Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Menghabisi Lei Jing


Bintang Brahma, Benua Kekacauan


Cao Shi membesar dengan kecepatan yang sangat tinggi disaksikan oleh semua kultivator yang ada di sana. Wujud perubahan itu sedikit istimewa karena mendekati bentuk yang sangat mirip dengan Titan Kuno.


Ketika semua kultivator sedang terkejut, Jie Yan langsung mengambil kesempatan untuk menyerang semua musuh.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Jie Yan terus bergerak sambil mengayunkan pedangnya agar secepatnya membereskan musuh.


“Bajingan!” Para Prajurit Kerajaan Api semakin marah dan langsung menyerang Jie Yan sebisa mereka walaupun mereka merasa bahwa itu mustahil.


Sementara itu, Cao Shi yang sudah dalam bentuk raksasa, menatap ke arah Jie Yan dengan dingin. Ia langsung mengayunkan tinjunya dari atas ke bawah.


“Gelombang Kejut Api!”


Cao Shi memiliki teknik jarak jauh, itu cukup kuat dan bahkan sangat mudah membunuh kultivator tingkat Raja Abadi puncak. Ia yakin bahwa jika Jie Yan terkena serangannya, tidak ada kesempatan bagi Jie Yan untuk selamat.


Dan untuk para prajurit yang di tanam gen, Cao Shi tidak terlalu peduli karena ia masih bisa menanam gen lagi kepada banyak kultivator. Jika Jie Yan bisa dibunuh, semuanya akan bisa dibentuk kembali.


“Akulah lawanmu!” Fang Yuan yang seluruh tubuhnya diselimuti oleh api, langsung melesat dan muncul di depan tinju api raksasa. Ia juga langsung mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.


“Meteor Api!”


Blar!


Tinju raksasa dan tinju kecil bertemu dalam sekejap. Gelombang kejut meledak ke segala arah, percikan api terlihat membakar semua tempat yang ada di sana.


Hasilnya adalah Fang Yuan di dorong mundur karena ketika Cao Shi dalam bentuk itu, Cao Shi sedikit lebih kuat dari Fang Yuan.


“Bajingan!” Cao Shi semakin marah karena Fang Yuan menghalanginya menyerang Jie Yan. Ia pun langsung menarik tinjunya dan ia menyerang kembali ke arah Fang Yuan.


Fang Yuan yang merasakan lengannya mati rasa, mendengus dingin dan menyerang sekuat tenaga yang ia bisa untuk memberi waktu kepada Jie Yan menghabisi semua musuh.


Dan tentu Jie Yan tidak akan mengecewakannya.


Saat ini, kultivator tingkat Raja Abadi tahap menengah ke bawah hanya tersisa kurang dari 200.


“Aku harus cepat!” Batin Jie Yan dan langsung menjaga jarak lalu menyerang ke arah semua kultivator yang mencoba mengepungnya sekali lagi.


“Seni Kehancuran, Bilah Kehancuran Mutlak!”


Zrrrrt!


Qi dan konsep Kehancuran berkumpul dalam jumlah yang sangat besar lalu Jie Yan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


Sraing!


Drrrrtttt!


Blar! Blar! Blar! Blar!


Ledakan beruntun terjadi dalam sekejap dan di saat itu juga, ratusan kultivator dihancurkan dalam ledakan teknik.


“Serang!” bawahan Fang Yuan yang melihat itu tau bahwa kesempatan telah datang dan langsung menekan semua kultivator yang tersisa.


Jie Yan menghela nafas panjang karena tau bahwa cukup baginya menghabisi banyak musuh. Ia langsung menatap ke arah tertentu dan menemukan keberadaan Lei Jing.


“Target pertama adalah kau!” Batin Jie Yan saat ia memasuki transformasi setengah naga. Di saat itu juga, Kekuatannya meningkat drastis.


“Teleportasi!”


Zhep!


Jie Yan muncul dalam sekejap di belakang Lei Jing yang sedang susah payah melawan musuhnya.


“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”


Lei Jing yang awalnya mencoba fokus, langsung terganggu. Ia buru-buru menghindar tetapi itu cukup terlambat.


Sraing!


Jrezh!


Jie Yan melewati Lei Jing dan mendaratkan tebasan yang cukup dalam.


Lei Jing yang merasakan sakit, matanya memerah, dalam bentuk aneh berwarna hijau, ia langsung menyerang ke arah Jie Yan. Ia tau bahwa Jie Yan pasti sangat rapuh di levelnya saat ini.


