
Daratan Timur
Bom! Bom! Bom!
Pertarungan dahsyat terjadi di Dataran Utara. Puluhan ribu iblis tampak memasang wajah jahat saat membantai sangat banyak manusia. Sebagian besar dari mereka telah dikirim pergi ke Daratan Utara karena diperintahkan oleh Lin Ming.
“Zhu Feng, Yao Shen, pergilah ke Daratan Utara! Kalian tidak bisa mati di sini!” Yao Chen sebagai Leluhur Tua Klan Yao, memberi perintah kepada kedua Patriak tersebut.
“Tapi..” Yao Shen ingin membantah tetapi Yao Chen langsung menatapnya dengan tajam. Ini pertama kalinya Yao Shen menatap Yao Chen menatapnya seperti itu.
“Bawa adikmu Yao Ran. Kalian berdua adalah tulang punggung Klan Yao ketika aku dan beberapa Tetua lainnya menahan mereka di sini!” ucap Yao Chen dingin.
Yao Shen menggertakkan giginya dengan kuat sampai-sampai terdengar. Bahkan Zhu Feng yang berada di dekat Yao Shen mengepalkan tangannya sampai-sampai berdarah.
Tatapan Zhu Feng tertuju pada Leluhur Tua Klan Zhu yang sedang berjuang mati-matian melawan Pangeran Iblis bersama dengan banyak Tetua Klan Zhu.
“Cepat pergi bocah sialan!” Teriak Leluhur Tua Klan Zhu saat petir emas meledak dari tubuhnya lalu ia mengayunkan saber yang telah diselimuti oleh petir emas ke arah Pangeran Iblis yang tidak lain adalah Bai Yi.
Blar!
Saat ayunan pedang dilepaskan, Bai Yi yang semula memasang wajah senyum, buru-buru menghindar ke samping.
Jrezh!
“Arrrrrggghh!” Puluhan iblis tingkat tinggi langsung dibunuh oleh serangan Leluhur Tua Klan Zhu.
Zhu Feng dan Yao Shen dengan mata merah langsung memimpin banyak kultivator ke arah gerbang teleportasi untuk melarikan diri. Hanya sedikit batu roh yang mereka miliki karena semula telah memindahkan banyak manusia ke Daratan Utara.
“Kalian ingin kabur? Tidak semudah itu!” ucap Jin Gu saat ingin bergerak ke arah gerbang teleportasi bersama dengan dua Pangeran Iblis.
“Jika kalian ingin lewat, langkahi mayatku!” Yao Chen muncul menghadang mereka. Api yang menyelimuti tubuhnya yang semula berwarna oranye, berubah menjadi merah kehitaman. Bahkan kulitnya tampak melepuh sedikit demi sedikit karena Yao Chen telah mengambil keputusan untuk mengorbankan hidupnya agar banyak generasi mudah yang ikut berperan saat ini bisa bertahan lalu bertarung bersama melawan para iblis di kemudian hari.
Bahkan Leluhur Tua Klan Zhu meledak dengan petir emas kemerahan saat ini tanda bahwa dirinya juga ingin melakukan hal yang sama.
“Tampaknya kami harus membereskan kalian terlebih dahulu lalu mengejar mereka.” ucap Jin Gu acuh tak acuh saat ia melirik ke arah kelompok Yao Shen dan Zhu Feng yang telah masuk ke dalam gerbang teleportasi.
Setelah semua yang hendak pergi masuk ke gerbang teleportasi, Leluhur Tua Klan Zhu tersenyum dan mengangkat lengannya ke arah udara.
“Petir Emas Kematian!”
Blar!
Petir emas kemerahan menyambar tepat dikejauhan lalu langsung menghancurkan gerbang teleportasi yang digunakan oleh Zhu Feng dan Yao Shen.
“Kau...!” Bai Yi sangat marah ketika melihat apa yang dilakukan oleh Leluhur Tua Klan Zhu. Jika gerbang teleportasi dihancurkan, maka mereka tidak tau ke mana tujuan Zhu Feng dan Yao Shen.
