
Istana Bawah Laut
Ledakan besar terjadi saat teknik yang dilancarkan oleh Han Chen bersama dengan kedua bawahannya saling berbenturan. Ketiganya menggunakan kekuatan penuh mereka dalam serangan tersebut dan sudah pasti akan membunuh kultivator tingkat Alam Sage tahap ketujuh manapun. Paling ringan pasti mengalami cidera yang sangat parah, kemungkinan lainnnya adalah tercetak berai karena ledakan qi tajam tersebut.
Wusssh!
Air di tempat tersebut langsung meledak ke segala arah lalu menyapu apa pun yang ada di sana.
Untuk Gu Yuena dan Gu Yin, keduanya langsung terhempas ke tempat yang sangat jauh. Walaupun keduanya menggunakan qi untuk tetap bertahan, di kedalaman air seperti itu, tekanan sangat besar sehingga kekuatan keduanya sangat dibatasi. Lagi pula, efek ledakan dari serangan tiga kultivator sekuat Han Chen dan kedua bawahannya sudah pasti sangat kuat.
Han Chen yang berada di salah satu bangunan, menatap ke arah atas dengan seringai lebar diwajahnya. Ia sangat yakin bahwa Jie Yan pasti akan tewas ketika menerima serangan sekuat itu tidak peduli sekuat apa tubuhnya. Bahkan anggota Klan Naga dengan tingkat kultivasi Alam Sage tahap ketujuh pasti akan langsung tewas.
Sementara itu, Gu Yuena dan Gu Yin yang telah menyetabilkan tubuh mereka pun bergetar di tempat ketika menyaksikan air yang tampak mengamuk karena ledakan dari tiga serangan kuat. Akan lama untuk air tersebut tenang lalu menampilkan keadaan Jie Yan yang terkena serangan.
“Suami!” Gu Yin berteriak histeris dan langsung berenang dengan kecepatan penuhnya ke arah pusaran pusaran air yang tampak terus mengamuk.
Menatap itu, Gu Yuena langsung menangkap sepupunya untuk menahannya agar tidak pergi ke sana. Ia tau bahwa pusaran pusaran air itu sangat berbahaya saat ini karena menanggung qi tajam belas serangan yang dilancarkan oleh Han Chen dan kedua bawahnya.
“Kakak! Lepaskan aku!” Teriak Gu Yin sekuat tenaga saat mencoba melepaskan diri dari Gu Yuena.
“Tenanglah Yin'er! Apakah kau lupa dia memiliki teknik teleportasi?” Gu Yuena langsung mencoba menenangkan sepupunya itu. Ia tidak terlalu yakin apakah Jie Yan berhasil untuk melakukan teleportasi atau tidak karena Jie Yan masih dalam posisi mempertahankan teknik sebelumnya yang mengunci humanoid hiu.
Gu Yin sedikit tenang dan langsung melacak ke arah pusaran pusaran air yang tampak semakin mengamuk dikejauhan. Ia tidak dapat melacak keberadaan Jie Yan yang membuatnya sangat gugup. Tidak hanya itu, ia mencoba mencari ke banyak tempat apakah ia bisa melacak suaminya atau tidak tetapi tidak menemukan apa-apa yang membuatnya semakin khawatir.
Sedangkan untuk Han Chen, ia saat ini membeku di tempat karena tentu mendengar teriakan histeris Gu Yin sebelumnya.
“Kalian berdua, apakah kalian mendengar apa teriakan Gu Yin sebelumnya? Apakah dia berteriak suami?” Han Chen dengan wajah gelap menatap ke arah kedua bawahannya dan berharap bahwa apa yang ia dengar salah.
“Pangeran, anda tidak salah mendengar karena aku juga mendengar hal yang sama.” Salah satu bawahan Han Chen langsung berbicara sementara yang lainnya mengangguk kecil.
Sebelum Han Chen berbicara lagi karena hendak meledak marah, tubuhnya menegang karena merasakan ancaman kematian sangat dekat.
Han Chen langsung memiringkan kepalanya serta melapisi seluruh lehernya dengan qi yang sangat padat.
Srak!
Sebuah pedang berwana ungu keputihan pun melewati leher Han Chen. Serangan itu melukai sedikit lehernya sekitar 1cm. Jika saja instingnya tidak kuat, ia pasti akan di penggal seketika tau qi-nya tidka cukup kuat, hasilnya adalah kematian juga.
Kedua bawahan Han Chen juga terkejut dan langsung mengayunkan pedang mereka masing-masing ke arah serangan datang.
“Teleportasi!”
Zhep!
Jie Yan langsung menghilang seketika. Ia sebenarnya sangat terkejut dengan reaksi Han Chen karena bahkan masih bisa menghindar disaat saat kritis.
Kedua tebasan bawahan Han Chen hanya menyerang air tanpa mengenai target sama sekali.
