
Bintang Brahma
Setelah menanam formasi, formasi segel langsung dibatalkan dan Jie Yan membuang mayat Hun Yi ke dalam gerbang. Ia juga menanam qi dan konsep Kehancuran di dalam tubuh Hun Yi. Dan ketika formasi Xiao Ziya lepas, ia akan meledakkan mayat Hun Yi. Jika ada Roh di sekitar Hun Yi, mereka pasti akan menerima luka parah walaupun mereka adalah kultivator tingkat Raja Abadi.
Mo Lin yang sedang memegang Xiao Xiao di tangannya, hanya menatap hal itu dengan diam. Tetapi, ia langsung mengukur Jie Yan dengan seksama karena ia tau betapa kuatnya serangan Jie Yan saat menghabisi Hun Rong.
“Konsep Ruang dan Waktu? Selain dari itu, niat pedang tingkat Mata Pedang. Pemuda itu memang luar biasa, bisa dikatakan bahwa dia adalah salah satu jenius tertinggi di generasinya.” Batin Mo Lin lalu melirik sedikit ke arah Xiao Xiao.
Mo Lin menghela nafas sekali lagi karena ada jenius lainnya dan itu adalah Xiao Xiao. Hanya dengan kultivasi Xiao Xiao di usia tujuh tahun setinggi itu, hampir tidak ada yang menyainginya dalam hal bakat.
Jika saja Xiao Xiao bukan murid Jie Yan, ia juga sangat tertarik untuk membawa Xiao Xiao di bawah asuhannya.
Sementara itu, semua bawahan Hun Rong langsung ketakutan saat melihat kematian Hun Rong. Mereka semua langsung pergi ke segala arah untuk melarikan diri.
Jie Yan yang menatap itu, hanya memasang wajah dingin dan langsung mengejar mereka semua untuk menghabisi semua bawahan Hun Rong.
Yan Ming dan Yan Xian juga langsung menyerang, mereka tidak akan membiarkan kelompok yang memburu mereka kabur begitu saja.
“Tuan.. terimakasih telah menyelamatkanku.” Saat Xiao Xiao di bawa turun ke permukaan tanah yang telah mengering, Xiao Xiao langsung membungkuk mengucapkan terimakasih.
“Tidak masalah sama sekali.” Mo Lin membalas dengan senyum lalu melihat ke arah tertentu. Binatang roh yang menarik gerbong kereta sederhana miliknya pun tiba. Itu adalah tunggangan yang telah ia besarkan sendiri sehingga ia binatang roh itu tidak akan pergi jika ia meninggalkannya untuk beberapa saat.
Jie Yan langsung kembali dengan kondisi telah terpisah dari Xia Yue'er dan Xiao Ziya. Ia menghampiri Xiao Xiao kecil dan memeriksanya dengan cermat apakah ada luka atau tidak karena sebelumnya Hun Yi menangkap Xiao Xiao di dalam air. Ia tidak tau apakah sebelum itu Hun Yi melakukan sesuatu kepada Xiao Xiao.
“Apakah kau tidak apa-apa Xiao Xiao?” Tanya Jie Yan.
“Aku tidak apa-apa Guru.” Xiao Xiao kecil menundukkan kepalanya karena merasa sedih. Karena dirinya, Gurunya terluka parah.
Jie Yan tersenyum dan menepuk kepala kecil Xiao Xiao. Ia pun menatap ke arah Mo Lin lalu menggenggam kedua tangannya sambil berkata, “Terima kasih karena telah menyelamatkan Xiao Xiao sebelumnya.”
“Tidak masalah. Lagi pula, aku tidak menyukai Klan Hun karena mereka mencoba bekerja sama dengan para iblis.” ujar Mo Lin.
Sebelum Jie Yan berbicara kembali, Yan Ming dan Yan Xian mendarat di dekat Jie Yan.
“Bukankah anda Mo Lin? Salah satu murid terbaik di Istana Surgawi Mimpi Ilahi?” Yan Xian layaknya penggemar kecil dan bertanya dengan antusias. Sebagai seseorang yang selalu ingin memasuki Istana Surgawi Mimpi Ilahi, ia tentu mencari berita tentang Sekte itu dari waktu ke waktu.
“Tentu saja, senior adalah talenta muda terbaik yang muncul dalam sepuluh tahun belakangan. Telah mencapai tingkat Kaisar Abadi puncak di usia yang sangat muda!” Yan Xian berkata dengan semangat.
