
Klan Naga
Jleb!
Tombak Pembunuh Naga langsung bersarang di kepala Tetua Naga Kegelapan. Sudah pasti itu akan langsung membunuhnya.
Jie Yan sama sekali tidak memberi ampun kepada naga seperti Tetua Naga Kegelapan karena seperti mengkhianati Klan Naga itu sendiri lalu mencoba untuk melukai adiknya.
Menatap kematian Tetua Naga Kegelapan, tidak ada rasa kasihan sama sekali dalam hati Jie Yan. Bukannya ia berdarah dingin, tetapi ia paling membenci kata pengkhianatan. Sudah kemurahan hati untuk Tetua Naga Kegelapan bahwa ia membunuhnya secara langsung, tidak menyiksanya terlebih dahulu.
Untuk Tujuh Tetua Klan Naga lainnya, mereka terkejut bahwa Jie Yan langsung menikam Tetua Naga Kegelapan hingga tewas. Tetapi tidak ada yang berkomentar karena itu adalah keputusan dari Raja Naga walaupun itu hanya sepihak.
Tombak Pembunuh Naga pun langsung menyerap semua esensi darah Tetua Naga Kegelapan. Itu bukan darah, tetapi esensi darah murni, esensi darah murni tersebut langsung diubah menjadi kekuatan Kehancuran di dalam Tombak Pembunuh Naga untuk memulihkan persediaan Kekuatan Kehancuran lebih cepat.
Inilah yang dinamakan sebagai Tombak Pembunuh Naga, dikatakan di masa lalu, Tombak Pembunuh Naga juga telah membunuh jutaan naga sehingga memiliki aura yang dapat menekan para naga layaknya Raja Naga.
“Lalu, bagaimana caraku berurusan dengan kalian berempat? Kalian harus sadar bahwa kalian tidak akan bisa kabur dari tanganku! Sekuat apapun kultivasimu, kau akhirnya hanya akan bisa tunduk di depanku!” ucap Jie Yan dingin saat menatap ke arah Tetua Naga Bumi, Besi, Kayu dan Emas.
Keempatnya sangat pucat karena tau bahwa apa yang dikatakan oleh Jie Yan benar. Jika Jie Yan menggunakan teknik Supremasi: Dewa Binatang Buas serta tekanan garis darah, mereka tidak akan bisa bergerak sama sekali.
Ini sudah menjadi akar asal mula Klan Naga, dan tidak bisa dibantah sama sekali oleh para naga.
“Raja Naga! Tolong luangkan hidup kami!” Tetua Naga Bumi, Besi, Kayu dan Emas yang pintar hanya bisa menundukkan kepala. Untuk tunduk pada Raja Naga, walaupun itu memohon, sama sekali tidak ada rasa malu bagi para naga karena sedari awal, Raja Naga adalah pemimpin para naga.
“Luangkan hidup kalian? Ha-ha-ha!” Jie Yan tertawa sambil menatap ke arah langit. Di saat tawa itu jatuh, teknik Supremasi: Dewa Binatang Buas juga meledak dibarengi oleh qi Raja.
Ini membuat Tetua Naga Bumi, Besi, Kayu dan Emas langsung pucat. Keringat dingin menetes di dahi serta punggung mereka karena telah menyadari kengerian sebenarnya teknik Jie Yan. Akhirnya mereka tau kenapa Tetua Naga Kegelapan tidak bisa bergerak sama sekali.
Setelah tawa Jie Yan mereda, ia menatap keempatnya dengan haus darah. Ia sangat ingin membunuh keempatnya tetapi ia lebih memilih menggunakan mereka berempat serta anggota yang mengikuti pengaturan mereka.
“Jika kau ingin menyesalinya, maka kau harus menjadi budak! Mati di Medan perang adalah kebanggaan bagi para naga! Ini bisa dihitung sebagai kontribusimu pada Klan Naga. Dan dengan ini, kau tidak akan dicap sebagai pengkhianat! Apakah kalian berempat setuju?” Tanya Jie Yan dingin.
Mati di Medan perang lebih baik dari pada dibunuh di tempat lalu dicap sebagai pengkhianat. Ini juga bisa membuat kelangsungan hidup naga jenis mereka yang tidak bersalah lebih terjamin karena ketika mereka tewas dan memberikan kontribusi, jenis mereka akan dianggap sebagai pahlawan.