Ketika Lei Jing berteriak dan menyerang ke arah Jie Yan, bawahan Fang Yuan yang termasuk yang terkuat di bawah Fang Yuan dan dua lainnya yang memiliki kultivasi Kaisar Abadi.


“Kaulah yang akan mati!” Pria yang bernama Fang Lang, menyerang dengan sangat ganas ke arah Lei Jing karena ia tau bahwa itu adalah kesempatan baginya.


Sraing!


Jrezh!


Lei Jing merasakan sakit di bahunya dan menatap bahwa lengannya telah dibelah oleh Fang Lang, ia semula hendak menghindar juga sekaligus menyerang tetapi ia tidak menyangka bahwa Fang Lang masih menyembunyikan kemampuan yang sangat kuat.


“Teleportasi!”


Jie Yan muncul tepat di atas Lei Jing lalu mengayunkan tinju kirinya sekuat tenaga.


Bam!


Lei Jing merasa bahwa kepalanya hendak meledak menerima pukulan Jie Yan secara langsung.


Jika itu kultivator Raja Abadi tahap akhir, dia pasti akan langsung diledakkan oleh Jie Yan.


Bom!


Ketika Lei Jing menabrak permukaan tanah, ia memuntahkan darah. Ketika ia hendak bangkit, ia merasakan dua benda tajam menusuk tubuhnya.


Jleb!


Jleb!


Tombak Pembunuh Naga langsung bersarang di perut Lei Jing lalu pedang bersarang di bahunya yang masih bisa digunakan.


“Apa kau masih ingat denganku?” Tanya Jie Yan menyeringai kejam.


Sebelum Lei Jing berbicara dan mengutuk Jie Yan, Jie Yan langsung menciptakan dua pedang melalui niat Pedangnya. Dengan kecepatan sangat tinggi, ia mengayunkannya ke arah tubuh Lei Jing.


Sraing! Sraing! Sraing!


Jrezzh! Jrezh!


Puluhan tebasan diayunkan tanpa henti. Jie Yan sengaja tidak langsung membunuhnya dan mengikis daging tubuh Lei Jing sedikit demi sedikit menggunakan kedua pedang.


“Arrrrrggggh!”


Lei Jing berteriak kesakitan karena seluruh bagian tubuhnya terus-menerus di cabik cabik oleh pedang Jie Yan. Ia tau bahwa Jie Yan sengaja menyiksanya.


Untuk Fang Lang, ia terdiam beberapa detik melihat kebrutalan Jie Yan menyiksa Lei Jing. Ia pun langsung pergi untuk membantu yang lainnya karena jika ia bebas, maka cepat atau lambat musuh akan dihabiskan.


Dalam waktu satu menit penyiksaan, Lei Jing sudah sangat putus asa. Ia mencoba meledakkan diri tetapi Tombak Pembunuh Naga yang memercikkan petir hitam mengganggu semua meridian dan Akar Spiritual miliknya agar tidak bisa digunakan.


“Bunuh aku...” Kata Lei Jing sangat lemah. Semua bagian tubuhnya terkoyak dan anggota tubuhnya tidak lagi lengkap. Namun ia tau ia jauh dari kata mendekati kematian sehingga ia memohon untuk dibunuh.


Sudut bibir Jie Yan melengkung sedikit lalu berbicara, “Zhou Tian Cheng, kau pasti melihat dari sana bukan? Cepat atau lambat, aku akan datang kepadamu! Ini adalah kesalahanmu karena mencoba memburuku!”


Setelah mengatakan itu, Jie Yan mencabut pedang yang ia tusuk ke bahu Lei Jing dan langsung mengayunkannya ke leher Lei Jing.


Sraing!


Jrezh!


Lei Jing pun terbunuh seketika dan itu disaksikan oleh semua kultivator yang ada di sana. Untuk bawahan Fang Yuan, mereka sangat bersemangat tentunya tetapi untuk Cao Shi, wajahnya sangat muram saat ini.


**


Bintang Tianyu, Alam Surga


Zhou Tian Cheng yang sedang bermeditasi, langsung membuka matanya. Urat-urat tebal menutupi dahinya seperti kawat baja. Auranya meledak seketika karena ia tentu melihat melalui Lei Jing.


Hanya beberapa keadaan khusus yang ditanam oleh Zhou Tian Cheng dengan gen kuat dan itu juga membagi penglihatan dengannya.


Dan kata-kata Jie Yan serta ancaman yang meremehkannya membuat Zhou Tian Cheng sangat marah.


“Bocah sialan!”