Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Memasuki Jalan Berbahaya


Bintang Tianyu


Bom! Bom! Bom!


Setiap tiga jam sekali, akan ada ledakan beruntun tepat di belakang Jie Yan terbang.


Ledakan tersebut berasal dari formasi jebakan yang dibuat oleh Xia Yue'er. Selain dari itu, bekas sayatan di mana-mana juga tercetak dan itu terbuat dari teknik yang dilakukan oleh Yun Che.


Sudah lebih dari dua hari para murid yang mengikuti kompetisi bergerak sekuat tenaga ke arah Hutan Purba.


“Bajingan! Bagaimana mungkin dua murid selemah itu yang selalu memimpin?” Salah satu murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak yang tidak lain adalah murid Tetua Ketiga Sekte Pedang berkata dengan marah. Selama perjalanan ia terkena satu formasi jebakan Xia Yue'er dan satu bilah qi yang ditanam oleh Yun Che.


Bahkan ketiga murid Tetua Kelima hampir muntah darah setiap saat karena merasa frustasi tidak mampu mengejar Jie Yan dan Yun Che yang selalu membuat jebakan.


Jenius lainnya yang berada di belakang juga hampir mati rasa dengan apa yang dilakukan oleh kedua pemula yang baru satu tahun bergabung dengan Sekte Pedang.


Alasan mengapa murid lainnya mati rasa terhadap keduanya, Jie Yan dan Yun Che tampak tidak kehabisan kekuatan sama sekali bahkan setelah membuat snagat banyak jebakan.


Untuk Jie Yan, itu dapat dimaklumi karena formasi jebakan murni dilakukan oleh Xia Yue'er sementara dirinya hanya bertugas bergerak tanpa henti. Jika mengandalkan kamuflase qi dan sayapnya sendiri, ia sangat yakin bisa terbang selama seminggu tanpa henti. Ini juga dikarenakan ia telah mencapai tingkat Jiwa Abadi. Jika masih berada di tingkat Emas Abadi, ia hanya mampu terbang tahap henti dengan kebugaran fisiknya selama hampir tiga hari.


Sedangkan Yun Che, itu murni karena Artefak Abadi Pedang Awan Abadi. Para murid lainnya tidak tau apa sebenarnya pedang itu tetapi jika ahli pedang top melihatnya, mereka tidak akan terkejut karena sedari awal, Pedang Awan Abadi dapat digerakkan hanya mengandalkan sedikit qi karena itu adalah sebuah Artefak yang mengakui tuannya sendiri sehingga dapat digerakkan dengan sedikit qi dan mengandalkan pikiran.


Walaupun penggunaan qi sedikit, sebenarnya itu pasti cukup keterlaluan bisa dilakukan selama lebih dua hari tanpa henti. Namun Yun Che bukanlah sembarangan Kultivator. Dia tentu memanfaatkan dirinya untuk menyerap qi ketika sedang diam diatas pedangnya sendiri memulihkan qi-nya. Itulah sebabnya dia mampu melakukan itu dalam waktu yang sangat lama meksipun dia akan kelelahan mental jika berlangsung selama hampir seminggu.


Di barisan tepat di belakang murid Tetua Ketiga dan Tetua Kelima, terlihat satu sosok lainnya yang tidak lain adalah murid Tetua Kedua. Sedangkan dibelakangnya, murid Tetua keempat mengikuti.


Mereka berdua juga sangat kuat. Tetapi tidak sebodoh murid Tetua Kelima. Keduanya memanfaatkan peluang juga, membuat murid lainnya menjadi tameng hidup sementara mereka membuat jebakan lainnya menghentikan murid di belakangnya.


Dan jauh di belakang murid Tetua Kedua dan Keempat, murid Tetua Pertama juga mengikuti. Dialah yang paling terlihat santai saat ini. Dia tidak mencoba menjatuhkan murid lainnya atau membuat murid lainnya menjadi tameng hidup.


“Cukup melelahkan. Lalu, apa yang dilakukan oleh murid Tetua Aula Penegak Hukum itu? Kenapa dia berada di barisan paling belakang? Sedari awal seharunya dia sudah menebak apa arti kompetisi ini sama seperti kedua pemula itu.” Batin murid Tetua Pertama ketika memikirkan sosok tertentu yang membuatnya sedikit merinding tetapi ia menggelengkan kepalanya dan terus bergerak.


Murid Tetua Pertama sampai dengan Tetua Kelima dan juga murid Tetua Aula Penegak Hukum ikut dalam kompetisi.


Tetapi semua murid mengira bahwa Jie Yan dan Yun Che yang menyadari semua hal tentang kompetisi. Tetapi murid Tetua Aula Penegak Hukum dan Tetua Pertama jelas mengetahuinya namun keduanya tidak bergerak secara langsung dan terlihat santai.


“Tampaknya sudah dekat. Kali ini akan memasuki wilayah Hutan Purba!” Murid Tetua Pertama memiliki kilatan tertentu dimatanya. Ia sangat yakin bahwa ketika mencapai lokasi tersebut, minimal setengah murid yang mengikuti kompetisi akan tereliminasi.