Mo Lin hanya tersenyum kecil. Ia sudah biasa melihat gadis-gadis seperti Yan Xian di Istana Surgawi Mimpi Ilahi.
“Senior, apakah anda ingin berpergian ke Istana Surgawi Mimpi Ilahi?” Tanya Yan Ming. Jika bepergian bersama Mo Lin, keamanan mereka akan terjamin.
“Ya, aku ingin kembali ke Sekte setelah menyelesaikan tugas.” Mo Lin mengangguk kecil.
“Bisakah kita pergi bersama? Kami ingin mendaftar menjadi murid di Istana Surgawi Mimpi Ilahi.” Yan Xian langsung bertanya dengan antusias.
Yan Ming merasa sedikit malu dengan sikap adiknya. Tetapi ia sudah mengetahui bahwa Yan Xian adalah penggemar kecil Mo Lin.
“Baiklah, tetapi pendaftaran akan dibuka dalam waktu kurang dari dua bulan lagi. Mungkin kalian harus menetap di kota yang dikuasai oleh Istana Surgawi Mimpi Ilahi sebelum pendaftaran dibuka.” ujar Mo Lin. Ia juga terkejut bahwa mereka ingin memasuki Istana Surgawi Mimpi Ilahi.
Ini dikatakan Jie Yan dan Xiao Xiao, Mo Lin yakin bahwa ketika keduanya tiba, Istana Surgawi Mimpi Ilahi pasti akan menerima keduanya dengan senang hati.
Yan Ming dan Yan Xian juga bakat yang bagus. Itulah sebabnya Mo Lin langsung setuju untuk pergi bersama mereka. Ia tau bahwa mereka juga mencari perlindungan. Tetapi, karena mereka akan menjadi juniornya nanti, ia tentu tidak keberatan bepergian bersama.
Sementara itu, Jie Yan menatap Mo Lin dengan seksama. Ia juga terkejut bahwa Mo Lin telah mencapai tingkat Kaisar Abadi puncak di usia yang sangat muda. Ia tau dengan jelas bahwa bakat Mo Lin tidak kalah dengan Yun Che di bidangnya masing-masing.
“Baiklah, jika begitu kita akan segera pergi.” ucap Mo Lin lalu naik tempat duduk di depan gerbang kereta untuk mengendalikan binatang roh.
“Kalian naiklah, binatang roh yang kalian miliki telah tewas oleh tekanan air.” ucap Mo Lin.
Yan Xian tanpa tau malu langsung naik dan duduk disebelah Mo Lin yang membuat Yan Ming merasa malu.
Yan Ming dan Jie Yan yang membawa Xiao Xiao di pelukannya pun langsung naik lalu Mo Lin langsung mengendalikan bintang roh agar bergerak ke arah Istana Surgawi Mimpi Ilahi.
Ketika rombongan Jie Yan pergi, satu sosok perlahan muncul di atas tebing batu yang tidak terlalu tinggi. Sosok berjubah tersebut menatap dingin ke arah tempat kelompok Jie Yan pergi.
“Mo Lin, salah satu murid yang dikatakan suatu hari nanti akan mencapai kekuatan tertinggi yang sama dengan para eselon atas Istana Surgawi Mimpi Ilahi. Aku tidak menyangka bahwa dia akan turun tangan! Jika saja aku tidak memiliki kemampuan Penyembunyian yang kuat, aku pasti telah ditemukan olehnya. Kekuatan Mo Lin berada di atasku, dia telah melampaui tingkat Kaisar Abadi! Tampaknya kali ini aku harus melepaskan dua anggota Klan Yan!” Batin sosok berjubah tersebut dan langsung hilang dari tempat tersebut.
Mo Lin yang sedang mengendalikan binatang roh, melirik ke arah tertentu dengan mata menyipit. Ia tentu dapat melacak sosok yang bersembunyi tetapi ia membiarkannya karena tau bahwa sosok tersebut adalah iblis, selain dari itu, di tempat yang sangat jauh, banyak Iblis kuat lainnya yang menunggu. Itulah mengapa Mo Lin bergegas pergi karena jika pertempuran pecah, maka perang yang di tunda oleh Pangeran Iblis dan Istana Surgawi Mimpi Ilahi akan pecah kembali.