Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Jie Yan vs Han Qin


Kekaisaran Han


Duar!


Ledakan besar terjadi di tempat yang jauh. Ledakan tersebut berasal dari teknik yang dilancarkan oleh Xiao Chen dan langsung menghancurkan istana Kekaisaran Han. Bahkan pesona khusus yang dibuat di istana tidak mampu menanggung daya rusak teknik tersebut. Inilah kekuatan dari seorang kultivator yang pernah menguasai satu era di bawah tangannya di Benua Saint.


Selain dari istana, Klan Han yang berada di sekitar istana juga hancur berantakan. Jumlah korban sangat banyak. Untuk para kultivator tingkat Alam Sage tahap ketujuh ke bawah, mereka tidak akan mampu bertahan dari serangan tersebut.


Xiao Chen menatap ke arah ledakan dengan tatapan datar seperti biasa. Ia pun langsung mengarahkan telapak tangannya ke arah ledakan tersebut lalu bergumam, “Pengendalian Darah!”


Semua mayat yang ada di sana yang utuh maupun tidak, langsung mengeluarkan darah dan mereka langsung mengering dengan kecepatan yang sangat tinggi. Semua darah-darah tersebut dipadatkan menjadi setitik darah merah. Bahkan darah Han Wang Zhan yang tewas dengan cara tercerai-berai langsung ditarik lalu di padatan. Semua darah itu bergerak ke arah Xiao Chen.


Xiao Chen menatap setitik darah dihadapannya sambil menggelengkan kepalanya, “Kualitas darah terlalu buruk. Ini tidak dapat meningkatkan umurku bahkan dalam 2.000 tahun.”


Setetes darah yang dipadatkan itu langsung masuk ke dalam dahi Xiao Chen dan disaat itu juga, tubuhnya diselimuti oleh kabut merah untuk beberapa saat. Auranya tampak meningkat sedikit, vitalisnya tampak melambung ketika mencerna setetes darah yang dipadatkan tersebut.


Inilah kemampuan unik dari keturunan Kelelawar Iblis Surgawi. Menggunakan darah, mereka mampu meningkatkan umur dan kekuatan tetapi ada batasan tertentu yang tidak bisa dilanggar. Jika berlebihan, bisa dipastikan bahwa pemilik garis darah seperti itu akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Ini juga alasan mengapa Xiao Chen disegel, dan dia akan keluar diwaktu adanya kekacauan lalu memanen darah musuh untuk memperpanjang umurnya.


Dalam sejarah Benua Saint, Xiao Chen telah keluar sebanyak tiga kali. Dan ini juga berkaitan dengan pembersihan yang dilakukan oleh Klan Kuno. Para Patriak dan Leluhur Tua Klan Kuno semuanya mengenal Xiao Chen karena ketika mereka naik tahta, mereka akan datang ke Klan Kuno lainnya. Dan disaat datang ke Klan Xiao, mereka pasti akan menemui Xiao Chen sebagai Leluhur tertua yang masih hidup bahkan setelah generasi Patriak Klan Kuno sudah mencapai angka tiga digit.


“Aku merasakan bahwa adanya perempuan besar di luar kota ini. Salah satunya adalah anggota Klan Han.” Xiao Chen langsung mengepakkan sayapnya lalu terbang ke arah tersebut. Karena ia telah memutuskan untuk menghabisi Klan Han, maka ia tidak akan menyisakan satupun dari mereka.


Bisa dikatakan, di Benua Saint saat ini, hanya Xiao Chen yang memiliki kemampuan menghancurkan satu kekuatan besar hanya dengan dirinya sendiri. Ini membuktikan betapa kuatnya dia walaupun kekuatannya tidak berada di tingkat Abadi.


“Kultivator dari Alam Abadi bisa disampingkan untuk saat ini. Mereka semua belum bergerak. Jadi, lebih baik membersihkan kultivator yang dari Benua Saint yang mengganggu ketenangan untuk Benua Saint.” Batin Xiao Chen saat ia terus terbang. Selain dari itu, ia merasakan aura yang unik sedang melawan satu anggota Klan Han yang tersisa.


Walaupun mungkin beberapa anggota Klan Han masih diluar, tidak butuh waktu lama untuk mencari mereka nanti. Inilah yang dipikirkan oleh Xiao Chen, seseorang sekuat Kaisar Han harus lebih dulu dibereskan.


**


Han Qin tidak tau bahwa dirinya telah diburu oleh monster tua. Saat ini, ia sedang berhadapan dengan Jie Yan. Walaupun ia lebih kuat, sangat sulit untuk menjatuhkan Jie Yan.


Namun, saat Han Qin sedang bentrok, ia merasa bulu-bulu di punggungnya berdiri tegak. Perasaan ancaman kematian tampak mendekat ke arahnya.


Duar!


Han Qin langsung mundur ketika ledakan terjadi. Ia menjaga jarak dari Jie Yan sambil perlahan gemetaran.


“Apa yang terjadi? Kenapa aku merasa bahwa nyawaku sedang terancam? Tidak mungkin bocah ini dapat membunuhku! Lalu... Apakah karena itu?” Batin Han Qin saat menatap ke arah tempat yang sangat jauh. Ia dapat melacak bahwa istana Kekaisaran Han telah meledak.


Awalnya Han Qin sangat marah. Tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa pergi dari tempat itu karena dihadang oleh Jie Yan dari waktu ke waktu. Ia tidak menyangka bahwa bocah yang bahkan tidak mencapai usia 5% usianya akan dapat menandinginya.