Sementara untuk Han Chen, keringat dingin langsung menetes di dahinya dan bercampur dengan air. Wajahnya sedikit pucat dan jantungnya berdetak sangat cepat. Baru kali ini ia merasakan perasaan seperti itu, perasaan sangat dekat dengan gerbang neraka.
Jie Yan yang muncul di dekat Gu Yuena dan Gu Yin pun menatap ke arah Han Chen dan kedua rekannya dengan tatapan dingin. Ia merasakan punggungnya memiliki banyak luka sayatan walaupun itu tidak dalam.
Disaat ledakan yang terjadi sebelumnya, banyak bilah-bilah yang meledak mencabik-cabik punggungnya. Tetapi luka seperti itu tidak akan mempengaruhi kekuatan tempurnya.
Sementara itu, Gu Yuena yang melihat Jie Yan selamat pun menghela nafas lega. Ia sangat takut Jie Yan tewas tepat di depan mata sepupunya, jika itu terjadi, ia tidak tau bagaimana keadaan mental sepupunya yang pasti akan hancur.
“Suami!” Gu Yin berteriak keras dan langsung memeluk Jie Yan dengan sangat erat. Pelukannya sangat kuat seperti tidak mau melepaskan Jie Yan.
Jika saja Jie Yan tidak memiliki kekuatan yang tinggi, bisa dipastikan tulang-tulangnya akan remuk karena Gu Yin memang memiliki fisik kuat setelah keduanya sering melakukan kultivasi ganda di sama lalu. Qi yang berasal dari garis darah Naga Hitam Kehancuran terus-menerus memperbaharui tubuh Gu Yin hingga mencapai puncaknya.
“Yin’er, dari mana kau tau ini aku?” Tanya Jie Yan heran saat ia memeluk gadis tidak masuk akal tersebut.
Pertanyaan Jie Yan membuat Gu Yin sangat marah saat ini. Tetapi ia menyampingkannya karena amarahnya lebih kecil dari pada kerinduannya.
Sementara itu, Han Chen yang melihat itu pun tersadar dari rasa sakit dilehernya. Wajahnya sangat jelek saat ini karena melihat wanita idamannya memeluk seseorang dengan sangat erat.
Han Chen bernafas dengan sangat cepat dan kasar. Ia menyentuh lehernya yang masih mengeluarkan darah dan ia pun menggertakkan giginya. Amarahnya meledak ke puncaknya.
“Bajingan ini, aku akan membunuhnya. Tidak ada ampun sama sekali!” Han Chen berbicara dengan gigi terkatup.
Kedua bawahan Han Chen juga mengeluarkan niat membunuh karena Jie Yan hampir membunuh Han Chen tepat di bawah hidung mereka.
Tanpa ada yang berbicara satupun, Ketiganya bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi dan muncul di dekat Jie Yan yang masih memeluk Gu Yin.
“Yin’er, kita akan berbicara nanti. Saat ini kita harus menyelesaikan ketiganya.” ucap Jie Yan.
Gu Yin melepaskan pelukannya dan berbalik lalu menatap ke arah Han Chen dengan tatapan jijik. Niat membunuhnya merembes secara langsung karena Han Chen mencoba membunuh suaminya secara diam diam.
Bahkan Gu Yuena yang telah tiba di samping Jie Yan dan Gu Yin pun mengeluarkan niat membunuh. Ia sangat menyayangi sepupunya itu dan tidak ingin melihat dia mengalami kerusakan mental karena kehilangan Jie Yan. Tentu ia akan sangat membenci Han Chen karena mencoba merusak kebahagiaan sepupunya.
“Aku tidak menyangka bahwa suami nona Gu Yin akan masih hidup. Ini sungguh kebetulan. Sebelumnya aku mendengar bahwa dia telah tewas ketika Dimensi Naga meledak. Tetapi, dengan begini, aku akan memenggalmu lalu membawamu kembali ke Kekaisaran Han sebagai hadiah untuk ayah. Dia pasti akan senang ketika melihat cucu dari Lin Ming dan Lin Xi tewas di tanganku.” Han Chen menyeringai jahat. Walaupun Jie Yan memiliki kemampuan berpindah yang sangat unik, ia mampu menghindarinya sebelumnya sehingga ia yakin ia bisa mengalahkan Jie Yan.
“Dasar sampah menjijikkan!” ucap Gu Yin dengan nada dingin.
“Sampah Menjijikkan? Nona Gu Yin, setelah aku memenggalnya, sampah menjijikkan ini akan berada tepat di atasmu saat aku merayakan kemenangan membunuh suamimu.” Balas Han Chen dengan seringai kejam diwajahnya. Saat ini, citra pangeran lembut pun langsung lenyap sepenuhnya diganti dengan ekspresi penjahat tingkat atas.
“Membunuhku?” Jie Yan tersenyum kecil lalu mengarahkan pedang ditangannya ke arah Han Chen lalu melanjutkan, “Semua orang yang mengatakan itu akhirnya akan terbunuh di tanganku!”