
Bintang Brahma, Pegunungan Para Raja
Informasi yang diterima oleh Jie Yan membuatnya berpikir siapa sebenarnya seseorang yang terkait dengan Huan Caiyi.
“Siapapun itu, cepat atau lambat kami akan bertemu.” Batin Jie Yan dan menatap kembali ke arah pemilik bar.
“Apakah ada informasi penting lainnya?” Tanya Jie Yan.
“Ya, dalam beberapa tahun lagi, semua kekuatan tingkat ketiga dan keempat akan bekerja sama untuk membuka warisan tertentu di Pegunungan Para Raja.” ucap pemilik bar.
“Warisan? Warisan apa itu?” Tanya Jie Yan penasaran.
“Ini adalah sesuatu yang dibuat oleh semua Raja terdahulu di semua gunung dan bukit yang ada di Pegunungan Para Raja. Dikatakan bahwa 12 Raja di masa lalu melayani satu tuan. Ada juga kabar bahwa tempat itu merupakan makam untuk tuan para Raja. Alasan kenapa itu ingin dibuka beberapa tahun, ini dikarenakan dari 12 kunci yang dibutuhkan, salah satunya berada di tangan seseorang yang tidak bisa siapapun provokasi di Pegunungan Para Raja.” ujar pemilik bar.
“Warisan? Makam? Menarik.. aku ingi melihat apa sebenarnya itu. Aku sudah menduga bahwa 12 Raja saat itu adalah pemimpin kekuatan tingkat ketiga. Lalu tuan mereka mungkin seseorang dari kekuatan tingkat kedua di Bintang Brahma.” Batin Jie Yan.
“Siapa pemilik kunci terakhir sehingga mereka tidak berani memprovokasinya?” Tanya Jie Yan dengan nada penasaran.
Pemilik bar menatap Jie Yan dengan tatapan acuh tak acuh dan beberapa saat kemudian, ia pun berbicara, “Salah satu anggota Ras Manusia Ular yang berkelana ke tempat ini dengan tujuan untuk berlatih.”
Mendengar itu, Jie Yan menaikkan sedikit alisnya. Jika itu Manusia Ular, maka semuanya akan masuk akal karena Ras Manusia Ular adalah kekuatan tingkat kedua di Bintang Brahma. Tentu kekuatan tingkat ketiga tidak akan berani memprovokasinya secara langsung.
“Apakah ada berita penting lainnya?” Tanya Jie Yan setelah menyampingkan pemikirannya tentang Manusia Ular.
“Tidak ada yang lainnya.” Pemilik bar menggelengkan kepalanya sedikit.
“Terima kasih.” ucap Jie Yan saat mengeluarkan beberapa batu roh kelas atas lagi. Ia tentu tau tentang aturan menanyakan informasi di sebuah bar.
Pemilik bar itupun menatap kepergian Jie Yan dengan seksama. Tatapannya tampak sedikit dalam dan tidak tau apa yang dipikirkan olehnya saat ini.
Jie Yan yang keluar dari bar pun langsung menaiki kuda terbang dan membuka peta yang diberikan oleh Fang Yuan.
“Di sini memang terdapat 8 gunung dan empat bukit. Pasti tempat itu semua adalah tempat tinggal para Raja di zaman kuno.” Batin Jie Yan saat melihat semua keterangan dari kekuatan besar tersebut.
Saat ini, delapan gunung ditempati oleh Klan, Sekte ataupun Organisasi tingkat ketiga dan empat bukit ditempati oleh kekuatan tingkat keempat.
“Organisasi Kegelapan?” Gumam Jie Yan saat menatap ke arah peta dengan cermat. Itu adalah salah satu kekuatan tingkat keempat. Tetapi, ia merasa bahwa Organisasi itu mungkin tidak sesederhana kelihatannya.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan pun pergi ke arah tempat Organisasi Kegelapan berada. Bukit itu merupakan yang paling gersang, dengan sebuah tengkorak raksasa di atasnya. Dan bukit itu dinamakan sebagai Bukit Tengkorak.
“Hm? Apakah itu tengkorak nyata? Bagaimana bisa ada makhluk sebesar itu?” Batin Jie Yan sedikit takjub. Jika dibandingkan dengan Cao Shi yang berubah menjadi Titan Kuno, Cao Shi akan terlihat hanya setinggi tumit kaki pemilik tengkorak besar itu ketika masih hidup.
