
Daratan Utara
Getaran kuat terjadi di seluruh dunia tersebut. Semua kultivator yang ada di sana tampak melayang di udara, mereka semua menatap ke arah laut yang terbelah saat energi pedang melewati lautan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Serangan ini.. sangat kuat...” Lin Xi yang melihat pemandangan itu tidak bisa tidak berseru keras. Ia tau bahwa bahkan untuk dirinya sendiri, ia akan tewas seketika saat menerima serangan itu walaupun ia telah bertahan dengan menggunakan semua kekuatannya.
“Aura tebasan sebelumnya sangat familiar nenek. Ini pasti serangan suami..!” Gu Yin berseru keras karena ia pernah melihat tebasan seperti sebelumnya ketika berada di Sekte Cahaya Suci.
Wajah Lin Xi tampak sangat bermartabat. Sama halnya untuk Lin Huang, Yao Shen, Xiao Long dan Zhu Feng.
Kecuali untuk Lin Huang, ketiganya juga pernah melihat serangan terkuat yang pernah dilancarkan oleh Jie Yan. Tetapi kali ini, serangan itu jauh lebih kuat, tidak akan salah mengatakannya bahwa serangan kali ini ratusan kali lebih kuat dari pada dahulu.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kakak dalam bahaya? Serangan seperti ini pasti hanya ditujukan kepada lawan yang sangat tangguh!” ucap Xiao Yuu. Karena sangat khawatir tentang keadaan Jie Yan, ia pun langsung berubah menjadi naga lalu terbang dengan kecepatan penuhnya ke arah sumber serangan sebelumnya.
Sama halnya untuk Lan Qinzhu. Mereka adalah kerabat darah, sudah pasti keduanya sangat khawatir tentang keadaan Jie Yan saat ini.
Gu Yin yang menatap itu juga langsung terbang dengan kecepatan penuhnya mengikuti Lan Qinzhu dan Xiao Yuu. Tetapi untuk yang lainnya, langsung ditahan oleh Lin Xi.
“Kenapa anda menghentikan kami?” Tanya Lin Huang terkejut.
“Mereka pasti akan baik-baik saja. Aku memiliki firasat bahwa perang telah usai.” Balas Lin Xi saat menatap ke arah kejauhan. Ia tidak tau mengapa ia berkata seperti itu, tetapi intuisinya telah berkata demikian, walaupun kekhawatirannya pada Jie Yan sama dengan Gu Yin, Lan Qinzhu dan Xiao Yuu, dari lubuk hatinya ia percaya bahwa Jie Yan pasti akan menyelesaikan perang.
Hal ini juga dikarenakan perkataan ayahnya kepadanya bahwa Jie Yan kemungkinan lebih kuat dari pada dia setelah menguasai Belitan Qi Raja.
Pada saat itu, Kultivasi Jie Yan masih berada di tingkat Alam Sage tahap kedelapan, setelah menembus tahap puncak, bisa dipastikan bahwa kekuatannya jauh di atas Xiao Chen.
Awalnya, karena apa yang terjadi pada Benua Saint, ia tidak ingin Jie Yan terlibat, meskipun Xiao Chen pernah mengatakan bahwa mungkin Jie Yan lah yang mampu menyelesaikan krisis Benua Saint. Ini juga dikarenakan garis keturunan Jie Yan.
“Yan’er, apakah kau benar benar keturunan dari Kaisar Manusia Generasi Pertama?” Batin Lin Xi dengan sangat rumit. Memikirkan kembali tentang Klan Zhu di daratan Utara dan keberadaan Xiao Yuu dan Lan Qinzhu, ia sangat yakin bahwa spekulasinya pasti benar.
“Benarkah?” Tanya Lin Huang dengan penuh harap berharap bahwa perang telah selesai.
Lin Xi tidak menjawab, tetapi ia merasa yakin akan hal itu.
**
Gunung Saint
Saat ini, jurang yang sangat dalam terlihat di pinggiran Gunung Saint, membelah semua tempat sampai ke ujung.
Di ujung jurang yang sangat dalam itu, terlihat Jie Yan yang terengah-engah dengan posisi berlutut dengan satu kaki dan menopang tubuhnya dengan pedang sambil menatap ke arah dalam jurang. Ia tidak bisa menyembunyikan senyumannya, karena tentu ia dapat melihat ke arah dalam jurang bahwa ada tubuh yang telah terbelah menjadi dua, tanpa tanda-tanda kehidupan.
Bussssh!
“Kekuatan ini..” Batin Jie Yan dan menatap ke arah puncak Gunung Saint karena tau bahwa ayahnya telah melakukan sesuatu, mungkin dampak dari serangannya sebelumnya mengguncang inti dunia, yang bisa menyebabkan malapetaka.