Ketika ledakan mereda, terlihat Jie Yan dengan kondisi sehat walaupun pakaiannya sedikit compang-camping. Ia menatap tajam ke arah Kaisar Han yang tampak bimbang. Ia pun melirik ke arah Xia Yue'er yang masih bertarung dengan sengit melawan Si Fei.


“Aku harus membereskan Kaisar Han dengan cepat! Aku tidak tau siapa yang menggunakan serangan dahysat sebelumnya. Bahkan aku pun pasti akan tewas di bawah teknik seperti itu!” Batin Jie Yan saat memikirkan adegan ledakan dengan teknik yang tampak seperti pusaran qi tajam menerjang ke arah istana Kekaisaran Han.


“Jika hanya dengan ini, maka tidak mampu melawannya.” Batin Jie Yan saat mengambil keputusan. Ia pun menyimpan pedangnya lalu mengeluarkan Tombak Pembunuh Naga. Ia telah memikirkan beberapa serangan gabungan dengan teknik tombak bercampur dengan qi Petir Hitam digabungkan dengan konsep Ruang.


“Tombak Petir Suci!”


“Tubuh Petir Suci!”


Zrrrrt! Zrrrrt!


Tubuh Jie Yan diselimuti oleh petir hitam. Ia menggunakan teknik ini untuk merangsang kecepatan reaksinya agar dapat menggunakan teknik yang ia pikirkan.


Setelah itu, Jie Yan membuat kuda-kuda menyerang ke arah Han Qin yang masih menatapnya dengan waspada.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


“Teknik Pembunuh Naga, Tombak Pemecah Ruang!”


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Jie Yan langsung mengayunkan Tombak Pembunuh Naga di tempat ke arah Han Qin.


Han Qin yang sedang terbang di udara, merasakan bahaya yang sangat kritis. Ia buru-buru menghindar ke samping karena ia dapat melacak pergerakan konsep Ruang disekitarnya.


Wusssh!


Blar!


Ketika Han Qin menghindar, ia melihat ruang yang sangat kecil robek dan sebuah tombak keluar dari dalamnya. Saat melesat, itu menembakkan petir hitam yang membuat Han Qin berkeringat dingin. Jika ia tidak menggunakan Jubah Petir dan Api, bisa dipastikan bahwa ia akan di tikam di tempat tanpa bisa menghindar sama sekali.


“Gawat! Bocah ini mampu menggunakan pemakaian konsep Ruang sampai seperti itu! Aku tidak bisa melawannya menggunakan jarak! Aku pasti dirugikan!” Batin Han Qin saat ia langsung terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah tempat Jie Yan berada.


“Dia langsung menyadarinya?” Jie Yan tidak terlalu terkejut. Lagi pula Han Qin adalah kultivator puncak di Benua Saint yang telah menjalani banyak pertarungan sampai di mencapai levelnya saat ini.


Tanpa membuang waktu, Jie Yan langsung mengangkat Tombak Pembunuh Naga lalu menggunakan gaya menusuk ke arah bawah.


“Teknik Pembunuh Naga, Hujan Kematian!”


Konsep Ruang meledak dalam jumlah yang sangat besar dan itu bergerak di langit. Di saat itu juga, banyak pusaran kecil muncul di langit tepat di atas Han Qin yang sedang bergerak ke arah Jie Yan.


Puluhan tombak langsung melesat keluar lalu mencoba menikam Han Qin layaknya sebuah hujan.


“Jangan pikir bahwa kau bisa melawanku dengan teknik seperti ini bocah!” ucap Han Qin dingin saat ia mengerahkan qi dan konsep Api dalam jumlah yang cukup besar.


“Pusaran Api!”


Blar!


Api meledak dari tubuh Han Qin ke arah langit membentuk pusaran lalu menahan semua tombak tersebut. Ia tidak berhenti sama sekali dan terus bergerak ke arah Jie Yan. Walaupun tombak itu awalnya menembus api, itu masih dihancurkan sebelum mencapai tubuhnya.


Jie Yan tidak berbicara dan ia pun langsung melesat ke arah Han Qin. Ia mengerahkan cukup banyak qi dan konsep di Tombak Pembunuh Naga lalu mengayunkannya ketika mencapai jarak tertentu dengan Han Qin.


“Tombak Petir Neraka!”


“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”


Han Qin yang menatap itu juga tidak tinggal diam dan langsung mengayunkan kedua pedangnya. Pedang disebelah kanan diselimuti oleh api dan di tangan kiri, itu diselimuti oleh petir.


“Teknik Pedang Ganda, Tarian Petir dan Api!”


Tombak Jie Yan langsung menembus pusaran api lalu mengarah ke pedang Han Qin yang baru saja dia ayunkan.


Trang!


Blar!


Ledakan dahysat terjadi yang membuat semua tempat hancur berantakan.


Di tempat yang tidak terlalu jauh dari ledakan, Xiao Chen berhenti di udara lalu menara ke arah pertarungan tersebut. Ia menaikkan sedikit alisnya ketika menatap Ke arah Jie Yan.


“Anak itu, bagaimana bisa ada kekuatan tempur seperti ini lahir di era ini? Jika kekuatannya mencapai tingkat Alam Sage tanpa kesembilan, dia pasti bisa melawanku secara setara.” Xiao Chen kagum ketika melihat ke arah Jie Yan karena baru kali ini setelah sekian lama ia melihat kultivator yang sangat mampu.


Karena ketertarikannya, Xiao Chen yang mulanya ingin menghabisi Han Qin, hanya diam di udara sambil menonton pertarungan.