Inilah alasan murid Tetua Pertama dan murid Tetua Aula Penegak Hukum tidak terburu-buru. Keduanya tau bahwa jika ingin mencapai Hutan Purba, itu tidak semudah kelihatannya.


“Jie Yan, lihat di sana! Pepohonan itu terlihat sangat aneh. Selain dari itu, kedua sisi hutan dihapit oleh tebing yang tinggi dan ada aliran sungai yang sangat tenang di tengah hutan itu!” ucap Xia Yue'er karena ia langsung menerima respon aneh ketika menatap sesuatu yang tidak sederhana.


Jie Yan memikirkan kembali tentang peta jalur menuju Hutan Purba. Memang ada tempat seperti itu tetapi tidak ada detail apapun.


Bahkan murid lainnya telah memeriksa peta masing-masing dan memang hanya tercatat tentang hutan lebat dihapit dua tebing tinggi serta satu aliran sungai. Lalu di ujung hutan ada sebuah danau yang cukup luas. Di seberang danau itulah tujuan para murid yang tidak lain wilayah pinggiran Hutan Purba.


“Pasti tempat inilah yang dikatakan oleh Jian Xu bahwa banyak binatang roh yang akan menjadi penghalang perjalanan.” ujar Jie Yan.


“Oh? Itu hanya binatang roh. Jie Yan, kau pasti bisa mengendalikan mereka bukan?” Xia Yue'er langsung ingat tentang teknik Jie Yan yang luar biasa yang mampu memerintah para binatang roh.


“Ya, aku memang memilikinya. Tetapi aku tidak ingin menunjukkan teknik ini kepada orang-orang. Yue'er, kau pasti tau bahwa makhluk yang mampu melakukan itu pasti dimusuhi oleh para manusia. Tidak bijak untuk mengekspos kekuatan itu untuk saat ini. Aku tidak terlalu mempercayai Sekte Pedang.” ucap Jie Yan. Ia merasa bahwa ketika kemampuan itu diketahui, maka musuh yang mengincarnya pasti semakin banyak.


Saat ini kekuatannya tidak bisa dianggap kuat, itu masih dihitung kekuatan tingkat bawah di Bintang Tianyu sekalipun.


“Kau benar.” Mata Xia Yue'er sedikit menyipit karena sedari awal ia memang tidak menyukai para manusia. Tetapi pasti ada pengecualian, dan tentu itu adalah orang-orang di sekitar Jie Yan.


Ini adalah ajaran yang diterima oleh Xia Yue'er sedari kecil bahwa manusia adalah makhluk yang paling mengerikan. Walaupun ia tidak mengerti mengapa ayah dan ibunya berkata demikian, ia pasti mempercayainya.


Tetapi untuk Jie Yan dan Xia Yue'er mengetahui dengan pasti bahwa memang benar bahwa manusia adalah makhluk paling mengerikan dengan potensi tidak terbatas. Dan yang paling mengerikan pada manusia adalah, sifat keserakahan mereka.


Jika Jie Yan memperlihatkan kemampuan Supremasi Dewa Binatang Buas, sudah pasti akan banyak kultivator tingkat tinggi yang ingin mencoba mengendalikannya. Bahkan ketika ia memperlihatkan kemampuan Belitan Qi Raja sudah banyak kekuatan besar yang memperhatikan. Apa lagi kemampuan mengendalikan binatang roh dalam jumlah yang tidak terhitung jumlahnya.


Jika Jie Yan mampu mengendalikan binatang roh puncak, maka ia tidak perlu khawatir. Tetapi ia tau bahwa kondisinya saat ini hanya mampu memerintah bintang roh paling tinggi di tingkat Jiwa Abadi tahap akhir, itu bahkan mungkin masih memiliki sedikit perlawanan karena bintang roh tingkat Abadi tidak sama dengan binatang roh tingkat fana.


“Tidak perlu khawatir Yue'er. Aku sudah memikirkan cara untuk mengelabuhi para binatang roh itu agar tidak menyerang kita.” Ucap Jie Yan percaya diri.


Sebelum Xia Yue'er merespon, Jie Yan yang telah dekat dengan hutan aneh itupun menyipitkan matanya karena tiba-tiba saja dari dalam hutan, satu sosok binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap awal menerjang.


“Cih, sungguh tidak tau diri!” Batin Jie Yan saat memegang pedangnya lalu berputar dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan pedangnya.


Sraing!


Srak! Srak! Srak!


Binatang roh tersebut langsung terbelah menjadi beberapa bagian dalam sekejap lalu Jie Yan terus terbang.


Namun, mata Jie Yan menyusut tajam karena Mata Dewa miliknya telah melacak binatang roh dengan jumlah yang sangat banyak, dan kondisi mereka semua tampaknya adalah jenis binatang roh yang sangat suka memangsa.