“Jie Yan! Serangan itu sungguh luar biasa!” Xia Yue'er yang muncul tepat di depan Jie Yan, langsung berteriak dengan penuh semangat seperti biasa.
Sementara Xiao Ziya, ia hanya menatap ke arah lava yang kini telah membeku menjadi bebatuan. Tidak lama lagi, bebatuan itu pasti akan hancur sepenuhnya. Ia juga tau bahwa aura misterius sebelumnya berasal dari patung Kaisar Manusia Generasi Pertama.
“Ayo pergi.” ucap Jie Yan saat ia perlahan melayang ke arah puncak Gunung Saint. Walaupun ia sangat kelelahan saat ini, ia ingin mendengarkan apa saja yang sebenarnya ingin di bahas oleh ayahnya tentang Alam Abadi.
Xia Yue'er dan Xiao Ziya langsung terbang mengikuti ke arah puncak Gunung Saint. Ketika mereka tiba di puncak, terlihat patung Kaisar Manusia Generasi Pertama sudah bercahaya kembali seolah-olah tau bahwa pertarungan telah usai.
Ketika Jie Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er tiba di depan patung Kaisar Manusia Generasi Pertama, sebelum mereka berbicara, Kaisar Manusia Generasi Pertama pun berbicara, “Pulihkan lebih dulu kondisi tubuh kalian. Tentu saja ini dikarenakan dua saudaramu sedang bergerak ke tempat ini. Mereka berhak tau segalanya.”
Mendengar hal itu, Jie Yan hanya mengangguk kecil dan duduk bersila mulai bermeditasi untuk memulihkan kelelahan tubuhnya saat bertarung sebelumnya.
Xia Yue'er dan Xiao Ziya juga melakukan hal yang sama, terutama Xia Yue'er yang sebenarnya bisa tumbang kapan saja, tetapi selalu memaksakan tubuhnya.
Mungkin hanya Xiao Ziya yang paling santai saat perang sebelumnya karena ini juga dikarenakan pengalaman bertarungnya yang sangat kaya dan ia tau kapan harus bergerak, menyerang dan menghemat kekuatan sebanyak mungkin tetapi serangannya langsung mengenai sasaran, tanpa membuang-buang energi yang tidak penting.
**
Di udara, tiga sosok terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ketiganya tentu adalah Lan Qinzhu, Xiao Yuu dan Gu Yin. Dengan kekuatan tingkat Alam Sage tahap kesembilan, mereka hanya butuh waktu kurang dari setengah hari untuk tiba di pusat Benua Saint.
Saat mendekat tempat perang, ketiganya terkejut melihat semua mayat yang ada di sana dan tau betapa intensnya perang yang terjadi. Perang yang terjadi di tempat itu jauh lebih mengerikan dari pada perang di empat Daratan Kecil.
“Tampaknya kakak telah berhasil! Hanya dengan mereka bertiga, mereka mampu menghabisi ratusan ribu musuh serta semua pemimpin pasukan musuh!” ucap Lan Qinzhu dengan nada penuh kekaguman. Ia tidak dapat melacak keberadaan musuh dimana pun saat ini yang artinya semua dari mereka telah dihabisi oleh kerja sama antara Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya.
“Ya.” Xiao Yuu mengangguk setuju. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat karena ia tau bahwa dirinya pasti lebih rendah dari pada kedua Roh kakaknya.
“Mereka ada di sana! Aku dapat mencium aroma suami!” Seru Gu Yin menunjuk ke arah puncak Gunung Saint. Ia langsung terbang ke arah tempat tersebut.
Sementara untuk Xiao Yuu dan Lan Qinzhu, keduanya terdiam dan merasa sangat aneh saat ini. Mereka berdua adalah keturunan dengan garis darah naga, bagaimana bisa penciuman Gu Yin bahkan lebih tajam dari pada mereka? Apakah mereka naga atau Gu Yin yang naga?
Tidak lama kemudian, ketiganya pun tiba di puncak Gunung Saint dan menemukan Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang berdiri tepat di depan patung yang terbuat dari kristal yang sangat indah.
Untuk Xiao Yuu dan Lan Qinzhu, keduanya membatu di tempat untuk beberapa saat karena merasakan perasaan sangat akrab. Tapi mengkonfirmasi sekalipun, keduanya telah menebak bahwa patung tersebut adalah patung seseorang yang sangat terkait dengan mereka, yaitu patung ayah mereka.
Tidak tau dari mana perasaan itu berasal, hanya dengan aura saja, keduanya telah menebak secara langsung.
Patung Kaisar Manusia Generasi Pertama yang menatap kedatangan ketiganya pun langsung berbicara, “Karena kalian telah tiba, maka sudah waktunya bagiku memberitahu apa yang harus kalian ketahui!”