Leluhur Tua Klan Zhu, Yao Chen dan ratusan kultivator yang tersisa tersenyum menatap hal itu. Mereka semua adalah generasi tua, dan sudah saatnya memberikan kesempatan untuk para generasi muda untuk bertahan.
“Bagus! Seperti yang diharapkan darimu, sangat tegas!” ucap Yao Chen saat melirik ke arah Leluhur Tua Klan Zhu lalu melanjutkan, “Tampaknya ini menjadi pertarungan terakhir kita! Tidak disangka bahwa Daratan Timur tempat terpencil akan menjadi kuburan kita! Bunuh Iblis sebanyak mungkin!”
Saat kata-kata Yao Chen jatuh, ia langsung melesat bersama dengan semua generasi tua menerjang ke arah para iblis. Tugas mereka hanya tinggal satu sebelum istirahat sepenuhnya, yaitu membunuh Iblis sebanyak mungkin.
Perang pembantaian satu sisi pun terjadi di Daratan Timur. Perang tersebut hanya berlangsung selama beberapa jam sebelum mereda sepenuh.
Dan legenda lama Klan Kuno telah berjatuhan, hanya menyisakan Lin Ming dan Lin Xi di generasi mereka.
**
Daratan Utara
Bahkan untuk semua yang berjaga-jaga di gerbang teleportasi tersebut memasang wajah muram ketika melihat bahwa yang datang adalah dua Patriak Klan Kuno lagi, tanpa membawa Leluhur Tua dan generasi tua lainnya. Yang artinya, mereka semua memilih untuk berkorban agar generasi muda selamat.
“Tampaknya mereka telah mengambil keputusan di mana mereka akan dimakamkan!” Pria yang tampak sangat dingin berbicara, ia tidak lain adalah Guan Yu, kultivator terkuat yang bertugas menjaga gerbang teleportasi.
“Pergilah ke senior Lin Xi! Pulihkan semua cidera kalian!” Lanjut Guan Yu.
Zhu Feng, Yao Shen dan semua kultivator lainnya memasang wajah gelap serta mata memerah. Mereka semua langsung pergi ke tempat Lin Xi tanpa berbicara sepatah katapun.
“Semakin banyak yang jatuh! Mereka semua telah mengungsi ke tempat ini. Canglan, bagaimana menurutmu? Apa yang terjadi pada senior Lin Ming? Gerbang teleportasi aneh yang dikirim telah tiba. Dan aku yakin itu berasal dari Dataran Selatan tetapi belum ada yang datang setelah kepergian Li Hao sebelumnya.” ucap Guan Yu sambil menatap ke arah Canglan.
“Aku akan pergi melihat situasi di sana!” ucap Canglan karena tau bahwa jika terjadi sesuatu pada Lin Ming dan Gu Yuena, mungkin Jie Yan dan Gu Yin akan sangat menderita.
Guan Yu menarik nafas dalam-dalam saat menatap ke arah Canglan. Ia adalah pemimpin tertinggi di barisan untuk menjaga gerbang teleportasi dan perintah yang ia terima dari saudarinya serta Lin Huan dan Lin Xi adalah tidak mengijinkan siapapun pergi selain dari Li Hao sebelumnya. Tetapi ia tau bahwa Canglan yang telah menembus tingkat Alam Sage tahap kesembilan adalah yang paling baik untuk pergi jika ada kecelakaan di Daratan Barat.
“Pergilah, bawa mereka kembali dengan segala cara!” Perintah Guan Yu karena ia merasakan firasat buruk bahwa jika Canglan tidak pergi, maka sesuatu yang buruk akan terjadi di Daratan Selatan.
“Terima kasih.” ucap Canglan lalu menatap ke arah para kultivator yang memasang ekspresi rumit di wajah mereka lalu mengaktifkan gerbang teleportasi.
Canglan tidak membuang waktu dan langsung masuk ke dalam gerbang teleportasi. Ia langsung mengeluarkan Wayang Serigala Iblis Kegelapan karena merasa bahwa perang sedang terjadi.
Ketika Canglan melewati gerbang teleportasi, wajahnya gelap karena ada sebuah serangan yang bergerak ke arahnya. Ia langsung menggunakan kemampuan untuk berpindah tempat menggunakan Wayangnya.
