dengan satu orang duduk belakangnya.
“Ayo.. ayo... Taruhan telah dimulai! Kalian semua sudah melihat daftar 20 besar! Untuk nomor peserta...” Para murid yang ada di sana langsung mengajukan penawaran taruhan setelah melihat daftar 20 besar.
Infomasi tentang semua peserta tentu telah ada di tangan para murid. Mereka juga mengantisipasi siapa sebenarnya yang pertama kali lolos di babak pertama dan mendapatkan poin tertinggi.
Namun, ketika mereka semua melihat daftar peringkat pertama dan kedua setra nama peserta dan nomor Perseta, semua murid tercengang.
“Apakah aku berhalusinasi? Kenapa peserta nomor 444 ini berada di peringkat pertama?”
“Bukan hanya itu, lihat jumlah Poin yang tidak masuk akal itu!”
Para murid berdiskusi satu demi satu ketika melihat nomor Perseta 444 dengan nama Jie Yan, serta jumlah Poin 280 Poin.
Semua murid tentu tau peraturan tentang kompetisi tahap kedua. Rumor mengatakan bahwa peringkat pertama yang lolos babak pertama akan mendapatkan 50 Poin.
Harus diketahui untuk pengambilan Poin, mengambil inti bintang roh tingkat Jiwa Abadi tahap awal hanyalah 5 Poin, tahap menengah 10 Poin, tahap akhir 15 Poin dan tahap puncak 20 Poin.
Tentu mereka semua terkejut bahwa Jie Yan mendapatkan 280 Poin di awal. Sangat tidak realistis walaupun Jie Yan menjadi yang pertama mencapai garis finis.
“Hei, hei, aku mendapatkan rumor bahwa lebih dari 50% murid kali ini gagal di kompetisi tahap pertama. Dan penyebabnya adalah murid bernama Jie Yan.”
“Ya, aku mendengar kabar itu. Dikatakan bahwa banyak murid yang jatuh karenanya sehingga setiap dari murid dihitung menjadi 1 poin penambahan!”
“Apa kau gila, bagaimana bisa dia menjatuhkan 230 murid? Itu hanya rumor belaka! Tidak mungkin seseorang dengan tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap awal mampu melakukannya!”
“Ya, benar! Apa kalian lupa bahwa murid Tetua Pertama sampai Kelima dan murid Tetua Pemimpin Aula Penegak Hukum juga ikut kompetisi? Mereka semua telah mencapai tingkat Jiwa Abadi tahap puncak!”
“Pasti murid bernama Jie Yan itu menyuap para Tetua sehingga dia mendapatkan Poin awal yang sangat besar!”
Diskusi pun pecah kembali karena peringkat pertama adalah Jie Yan. Selain dari itu, mereka juga terkejut bahwa peringkat kedua juga murid baru, dengan Poin 90.
Walaupun Poin itu jauh lebih kecil, dapat dimaklumi karena peringkat kedua yang tidak lain adalah Yun Che menjadi yang kedua mencapai garis finis.
Sementara itu, delapan murid inti termasuk Jian Xu berada di tempat itu. Untuk Jian Xu, dia hanya membutuhkan waktu 1 hari kembali dari tempat kompetisi kedua ke Sekte Pedang.
Murid inti lainnya juga menatap ke arah Jian Xu untuk meminta penjelasan karena mereka tentu tidak percaya juga.
Jian Xu terdiam karena tujuh pasang mata menatapnya seolah-olah ia memiliki hutang jutaan batu roh.
“Benar, kalian tidak bisa meremehkan murid bernama Jie Yan dan Yun Che itu. Keduanya memang menjatuhkan sangat banyak murid, terutama untuk Jie Yan. keduanya masih sangat muda. Dan mungkin bakat keduanya setara denganmu, Huoyun Ying’er.” ucap Jian Xu menatap ke arah wanita cantik disebelahnya.
Wanita yang terlihat sangat muda, pendek, dengan rambut putih panjang, temperamen ceria, mata hijau lumut yang menawan, dan terlihat seperti berumur 15 tahun tercengang untuk beberapa saat.
Murid inti lainnya juga terkejut dengan perkataan Jian Xu karena mereka tau seperti apa bakat Huoyun Ying’er yang dikatakan sebagai reinkarnasi Dewi Pedang.