Ketika Jie Yan mendekat ke kaki Bukit Tengkorak, hanya ada satu jalan masuk. Dengan Mata Dewa, ia dapat melihat bahwa ada pesona raksasa yang menyelimuti seluruh Bukit Tengkorak.
Dan di depan gerbang jalan masuk, terlihat puluhan kultivator yang berjaga-jaga di sana. Semua dari mereka memiliki kultivasi setidaknya tingkat Raja Abadi tahap akhir.
“Tampaknya memang benar bahwa Organisasi Kegelapan tidak sesederhana kelihatannya karena bahkan para penjaga gerbang memiliki kultivasi Raja Abadi.” Batin Jie Yan.
“Berhenti di tempat! Katakan tujuanmu datang ke Bukit Tengkorak.”
Salah satu penjaga menghentikan Jie Yan dengan nada yang cukup tegas.
“Aku ingin memasuki kota untuk bergadang. Selain itu, aku akan tinggal di Bukit Tengkorak dalam kurun waktu tertentu.” ucap Jie Yan.
Beberapa penjaga menatap ke arah Jie Yan dengan seksama lalu berkata, “Biaya 50.000 batu roh kelas atas untuk membeli token tinggal dalam waktu 10 tahun di Bukit Tengkorak.”
Jie Yan mengangguk kecil lalu melempar cincin ruang berisi 50.000 batu roh kelas atas.
Penjaga itupun menerima cincin ruang lalu melihat isinya. Setelah memastikan bahwa di dalamnya terdapat 50.000 batu roh kelas atas, ia pun melemparkan sebuah token khusus. Token tersebut memiliki aura yang akan bertahan selama waktu 10 tahun. Inilah cara Organisasi Kegelapan mengutip biaya perlindungan di Bukit Tengkorak.
Setelah menerima token, Jie Yan langsung mengendalikan binatang roh untuk bergerak ke arah dalam saat para penjaga membuka gerbang.
Kapten penjaga menatap punggung Jie Yan dengan mata aneh. Entah mengapa, ia merasa bahwa Jie Yan bukan sesederhana kultivator tingkat Raja Abadi tahap awal.
Sementara itu, Jie Yan terus bergerak dan tidak sampai setengah jam kemudian, ia pun tiba di puncak, pinggiran kota yang terletak di atas Bukit Tengkorak.
Tengkorak raksasa itu menutupi hampir setengah dari puncak bukit besar tersebut. Dan di atas Tengkorak raksasa, terdapat sebuah istana yang cukup besar. Pastilah istana itu tempat tinggal mantan Raja di tempat itu.
“Kota ini cukup ramai. Selain dari itu, sangat banyak kultivator kuat di tempat ini.” Batin Jie Yan dan tersenyum sedikit. Tempat seperti inilah yang ia cari, ia tau bahwa di antara wilayah kekuasaan semua Kekuatan besar selalu terjadi perang. Tempat itu merupakan tempat paling cocok untuk dirinya meningkatkan kekuatannya.
“Pertama-tama aku harus mencari tempat menetap paling tidak dalam 3-4 tahun, di saat itu juga, aku pasti mencapai tingkat Kaisar Abadi tahap menengah paling tidak.” Batin Jie Yan. Ia langsung mengelilingi kota yang sangat luas tersebut.
Setelah berkeliling selama beberapa jam, Jie Yan pun akhirnya menemukan tempat untuk menetap. Ia membeli rumah sederhana terletak di pinggiran bukit.
Dari arah Bukit Tengkorak, Jie Yan menatap menggunakan Mata Dewa dan ia dapat melihat perang antara semua kekuatan besar. Ia tidak mengerti apa yang membuat mereka semua berkonflik.
“Apakah ini hanya untuk mengurangi jumlah pasukan musuh atau di provokasi seseorang agar semua kekuatan di tempat ini melemah?” Batin Jie Yan. Ia menggelengkan kepalanya menyingkirkan pemikirannya saat ini. Ia pun langsung pergi ke pusat kota karena selama mencari tempat tinggal yang cocok, ia mendengar bahwa di Bukit Tengkorak, Organisasi Kegelapan merekrut sejumlah tentara untuk menyelesaikan beberapa misi.