Blar!
Gerbang teleportasi yang ia gunakan langsung meledak yang membuat wajah Canglan muram. Semula ia mengira bahwa serangan itu ditujukan padanya, dan ia yang hampir tidak siap, hanya bisa mencoba menghindar tetapi serangan tersebut ternyata ditujukan pada gerbang teleportasi.
“Lin Ming sialan!” Wang Zi berteriak keras karena Lin Ming menghancurkan gerbang teleportasi.
Canglan sadar dari kemarahannya dan tau bahwa itu semua dilakukan oleh Lin Ming agar tidak ada yang pergi ke Daratan Utara.
“Senior, anda..” Canglan tidak tau harus berbicara apa saat ini.
“Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau datang?” Lin Ming sangat marah ketika melihat Canglan datang. Ia tau potensi Canglan mungkin tidak lebih lemah dari dirinya apa lagi dengan keahlian Canglan bahwa suatu hari nanti mungkin dia akan melampauinya. Kedatangan Li Hao sudah membuatnya sangat marah, dan kali ini Canglan menambah kemarahannya.
Wajah Canglan gelap dan tua apa tujuan dari Lin Ming. Niat membunuhnya meledak lalu menatap ke arah Wang Hu.
“Misiku adalah membawa mereka semua kembali! Dengan Wayang Serigala Iblis Kegelapan, kemungkinan untuk melakukannya sangat tinggi. Yang penting, kami harus membereskan salah satu dari keduanya! Mereka berdua sangat berbahaya!” Batin Canglan. Ia langsung menilai kekuatan Wang Zi dan Wang Hu hanya dengan aura yang terpancar.
Kali ini, situasi pasukan Benua Saint semakin parah, hanya keberuntungan yang bisa membuat mereka semua bertahan hidup.
**
Daratan Barat
Blar!
Ledakan dahsyat terjadi disertai oleh percikan petir merah kehitaman. Serangan tersebut dilancarkan oleh pedang sederhana yang diayunkan oleh seorang pemuda berambut ungu sedikit kebiruan. Pemuda itu tidak lain adalah Jie Yan yang akhirnya menyelesaikan pelatihan penggunaan qi Raja.
“Bagus, akhirnya kau telah menguasainya. Memang benar bahwa hanya butuh waktu kurang dari tiga minggu bagimu untuk berhasil! Nak, saat ini kau hanya perlu meningkatkan basis kultivasimu. Aku merasa bahwa sumber daya sederhana tidak akan bisa membuatmu menerobos. Hanya ada satu cara yang tersisa...” Xiao Chen berbicara dan menatap ke arah istana.
Jie Yan tetap tenang. Tidak ada kegembiraan mengenai dirinya yang menguasai Belitan Qi Raja. Ia tau bahwa jika dirinya menembus tingkat Alam Sage tahap kesembilan, kekuatannya mungkin hanya setara dengan Xiao Chen. Ia butuh lebih banyak kekuatan, dan mungkin istana tersebut adalah kuncinya.
“Bawa ini bersamamu!” Xiao Chen melempar potongan Cermin Tembaga. Walaupun ia tidak pernah menggunakannya, itu juga memiliki fungsi khusus, yaitu sebuah kunci, kunci untuk menggunakan gerbang teleportasi yang ada di Daratan Selatan yang kini dipindahkan ke Daratan Utara.
“Aku mendapatkan pesan bahwa gerbang teleportasi itu telah dipindahkan ke Daratan Utara. Aku tidak bisa membawanya karena itu akan memancing iblis. Jika kau masuk ke dalam istana, kemungkinan keberadaan Cermin Tembaga ini akan tertutupi untuk sementara yang akan membuat iblis bingung. Aku akan pergi, cepatlah menjadi kuat karena kau adalah salah satu tulang punggung perang ini.” Xiao Chen langsung pergi tanpa menunggu balasan dari Jie Yan saat menyerahkan Cermin Tembaga.
Melihat Cermin Tembaga, Jie Yan menarik nafas dalam-dalam lalu menaruhnya di lehernya menjadi kalung lalu ia terbang ke arah istana untuk melihat apa sebenarnya yang ada di dalam sana.