Meskipun metode Jie Yan cukup kejam, itu bisa dianggap memberikan keringanan.
Bahkan untuk Tujuh Tetua Klan Naga lainnya langsung paham apa yang ingin dilakukan oleh Jie Yan. Mereka juga cukup lega karena tidak harus mengorbankan lebih banyak pasukan dan membiarkan pengkhianat melakukannya untuk mendapatkan imbalan pengampunan jenis mereka.
Xiao Yuu dan Lan Qinzhu hanya merasa sedih karena kakak mereka Jie Yan cukup kejam saat ini. Tetapi mereka sadar bahwa itulah yang harus dilakukan agar para naga tidak seenaknya membuat kekacauan internal di Klan Naga yaitu Klan mereka sendiri.
Keempat Tetua Klan Naga menggertakkan giginya masing-masing dengan kuat. Mereka tau ini juga ancaman yaitu Jie Yan berniat memusnahkan jenis mereka karena sang pemimpin berkhianat. Walaupun begitu, mereka tentu tidak ingin jenis mereka punah. Oleh karena itu, keempatnya mengambil keputusan.
“Baik Yang Mulia, kami menerima hukuman yang anda berikan!” Keempat Tetua Klan Naga berkata dengan nada yang sangat dalam karena tidak memiliki pilihan lain. Lebih baik melindungi jenis mereka dengan menggunakan diri mereka membersihkan musuh di Medan perang.
“Ziya, beri formasi segel budak! Buat aturan yang sangat ketat tanpa celah!” Perintah Jie Yan. Ia sangat tau sebagai monster tua yang telah hidup diwaktu yang tidak terhitung jumlahnya, Xiao Ziya pasti memiliki teknik formasi seorang itu yang tidak akan bisa dilanggar jika telah disepakati.
“Ho-ho.. Jie Yan kecil, aku tidak menyangka kau akan memiliki kualitas untuk menjadi Raja Naga yang sebenarnya. Tentu saja aku akan membuat teknik formasi budak yang akan mereka sesali jika melanggarnya.” Xiao Ziya dengan suara menggoda pun perlahan terbang saat mengatakan itu kehadapan empat Tetua Klan Naga.
“Wanita sialan! Jie Yan, kenapa bukan aku yang membuat formasi seperti itu? Aku pasti bisa membuat formasi yang bagus agar mereka patuh!” Xia Yue'er langsung mendarat di bahu Jie Yan lalu berbicara menawarkan dirinya. Ia sangat tidak ingin melihat Xiao Ziya tampak bisa melakukan apa saja dan menandakan bahwa Xiao Ziya lebih baik darinya.
Jie Yan melirik ke arah bahu kanannya dan menatap Xia Yue'er yang tampak ingin membuktikan diri. Ia tidak bisa berkata-kata karena ia tau bahwa Xia Yue'er bukanlah seseorang yang kejam walaupun telah terkontaminasi oleh pikirannya sendiri karena seiring melakukan fusi. Untuk sesuatu seperti itu, Xiao Ziya lebih cocok karena dia adalah Roh yang mungkin paling jahat yang pernah ada di Alam Roh.
“Yue’er, kau memiliki tugas yang lebih penting saat ini.” Jie Yan berbicara dengan nada yang sangat serius seolah-olah tugas itu lebih penting dari pada yang dilakukan oleh Xiao Ziya.
Tatapan Jie Yan yang menyiratkan bahwa hanya dirinya yang bisa melakukannya, membuat Xia Yue'er terpesona. Semangatnya langsung membara karena tentu ia ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari pada Xiao Ziya.
Entah sejak kapan, Xia Yue'er telah menganggap Xiao Ziya sebagai saingan abadinya.
“Katakan! Putri ini pasti bisa melakukannya dan pasti lebih baik dari pada wanita itu!” Xia Yue'er memegang pinggangnya dengan kedua tangannya yang mungil lalu ia membusungkan dadanya yang rata seperti papan.
Untuk Gu Yin, Xiao Yuu, Lan Qinzhu dan Dai Mubai, keempatnya terdiam dengan kelopak mata berkedut ketika menatap ke arah Xia Yue'er karena hanya Jie Yan yang mampu menipu Xia Yue'er sedemikian rupa.