Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Qing Mu Yang Sangat Menyedihkan


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


“Menjadi murid Inti?” Jie Yan sedikit terkejut dengan keputusan yang dikatakan oleh Qing Long.


“Ya, jika seorang murid mencapai niat pedang level Mata Pedang, maka murid tersebut akan memiliki kualifikasi untuk menjadi murid inti.” ujar Qing Long.


Sebelum Jie Yan bertanya kembali, Qing Long langsung melanjutkan, “Tetapi kau masih berada di fase murid inti percobaan. Kau akan di kirim untuk menyelesaikan misi tertentu. Kau bisa menolak jika tidak ingin melakukan misi, tetapi kualifikasi untuk menjadi murid inti akan dicabut.”


Jie Yan terdiam ketika mendengarnya. Tentang menjadi murid inti, ia tidak terlalu tertarik. Tetapi, memikirkan kembali tentang Sekte Pedang Utama, jika berasal dari Sekte Pedang Cabang, mereka harus memiliki kualifikasi tertentu agar dapat pergi ke sana. Dan cara paling mudah adalah menjadi murid inti.


“Pikirkan kembali, saat kau mengambil keputusan, datanglah ke Aula Misi.” ucap Qing Long lalu menatap ke arah Qing Lan Yu dan Qing Mo untuk memberikan penghargaan yang sama karena keduanya merupakan peserta yang memasuki babak semifinal kompetisi tahap ketiga.


Jie Yan hanya diam dan memikirkan tentang apakah ia mengambil misi atau tidak. Ia yakin pasti misi tersebut akan sangat berbahaya. Namun, jika ia tidak melakukannya, akan sulit untuk meningkatkan kekuatan jika ia terus berada di Bintang Tianyu.


Tentang Alam Surga, kekuatannya tidak akan cukup untuk menjelajahi tempat itu. Ia sangat yakin bahwa para Tetua Sekte Pedang juga mungkin tidak memiliki kemampuan untuk menjelajahi Alam Surga level terendah hingga mencapai pusat Alam Surga.


“Aku tidak perlu terburu-buru untuk memasuki Alam Surga. Lagi pula, jika aku ingin pergi dengan kekuatanku saat ini, kemungkinan aku bahkan tidak mampu menembus segel yang melindungi Hutan Purba.” Batin Jie Yan saat ia dengan penuh minat melihat perayaan kompetisi yang tidak berlangsung cukup lama.


Setelah selesai perjamuan kecil di arena tersebut, Jie Yan langsung pergi ke arah tempat perjudian untuk mengumpulkan hasil kemenangan taruhan. Jumlah batu roh sebanyak 12.500.000 bukan sesuatu yang bisa dikumpulkan dengan mudah.


Kekayaan seperti itu bisa dikatakan adalah kekayaan normal pada kultivator tingkat Raja Abadi. Untuk dirinya yang masih berada di tingkat Jiwa Abadi, tentu jumlah sumber daya itu akan sangat besar.


Setelah menerima hasil kemenangan taruhan, jumlah batu roh di cincin ruang Jie Yan saat ini telah mencapai 14.000.000 batu roh kelas atas.


“Jumlah ini memang cukup besar. Tetapi suatu hari nanti jumlah ini pasti hanya akan sangat sedikit. Saatnya mempelajari Giok Pemahaman konsep Ruang dan Giok Pemahaman Niat Pedang tidak sempurna di level Mata Pedang. Ketika Yue'er dan Ziya selesai berkultivasi, aku akan meminta pendapat keduanya.” Batin Jie Yan saat pergi berjalan keluar dari tempat perjudian.


Saat Jie Yan berjalan perlahan keluar dari arena, banyak murid yang menatapnya dengan mata panas, sementara para murid wanita menatapnya dengan tatapan cinta.


Siapa yang tidak akan mengidolakan pemenang kompetisi? Selain dari itu, Pertarungan Jie Yan disaksikan oleh semua murid. Dari hal itu, mereka tau seberapa hebatnya Jie Yan dan mereka tidak ragu untuk menjadikan Jie Yan objek target dilampaui untuk para murid pria dan objek cinta untuk para murid wanita.


