
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
Jie Yan yang tidak dapat membela diri, memasang wajah dingin ketika ia diberi hukuman. Tetapi ia tidak mencoba menolak karena tau bahwa itu tidak ada gunanya. Ia sangat sadar bahwa bukti yang dikatakan oleh Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum pastilah sesuatu yang mirip dengan Giok Kehidupan yang dapat merekam kejadian.
Saat ini, Jie Yan langsung merasa bahwa ada yang tidak beres. Biasanya, hanya seseorang yang sangat penting memiliki sesuatu seperti itu. Tetapi dua murid yang tidak penting memilikinya yang artinya itu dibuat untuk merekam kejadian yang akan terjadi di Lembah Bulan untuk menyelidiki sesuatu.
Tatapan Jie Yan tertuju pada Tetua Kelima karena ia sudah menduga bahwa kedua murid yang datang ke Lembah Bulan pastilah menjadi utusan Tetua Kelima. Hal lainnya mengapa ia yakin, itu dikarenakan tampaknya Tetua Kelima sangat ingin ia mati dan mencoba mengambil cincin ruang miliknya.
Hal ini juga telah ada di dalam pikiran Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum. Ia bukanlah orang bodoh, ia telah hidup sangat lama sehingga paham dengan cara kerja Dunia Kultivator. Tetapi karena Jie Yan tidak memiliki cara membela diri, Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum hanya bisa memberikan sedikit keringan, yaitu tidak langsung memberi hukuman untuk mengeksekusi Jie Yan di tempat.
Tetua Kelima memasang wajah sedikit jelek karena apa yang ia pikirkan tidak sesuai dengan rencana. Awalnya ia ingin menyarankan diri untuk membunuh Jie Yan jika Jie Yan akan di eksekusi di tempat. Namun, jika ia berbicara, semua Tetua pasti merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Tetua Kelima hanya bisa diam karena ia juga tidak bisa masuk ke tempat itu. Jika hukuman Jie Yan telah di tetapkan, Roh yang menjaga Makam Pedang akan melakukan sisanya, siapapun yang mencampuri hal itu nantinya akan menerima pelajaran yang mengerikan.
“Bawa murid Jie Yan ke Makam Pedang Kematian, sita token murid miliknya. Sampai dia selesai menerima hukuman, dia akan dicabut sementara dari status murid lingkaran dalam Sekte Pedang!” Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum pun berbicara lagi. Di saat itu juga, beberapa sosok muncul di samping Jie Yan lalu menyita token murid.
Karena Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum tidak menyita hal lainnya, mereka tidak akan bergerak sembarangan karena jika melakukan hal lainnya yang tidak sesuai dengan perintah Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum, mereka akan menanggung akibatnya.
Bam! Bam!
Beberapa pukulan langsung mendarat di beberapa bagian tubuh Jie Yan yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk menggunakan qi.
“Kami akan menyegel kultivasimu untuk beberapa saat dan itu akan lepas ketika kau memasuki Makan Pedang Kematian!” ucap salah satu sosok tersebut.
Xia Yue'er yang awalnya ingin melawan, langsung diam ketika mendengar pesan telepati Jie Yan melalui koneksi spiritual mereka. Ia langsung masuk ke dalam Ruang Jiwa Jie Yan secara langsung.
Semua Tetua tentu melihat apa yang dilakukan oleh Xia Yue'er dan mereka tidak peduli sama sekali.
Jie Yan pun langsung di seret pergi dari Aula Penegak Hukum disaksikan oleh semua Tetua yang ada di sana.
“Pertemuan ini telah selesai, bubar!” Perintah Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum.
Hampir semua Tetua langsung pergi dari tempat itu, bahkan Tetua Kelima langsung pergi dengan wajah muram. Dan tidak lama kemudian, ruangan itu hanya menyisakan Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum dan Tetua Pertama.
Tetua Pertama menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya, “Qing Tao pasti akan kecewa. Tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Tampaknya kau mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah.” ucap Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum.
“Ya, jika mereka melihat kembali tentang bukti, siapapun akan curiga karena kedua murid yang tewas itu hanya murid biasa. Tetapi karena bukti sudah ada, kita tidak bisa seenaknya membantu Jie Yan.” Tetua Pertama berkata dengan nada rumit lalu ia langsung pergi dari tempat itu untuk menemui Qing Tao.
Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum terdiam beberapa saat di ruangan itu seorang diri lalu ia pun menggelengkan kepalanya lalu pergi ke arah Makam Pedang untuk melihat bahwa tidak ada kecelakaan dalam proses Jie Yan diasingkan ke dalam Makam Pedang Kematian.
Jie Yan yang di bawa pergi, hanya bisa memandang wajah muram sepanjang waktu. Ia sudah menebak bahwa Tetua Kelima adalah orang yang menjebaknya karena suatu alasan. Tetapi ia tidak bisa melarikan diri saat ini. Ia juga tidak mau dengan sukarela dihukum karena sesuatu yang ia lakukan hanya untuk membela Xia Yue'er
Namun, karena tidak adanya kekuatan, Jie Yan tidak bisa menolak hukuman sama sekali. Tetapi ia bertekad bahwa ketika ia keluar dari tempat yang disebut sebagai Makam Pedang Kematian, ia akan memberi pelajaran kepada orang-orang yang mencoba menjebaknya.
Tidak lama kemudian, Jie Yan melihat bahwa ia di bawa ke Makam Pedang dari jalan khusus. Setelah mencapai Makam Pedang, ia seperti tubuhnya akan dicabik-cabik oleh niat pedang tetapi beberapa sosok yang membawanya melindunginya sementara.
Tidak lama kemudian, Jie Yan menatap bahwa mereka telah mendekat ke sebuah goa dengan pedang raksasa yang tertancap di atas sebuah tengkorak raksasa tepat di atas goa tersebut.
Sesampainya di goa, beberapa sosok itupun membuat gerakan tertentu lalu tanah dan di dalam goa terbuka sedikit membetuk sebuah lubang.
“Ini adalah tempat hukumanmu. Jika kau dapat bertahan di dalam sana selama satu tahun, sesuai dengan instruksi Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum, kami akan membawamu keluar.” ucap salah satu dari mereka lalu membuka segel qi Jie Yan lalu melempar Jie Yan ke dalam lubang.
“Bajingan!” Jie Yan meraung dalam hati saat ia dilempar ke dalam. Ketika ia mencoba kabur, lubang tersebut langsung tertutup. Dengan Mata Dewa, ia dapat melihat bahwa ada penghalang tertentu di jalan keluar luang tersebut dan ia tidak akan bisa memecahkannya saat ini.
Kejadian itu disaksikan oleh banyak Tetua, terutama Tetua Kelima. Awalnya ia ingin merebut cincin ruang Jie Yan. Namun, karena Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum juga hadir, ia menekan keinginannya.
“Tidak masalah sama sekali! Jika kau mati di sana, maka aku hanya perlu mengambil apapun yang kau temukan di Lembah Bulan dari mayatmu!” Batin Tetua Kelima dan langsung pergi dari tempat itu.
Untuk Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum, ia hanya melirik ke arah Tetua Kelima yang pergi dari tempat itu.
Tetua Pemimpin Aula Penegak Hukum menatap kembali ke arah goa tersebut lalu bergumam, “Jika kau mati di dalam sana, maka kau bukan Raja yang ditakdirkan! Hanya sedikit Kultivator yang mampu mempelajari metode Belitan Qi Raja dan mereka semua dianggap sebagai Raja diantara pengguna qi Raja. Jika kau jatuh, maka kau tidak dianggap layak untuk memiliki kekuatan itu!”