Huoyun Ying'er menatap ke arah Jian Xu dengan tatapan kosong. Ia tidak pernah menganggap dirinya terbaik walaupun semua murid dan Tetua mengatakan bahwa dirinya adalah talenta yang hanya muncul sekali dalam ratusan ribu tahun.
Tetapi memang benar bahwa Huoyun Ying'er memang sangat berbakat. Walaupun kultivasinya terlemah diantara para murid inti, keahlian berpedangnya adalah yang tertinggi. Hanya mengandalkan niat pedang dan teknik berpedang, dia menjadi yang terkuat nomor dua diantara jajaran murid inti.
“Menarik.. aku ingin melawan mereka ketika waktunya tiba.” Huoyun Ying'er tersenyum cerah ketika mengatakan itu.
Tetapi senyum cerah Huoyun Ying'er membuat murid inti selain dari Jian Xu tanpa sadar bergidik.
**
Hutan Purba
di suatu tempat di Hutan Purba, seberkas cahaya terlihat muncul. Cahaya tersebut membesar lalu membentuk sosok seseorang. Ketika cahaya itu memudar, sosok pemuda yang tidak lain adalah Jie Yan muncul.
Jie Yan yang baru saja di transfer ke Hutan Purba, langsung menatap semua daerah di sekitarnya. Ia sedikit waspada saat ini karena dapat melacak banyak aura kuat yang tidak jauh darinya. Ia tau dengan jelas bahwa itu adalah aura binatang roh yang sangat kuat.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan langsung bergerak ke arah tempat yang tidak ada aura kuat. Aura yang ia lacak mencapai tingkat Jiwa Abadi tahap akhir. Walaupun ia dapat melawan, untuk mengalahkannya itu cukup sulit dan jika pertarungan terus berlanjut, bisa dipastikan bahwa binatang roh lainnya akan muncul menerkam.
“Hutan ini sangat berbahaya!” Batin Jie Yan. Ia memikirkan kembali apakah ia perlu menggunakan teknik untuk mengendalikan binatang roh.
“Jie Yan, tetaplah waspada. Sesekali aku dapat merasakan aura kuat yang mengawasi situasi Hutan Purba ini!”
Suara Xiao Ziya terdengar di benak Jie Yan yang membuat Jie Yan terkejut. Ia langsung menepis rencana menggunakan teknik pengendalian karena bisa saja terlacak oleh para Tetua Sekte Pedang.
“Jie Yan, aku tau apa yang hendak kau lakukan! Aku akan berkonsentrasi pada pelacakan sehingga kau dapat menggunakan teknik itu! Tetapi lebih baik jika menggunakan cara lebih mudah! Kendalikan satu per satu binatang roh yang bisa kau kendalikan lalu membiarkan mereka secara membabi buta menyerang murid lainnya ketika waktunya tiba! Kau hanya perlu memanen Poin mereka semua!”
Saat suara Xiao Ziya terdengar kembali, Jie Yan tampak memasang wajah aneh saat ini. Ia tidak pernah memikirkan cara seperti itu. Walaupun ia licik, ia hanya berpikir bahwa ia akan membunuh binatang roh satu per satu secara diam-diam menggunakan teknik pengendalian.
Tetapi, memikirkannya kembali, proses itu cukup lama. Berapa banyak binatang roh yang bisa ia bunuh dalam waktu beberapa hari? Jumlah Poin yang terkumpul pasti tidak seberapa. Tetapi, jika ia menunggu murid lainnya mengumpulkan Poin, ia hanya perlu menggunakan binatang roh untuk memanen Poin mereka semua.
“Jika seperti itu, maka aku hanya perlu menundukkan binatang roh secara diam-diam lalu ketika jumlah mereka sudah sangat banyak, aku hanya perlu memburu murid lainnya! Selain dari itu, semua binatang roh itu pada akhirnya akan menjadi piala kemenangan juga!” Batin Jie Yan dengan senyum jahat.
Tanpa sepengetahuan siapapun, kompetisi kali ini ditakdirkan menjadi sangat kacau balau karena apa yang dilakukan oleh Jie Yan nantinya.