Jie Yan merasa sedikit risih tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia juga mempercepat laju langkahnya ke kediamannya untuk mulai berkultivasi.


Jie Yan melihat kedua Giok tersebut dan tanpa berpikir lama, ia langsung menyimpan Giok Niat Pedang karena ingin berkonsentrasi menaikkan level konsep yang ia gunakan. Ia mengolah dua jenis konsep walaupun nyatanya itu ada tiga karena konsep Ruang dan Waktu bisa dipisah, oleh karena itu, ia tentu akan mendahulukan menaikkan level konsep miliknya.


“Satu Minggu lagi Yue'er dan Ziya akan selesai berkultivasi. Apakah aku mampu menaikkan level konsep ke tingkat kedua selama satu minggu mungkin itu akan menjadi keberuntungan.” Batin Jie Yan dan langsung menyuntikkan kesadarannya ke dalam Giok Pemahaman konsep Ruang.


Aura berwarna abu-abu yang merupakan cerminan dari konsep Ruang menutupi seluruh tubuh Jie Yan.


Saat mencoba memahami lebih jauh konsep Ruang, Jie Yan hanya bisa menghela nafas dalam hati karena ia yakin bahwa untuk memahami konsep Ruang tingkat kedua, satu bulan sudah pasti dianggap sangat luar biasa jika mampu memahaminya.


“Ternyata tidak mungkin mempelajari konsep Ruang dalam waktu satu minggu. Aku masih terlalu meremehkan kesulitan memahami konsep Ruang. Itu cukup wajar karena para kultivator yang mampu menguasai konsep tingkat kedua pada umumnya berada di tingkat kultivasi Raja Abadi.” Jie Yan hanya bisa menghela nafas.


Jie Yan yang telah memutuskan, terus mempelajarinya. Ia tidak harus menyelesaikannya dalam satu kali memahami. Ia dapat melakukannya secara perlahan. Setelah satu minggu, ia telah membuat rencana menghentikan memahami konsep Ruang tingkat kedua dan ingin mencoba apakah ia bisa menyelesaikan misi yang dikatakan oleh Qing Long.


**


Sementara itu, di villa besar tertentu di Sekte Pedang, Tetua Kelima menatap ke arah muridnya Qing Mu yang tampak berlutut dengan tubuh gemetaran.


“Sampah tidak berguna! Aku akan memberikanmu kesempatan Qing Mu! Gunakan ini, ini akan membuatmu dapat meningkatkan kekuatanmu mencapai tingkat Penguasa Abadi tahap menengah! Tetapi harga yang kau bayar adalah setengah dari masa hidupmu! Dan juga kekuatanmu hanya akan berada di level puncak Penguasa Abadi tahap awal!” ucap Tetua Kelima dingin saat melempar sebuah botol kecil kaca berisi satu pil.


Qing Mu buru-buru menangkap botol kecil tersebut. Walaupun harga yang ia bayar sangat tinggi, ia tidak ingin mati di tangan Gurunya sendiri. Sebagai murid Tetua Kelima, ia tentu tau berapa mengerikannya Gurunya itu.


“Baik Guru, aku akan melakukannya.” ucap Qing Mu patuh.


“Bagus, tidak lama lagi bocah Jie Yan itu akan mengambil misi untuk menjadi murid inti. Dan aku sudah memperbaharui datar secara sengaja. Tidak peduli misi mana yang dia ambil, dia akan pergi ke Kekaisaran Shi! Bunuh dia begitu kau bertemu dengannya!” Perintah Tetua Kelima lalu melambaikan tangannya untuk mengusir Qing Mu.


Qing Mu yang masih sedikit takut pun buru-buru membungkuk dan pergi dari tempat itu.


Namun, Qing Mu tidak tau bahwa pil yang ia konsumsi, selain dari menguras setengah dari hidupnya demi kekuatan, itu juga akan melahap bakatnya.


Sejak awal, Qing Mu memiliki bakat untuk mencapai tingkat Raja Abadi paling tidak di tahap akhir. Namun, setelah mengkonsumsi pil tersebut, bisa dipastikan bahwa bakat Qing Mu hanya akan bisa mencapai tingkat Penguasa Abadi tahap puncak dan tidak akan pernah bisa naik ke tingkat Raja Abadi.